Unimed Buka Pendaftaran SM-3T

MEDAN -Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama 17 lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) kembali merekrut dan membekali, menerjunkan peserta  Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T)  untuk tahun 2013 yang merupakan angkatan III.

Univesitas Negeri Medan (UNIMED) sebagai salah satu LPTK penyelenggara akan kembali merekrut calon peserta SM-3T tahun 2013. Pendaftaran akan dilakukan secara online melalui situs www.sm-3t.dikti.go.id. Atau http://103.23.100.50/.

Program ini sudah dibuka sejak tahun 2011 yang lalu, untuk tahun pertama peminat SM-3T masih kurang. Ada sebagian peserta yang lolos menarik diri dan membatalkan untuk mengikuti program SM-3T. “ Setiap tahun tren untuk jumlah pendaftar terus meningkat, tahun lalu pendaftar berjumlah 1.300 dan yang diterima hanya 205 orang,” ujar Koordinator SM-3T Unimed Dr. Sanusi Hasibuan M.Kes di ruang kerja Pembantu Rektor I Unimed, Senin (27/5).

Sanusi memaparkan, tes online  akan digelar 26-28 Juli dan  pengumuman hasil tes 3 Agustus. (mag-8)
rogram studi yang dibuka untuk menjadi peserta SM-3T yakni, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Luar Biasa, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggr
s, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, IPA, IPS, Sejarah, Geografi, Seni, Ekonomi, Konseling, serta Pendidikan Jasmani.

“Seluruh program pendidikan tersebut bisa mendaftarkan diri, ini terbuka untuk umum dan bukan hanya untuk lulusan dari Unimed. Asalkan lulusan mulai tahun 2011-2013,” timpal PR I Unimed, Prof Dr. Khairil Anshari.

Prof Khairil Ansari mengatakan untuk tahun  ini kuota untuk nasional berjumlah 3.500, dan jatah yang diberikan untuk Unimed berjumlah 200.

Untuk yang berhasil lulus program SM-3T akan dikontrak selama 2 tahun.

Tahun pertama mengabdikan diri di daerah terluar, sedangkan tahun kedua akan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan beasiswa penuh dari pemerintah.

“ Selama mengabdi para peserta akan mendapatkan  uang biaya hidup, transportasi pulang-pergi, asuransi  kesehatan, kelengakapan selama mengabdi. Untuk tahun ini kemungkinan akan sama seperti tahun lalu, peserta SM-3T akan dikirimkan ke simelum, Kabupaten Nias dan kemungkinan akan ke Aceh Timur,” pungkasnya. (mag-8)

Berita terkait:

FEATURE