Peserta Seleksi CPNS Lulus di Dua Kabupaten

GUNUNG SITOLI-Jadwal pelaksanaan ujian  seleksi CPNSD 2009 diseluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara dilaksanakan bersamaan pada 25 November 2009. Namun seorang peserta dinyatakan lulus di dua kabupaten di Pulau Nias. Peserta atas nama Arifman Lase dinyatakan lulus seleksi sebagai penyuluh perikanan di Kabupaten Nias Selatan dan juga  Kabupaten Nias Barat.

Terungkapnya hal tersebut setelah Arifman membuat surat pernyataan tertulis yang ditujukan kepada Sekda Kabupaten Nias Barat tertanggal 8 Desember 2009 diatas materai 6000. Isinya menerangkan bahwa pada saat pendaftaran dia telah memberikan berkas lamaran dikabupaten Nias Barat pada jurusan penyuluh perikanan, namun belum mengambil nomor ujian dan tidak ikuiti ujian. Dia menyatakan, pada 25 November 2009 dia ujian di Kabupaten Nias Selatan dengan nomor peserta ujian 043150403 jurusan penyuluh perikanan dan dinyatakan lulus.

Menurut divisi pengolahan data PPK CPNS F2009 Yufen Mendrofa kepada wartawan di Gunungsitoli, Sabtu (19/12), kasus yang dialami Arifman Lase bukan satu-satunya kasus. Ada beberapa kasus, peserta dinyatakan lulus di Kabupaten Nias Barat tetapi ikut seleksi di Kota Gunungsitoli. “Sekarang pekerjaan kita adalah mengkoordinasikannya kepada panitia penerimaan CPNS di Kota Gunungsitoli, tentu langkah pembuktian pertama adalah melihat daftar hadir peserta ujian, juga hasil LJK yang ada di masing-masing panitia penerimaan,” jelas Yupen.

Kamis (17/12) lalu, di tempat terpisah, ketua Komisi A DPRD Kabupaten Nias Faigiasa Bawamenewi membenarkan adanya laporan terkait kasus tersebut. Menurutnya DPRD Nias telah melaporkan hal itu seluruhnya kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) RI. Mereka meminta penundaan pembuatan Nomor Induk Pegawai (NIP) calon PNS yang bermasalah khususnya di Kabupaten Nias Barat dan Kabupaten Nias Utara.

LJK Diusul Dibuka
Pokso Pengaduan Korban CPNS Formasi 2009 Kepulauan Nias ( PPK CPNS F2009 ) mengusulkan MenPAN dan RB dan pihak penyelenggara CPNS di kabupaten Nias yakni kabupaten Nias Utara dan Kabupaten Nias Barat untuk membuka lembar jawaban komputer (LJK). Jawaban peserta ujian yang diperiksa oleh Politeknik Negeri Jakarta diharapkan dijadikan dasar penentuan kelulusan peserta ujian CPNSD 2009.

Demikian disampaikan koordinator PPK CPNS F2009 Kepulauan Nias, Pdt Juliman Harefa MDiv ThM dalam keterangan pers di Gunungsitoli, Jumat (18/12) mencermati pengaduan dan keluhan 58 orang peserta CPNSD 2009 di sekretariat PPK CPNS F2009 di Gunungsitoli.
Para peserta rata-rata mengeluhkan pengalihan nomor peserta seleksi  ke nama peserta lain dan dinyatakan lulus oleh Panitia.

Dalam pers released  tanggal 18 Desember 2009, PPK CPNS F2009 mengemukakan adanya indikasi rekayasa yang dilakukan oleh panitia penyelenggara dalam pengumuman hasil seleksi CPNS di Nias barat dan Nias Utara sementara di pemerintah kota Gunungsitloli ditemukan adanya penambahan jumlah formasi yang dinyatakan lulus dengan  jumlah penerimaan yang diumumkan sebelumnya.

Lebih jauh PPK CPNS F2009 menambahkan bahwa usulan pembukaan LJK yang diperiksa oleh PNJ tersebut karena adanya perbedaan versi antara pemerintah kabupaten Nias Barat dengan pihak PNJ.

Pasalnya dari pengumuman Bupati Nias Barat Nomor : 810/23C/BKD/2009 tentang pengangkatan Pegawai Negeri Sipil daerah formasi 2009 poin II pelamar yang dinyatakan lulus dan diterima adalah mereka yang tercantum nama, nomor ujian dan jabatan dipapan pengumumna sesuai berdasarkan keputusan bupati Nias barat Nomor 810/003.BKD/K/2009 tanggal 7 Desember 2009. Sedangkan PNJ dalam surat nomor 135/K7.D/DN/2009 poin II tanggal 9 Desember 2009 menyatakan bahwa kelulusan didasari pada  nama yang ada dipapan pengumuman.
Untuk diketahui Sebelumnya Bupati Nias Barat Faduhusi Daeli SPd pada saat demo peserta ujian di Kabupaten Nias barat, Jumat (11/12 ) menjelaskan bahwa perbedaan tersebut oleh karena hasil komputer melompat–lompat.

Berbeda halnya dengan Wali Kota Gunungsitoli Drs Martinus Lase MSP yang dikonfirmasi Sumut Pos di kediamannnya, Sabtu  (19/12), Wali kota dengan tegas mengakui adanya penambahan formasi. Namun wali kota menegaskan bahwa penambahan tersebut didasari pada perangkingan hasil yang disampaikan oleh Politeknik Negeri Jakarta.  (mag-11)

Posted in Daerah | Tagged , | Comments Off

Truk Gelondongan Terjungkal

LANGKAT-Truk bermuatan kayu gelondongan besar dengan nomor polisi BK 9918 DT terbalik di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Perdamaian Stabat, Minggu (20/12). Akibat kayu gelondongan yang tumpah dari bak truk, menutupi badan jalan.

Petugas kepolisian terpaksa menutup jalan dari arah Aceh menuju Medan hingga kayu-kayu tersebut disingkirkan ke beram jalan. Untungnya, peristiwa ini terjadi di hari libur, sehingga tak banyak kendaraan yang melintas pagi itu.

Menurut warga sekitar, truk yang melaju dari arah Aceh tujuan Medan ini melintas sekira pukul 06.00 WIB dengan kecepatan tinggi, seperti tergesa-gesa. Entah mengapa, truk tersebut oleng dan menabrak pulau jalan dan akhirnya terjungkal.

Kasat Lantas Polres Langkat AKP M Risya menuturkan, peristiwa naas ini diduga terjadi karena sopir truk mengantuk hingga tak konsentrasi mengemudi.(ndi)
Mengenai kayu gelondongan yang dibawa truk tersebut, Risya mengaku, saat ini pihaknya sudah memintai keterangan sopir dan kernet truk. Sedangkan untuk dokumen kayu gelondongan tersebut, diserahkannya ke satreskrim Polres Langkat. “Penumpang truk sudah kita mintai keterangan sedangkan untuk bawaan mereka kita serahkan ke Reskrim,” kata Risya. (ndi)

Posted in Daerah | Tagged | Comments Off

Pengalengan Ikan Potensial di Simalungun

SIMALUNGUN- Kabupaten Simalungun memiliki potensi, menjadi sentra pengalengan ikan air tawar. Sebab selain dikenal sebagai daerah penghasil ikan nila dan  ikan mas,  Kabupaten Simalungun juga menjadi daerah perlintasan dari dan menuju sentra penghasil ikan air tawar di kabupaten lain. Melihat potensi ini, para investor dirasakan sudah dapat melirik kemungkinan investasi tersebut.

R Simanungkalit adalah warga Simalungun yang melihat prospek cerah tersebut. Ditemui di kawasan pelabutan Tigaraja Parapat Minggu (20/12) kemarin, Simanungkalit mengatakan, Pemerintah sudah dapat memulai mengkaji prospek bisnis pengalengan tersebut. Karena letak Kabupaten Simalungun, menjadikan Simalungun sebagai satu-satunya Kabupaten yang strategis untuk dijadikan sentra pengalengan tersebut.

Di satu sisi kata pria yang juga menggiati usaha keramba jaring apung ini, Kabupaten Simalungun memiliki sejumlah daerah yang menjadi sentra produksi ikan air tawar seperti Kecaman Bandar, Pamatangbandar, Gunung Malela, dan seluruh Kecamatan di pesisir danau toba. Dimana, sesuai data yang ia mililiki, Konon Kabupaten Simalungun mampu menghasilkan ikan air tawar antara 20 hingga 30 ton per hari. Jumlah ini kata Simanungkalit, belum termasuk dengan ikan hasil produksi perusahaan perikanan swasta seperti PT Aqua Farm  dan yang lain.

