Guruku, Idolaku So Sweet

Haii sobat Xpresi, gimana hari ini ?
Masih dimarahi sama guru dan dosen karena tugas kah? Gakkan? Nah, gitu dong….

Seberat apapun tugas yang diberikan guru, dicoba saja dikerjakan terlebih dahulu. Yang penting berusaha…#iyakan sobeX??
Well, tema kita kemarin membahas soal tugas dan guru yang marah-marah. Yah, berpikir positif aja, mungkin marah karena guru peduli dan sayang sama sobeX, hehehe.

Nah, kalau begitu, kita juga ingin tahu ni. Bagaimana pandangan SobeX terhadap guru ataupun dosennya.

So, let’s we hear it!!
Nur Rizky Nasution, siswi SMP Al Hasanah Medan ini mengaku suka dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia. #alasannya apa ni?
“Saya suka pelajaran bahasa Indonesia apalagi ditambah ibu gurunya yang pintar menerangkan, peduli dengan murid-muridnya, tidak pernah marah kecuali bila kita ribut saat dia menerangkan. Klop semua,” katanya.

Next, Siska Aryandi, mahasiswi Universitas Panca Budi ini menyampaikan ia suka dengan dosen yang tegas namun santai. “Yah, santai pembawaannya. Suka bercanda dengan mahasiswanya jadi ketika belajar situasi jadi enak dan gak kaku,” kata Siska.

Tambahnya, alasannya ia suka dengan dosen yang memiliki cara mengajarnya seperti tersebut, adalah karena dapat meningkatkan semangat masuk kedalam kelas dan belajar.

“Mahasiswa pasti jadi suka dan semangat masuk kelas, kalau tidak terlalu dikekang. Udah bukan  jamannya jadi guru atau dosen yang strick alias suka marah-marah,” katanya.

Nah, kalau menurut Selly Fimasari, siswi SMA Negeri 5 Medan ini, katanya, dia mau guru itu jangan pilih kasih. Harus mengajarkan muridnya dengan sabar dan tidak memukul.

“Yah, sosok yang saya suka seperti itu, bila murid yang tidak mengerti jangan dipukul, tetapi diajarkan kembali kepadanya materi yang disampaikan tadi,” katanya. Sama halnya dengan Ady Purwanto, siswa SMA Negeri 5 Medan ini juga mengakui menyukai guru yang sabar dan tidak ringan tangan. “Saya gak suka sama guru yang marah-marah.Ya, gurukan terkadang marah bukan berarti benci melainkan untuk merubah, tapi tetap saja saya  gak suka cara itu,” katanya.

Tambahnya, ia lebih suka guru yang mau menasehati dan menuntun pelan-pelan supaya gak ngulangi kesalahan atau merubah kejalan yang lebih baik. #Mudah-mudahan semua guru di Indonesia seperti yang Adi inginkan ini yah.

Nah, kalau Liana Sari, siswi SMK Dharma Analitika ini, mengatakan untuk dapat klop dengan seorang guru, maka kita harus menyayangi dahulu pelajaran atau bidang studinya. “Yah, bidang studi dan gurunya, harus sama-sama kita suka. Nah, dengan itu, guru harus bisa menerangkan dengan tuntas tentang pelajaran tersebut. Kalau tuntas, pasti semua murid jadi nyaman dan akhirnya suka sama guru tersebut,” katanya.

Last, Nancy Nova Sary, mahasiswi FH UMSU ini ngaku suka dengan dosen yang dapat mengaktualisasi Ilmu yang diajarkan dengan Keadaan agar mahasiswa cepat memahami. “Masalahnya, ketika banyak dosen tua yang fokus hanya pada penyampaian teori saja, endingnya dia mengajar dengan Cara “SD” menyuruh mahasiswa. Mencatat, menghampal, itu membuat mahasiswa jenuh, Ya karena Kondisi ini tak jarang dosen Jadi tempramental, marah tak jelas,” katanya.

So, inilah pendapat-pendapat sobat Xpresi tentang sosok guru atau dosen yang menjadi idola atau yang menjadi keinginan. Nah, gimana dengan sobeX lainnya ? Yah, semoga guru atau dosen sobeX juga seperti yang sobeX harapkan yah. #amin…

Selalu semangat ya sobeX. (uma/put)

Berita terkait:

FEATURE

DBL Indonesia North Sumatera Series
PLN Bottom Bar