Ratusan Rumah di Marelan Terendam Banjir

Foto: Fakhrul Rozi/Sumut Pos Seorang anak menangis saat dinaikkan di atas ember ketika rumahnya digenangi air.

Foto: Fakhrul Rozi/Sumut Pos
Seorang anak menangis saat dinaikkan di atas ember ketika rumahnya digenangi air di Medan Marelan, Sumatera Utara.


MARELAN- Ratusan rumah di Komplek Perumahan KPUM Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan, terendam banjir. Hal ini dipicu oleh hujan yang terjadi terus-menerus di kota Medan, hingga mengakibatkan debit air di sekitar aliran anak sungai meluap dan menggenangi rumah warga. Banjir juga membuat aktivitas sekitar 500-an KK (Kepala Keluarga) di daerah itu lumpuh, Minggu (6/10) kemarin.

Dari pantauan Sumut Pos, banjir setinggi 30 hingga 60 centimeter itu menggenangi ratusan permukiman dan rumah ibadah di kawasan perumahan KPUM. Warga yang rumahnya kebanjiran, hanya bisa pasrah dan berupaya menyelamatkan barang-barang (perabotan) ke tempat yang lebih tinggi.

Adi (44), salah seorang warga Komplek Perumahan KPUM Kecamatan Medan Marelan mengatakan, air yang menggenangi rumah mereka sudah terjadi sejak empat hari. Debit air kian meluas karena hujan terus turun pada setiap malamnya.

“Sejak hari Rabu lalu, jalan disekitar komplek sudah terendam. Tapi karena tadi malam (Sabtu-red) hujan lebat turun lagi, membuat seluruh rumah disini akhirnya kebanjiran,” ujarnya.

Kondisi banjir yang terus meluas, membuat warga setempat terjaga dari tidurnya. Bahkan warga terpaksa begadang semalaman, karena seluruh ruangan di rumahnya terendam banjir.”Jangankan untuk tidur mau buang air saja sekarang sulit, karena seluruh ruangan termasuk WC dipenuhi air,” kata, Adi.

Lurah Terjun Kecamatan Medan Marelan, H Azwar saat dikonfirmasi menyebutkan, banjir yang terjadi di Komplek KPUM disebabkan oleh terjadinya sedimentasi (pendangkalan) disekitar aliran anak sungai yang berada tak jauh dari areal perumahan. Akibat musibah banjir tersebut lanjut dia, menyebabkan rumah yang dihuni 500-an KK warga terendam
“Lahan perumahan itu dulunya memang rawa, jadi sering kebanjiran. Selain itu, aliran sungainya mengalami pendangkalan, jadi harus dikeruk menggunakan alat berat. Dan masalah ini sudah pernah disampaikan ke Dinas PU, tapi hanya ditinjau saja. Sedangkan pengerjaanya sampai tahun ini belum juga terlaksana,” jelas, Azwar
Tak hanya di Komplek KPUM, banjir juga merendam puluhan rumah di Jalan Kapten Rahmad Buddin Gang Jagung Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan. Warga yang rumahnya menjadi langganan banjir menilai, buruknya infrastruktur drainase serta banyaknya penimbunan-penimbunan lahan menyebabkan musibah banjir kerap terjadi selama beberapa tahun belakangan ini.

“Sudah berulangkali warga di sini mengeluhkan soal banjir, tapi tak juga direspon. Belum lagi penimbunan terus marak terjadi,” ucap, Suriadi seorang warga. (rul)
 

Berita terkait:

  • Rizky Pranata Ozora Surbakti

    Semoga kasus ini tetap berkembang .

  • rahmat

    Syukur ALHAMDULILLAH hal yang tidak pernah terbayankan dan tidak pernah
    terpikirkan kalau saya bisa seperti ini,mungkin dulu saya adalah orang
    yang paling termiskin didunia,karna pekerjaan saya cuma pemulun dan
    pendapatan saya tidak bisa mengcukupi kebutuhan keluarga saya dan suatu
    saat kami kumpul baren sesama pemulun dan ada teman saya yg berkata,ada
    dukun yang bisa menembus semua nomor yg namanya AKI SANTANU dan saya
    meminta nomor AKI SANTANU pada teman saya,dan tanpa banyak pikir saya
    langsun menghubungi AKI SANTANU dan alhamdulillah dgn senang hati AKI
    SANTANU ingin membantu saya asalkan saya bisa memenuhi pendaftaran
    untuk masuk member,dan saya dibantu dalam 5x putaran dan alhamdulillah
    itu semuanya benar benar terbukti tembus,saya sangat berterimah kasih
    banyak kepada AKI SANTANU berkat bantuan beliau,sekaran saya sdh mau
    membuka usaha untuk masa depan kami dan sankin senannya saya tidak bisa
    mengunkapkan dengan kata kata,bagi anda yang ingin seperti saya silahkan
    hubungi AKI SANTANU di 082 317 877 775 AKI SANTANU memang para normal
    yg paling terhebat dan tidak seperti para normal yg lainnya yg kerjanya
    cuma bisa menguras uang orang,jika ada yang memakai atau mengambil
    pesan ini tanpa ada nama AKI SANTANU dan nomor beliau itu cuma penipuan
    dan itu cuma palsu,,ingat kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya.

  • Josh

    I miss you Yohana. Semoga engkau diterima bapa disurga kakak ku sayang. Kami Akan selalu mengingat engkau di sini

FEATURE

DBL Indonesia North Sumatera Series
PLN Bottom Bar