Dalam membangun usaha ini, diakuinya Kabupaten Simalungun tidak dapat bekerja sendiri. Katanya, jika industri ini dibangun perlu dibuat kerja sama dalam bentuk kesepakatan dengan daerah-daerah penghasil ikan air tawar di sekitar Danau toba Seperti Tobasa, Taput, Samosir, Karo dan Dairi, dan Humbahas. Kerja sama itu adalah untuk menyepakati, proses pemasaran dilakukan melalui 1 gerbang, yakni melalui industri pengalengan yang ada. Selain itu, perusahaan-perusahaan swasta juga diharuskan, memasarkan ikan produksinya ke industri tersebut. “Untuk memajukan industri itu, bisa dilakukan sistem pemasaran satu atap, antara Simalungun dan daerah-daerah lain,” pungkasnya. (mag-7/smg)

Posted in Daerah | Tagged | Comments Off

4 Ribu Hektar Sawah Kekeringan

SIMALUNGUN- Sejak beberapa tahun lalu, sekitar 4 ribu sawah di Nagori Pardomuan Nauli, Kecamatan Pematang Bandar, Simalungun kekeringan. Penyebabnya, air dari bendungan Bah Bolon tidak terdistribusi dengan baik. Permasalahan ini sudah beberapa kali disampaikan masyarakat kepada Pemkab Simalungun. Namun permasalahan belum juga tuntas.

Keluhan itu kembali disampaikan masyarakat kepada anggota DPR RI, Ir Ali Wongso H Sinaga. Setelah warga bertemu Ali Wongso, wakil rakyat tersebut bersama masyarakat menyaksikan langsung bendungan dan pendistribusian air yang dialirkan ke kolam sepanjang 3 kilometer.
Tokoh pemuda Pematang Bandar, Bonar Purba mengatakan, permasalahan ini sudah bertahun-tahun dihadapi petani di Pardomuan Nauli. “Walaupun Pemkab Simalungun sudah berkali-kali melakukan penertiban sadapan liar, namun perbuatan itu tetap dilakukan petani di daerah hulu,” kata Bonar.
Petani di Pardomuan Nauli, kata Bonar, sangat berharap Ali Wongso Sinaga sebagai anggota DPR RI dari pemilihan Simalungun sekitarnya bisa menuntaskan permasalahan.

Menanggapi harapan petani, Ali Wongso menegaskan, kedatangannya ke Nagori Pardomuan Nauli untuk menetapi janji kampanyenya dulu. Setelah melakukan pembicaraan dengan Dirjen Pengairan dan Irgasi, dipastikan daerah bendungan Bah Bolon akan segera diperbaiki pada tahun 2010.(mer/smg)

Posted in Daerah | Tagged , | Comments Off

Drainase di Simpang Selayang Belum Dikorek

MEDAN-Beberapa kawasan di Kota Medan masih sering terjadi banjir akibat drainase rusak dan belum dilakukan pengorekan. Salah satunya di kawasan Jalan Letjen Jamin Ginting Km 10.5,  Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, belum dilakukan pengorekan drainase. Apalagi drainase di kawasan ini banyak tumpukan sampah.

Ijul, warga setempat mengatakan, hingga saat ini drainase di kawasan tempat tinggalnya belum dilakukan pengorekan dan banyak tumpukan sampah hingga bertahun-tahun. Selama satu tahun kondisi drainase banyak tumpukan sampah. “Setiap tahun kami membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) . Tapi, drainase saja tidak bisa diperbaiki pemerintah. Jadi kemana uang PBB kami,” ujarnya.

Sedangkan Rony, warga setempat lainnya mengatakan, mampetnya drainase membuat badan jalan sering digenangi banjir. Sebab, drainasenya mampet karena dipenuhi sampah. “Padahal, di kawasan sekitar seperti kawasan Jalan Setiabudi, Jalan Bunga cempaka, Jalan Abdul Haris Nasution sudah dilakukan pengorakan. Tapi kenapa di Jalan Letjen Jamin Ginting KM 10,5 belum dilakukan pengorekan,” ujarnya. (mag-7)

Posted in Metropolis | Tagged , | Comments Off

Dua Kawasan Rusak Parah

MEDAN-Kawasan Jalan Bunga Sedap Malam XII No 15 Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang Medan kondisinya rusak parah.

Supri (36), warga setempat mengatakan, kerusakan jalan tersebut sudah hampir satu tahun dan belum dilakukan perbaikan. Penyebab kerusakan jalan tersebut karena tidak berfungsinya drainase. ”Drainasenya tidak berfungsi, bila datang hujan air akan mengalir ke jalan sehingga membuat jalan berlobang,” ujarnya.
Dia juga mengatakan, saat hujan turun air menggenangi jalan sehingga lobang jalan seperti kubangan. Hal ini membuat pengendara jalan khususnya pengendara sepeda motor terpelanting jatuh karena mengelakkan lobang jalan. ”Kami warga sangat mengharapkan agar kawasan Jalan Bunga Sedap Malam ini diaspal,” ujarnya.
Sementara di Jalan Bunga Terompet V, Kecamatan Medan Selayang, kondisinya rusak parah sudah setahun.

Raja (47), warga setempat mengatakan, Jalan Bunga Terompet V sampai sekarang kondisinya berlobang-lobang. “Banyaknya lobang sering mengakibatkan pengendara roda dua sering terjatuh,” ujarnya.

Sementara itu, Riadi (28), warga sekitar mengaku, pengendara sering terjatuh di jalan tersebut. “Kami mohon kepada Pemko Medan untuk segera memperbaiki jalan,” harapnya. (mag-12)

Posted in Metropolis | Tagged , | Comments Off

Makan Sambil Nongrong Bersama Teman

Warung Mie Ayam KQ 5, Jalan Dr Mansyur

Kawasan Jalan Dr Mansyur Medan sebagai salah satu kawasan yang banyak menyajikan resto dan kafe. Salah satunya Warung Ayam KQ 5 di Jalan Dr Mansyur Medan. Di tempat ini, banyak remaja nongkrong sambil menikmati sajian kuliner nikmat.

Sore itu, wartawan koran ini menyambangi Warung Mie Ayam KQ 5. Tampak hampir semua meja terisi penuh. Jika dilihat, rata-rata konsumennya remaja kuliah. Obrolan mereka mulai dari politik hingga mata pelajaran kuliah. Suasana pun tampak ramai.
Di Warung Mie Ayam KQ 5 ini banyak menyajikan menu yang rasanya lezat. Kalau bicara menu andalannya, yakni Steak Chicken. Rasanya dijamin beda dengan steak chiken kebanyakan. Sebab bumbunya terbuat dari bahan rempah-rempah.

“Rasa steaknya sangat terasa nikmat di lidah, terasa pedas dan guruh,” ujar Budi, Manager Warung Mie Ayam KQ 5.
Dikatakan Budi, mie ayam ini buka lima tahun lalu dengan jumlah karyawan 30 orang. Selain steak chiken, Warung Mie Ayam KQ5 juga menyediakan nasi goreng chicken wing dengan harga Rp10 ribu  per porsi, sate ayam Ponorogo dengan bumbu khas Solo dengan harga Rp11 ribu, mie ayam Rp7.500 per porsi, nasi uduk komplit campur tahu bacem, tempe bacem, dan ayam harganya Rp12 ribu.

Selain itu, tersedia juga makanan ringan seperti kentang goreng Rp6.000 per porsi, chicken wing Rp6.000. “Sebelum menu terhidang pelanggan disugguhkan menu pembuka seperti risol yang isinya sayu-sayuran campur ayam dan puding agar-agar dengan berbagai rasa,” kata Budi. (mag-7)
Selain menu makanan Warung Mei Ayam KQ 5 juga menyedikan berbagai minuman. Seperti jus alpukat Rp6.000, jus jeruk Rp6.000, jus timun Rp6.000, jus terong belanda Rp6.000, minuman teh botol Rp4.000 dan air kelapa Rp6.000. “Pokoknya harga makanan dan minumannya sangat terjangkau bagi masyarakat dan anak-anak mahasiswa,” ujar Budi.

Kata Budi, umumnya pelanggan yang datang ke warung ini anak-mahasiswa dan masyarakat. Biasanya pengunjungnya datang ke Warung Mie Ayam KQ 5 memasan steak chicken dan sate ponorogo khas Solo. 

Rina, pengunjung Warung Mie Ayam KQ5 mengaku, harga makanan di warung Mie Ayam KQ 5 sangat terjangkau dan rasanya lezat. “Selain itu tempatnya juga asyik untuk ngobrol bersama teman,” ujar Rina. (mag-7)

nonkrong

[ketgambar]RAMAI: Pengunjung di kafe KQ 5, Jalan Dr Mansyur Medan ramai pengunjung. // [/ketgambar]

Posted in Metropolis | Tagged , | Comments Off

Harga Tanah di Jalan Kenanga Raya II Mahal

MEDAN-Berkembangnya kawasan ringroad sebagai kawasan bisnis dan perkembangan properti berdampak positif terhadap beberapa kawasan sekitarnya. Pasalnya, harga tanah dan properti di kawasan sekitar ringroad ikut menjulang tinggi.

Misalnya di kawasan Jalan Bunga Kenanga Raya II Medan, harga tanah dan properti naik drastis mencapai Rp2,5-Rp 3,5 juta per meter. Apalagi, lokasi tanahnya di kawasan itu strategis, berada di depan jalan raya.

Hary, warga setempat mengatakan, harga tanah yang berada di Jalan Kenanga Raya II, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang naik. Kenaikan harga tanah karena mengikuti harga pasaran tanah di kawasan ringroad. “Jadi, karena kawasan ringroad maju, harga tanah di kawasan sekitarnya juga ikut naik. Padahal, beberapa tahun lalu harga tanah di kawasan kami hanya Rp800 ribu-Rp1 jutaan per meter,” ujarnya.

David, warga lainnya mengatakan, naiknya harga tanah di kawasan Jalan Kenanga Raya II mahal sejak perubahan infrastruktur jalan dan bangunan di kawasan tempat tinggalnya bagus. “Meski harga tanah mahal, banyak juga warga luar yang tetap mencari. Apalagi di kawasan ini sangat cocok untuk membuka usaha karena dekat ringroad,” ujar David.

Pantauan wartawan koran ini, sepanjang kawasan di Jalan Kenanga Raya II banyak perumahan berdiri atau padat penduduk. Namun, terlihat masih banyak tanah kosong yang akan dijual. Di kawasan ini juga ramai perdagangan sehingga cocok untuk peluang bisnis.
Sementara itu, di kawasan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kelurahan PB Selayang I dan Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, harga tanah per meternya paling murah Rp1,5 juta.

Di kawasan Tanjung Rejo, tepatnya Jalan Abadi, harga tanah per meternya mencapai Rp2 juta. Harga tanah ini mahal karena dekat dengan ringroad. Lokasinya berada di depan jalan serta bebas banjir. Sedangkan jika tidak berada di pinggir jalan, harga tanahnya dipatok Rp1,5 juta per meter.
Begitu juga di Kelurahan PB Selayang I, Kecamatan Medan Selayang, tepatnya di Jalan Sei Batu Gingging Medan. Harga tanah di lokasi ini mencapai Rp3 juta per meter. Tapi di lokasi ini tidak ada lagi lahan kosong tanah yang tersedia. Seluruh lokasi telah berdiri bangunan, paling banyak bangunan rumah anak kos.
Lurah PB Selayang I, M Odie Anggia Batu Bara SSTP mengatakan, selain tidak ada lagi lahan kosong di Kelurahan PB Selayang I, warga pun tidak ada yang ingin menjual rumah sekaligus tanahnya. “Jalan Sei Batu Gingging sangat dekat dengan kampus Universitas Sumatera utara (USU) maupun ringroad. Di tempat kami tidak ada lagi lahan tanah kosong,” ujarnya.

Sedangkan di Kelurahan PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, tepatnya di Jalan Bunga Mawar, harga tanah per meternya mencapai Rp2 juta. Di lokasi ini banyak bangunan ruko baru yang sedang dibangun.

Sementara, di Kelurahan Tanjung Selamat, tepatnya di Jalan Sakura, masih banyak tersedia lahan kosong. Di lokasi ini hampir sepanjang jalan hamparan sawah.
Harga tanahnya per meter Rp1,7 juta. Di lokasi ini sangat cocok dijadikan tempat tinggal karena tidak berada di pinggir jalan dan masih sepi.
Begitu juga di Jalan Sunggal Medan, harga tanah per meternya mencapai Rp1,5 juta- Rp2 juta. Tentu saja harga tanah tersebut tidak menggunakan patokan harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Padahal, nilai NJOP-nya per meter hanya Rp800-Rp1 jutaan. Namun harga tanah dipatok dengan nilai pasar. (mag-7)

Posted in Perumahan | Tagged | Comments Off

Murah dan Keamanan terjamin

Villa Marendal Permai Tawarkan Hunian Arsi

Bagi Anda yang mengutamakan lingkungan yang asri, nyaman dan aman, Villa Marindal Permai adalah pilihan yang tepat. Perumahan yang berlokasi di Jalan Bajak 2 Marindal Medan ini bermotif minimalis.

Menurut Toga Wijaya Panjaitan selaku Manajer Pemasaran, Villa Marindal Permai ini dibangun dalam tiga tahap. Tahap pertama dibangun 10 unit dengan type 60, ukuran tanah 6 x 11 meter dan dilengkapi fasilitas listrik 1.300 watt, air PDAM, dua kamar dan satu garasi mobil. “Untuk tahap pertama ini sudah habis terjual,” ungkap Toga.

Selanjutnya tahap kedua, dibangun 10 unit rumah dengan type 55 plus dengan luas tanah 6 x 14. Fasilitasnya, tak jauh berbeda dengan type 60. Yang berbeda hanya pada tampilan bagian depannya saja. Untuk rumah type 55 ini dijual dengan harga Rp150 juta. Sedangkan tahap ketiga, 25 unit rumah dengan type Delux dengan luas tanah 6 x 14 meter, fasilitas tiga kamar tidur, listrik 1.300 watt, air PDAM, jalan paving blok. Untuk type Delux ini dijual dengan Rp165 juta.

Spesifikasi teknik, pondasi batu kali, dinding batu bata diplester, kusen pintu dari damar laut, begitu juga dengan daun pintunya. Sedangkan atap terbuat dari rangka baja multi roof. Lantai memakai keramik ukuran 40 x 40 cm sekualitas dengan granit, sedangkan tinggi plafon dari lantai 3,5 meter.

Menurut Toga, bagi masyarakat yang berminat, bisa membeli secara cash maupun KPR. Untuk KPR, minimal uang mukanya 30 persen dari harga jual. “Untuk KPR kita bekerjasama dengan Bank Mandiri, Bank Niaga, Bank BTN dan BNI Syariah,” bebernya.

“Kalau harga kita berani bersaing. Villa Marindal Permai sangat terjangkau dibanding perumahan lain. Kualitas sama, tapi harga berbeda,” lanjutnya lagi. (mag-7)

Posted in Citizen | Comments Off

Stop Konversi Hutan

Hutan Dairi-Pakpak per Hari Susut 3 Kali Lapangan Sepak Bola

Blok hutan Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat selama 17 tahun terakhir  mengalami penyusutan area tutupan hutan (deforestasi) sekitar 20.000 hektar, atau rata-rata lebih tiga kali lapangan sepakbola per hari. Penyusutan terjadi terutama akibat konversi lahan
dalam skala besar.

Hal itu diungkapkan Konsultan Tata Ruang Orangutan Conservation Service Program (OCSP) Regional Sumatera, Eka Rianta Sitepu, dalam Lokakarya Pendahuluan Penyusunan Rencana Aksi Konservasi Multipihak di Blok Hutan Dairi-Pakpak Bharat, di Berastagi, pekan lalu.
Lokakarya dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Dairi, DPRD Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat, lembaga adat, lembaga swadaya masyarakat, PT Dairi Mineral dan PT Toba Pulp Lestari.

“Data itu berdasarkan interpretasi citra satelit Landsat TM 7 tahun 1989 dan 2006 dan survei lapangan di beberapa lokasi blok hutan Dairi dan Pakpak Bharat,” kata Eka Rianta yang juga pengurus Aliansi Peduli Tata Ruang Sumatera Utara (APTRSU).

Eka mengatakan, pada tahun 1989, luas tutupan hutan di Dairi-Pakpak sekitar 162.807 hektar, kemudian menyusut dan tersisa sekitar 142 ribu hektar. Penyusutan terjadi disebabkan oleh alih fungsi kawasan hutan dari hutan lindung menjadi hutan produksi maupun kawasan hutan yang menjadi non kawasan hutan (area pengguaan lain). “Ada juga beberapa hutan di lahan konsesi kehutanan yang terbengkalai dan tidak difungsikan kembali menjadi hutan sehingga perambah hutan dengan mudah masuk ke lahan eks HPH,” jelas anggota Tim Teknis Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Provinsi Sumut ini.
Meskipun sebagian besar penyusutan berada di kawasan hutan produksi, namun dia menyayangkan manajemen pengelolaannya yang tidak menerapkan sustainable forest management (pengelolaan hutan secara lestari).

Untuk meminimalisasi laju deforestasi yang cepat, terutama di kawasan hutan bernilai konservasi tinggi pada kawasan hutan yang merupakan target konservasi seperti habitat orangutan dan daerah tangkapan air, Deputy Advisor OCSP Regional Sumatera, Pahrian Siregar mengatakan, penyusunan rencana aksi konservasi perlu dilakukan secara multi pihak, sehingga semua pemangku kepentingan bisa duduk bersama untuk  mencari solusi pemanfaatan ruang yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat tanpa menganggu aspek kelestarian eksosistem, seperti pengembangan agroforestry atau kebun campur (wanatani).
Forum Keruangan dan PSSF

Pada kesempatan yang sama, Deputy Chief of Party OCSP, Jamartin Sihite menyampaikan, rencana pihaknya menyiapkan kelembagaan forum keruangan multi pihak di Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat yang disebut dengan Land Council.

“Land Council merupakan forum multi pihak yang akan menjadi media diskusi untuk isu-isu seputar perencanaan dan penataan ruang yang rasional,” jelasnya.
Selain itu, OCSP juga akan menginisiasi program Private Sector Sustainability Facility (PSSF) di kedua kabupaten itu dengan tujuan membantu pihak swasta pemegang izin konsesi hutan, konsesi kebun dan konsesi tambang di Dairi dan Pakpak Bharat dalam bentuk bantuan teknis untuk perlindungan orangutan dan habitatnya dalam bentang lahan, agar kepentingan pembangunan, bisnis dan konservasi berjalan seimbang.

“Saat ini pasar internasional menuntut pesyaratan produk yang memenuhi syarat-syarat konservasi lingkungan, sehingga pihak swasta tidak bisa tidak harus menerapkan manajemen pengelolaan bisnis yang ramah lingkungan yang memenuhi standar internasional ekolabel kalau produknya mau laku di pasar,” kata Jamartin.

Kadis Kehutanan Pakpak Bharat, Sujarwo, menyatakan program yang akan diinisasi OCSP tersebut merupakan solusi terbaik yang layak mendapat dukungan positif dari semua pihak yang berkepentingan terhadap pemanfaatan ruang di daerah tersebut. (ril)

Posted in Save The Earth | Comments Off

Jual Asa

MEDAN- PSMS Medan telah menjalani lima laga pada Divisi Utama musim ini. Hasilnya, cukuplah, tidak bagus dan tidak juga jelek. Mungkin, kata ‘lumayan’ lebih tepat disematkan pada prestasi Ayam Kinantan.

Nyatanya, PSMS melewati kelima laga tersebut dengan susah payah. Skuad besutan Suimin Diharja ini mengumpulkan delapan angka hasil dua menang dan dua seri. Karena itu, banyak soal yang mesti segera dicari jawabannya.

Nah, untuk yang satu ini, manajemen PSMS terlihat punya harapan besar. Mereka yakin benar kalau ke depannya PSMS bakal mendapatkan satu pencerahan. Entah dalam bentuk apa, yang jelas seutas senyum bakal tersungging dari bibir fans PSMS.
Ada beberapa kemungkinan  yang menyebabkan manajemen yakin kalau PSMS bakal mendapatkan pertolongan. Utamanya persoalan dana. Untuk yang satu ini, PSMS memang benar-benar terlihat miskin.

Positifnya, kabarnya sudah ada yang bersedia menanggulangi urusan rekrutmen pemain. Baik itu lokal maupun asing. Kurang begitu jelas asalnya, namun sinyal ke arah itu sudah berhembus.

Benny Tomaosoa asisten manajer PSMS bilang, pihaknya sangat yakin kalau PSMS akan segera bangkit. Maka itu, dukungan dari seluruh lapisan masyarakat sangat berpengaruh dalam perjalanan PSMS ke depannya.

“Saat ini kita dituntut bersabar dan terus berusaha untuk meraih yang terbaik bagi PSMS. Itu butuh keyakinan dan keteguhan hati untuk keluar dari masalah yang melanda,” kata Benny. “Kami yakin akan mendapatkan pencerahan ke depannya,” sambung pria berdarah Ambon itu.

Terkait rencana merombak skuad di putaran kedua, Suimin pun sependapat dengan hal itu. Tapi syaratnya, harus ada asupan dana untuk itu. “Ya mungkin saja bakal ada promosi-degradasi pemain di putaran kedua. Ini semua untuk kepentingan tim dalam tekad meraih target,” beber Suimin.

Dan, setiap keputusan yang diambil terkait rekrutmen dan pencoretan pemain, Suimin selalu menyertai dengan data dan fakta masing-masing pemain selama mengikuti proses latihan dan pertandingan selama ini. Maka itu, bagi seluruh skuad PSMS harus bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya kalau ingin terus berkostum Kinantan. Pembuktian selanjutnya adalah saat PSMS menjamu Persiraja 27 Desember nanti di Stadion Teladan. (ful)

Posted in Metropolis | Tagged | Comments Off

Sony Siap Unjuk Gigi

Dalam empat laga berturut-turut di Divisi Utama, Sony Gunawan penjaga gawang PSMS mendapatkan kesempatan untuk menjadi starter. Padahal sebelumnya Sony digadang hanya akan menjadi kiper kedua PSMS, setelah M Halim.

Namun Sony berhasil menunjukkan performa apik, sehingga pelatih memberikannya kepercayaan lebih. Beruntung, dari empat laga itu Sony bermain cukup baik. Bahkan berkat kepercayaan dirinya di bawah mistar, Sony berhasil mengamankan gawangnya dari kebobolan saat melawat ke Rengat dan Tembilahan lalu.

Namun begitu, Sony pernah melakukan blunder saat PSMS menang 3-2 kontra PSSB Bieruen. Saat itu kordinasi lini belakang PSMS memang sangat payah. Jadi blundernya itu bukan murni kesalahan kiper yang sarat pengalaman itu. “Sepanjang saya diberikan kepercayaan, saya akan membayar kepercayaan itu dengan kerja keras untuk kebaikan tim,” beber Sony.

Mengawali karir bermain bola sejak kecil, Sony sama sekali tidak pernah mendapatkan ilmu khusus main bola. Bakat yang dimilikinya murni bakat alam. Dan sepanjang bermain bola bersama rekan-rekan masa kecilnya, Sony memang berposisi sebagai penjaga gawang.
“Saya tidak pernah ikut sekolah bola. Ya main-main gitu saja di lapangan dekat rumah sama kawan-kawan,” lanjut kiper plontos itu.
Pecinta Manchester United itu juga punya keinginan kuat untuk membawa PSMS mencapai target lolos ke Indonesian Super League (ISL).  “Seluruh skuad PSMS musim ini pasti punya tujuan sama. Yakni bangkit dan maju kembali ke ISL. Dibutuhkan kebersamaan dan saling pengertian dari seluruh unsur klub untuk mendukung hal itu menjadi nyata,” pungkas Sony. (ful)

Posted in Ayam Kinantan | Tagged | Comments Off

Zona Hiperbola

087868301xxx: Ayo segera kntrak arial G. Insya allah psms pst msk lga sper. By_dho love rani. Bravo sumut pos, smt pos mmg kran no.1

087868948xxx: Ayo psms aku yakin kamu pasti bisa mengalahkan lawan2 mu di divisi utama wilayah 1 dari anak medan

087868531xxx: Psms ayo tunjukkan tajimu, buat bg suimin kontrak ariel guteres segera, biar psms ok…by David sunN bajak 5.

085276014xxx: Psms(MU) nya indonesia banggalah engkau menjadi di squad ini by tono ronney.

081934263xxx: PSMS…Yakinlah km pst bsa..Maju terus, pantang mundur. Krna mundur itu adalh seorg pecundang..Jgn mau jadi pecundang…By: iPhang..

087869008xxx: salamOlahraga! Maju trs aym knantn,tusukn tajimu pd lwn2 mu,ku ykn engkau akn tmpl di ISL. Khusus nya kpd nyec nyobe,sapu brsh smua lwn2mu!jgn biarkn mrk mlwtimu,kau slalu ada dhtiku PSMS jgn sesali kgagaln,tp amblh hikmah dstiap kgagalan jgnlh pts asa,’HARAPAN IT MASIH ADA From:IWAN,RM-AL ITTHAD

081263557xxx: pelajari masa lalu hadapi masa depan Nyalakan api semangat dalam diri mu (PSMS) pertahankan jangan sampai padam, sebelum engkau meraih mimpi mu.Berjuang meraih tiket ke ISL karena itu tempat yang layak bagi mu PSMS.Dari:Kamil Mal IAIN.

081973047xxx: Psms & Psds sama aja ngag ada majunya yp ada hanya korupsi pengurus uda bubarkan aja !!

081376435xxx: Ayo psms kau harus menang jgn pernah putus asa.harapan itu masih ada tunjukkan tajimu oke by M.ISRAK di garu 2.

087891917xxx: AYO psms jangan menyerah kamu pasti bisa.kalok kmu mau maju beli pemain asing.from Alit

087868948xxx: Ayo psms kamu harus menang pada setiap laga di divisi utama

087868981xxx: PANPEL harga tiket ya jangan mahal-2 donk nanti akibat ya stadion ya rusak karna banyak yang manjat karena tidak belih karcis…..

087868981xxx
Kepada yg terhomat PANPEL pembayaran tiket PSMS jangal mahal-2 donk karna apa tidak Sesuai harga tiket ya dengan cara main ya..

081375502xxx
Semangat psms pada pertandingan berikutnya bermain di luar kandang jangan sampai kalah curi poin penuh di kandang lawan.semoga berhasil: From; Febry di simpang doby

087868133xxx
Ayo psms berjuang trus demi mengharumkan nama medan ,saya ttp mendukung psms di mn saja di berlaga ,kpd pak pelatih pakai gaya RAP-RAP khas medan tu ,kmisbg warga medan ykn thn dpn psms kembali ke isl  dri mogen bri di bls ya pak

06191340xxx
Untuk jajaran pengurus tlong di benahi stadion teladan.Kita malu sbg anak medan tdk punya stadion bagus.

087868317xxx
Horas bAH PSMS…..!
RiBaK sUdE lawan mU diMna Pun MeDanya.
Dan Katakn Pada mEreka kmi Ank Medn Bung Tak TakuT sIaPa pUN….!
By: Oy.

