Bandara Polonia Ditakuti Pengedar Narkoba

MEDAN- Bandara Polonia Medan merupakan salah satu bandara Internasional yang ada di Indonesia. Terletak di wilayah Barat, tak pelak membuat bandara ini menjadi incaran masuknya beragam barang, baik yang legal maupun illegal, tak terkecuali narkoba.

Walaupun begitu, ternyata Polonia terkenal sebagai salah satu bandara yang ditakuti oleh pengedar narkoba. Karena pada umumnya, narkoba gagal masuk ke Sumut.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyelidikan Bea Dan Cukai Medan, Ahmad Fatoni mengatakan selama tahun 2012, pihaknya telah menggagalkan penggiriman narkoba untuk jenis heroin dan sabu.

“Paling banyak secara nilai heroin yaitu sebesar Rp20 M. Dengan berat badan sebanyak 10 kg. Tapi, yang paling sering ditangkap untuk jenis shabu-shabu. Jadi tidak heran, bila bandara Polonia termasuk salah satu bandara yang ditakuti oleh bandar narkoba,” ungkapnya, Minggu (3/3).

Rata-rata narkoba tersebut berasal dari Malaysia (Kualalumpur dan Penang), Thailand, serta Singapura. “Karena hanya dari negara ini yang ada masuk ke Sumut,” tambahnya.

Menurutnya, walau memiliki peralatan X-Ray yang sama dengan standar bandara internasional lainnya, namun bandara Polonia Medan dikenal sebagai bandara yang memiliki tingkat pengawasan yang ketat. Terbukti, dari data 2012 yang dimiliki oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Medan.

Uniknya, bandara yang ada di ketiga negara tersebut memiliki peralatan X-Ray yang sama canggihnya dengan yang dimiliki oleh bandara Polonia, Medan. Namun mengapa narkoba tersebut bisa lolos dan sampai ke Kota Medan. Ahmad Fatoni tidak menyebutkan bahwa pengawasan petugas Bea dan Cukai di ketiga bandara internasional tersebut lemah, namun faktanya mengatakan demikian.

“Saya tidak bilang pengawasan mereka lemah. Namun buktinya, petugas Bea dan Cukai Kota Medan berhasil menggagalkan pengiriman narkoba tersebut sepanjang 2012,” paparnya.

Selain mengandalkan X Ray, Ahmad Fatoni menjelaskan bahwa setiap petugas Bea dan Cukai Medan sudah dibekali dengan pengetahuan membaca bahasa tubuh seseorang yang disebut dengan profiling. “Seseorang yang membawa narkoba akan dengan mudah dikenali dari profilingnya yang cendrung bertingkah aneh. Setiap penumpang yang bertingkah aneh pasti akan digeledah oleh petugas. Dari hasil penggeledahan tersebutlah baru akan diketahui hasilnya,” papar pria yang baru saja menjabat sebagai Kasi Penindakan dan Penyelidikan Bea dan Cukai Medan tersebut.

Seperti yang terjadi baru-baru ini, Petugas security PT AP II bersama Airport Interdiction Bea Cukai (BC) Bandara Polonia Medan berhasil mengamankan satu paket kiriman sebanyak 4008 gram ganja kering yang dicampur ikan asin dan ikan teri, Rabu (27/2) pukul 17.00 WIB lalu. Paket kiriman yang sampai ke Terminal Cargo Bandara Polonia melalui jasa PT POS ini berhasil ditemukan petugas setelah terdeteksi pada saat pemeriksaan X-Ray Cargo. Namun demikian, pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan di setiap lokasi yang menjadi wewenang Bea dan Cukai.

“Untuk menghentikan rantai peredaran narkoba, Kantor Pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Medan akan terus meningkatkan pengawasan melalui sarana dan SDM petugas Bea dan Cukai,” jelasnya. (ram)

Berita terkait: