Mengunjungi RS Vande Cremerwerg di Plaza Palladium

Banyak Hantu Bergentayangan Siap Menteror

Puput Julianti Damanik, Medan
Ketika Rumah Sakit tak lagi berfungsi, karena berubah menjadi bencana menyakitkan. Lalu air mata kepedihan dan penderitaan yang mendalam, jerit dan amarah malam menggema pada setiap ruang angker dari ratusan mayat yang tak rela arwahnya menderita dalam penasaran. Mereka saat ini “bergentayangan”  di Plaza Palladium Medan.

HANTU:Pasien  dokter  berperan sebagai hantu gentayangan  Rumah Sakit (RS) Vande Cremerwerg.

HANTU:Pasien dan dokter yang berperan sebagai hantu gentayangan Rumah Sakit (RS) Vande Cremerwerg.


Arwah gentayangan dari Rumah Sakit (RS) Vande Cremerwerg, yang didirikan pada zaman Belanda dahulunya ini tengah mengintai Anda. Saat ini, RS tersebut berada di dalam gedung Paladium Mall dan siap menteror Anda. Maka berhati-hatilah!
Tepat dilantai 1 Paladium Mall Medan, sekitar 14 arwah gentayangan, mulai dari wujud hantu suster, dokter, pasien juga hantu lokal seperti pocong, kuntilanak tampak siap menanti kehadiran para pengunjung. Mereka berpencar di setiap sudut di ruang gelap ukuran 400 m dengan puluhan pintu. Hati-hati jangan sampai tersesat. Tapi jangan takut, karena ini semua hanyalah sebuah hiburan di Rumah Setan Indonesia.

Rumah Setan Indonesia oleh Bejo Production ini mengangkat tema RS Vande Cremerwerg. Kisah yang diambil dari sejarah yang memang pernah terjadi di Sumut. Event ini juga merupakan perdana di Sumatera Utara. “Sebelum kita melakukan kegiatan di sini, kami melakukan survei terlebih dahulu, apasih sejarah dan mitos yang ada di daerah tersebut. RS Vande Cremerwerg ini, dahulunya adalah RS yang dibangun oleh Belandah tepat dibangun di daerah ini, dekat Lapangan Benteng. Sehingga, kita angkat namanya, ada 2 bagian. Nanti di bagian kedua judulnya Bangkitnya Pauline Vande Cremerwerg,” ujar Arie Sungkar (38), Kordinator Lapangan.

Hiburan ini telah dimulai pada 2 Mei lalu sampai tanggal 7 Juli mendatang. “Bagian pertama dimulai pada tanggal 2 Mei hingga 5 Juni, bagian kedua pada tanggal 5 Juni hingga 7 Juli mendatang. Kita juga lakukan kegiatan yang sama di 6 titik di Indonesia. Jadi memang team kita itu banyak,” katanya.

Arie Sungkar mengkisahkan tentang dirinya yang juga pernah menjadi pemeran atau tokoh hantu di dalam rumah hantu. Ternyata bekerja menjadi hantu  memiliki resiko yang cukup besar. Siap dipukuli, siap ditendang bahkan siap diludahi. “Udah menjadi resiko, sebelumnya kita juga diberitahu tentang hal itu. Kita harus siap dipukul, ditendang dan diludahi dan saya pernah merasakannya,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengharapkan kepada para pengunjung untuk dapat fokus dan mengerti bahwa ini hanya sekadar hiburan. Karena apapun yang terjadi, ia dan rekannya selaku pemeran tidak diperkenakan untuk membalas. “Para pengunjung harus fokus dan ingat ini hanya sebuah hiburan. Jangan khawatir, karena para pemeran tidak diperbolehkan melakukan kontak fisik terhadap para pemain,” katanya.

Ia juga mengimbau, kepada para pengunjung yang memiliki sakit jantung atau asma untuk tidak memasuki arena permainan tersebut. “Yah penonton harus jujur sama diri sendiri. Kalau tidak sanggup jantungnya, supaya tidak memaksakan diri untuk masuk. Namun, jika ada yang pingsan, pihaknya juga sudah siap mengatasinya. “Selama dibuka, sudah ada 28 orang lebih yang pingsan. Tapi jangan khwatir, kami mempunyai P3K yang sudah stay. Kita siapkan obat-obatan dan juga ada oksigen,” ujarnya.

Di Medan, sampai saat ini tidak terlihat ada kejadian seperti pengunjung yang memukul pemeran. “Yah, di setiap daerah itu lain-lain karakter penontonnya. Ada yang di daerah itu orangnya berani-berani. Ada juga yang takut sampai mukul, tapi sampai saat ini disini belum ada kejadian,” ujarnya.

Bercerita pengalaman, selain dipukul, ditendang dan diludahi, awalnya ia juga sempat ketakutan sendiri saat menjadi aktor Kakek Bongkok dalam cerita  Kerajaan Cina yang diadakan di Jakarta. “Awalnya takut juga, di ruang selalu sendiri, perasaan saya seperti ada yang nememani. Tapi yah kita harus tahu kalau ini hanya untuk menghibur saja, maka lama-lama mulai terbiasa,” katanya.

Lanjutnya, pihaknya juga sudah mengantisipasi jika ada  kasus kerasukan yang dialami oleh para pemeran. “Kita cari pemeran itu yang benar-benar, jadi 3 hari itu kita biarkan mereka main, kalau ada kasus seperti kerasukan, maka kita tidak gunakan. Karena kita memang mau menekankan kalau ini hanya sebuah hiburan. Pengetahuan tentang P3K juga diberikan kepada para pemeran,” katanya.

Di rumah setan, banyak hal unik yang terjadi. Ada yang pingsan, ada yang kencing di celana dan ada pula pasangan yang putus setelah keluar dari rumah hantu. “Kita siapkan papan comment. Nah, di situ komentnya lucu-lucu sekali. Ada yang putus, karena cowoknya nyelamati diri sendiri. Itu tepatnya di Jakarta, kalau di sini belum ada,” ujarnya sambil tertawa.

Rumah Hantu Indonesia adalah hiburan, tidak ada unsur ghaib. “Jangan takut, karena ini tidak ada unsur gaib. Kita buka pada Senin sampai Kamis mulai pukul 13.00 WIB, Kamis mulai pukul 13.30 WIB, Sabtu dan Minggu jam 12.00 WIB dan tutup jam  22. 00 WIB.  Untuk tiket Rp 15 ribu, Jumat sampai Minggu Rp20.000,” ujarnya.

Andre Khan selaku Advertising and Promotion Paladium Mall, mengaku ada kenaikan grafik pada pengunjung karena adanya Rumah Setan. “Grafik pengunjung terus meningkat, bahkan kita perkirakan beberapa minggu mendatang ini akan meningkat hingga 50 persen dan itu yang kita harapkan,” katanya.

Sementara itu, seorang pengunjung, Nanda (17) warga Tebing sengaja datang ke Plaza Paladium bersama teman-temannya untuk menguji udrenaline dan keberanian mereka. “Saya masih perdana, penasaran, makanya kami datang. Sumpah di dalam deg-degan kali, jantung berdebar. Seru dan harus dicoba !,” ujarnya. (*)

Berita terkait:

FEATURE