087868531xxx :P sms ayo tunjukkan tajimu, buat bg suimin kontrak ariel guteres segera, biar psms ok…by David sunN bajak 5.

081375502xxx:Ayo Psms Menangkan semua pertandingan,kami anak medan akan s’lalu memberikan dukungan dan junjung tinggi sportipitasmu,semoga sukses. tahun depan harus masuk ISL:From febry di simpang doby

087868948xxx:Jgn ganti pola trs bang min,ganti aja pemain inti sama pemain lapis ke 2,mana tau lbh bagus lg.

085270551xxx:cuma PSMS yang punya rap-rap..cuma PSMS yang punya ribak sude majulah PSMSku.. BY ARUFALAKA

085261168xxx:Bravo psms,separuh musim kalo psms mau kuat,ambil striker asing lagi,horas psms

087868147xxx:Gerakn,terutama langkahmu menntukn pamor kota Medan.PSMS’Spirit of Medan’.Sportifitas itu yg utama.Bravo  PSMS.

Posted in Zona Hiperbola | Comments Off

Menjaring Masukan Warga Persyarikatan

Dari Seminar Pra Muktamar ke-46 Muhammadiyah di UMSU  NARA SUMBER: Dari kanan ke kiri Ahmad Norma Permata, Abdul Muthi, Yudi Latif, Zulaspan Tupti Pasaribu, Sukma Lesmana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar seminar pra muktamar ke-46 di Jogjakarta 2010 mendatang. Seminar yang diikuti warga Muhammadiyah ini dalam rangka mencari masukan untuk dibawa ke sidang Muktamar Muhammadiyah.

SEMINAR ini merupakan bagian ketiga dari rangkaian Seminar Pra Muktamar di sembilan tempat. Dua seminar sebelumnya telah diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Ketua PP Muhammadiyah Drs. H. Rosyad Sholeh menjadi kaynote speaker pada acara pembukaan Seminar Pra Muktamar di Auditorium Kampus Utama UMSU, Jl. Kapten Mukhtar Basri No. 3 Medan, Jum’at (18/12) pagi. Seminar kali ini mengangkat topik: “Satu Abad Gerakan Dakwah Muhammadiyah Menuju Peradaban Utama: Pembaruan Paradigma, Model dan Strategi”.

Seminar diikuti para peserta dari unsur pengurus Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) se- Sumatera, Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) se-PWM Sumut, Pengurus Cabang Muhammadiyah (PCM) se-PDM Kota Medan, sejumlah Guru Besar, Dekan & Dosen UMSU dan peserta lainnya. H. Rosyad Sholeh mengatakan, segala buah pemikiran yang berkembang saat ini di kalangan Persyarikatan Muhammadiyah perlu dijaring untuk diagendakan menjadi pembahasan pada Muktamar ke-46 nanti yang semuanya bertujuan untuk semakin meningkatkan gerakan Dakwah Muhammadiyah “Amar Ma’ruf Nahi Munkar” dan melanjutkan pembaruan peradaban Islam di tengah-tengah masyarakat baik di Indonesia maupun di dunia internasional.

Ditambahkannya, jelang Muktamar PP Muhammadiyah juga terus menggelar seminar sambil memperkenalkan logo Muktamar yang diadakan dalam rang- H Firdaus Naly (kiri) dan H Haedar Nasir (kanan) kaian peringatan Satu Abad usia Muhammadiyah yang didirikan oleh KH Achmad Dahlan, pada 8 Dzulhijjah 1330 H (18 November 1912). Ketua Panitia Pelaksana Seminar, H. Suhrawardi K. Lubis, SH SpN MH didampingi Humas Panitia Anwar Bakti menerangkan, seminar ini diselenggarakan dua hari Jumat dan Sabtu (18 dan 19 Desember 2009) menampilkan sejumlah pembicara/narasumber.

Pada Jumat (18/12) tampil Ketua PP Muhammadiyah Dr. H. Haedar Nashir M.Si selaku keynote speaker, Prof. Dr. Azyumardi Azra (UIN Jakarta), Prof. Dr. Syafiq A. Mughni (Ketua PWM Jatim), Dr. Yudi Latif (Direktur Reform Institute Jakarta), Dr. Abdul Mu’thi (Direktur Center for Dialogue and Cooperation Among Civilization, Jakarta), Dr. Ahmad Norma Permata (Sosiolog Univ. Muhammadiyah Surakarta), Prof. Dr. A.. Munir Mulkhan (UIN Yogyakarta), Drs. M. Habib Chirzin (Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah) dan Dr. Ali Imran Sinaga, MA (IAIN-SU). Sedangkan pada Sabtu (19/12) tampil Prof. Dr. H. Asmuni, MA (IAIN-SU/Wkl. Ketua PWM Sumut), Dr. Fatah Wibisono (PP Muhammadiyah), Drs. Sukriyanto AR, M.Hum (PP Muhammadiyah), Drs. Said Tuhuleley (PP Muhammadiyah), Prof. Dr. Hj. Siti Chamamah Soeratno (PP ‘Aisyiyah) dan Prof. Dr. H. Ilhamuddin Nst, MA (IAIN-SU). Seminar dua hari ini juga dihadiri Rektor UMSU Bahdin Nur Tanjung SE, MM, Ketua PWM Drs Dalail Ahmad, MA, Wakil Rektor III UMSU Drs Agussani, MAP, Anggota DPRDSU Ahmad Hosen Hutagalung, Mantan Anggota DPRDSU Abdul Hakim Siagian, dosen, dan civitas akademika UMSU. (*)

seminar-muhammadiyah

seminar-muhammadiyah2

[ketgambar] DARI KANAN: Prof Dr Azyumardi Azra, Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, dan moderator Farid Wajdi SH Mhum serta Sukma.// [/ketgambar]

[ketgambar] Rektor UMSU Bahdin Nur Tanjung memberikan cinderamata kepada Syafiq A Mughni narasumber pada Seminar Pra-Muktamar Muhammadiyah..// [/ketgambar]

Posted in Society | Tagged , | Comments Off

Pemain Cedera Mulai Pulih

KABAR gembira menyambangi PSMS. Tiga pemain yang cedera sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pulih. Bahkan Osas Saha dan Edu Juanda sudah mulai mengikuti latihan bersama tim dalam latihan terakhir.

Dr Rorywansyah Pane, dokter tim PSMS, mengatakan pemain yang cedera masih terus melakoni terapi untuk kesempurnaan pemulihan cedera. Walaupun sudah ada tanda-tanda kemajuan dalam proses recovery.

Maka itu, Osas Saha dan Edu Juanda sudah bisa kembali mengikuti latihan bersama rekan-rekan satu tim. Intinya, pada laga melawan Persiraja nanti tim sudah bisa turun full team.

“Usaha kita adalah bagaimana caranya agar pemain yang cedera bisa segera pulih, agar tim bisa turun dengan kekuatan penuh saat menjamu Persiraja nanti,” terang Rori.

“Kalau pemain komplet, pelatih pun tidak pusing memikirkan strategi untuk menatap laga itu,” sambungnya.
Ini tentu saja kabar bagus. Terlebih Suimin sempat pusing atas cedera yang mendera pemain inti PSMS yang didapat saat meladeni Persipasi beberapa waktu lalu.
Osas Saha, yang mengalami cedera engkel juga mengaku sudah mulai pulih. Menurutnya, dia akan segera bergabung bersama tim pada latihan sore ini di Stadion Kebun Bunga. Walaupun Saha masih merasakan sedikit masalah pada engkel kaki kanannya itu.

“Besok saya akan mulai latihan dengan tim. Memang kaki saya masih belum pulih benar, makanya masih terus lakukan terapi,” beber striker yang menyumbang satu gol pada debut resminya bersama PSMS kontra Persipasi lalu itu.

Ya, kalau sampai Saha absen pada laga kandang nanti, daya dobrak lini depan PSMS dipastikan bakal pincang. Kehadiran Saha di lini depan sangat dibutuhkan, mengingat belum gregetnya lini depan Ayam Kinantan.

Begitu juga dengan kehadiran Edu di lini tengah PSMS. Duetnya dengan Affan Lubis cukup membantu asupan bola ke lini depan. Beruntung Edu juga sudah mulai pulih dan sudah bisa ikut latihan.

Masalahnya tinggal Slamet Riyadi, yang belum pulih benar dari cedera tumitnya. Namun begitu, tanda-tanda pulih sudah terlihat. Kalau Slamet sampai absen, lini belakang PSMS bakal keropos. Terlebih saat menjamu Persiraja nanti, Suimin berencana menduetkan Saha dengan bek asing Nyeck Nyobe. Artinya, dua pentolan lini belakang bakal kosong. (ful)

Posted in Ayam Kinantan | Tagged | Comments Off

Tewas di Belakang Toilet

MEDAN- Warga yang bermukim di Jalan Cipta Karya Gang Mahakam dan Gang Sawah Kelurahan Karang Rejo Medan Polonia, Minggu (20/12) sekira pukul 10.00 WIB pagi kemarin dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat wanita terbujur kaku di selokan sebelah kamar mandi sebuah rumah milik warga di tempat itun

Awalnya, warga tak mengetahui siapa mayat tersebut sebab saat ditemukan posisi mayat setengah telungkup, setelah warga memberanikan diri membalikkan wajah mayat tersebut akhirnya diketahui ternyata mayat tersebut adalah Sri Latifah alias Mak Tifa (38) warga Gang Sawah yang bersebelahan dengan gang tersebut.

