Kereta Tanker Tabrakan, Ratusan Gedung Hangus

OTTAWA – Kecelakaan maut menimpa rangkaian kereta tanker yang bermuatan minyak mentah di Kanada, Sabtu (6/7) waktu setempat. Akibatnya, terjadi kebakaran besar yang telah meluluhlantakkan ratusan bangunan di Kota Lac-Megantic, Kanada Tengah. Satu orang tewas dan sekitar 80 lainnya dilaporkan hilang.

TERBAKAR: Kobaran api membakar ratusan bangunan   Lac-Megantic Kanada, Sabtu (6/7) waktu setempat.//François Laplante/AFP PHOTO

TERBAKAR: Kobaran api membakar ratusan bangunan di Lac-Megantic Kanada, Sabtu (6/7) waktu setempat.//François Laplante/AFP PHOTO


Kepolisian Wilayah Provinsi Quebec memprediksi, korban tewas akan bertambah. Sebab, kerusakan yang disebabkan kecelakaan tersebut sangat luas. ’’Kota ini seperti baru dibelah dengan pisau,’’ terang Sersan Gregory Gomez de Prado kepada CBC.

Perusahaan operator kereta api nahas itu adalah Montreal, Maine, & Atlantic Railway. Melalui pernyataan resminya, mereka menjelaskan bahwa para teknisi dan kru menghentikan kereta dan istirahat sekitar 11 kilometer dari Lac-Megantic. Mereka berhenti untuk pergantian sif para kru.

Sekitar sejam kemudian, kereta menuruni bukit menuju Megantic. Kereta yang membawa lebih dari 70 tanker berisi minyak mentah itu tiba-tiba keluar jalur dan terbakar. Sejumlah ledakan sempat terdengar dari lokasi kecelakaan.

’’Kru kami berhasil mengamankan 13 rangkaian gerbong paling belakang dari lokasi,’’ tambah pernyataan tersebut. ’’Kami menyampaikan belasungkawa kepada penduduk Lac-Megantic yang kehilangan rumah dan tempat usahanya, khususnya mereka yang mengalami luka dan kehilangan orang-orang yang mereka sayangi,’’ ucapnya.

Lac-Megantic adalah kota dengan populasi 6.000 jiwa di Provinsi Quebec. Polisi pun harus mengevakuasi 1.000 orang dari pusat kota dan sebuah panti jompo.

Penduduk setempat mengaku shock saat menyaksikan kecelakaan dahsyat tersebut. Mereka menyatakan belum pernah menyaksikan insiden dengan level kerusakan sebesar itu. ’’Sangat mengerikan. Pusat perbelanjaan Metro Store, Dollarama, dan semua yang ada di sana musnah,’’ ungkapnya.

Ketika otoritas setempat berupaya mencari penyebab kecelakaan tersebut, polisi justru khawatir korban tewas akan bertambah. ’’Kami memprediksi adanya korban lain yang mungkin akan ditemukan,’’ terang Letnan Guy Lapointe, juru bicara Polisi Quebec. (c14/dos/jpnn)

Berita terkait: