Ramadhan Fair Digelar di Tiga Titik

Tahun ini, Pemko Medan kembali menggelar Ramadhan Fair di tiga titik, yakni di Taman Sri Deli, Martubung Kecamatan Medan Deli dan Lapangan Candika Kecamatan Medan Johor. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan Bursal Manan.

RAMADHAN FAIR: Warga memadati lokasi Ramadhan Fair  Taman Sri Deli Medan  tahun 2012 lalu //Fakhrul Rozi/sumut pos

RAMADHAN FAIR: Warga memadati lokasi Ramadhan Fair di Taman Sri Deli Medan pada tahun 2012 lalu //Fakhrul Rozi/sumut pos


“Untuk pembangunan stand akan dimulai minggu depan. Saat ini sedang dalam proses tender. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pembangunan stand-stand memang melalui proses tender dan dikerjakan seminggu sebelum pelaksanaan Bulan Ramadhan. Dua hari lagi, kami juga akan rapat. Mungkin pembang-unan stand itu dimulai minggu depan,” ujar Bursal.

Untuk pembagian stand-stand, lanjutnya, melalui pencabutan nomor. Namun, untuk rincian jumlah stand yang akan dibangun, Bursal mengaku belum bisa memastikan karena keputusannya belum final. Tapi, jumlahnya tidak akan berbeda jauh dari tahun sebelumnya. “Untuk rincian jumlah standnya, saya tidak bawa berkas. Besok saja (hari ini,Red) di kantor,” kata Bursal.

Rahudman Berharap Lebih Religius

Sementara itu, Drs Rahudman Harahap, MM yang dimintai pendapatnya soal penyelenggaraan Ramadan Fair tahun ini, mengharapkan agar kegiatan ini  harus benar-benar bernuansa religius.

“Saya berharap, penyelenggaraan Ramadhan Fair tahun ini lebih religius dari tahun-tahun sebelumnya. Saya juga berharap penyelenggara juga memprioritaskan kenyamanan pengunjung,” harap Rahudman.

Menurut Rahudman, konsep religius, misalnya, para pedagang yang berjualan di area Ramadhan Fair sebaiknya mengenakan pakaian yang Islami.”Kalau yang laki-laki pakai peci, yang perempuan pakai jilbab. Hal ini agar menjaga kesucian Bulan Ramadan,” kata Rahudman memberi saran.

Begitu juga untuk hiburan, Rahudman mengharapkan agar menampilkan hiburan-hiburan yang Islami dan menyejukkan hati. “Hiburannya pun yang beraroma religi. Lagu-lagu bernuansa Islami dan sebagainya,” kata-nya lagi.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Medan Salman Alfarisi Lc, mengimbau kepada penyelenggara Ramadhan Fair untuk mengedepankan nuansa religius, sehingga tidak mencederai Bulan Ramadan. Para pedagang dan tamu juga diharapkann berpakaian sopan sesuai dengan nuansa bulan puasa.

“Jangan sampai nanti para pedagang di stand Ramadhan Fair itu berpakaian ketat dan sebagainya, sehingga tidak sesuai dengan nuansa Ramadan,” jelasnya.

Selain itu, pembangunan Ramadhan Fair ini diharapkan tidak mengganggu masyarakat, seperti menimbulkan kemacetan. Begitu juga dengan pengelolaannya harus secara transparan. Kalau memang dikenakan tarif, harus diumumkan ke masyarakat melalui media massa atau sebagainya.

“Kita juga berharap agar peng-elola Ramadhan Fair ini transparan. Kalau memang ada tarif, harus jelas kemana dan kepada siapa disetor. Jangan sampai nanti Ramadhan Fair ini menjadi ajang pungutan liar,” tegasnya. (mag-7/ila)

Berita terkait:

FEATURE

DBL Indonesia North Sumatera Series
PLN Bottom Bar