Sri yang sehari-hari bekerja sebagai pekerja kafe di kawasan Jalan Abdul Haris Nasution diduga dibunuh. Kecurigaan itu cukup beralasan, pasalnya selain ditemukan sejumlah bekas penganiayaan, di leher korban pun terlihat bekas jeratan yang menekuk ke dalam kulit lehernya. Jeratan itulah diperkirakan yang jadi penyebab tewasnya wanita yang sudah menetap selama sepuluh tahun di tempat itu.

Informasi yang dihimpun di tempat kejadian, mayat tersebut pertama kali ditemukan Bimo (7) yang saat itu tengah bermain layangan bersama temannya. Saat itu dia memanjat dinding satu rumah. Dari atas rumah tersebut, Bimo melihat sesosok tubuh mengenakan kaos merah bercelana jins biru terbujur di antara pelepah pisang di belakang kamar mandi rumah milik Marzuki.

Penemuan itu kemudian disampaikannya kepada warga lainnya hingga warga kampung seketika geger dan mengerumuni tempat itu untuk memastikan mayat tersebut. “Tadi saya sedang ngejar layangan dan lihat ada mayat perempuan. Udah gitu kubilang sama orang-orang,” kata bocah yang masih duduk dikelas satu SD itu polos sambil menunjuk ke arah penemuan mayat tersebut.

Awalnya, warga menduga Mak Tifa tewas karena bunuh diri, namun setelah dilihat adanya bekas mencurigakan, warga kemudian mengadukan penemuan itu kepada polisi. “Tadi kami kira Mak Tifa bunuh diri, tapi kami curiga dia dibunuh makanya kami adukan ke polisi,” ujar M Rizky (22) seorang warga yang ditemui di tempat itu.

Informasi itu secara bersamaan disampaikan kepada suaminya Suwarno yang saat itu masih berada di rumah bersama tiga anaknya yakni Tifa, Jefri, dan Nisa. Mengetahui itu Suwarno langsung ke TKP untuk memastikan informasi tersebut. Mengetahui yang tewas tersebut benar-benar istrinya seketika Suwarno langsung berteriak meraung-raung. “Aku tahu siapa pelakunya ini,” katanya berulang kali di tempat itu.

Tak hanya Suwarno, tiga anaknya pun turut dalam suasana sedih dan menangis sejadinya di tempat tersebut. Terlebih Nisa putri paling kecil dari hasil perkawinan mereka. “Aku nggak mau sama ayah, aku mau sama mama,” teriak Nisa di tempat itu. Namun tak seorang pun warga berani mengavakuasi mayat karena menunggu datangnya polisi.

Tiga jam kemudian polisi dari Polsekta Medan Baru datang ke tempat itu untuk melakukan identifikasi dan olah TKP. Setelah memastikan Tifa tewas dibunuh, hari itu juga polisi yang saat itu dipimpin langsung Kapolsekta Medan Baru AKP M Adenan langsung menjejali Suwarno dengan berbagai pertanyaan.

Meski mencoba beralibi, namun polisi tetap saja tak langsung percaya, sebab dalam catatan Polsekta Medan Baru, Suwarno pernah bermasalah dengan istrinya itu. Bahkan Suwarno sempat ditahan di Mapolsekta Medan Baru karena diadukan almarhum yang dalam laporannya tahun 2008 lalu telah dianiaya Suwarno.

“Kau kan pernah melakukan KDRT sama istri mu ini,” ujar polisi saat itu. Meski berkilah, polisi tetap membawa Suwarno ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Sedangkan mayat Tifa langsung dilarikan RSU Pirngadi Medan untuk dilakukan otovsi.

Kanit Reksrim Polsekta Medan Baru Iptu Fakhru Rozi yang diknfirmasi mengatakan, dari ciri-ciri fisik yang ditemukan, mayat tersebut diduga tewas dibunuh. “Kita sudah lakukan identifikasi,” sebutnya. Dikatakan dia, sejauh ini pihaknya masih memintai keterangan Suwarno suami korban dan Rohim teman korban.

Menurut warga, mayat tersebut diperkirakan tewas sekira pukul 3.00 WIB dinihari dan mayatnya langsung dibawa ketempat itu oleh pelaku. Sebab malam itu sekira pukul 1.00 WIB dinihari warga masih melihat Tifa bersama Rohim yang diduga selingkuhannya yang juga masih warga Karang Rejo.

“Kami begitu tahu yang mati Tifa udah langsung curiga sama suaminya. Namun itu masih sebatas kecurigaan, sebab selama ini Tifa sering cekcok dengan suaminya,” ungkap Rudi Hartono (29) tetangga korban.

Hal tersebut juga diutarakan Dewi warga lainnya. Menurutnya, selama ini Suwarno cukup memendam emosi atas kelakuan istrinya itu meski acap kali mereka bertengkar karena perselingkuhan itu. “Makanya kami disini udah curiga sama suaminya, bisa jadi dia cemburu dan melakukan hal yang nekat,” katanya. Karenanya kata dia, saat mengetahui wanita itu dibunuh, polisipun langsung curiga dengan Suwarno dan membawanya ke kantor polisi.

Sementara Suwarno yang sempat ditemui di tempat kejadian mengaku tak tahu penyebab kematian istrinya itu. Bahkan dia tahu ibu dari tiga anaknya itu tewas setelah mendapat laporan warga. “Nggak tahu bang, tadi aku di rumah sama anak-anak,” kilahnya.

Marzuki, pemilik rumah tempat ditemukannya mayat tersebut mengaku tak tahu kapan mayat tersebut berada di selokan di antara pohon pisang di sebelah kamar mandi rumahnya itu. Sebab pukul 4.00 WIB pagi itu dia sudah bangun dan mengambil wudhu untuk salat Subuh. “Tadi pun saya nggak melihat adanya mayat di situ,” jelasnya.

Sementara di rumah korban sejumlah warga telah mendirikan teratak untuk persiapan pemakaman wanita itu. Meski hingga petang mayat Tifa belum dipulangkan dari RSU Pirngadi Medan, namun sejumlah warga sudah mulai memadati rumah berendeng di Gg Sawah yang selama dua tahun belakangan dikontrak Tifa dan suaminya untuk bertakziah.(sya)

Posted in Metropolis | Tagged , , | Comments Off

Independen Mulai Berpeluh Kumpulkan Dukungan Warga

MEDAN- Jelang dibukanya pendaftaran bakal calon independen pada 24 Desember mendatang, sejumlah bakal calon yang mempersiapkan diri maju sebagai bakal calon independen mulai berpeluh untuk kerja ekstra. Pasalnya, para calon ini berlomba untuk mengumpulkan dukungan sebanyak 81 ribu KTP hidup untuk bisa lolos menjadi calon Wali Kota Medan dari jalur independen.

Tim pemenangan balon independen, Prof DR M Arif Nasution MA, mengaku saat ini pihaknya masih melakukan seleksi lembar KTP dukungan. “Seleksi berkas di internal ini untuk memenuhi syarat satu tim yang memang didukung penuh oleh rakyat,” ujar Walid Mustafa Sembiring, Ketua tim penjaringan dan pemenangan Arif Nasution, kemarin.

Begitu juga dengan Drs Bahdin Nur Tanjung yang berniat untuk maju jadi balon Wali Kota Medan dari jalur independen. Bahdin, kepada wartawan koran ini menyebutkan kalau dirinya juga kini memasukin
 tahap seleksi berkas dukungan. “Utamanya seleksi dari sisi masa berlaku KTP dukungan yang sudah diperoleh oleh timnya. Setelah itu, akan kita serahkan kepada KPUD Medan sesuai yang disyaratkan, KTP dukungan harus hidup sampai Mei mendatang, saya yakin itu semua bisa dilakukan,” tegasnya pada akhir pekan kemarin.

Begitupun, Bahdin mengaku mengumpulkan jumlah dukungan KTP ini tak mudah, pasalnya dengan cara meminta kepada masyarakat saja tidak cukup melainkan harus mengeluarkan biaya besar. Tapi, dirinya tetap kepada komitmennya bahwa KTP yang diambilnya dari masyarakat murni sebuah dukungan yang didapatnya.

 “Bukan mudah mengumpulkan KTP, jadi saya lihat hanya ada yang sudah siap maju sebagai kandidat Walikota dari jalur independen,” ucapnya

Sementara, dr Sjahrial R Anas MHA yang juga berniat untuk mejadi balon independen kepada wartawan koran ini menyebutkan kalau dirinya juga masih menggalang dukungan dari masyarakat. “Tim masih terus bekerja, mudah-mudahan semua dukungan sudah selesai sebelum 24 Desember, karena saya sudah punya nama untuk wakil dari kalangan ekonomi,” sebutnya.

Tak jauh beda dengan persiapan calon independen lainnya yaitu Safwan Khayat. Mantan Kasat Lantas Poltabes Medan ini juga masih melakukan penggalangan dukungan. Walaupun waktu pembukaan pendaftaran sudah akan dimulai. Dirinya yakin syarat tersebut akan terpenuhi hingga batas pembukaan pendaftaran. “Saya tetap yakin untuk maju menjadi balon dari jalur independen,” katanya.  
Di sisi lain, banyaknya klaim dari sejumlah bakal calon Wali Kota Medan yang mengaku telah mendapat “restu” dari PKS membuat gerah Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumut. Ketua Umum DPW PKS Sumut Mustafa Ismail SE, Minggu (20/12) kepada wartawan di Sekretariat DPW PKS Sumut Jalan Kenanga Raya Medan, membantah klaim-klaim sepihak tersebut.

Disebutkan Mustafa bahwa sampai saat ini, secara resmi Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS dan DPW PKS Sumut baru menunjuk Sigit Paramono Asri, kader PKS yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Sumut, sebagai bakal calon Walikota Medan yang akan diusung PKS. “Jadi, PKS sama sekali belum menunjuk siapa yang akan jadi pasangan Sigit, termasuk siapa partai yang akan kita ajak koalisi,” tegasnya.

Sebelumnya, kata Mustafa, pihaknya telah banyak menerima informasi, baik dari para kader maupun simpatisan PKS, tentang adanya sejumlah oknum bakal calon Walikota Medan yang terang-terangan maupun secara tersirat mengklaim telah didukung PKS. “Padahal sampai saat ini PKS masih terus melakukan penggodokan dan mencari masukan-masukan dari masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat serta para ulama tentang siapa sebaiknya yang akan digandeng PKS,” ujar Mustafa.

Lebih jauh katanya bahwa PKS baru akan melaunching pasangan Walikota dan Wakil Walikota Medan pada pertengahan Januari 2010 mendatang. “Siapa pastinya pasangan Sigit dan siapa partai yang nantinya akan kita jadikan rekan koalisi baru bisa dipastikan saat launching tersebut,” tandas Mustafa.
Tentang nama-nama yang sedang dijajaki PKS sebagai pasangan Sigit, Mustafa mengatakan memang telah ada sejumlah sejumlah nama. Di antaranya, Maulana Pohan, Ahmad Arief dan Amin Daulay. “Tapi semuanya itu masih tatap penjajakan dan penggodokan, pastinya ya kita tunggu pertengahan Januari mendatang,” pungkasnya.(ril/rsl)
       

Posted in Metropolis | Tagged , | Comments Off

Digebrak Naif Band

Dari Launching Yamaha New Jupiter Z di Medan

Sebanyak seribuan penggemar sepeda motor Yamaha di Medan, Sabtu (19/12) berkumpul di seputar Kolam Raya Medan. Mereka terlihat antusias melihat penampilan baru dari produk Yamaha New Jupiter Z.  

Sebagian dari pengunjung tersebut tak sabar ingin mencoba langsung ketangguhan mesin dan kegesitan New Jupiter Z melalui test riding yang digelar di seputaran kolam raya.

Di dalam pekarangan kolam raya, suasana yang tak kalah meriah pun terjadin
Pasalnya, tepat di tepi kolam raya, pihak PT Alfa Scorpii menggelar acara service gratis bagi seluruh pengguna sepeda motor Yamaha. Siang harinya ada berbagai atraksi dan lomba menarik. Dari mulai lomba panco, modifikasi, modeling, grafiti, dansa.

Hajatan tak usai sampai di sini. Tepat pada pukul 16.00 WIB sebanyak 20 rider peserta Jupiter Amazing Tour 2010 menutup aksi keliling Indonesia selama 480 jam alias 20 hari di KotaMedan, Sabtu (19/12).

Meski telah melakukan perjalanan cukup panjang dan melelahkan
dengan rute Jakarta-Bali, Bali-Jakarta-Medan, para rider masih enjoy menikmati city tour keliling Kota Medan.

Selanjutnya, markas besar PT Alfa Scorpii di Jalan Adam Malik/Glugur by Pass, jadi titik kumpul sebelum melakukan touring keliling Kota Medan.

Di Medan, para rider terlihat bersemangat karena rekan-rekan mereka sesama rider Kota Medan dari beberapa klub seperti klub Scorpio, V-ixion dan Jupiter, sudah siap mendampingi perjalanan mereka di Medan. “Kami senang bisa datang ke Medan dan bertemu rekan-rekan rider Medan yang dikenal sangat fanatik,” ungkap Puji, seorang peserta Jupiter Amazing
Tour asal Jakarta.

Dari 20 personil tour, 10 di antaranya merupakan rider mania dan pembalap. Sisanya wartawan dan user alias pengguna. Touring keliling Medan finish di depan panggung acara launcing tepat di depan Masjid Raya Medan, sekitar pukul 17.00 WIB. Di sana mereka sudah dinanti para Yamaha Mania yang sudah menanti acara launching di malam harinya.

Ya, malam hari merupakan puncak cara dari gelaran launching Jupiter Z. Pasalnya, dalam memperkenalkan produk terbarunya itu pihak Yamaha menggandeng Naif Band untuk menghibur warga Kota Medan.     

“Kami ingin penggemar Yamaha bisa terhibur dan bergembira bersama even-even yang kami laksanakan,” ujar Yong Ting Lee, divisi manajer promosi dan motor sport PT Alfa Scorpii Medan. Tak lama berselang lagu-lagu bernada kocak meluncur dari mulut David, vokalis Naif Band. (jun)

Posted in Berita Foto, Metropolis | Tagged | Comments Off

Pasien Tak Boleh Langsung ke Spesialis

Ketua IDI Prijo Sidipratomo  Membenahi Sistem Pelayanan Kesehatan Primer

Sejak November lalu, dokter Prijo Sidipratomo menjadi pengendali organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Berbagai terobosan dalam hal pelayanan kesehatan dia tawarkan. Apa saja?

TITIK ANDRIYANI, Jakarta

Muktamar Ke-27 IDI di Palembang pada akhir November lalu memang memilih dokter Zaenal Abidin sebagai ketua. Namun, roda organisasi IDI tiga tahun ke depan akan dikendalikan oleh dokter Prijo Sidipratomo yang terpilih pada muktamar di Semarang tiga tahun lalu.
Begitulah mekanisme kerja di IDI. Ketua yang bekerja saat ini adalah dia yang terpilih dalam muktamar sebelumnya. Yang terpilih saat ini harus magang dulu selama satu periode dan baru bertugas pada periode selanjutnya. Tujuannya, tentu saja agar transfer pengalaman bisa berjalan baik. “Begitulah mekanisme organisasi di tubuh IDI

Mekanisme itu berjalan sejak 1970-an,” jelas Prijo ketika ditemui di ruang kerjanya di Departemen Radiologi RSUP Cipto Mangunkusumo.
Setelah resmi menjabat ketua IDI, Prijo menyatakan langsung menanggalkan jabatannya di beberapa organisasi. Dia ingin mendedikasikan waktu dan konsentrasi untuk membenahi sejumlah persoalan yang akan menjadi PR-nya selama tiga tahun mendatang.

Sebab, bagi dia, posisi sebagai ketua IDI merupakan sebuah amanah. Saat dicalonkan sebagai ketua IDI pada 2006, Prijo menjabat ketua IDI Wilayah DKI Jakarta. Ketua IDI, jelas dia, dipilih oleh cabang.

IDI memiliki 350 cabang di seluruh Indonesia. Untuk menjadi calon ketua IDI, setidaknya calon harus meraih dukungan dari 20 cabang. Setelah mengantongi persyaratan itu, Prijo akhirnya maju mencalonkan diri.

Dia harus mengampanyekan program yang menjadi visi dan misinya ke depan. Saat itu, yang menjadi prioritas IDI adalah mengantisipasi globalisasi. “Supaya sistem yang ada bisa menghadapi dengan baik,” terangnya.
Kemudian, Prijo menawarkan beberapa konsep untuk mengantisipasi tantangan bidang kedokteran pada masa depan. Konsep itulah yang nanti diimplementasikan saat dirinya menjabat ketua IDI.

Program yang ditawarkan, antara lain, mengembalikan sistem pelayanan kesehatan primer. Yaitu, sebuah sistem rujukan yang berjenjang. Selama ini, Prijo menilai ada yang salah pada sistem rujukan yang berlaku di Indonesia. Pasien baru sering langsung berobat ke dokter spesialis maupun superspesialis.

“Itu tidak benar. Di negara mana pun, sistem itu tidak ada, kecuali Indonesia,” tegasnya. Karena itu, Prijo ingin mengubah sistem tersebut. Sistem pelayanan primer, kata dia, harus dimotori oleh dokter umum.

Menurut dia, sistem yang salah selama ini telah mengakibatkan kekacauan. Dokter spesialis menerima pasien secara langsung tanpa rujukan. Akibatnya, banyak dokter umum yang menganggur karena lahan mereka diambil alih dokter spesialis.

Kendati demikian, tidak berarti dokter spesialis tidak merugi. Kompetensi mereka yang sesungguhnya tidak bisa dimanfaatkan secara optimal dengan mengerjakan pasien-pasien yang sejatinya bisa ditangani dokter umum.

Kondisi tersebut makin parah lantaran Indonesia mengalami kelebihan dokter umum, namun kekurangan dokter spesialis. Alhasil, sistem pelayanan yang tak tepat itu semakin mengakibatkan nasib dokter umum terpuruk. “Masak gaji mereka hampir sama dengan buruh,” ujarnya.
Di satu sisi, karena dokter spesialis masih kurang, saat era globalisasi nanti, peluang tersebut bakal diisi dokter spesialis asing yang membanjiri negeri ini. “Bisa dibayangkan, kalau kualitas dokter spesialis kita tidak terasah, kompetensi mereka akan digeser dokter asing. Apalagi, masyarakat kita begitu minded pada hal-hal berbau asing,” ungkapnya.

Karena itu, kata Prijo, sistem pelayanan tersebut wajib diubah. Dokter spesialis harus menerima pasien dari dokter umum. Caranya, menggunakan sistem asuransi yang saat ini tengah digodok Depkes. Semua orang nanti memiliki asuransi. Dokter keluarga akan dijalankan.
Nanti, seorang dokter bertanggung jawab atas kesehatan sekitar 2.500 pasien. Dokter umum itu akan menjaga atau melakukan upaya preventif agar klien yang dibawahi sebisa mungkin tidak jatuh sakit. Para dokter tersebut bakal medapat penghasilan yang amat layak dengan sistem asuransi tersebut.

Sebaliknya, jika mereka mampu menjaga kesehatan masyarakat, biaya kesehatan yang dihemat bisa mencapai ratusan juta. “Sistem rujukan akan berjalan. Saya seorang radiolog. Saya selalu menerima pasien berdasar rujukan dari dokter umum atau spesialis. Saya patuhi sistem tersebut dan saya tidak miskin. Karena itu, siapa pun bisa melakukan hal ini,” tutur alumnus FK UI tersebut. Jika sistem tersebut berjalan, Prijo menyakini tidak akan ada dokter umum yang menganggur.

Mantan wakil dekan FK UI itu menuturkan, Indonesia harus siap menyongsong globalisasi. Sebab, saat ini diperkirakan 500 ribu orang kaya di Indonesia cenderung memilih berobat ke luar negeri. Kendati demikian, menurut dia, masih ada 220 juta penduduk yang sistem kesehatannya bisa diperbaiki melalui asuransi.

Konsep itulah yang dia tawarkan saat mencalonkan diri sebagai ketua IDI. Ketika pemilihan berlangsung, persaingan tak begitu ketat. “Tidak seketat saat muktamar di Palembang kemarin. Waktu itu, hanya ada dua pesaing,” ungkapnya.

Prijo kemudian terpilih dan mengikuti kiprah Fachmi Idris. Selama tiga tahun bersama Fachmi, dia meneropong berbagai persoalan kesehatan. Pergi ke berbagai daerah, mulai kota kecil hingga pelosok pedesaan. Lantas, mengklasifikasikan tipikal penyakit di berbagai daerah.
Selain itu, menginventarisasi infrastruktur kesehatan yang kurang di berbagai kota/kabupaten. Kemudian, menarik garis besar langkah apa yang harus diperbaiki ke depan. “Akhirnya, masukan apa yang kami berikan kepada pemerintah juga amat penting,” ujar pria campuran Jakarta-Jogjakarta itu.

Prijo menyakini, jika sistem rujukan berjenjang dijalankan, otomatis akan terpetakan berapa kebutuhan tenaga medis di Indonesia. Termasuk, kekurangannya dan jumlah fakultas kedokteran yang harus dibangun untuk menambah defisit tenaga medis tersebut.
Karena itu, target jangkat pendek IDI adalah mendorong Depkes untuk menyepakati sistem pelayanan kesehatan berjenjang. “Bisa dimulai dari RS pemerintah dulu, baru nanti RS swasta mengikuti,” ujar pria kelahiran 11 Maret 1958 tersebut.

Kedua, mendukung upaya pemerintah mengimplementasikan UU No 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Yaitu, memberlakukan sistem asuransi sosial. Asuransi masyarakat yang tidak mampu ditanggung pemerintah, perusahaan menanggung asuransi karyawannya, swasta oleh jamsostek.

Prijo juga menginginkan adanya pemerataan tenaga bidang kesehatan. Pemerataan itu, menurut dia, harus berdasar kebutuhan. Misalnya, saat ini di Indonesia begitu banyak spesialis anak dan penyakit dalam. Spesialis yang lain juga patut diperhatikan. Itulah salah satu alasan Prijo saat memutuskan mengambil spesialis radiologi.

Waktu itu, sekitar 1984, dirinya mendapat tugas praktik di Kapuas Tengah Pujon, Kalimantan Tengah. Saat bekerja di salah satu puskesmas, Prijo menemukan seperangkat alat radiologi yang menumpuk dan berkarat lantaran tak pernah dipakai. Tak hanya itu, peralatan tersebut juga diselimuti sarang laba-laba.

“Saya pikir, kok di sini nggak ada dokter radiologi” Kalau begitu, bidang ini tidak diminati. Kemudian, saya berniat masuk ke bidang yang dianggap tidak menarik itu,” kenangnya.

Padahal, saat itu Prijo ingin mendalami spesialis penyakit dalam. Namun, lantaran miris melihat hal tersebut, keinginannya berubah. Dia pun mengambil spesilais radiologi.

Pada 1989-1991, dia sempat menjadi kepala bagian radiasi di RS Zainal Abidin, Banda Aceh. Ketika itu, dia menjadi satu-satunya spesialis radiologi di kota tersebut.

Setelah mendalami radiologi, persepsi Prijo berubah. Betapa, kata dia, radiologi amat menarik dan menantang. Saat ini bahkan sudah ada CT-scan baru yang mampu mendeteksi secara detail tubuh manusia mulai kepala hingga kaki hanya dalam 14 detik. “Bayangkan kalau pemeriksaan itu dilakukan secara manual. Berapa lama waktu yang dibutuhkan,” ujar bapak dua anak tersebut.

Karena itu, dia berharap spesialis lain di bidang kedokteran juga diminati masyarakat, sehingga ada pemerataan bidang kesehatan. Dengan demikian, Indonesia tak perlu mengambil tenaga asing untuk memenuhi kekurangan tersebut. Itulah pekerjaan berat yang bakal menanti Prijo selama tiga tahun mendatang. (nw/jpnn)

Posted in Kesehatan | Comments Off

Demokrat Harus Recall Tahan

Pengadilan Negeri (PN) Medan sudah menjatuhkan vonis terhadap anggota DPRD Sumut, Tahan Manahan Panggabean selama 1 tahun, terkait demo anarkis pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap). Secara otomatis, Tahan sudah menjadi seorang narapidana dan secara langsung dirinya tak bisa lagi menjalankan tugasnya sebagai anggota dewan. Bagaimana pengamat politik di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), yang juga Kepala Jurusan Ilmu Administrasi Negara di UMSU, Drs Tasrif Syam memandang hal ini? Berikut komentarnya kepada wartawan koran ini, kemarin.

Bagaimana Anda memandang persoalan ini?
Untuk persoalan ini, kalau telah jatuh vonis maka secara otomotis predikat narapidana telah melekat pada diri anggota dewan tersebut. Nah, kalau sudah sedemikian rupa, maka imbasnya adalah anggota dewan tersebut sudah tidak bisa lagi menyuarakan aspirasi rakyat atau dengan kata lain tidak bisa menjalankan tugasnya. Secara etika moral tidak ada wakil rakyat yang menjadi terpidana.

Kalau begitu, apa yang seharusnya dilakukan partai dan DPRD Sumut kepadanya?
Sikap yang paling bijak, karena Tahan berasal dari partai Demokrat, maka partai Demokrat harus me-recall dirinya. Sehingga, citra dari partai yang menjadi naungannya itu tidak hancur. Begitu pula dengan DPRD Sumut, karena apabila anggota dewan tidak mengambil tindakan maka bukan tidak mungkin citra anggota dewan yang lain akan ikut rusak.

Apa yang harus dilakukan oleh KPU Sumut?
KPU harus bersikap tegas untuk menganulir keanggotaan dewan tersebut. Sebab, hal itu sudah sesuai dengan UU yang ada. Dalam aturannya, KPU bisa bersikap tegas bila anggota dewan yang bersalah mendapat vonis hakim selama 5 tahun. Begitupun, untuk kasus ini, paling tidak KPU Sumut harus memberi penjelasan baik kepada partai maupun dewan untuk mengambil tindakan tegas terhadap terpidana. Jangan sampai hal itu mencuatkan kemelut baru.(mag-13)

Posted in Metropolis | Tagged , | Comments Off