Alex Curran Susah Jalan Demi Gaya

Banyak wanita yang rela menahan sakit demi tampil secantik dan semodis mungkin. Siksaan sepatu super tinggi yang merusak otot kaki itu pun akan ditahan asal bisa bikin dandanan jadi match.

alex-curran Itu juga yang terjadi pada Alex Curran akhir pekan lalu. Istri bintang Liverpool Steven Gerrard itu pergi belanja dengan dandanan yang sungguh menawan. Dia mengenakan t-shirt putih panjang yang dilapisi cropped jacket warna hitam. Sebagai padanan, Curran memakai skinny jeans, juga hitam polos dengan sedikit aksen robek di lutut. Mirip dandanan rocker era 80-an.

Nah, agar serasi, setelan itu paling cocok dipadukan dengan sepatu boots yang juga berwarna hitam. Apalagi model yang dipakainya, platform boots, memang sedang jadi tren untuk musin dingin tahun ini. Untuk tetap menampilkan kesan seksi, Curran memilih sepatu yang tumitnya setinggi sembilan inci.

Tak pelak,  dia terlihat sangat berhati-hati dalam melangkah. Sebab selain tinggi, tumit sepatu itu juga sangat tipis.
Curran yang berani belanja sendiri ini sedikit aneh. Sebab, beberapa bulan yang lalu dia mengaku takut jalan-jalan keluar tanpa ditemani sang suami atau pengawal. “Kota ini kasar. Semua yang ada di Liverpool menarik perhatian orang-orang yang salah,” ungkapnya kala itu.(na/jpnn)

Melar karena Fastfood
BANYAK cara untuk membunuh rasa bosan. Tapi, yang dilakukan Alex Curran, istri bintang Liverpool Steven Gerrard, mungkin bukan pilihan yang benar. Kala bosan melanda, ibu dua anak itu melahap makanan cepat saji alias fastfood. Tidak tanggung-tanggung, dalam satu minggu Alex bisa menghabiskan tiga paket daging dari gerai fastfood favoritnya.

“Saya selalu makan fastfood kapanpun ketika perjalanan menuju Liverpool. Mungkin, saya melakukannya tiga kali seminggu,” tutur Alex dalam wawancara dengan majalah New!. Kegandrungan Alex terhadap fastfood memang tinggi. Hampir di setiap kesempatan dia makan paket daging, burger, dan sejenisnya.

“Makan adalah pekerjaan untuk membunuh rasa bosan,” kata Alex. Ketika ada kegiatan sampai larut malam, Alex tidak bisa lepas dari makanan. Pilihannya adalah burger ukuran besar. Tak pelak, kebiasaan makan fastfood membuat tubuh Alex melar. Saat berlibur di Florida, AS, tahun lalu, wanita 26 tahun itu terkejut ketika melihat foto dirinya.

Perutnya yang dulu rata kini ‘dihiasi’ timbunan lemak.  “Selama bertahun-tahun saya telah memakan sampah,” katanya.

Sejak itu, Alex menahan diri untuk tidak melahap fastfood. Dia juga mengganti pola makan. Untuk mengembalikan kemolekan tubuhnya, Alex menyewa pelatih pribadi. Dia mengombinasikan antara mengkonsumsi makanan sehat dan berlatih fisik.

Tidak tanggung-tanggung, bersama sang suami, Alex membangun gymnasium sendiri di rumah mereka yang menelan biaya GBP 350 ribu atau Rp5,8 miliar. Itu membuat Alex tak perlu bersusah payah keluar rumah untuk membakar kalori ditubuhnya. Jadwal latihan fisiknya adalah tiga kali seminggu. Dalam setiap kesempatan, Alex menghabiskan waktu dua jam. (ca/jpnn)

Posted in Berita Foto, Sportainment | Comments Off

Marshanda Sudah Mulai Kuliah

Keadaan artis cantik Marshanda dikabarkan semakin membaik. Bahkan, sejak keluar Rumah Sakit Abdi Waluyo beberapa waktu lalu, Marshanda sudah mulai melakukan aktivitasnya. Caca, demikian ia biasa disapa malah sudah mulai kuliah. “Alhamdulillah sudah mendingan, sudah mulai kuliah lagi, sudah seminggu ini,” jelas Lia, manajer Caca, belum lama ini. Menurut Lia, Caca memang sudah rindu dengan aktivitas yang biasa dia lakukan. Kejenuhan seakan telah menjadi momok bagi Caca. Bagaimana tidak, selepas keluar rumah sakit, waktunya lebih banyak dihabiskan di rumah. Untungnya, dokter tidak melarang Caca untuk beraktivitas. Maka, kuliah adalah pilihan yang langsung dia lakukan. “Kontrol tetap rutin ke dokter,” tambah Lia.

Tapi, untuk kembali membintangi sebuah sinetron atau syuting, Caca harus menahan diri dulu. “Kalau syuting nanti baru boleh bulan Desember, kalau nyanyi abis Lebaran udah bisa kok,” pungkas Lia. (net/jpnn)

Posted in Sportainment | Tagged | Comments Off

Sheila Marcia, Ayah sang Anak Masih Misteri

Kehamilan Sheila Marcia menjadi buah bibir yang menarik. Kabar miring pun merebak. Namun, menurut sang bunda, Maria Joseph, Sheila sangat bahagia dengan kehamilannya.

“Dia suka bilang ‘sabar ya sayang, doain mama terus’ sambil ngelus-ngelus perut,” ujar Maria ditemui di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Rabu (9/9).

Nah, siap lelaki yang menjadi ayah anak Sheila masih tetap menjadi misteri. Pasalnya, Sheila memang banyak dekat dengan sejumlah pria. Selain Roger Danuarta, Sheila juga pernah menjalin hubungan dengan pesinetron lainnya, Josh Pieter serta pria yang pernah menetap di Bali, Delano Ezra. Ternyata, tidak mereka saja yang dekat dengannya. Sheila dikabarkan pernah pula menjalin hubungan dengan seorang pria pemilik counter HP keturunan India bernama Jodis. Sheila diperkenalkan dengan Jodis oleh salah seorang keluarganya bernama Levi yang juga bekerja di tempat yang sama.

Levi yang ditemui di tempat kerjanya, sebuah conter HP di salah satu mall yang terletak di kawasan Jakarta Selatan, membenarkan hubungan kedekatan Sheila dengan Jodis meski hanya sebatas pertemanan. Anehnya, usai Sheila kembali mendekam di dalam tahanan, Jodis menurut Levi, justru menghilang entah ke mana. “Wah, saya juga tidak tahu di mana dia (Jodis) sekarang. Soalnya dia juga menghilang Mas. Kita juga lagi cari dia karena kita lagi ada masalah juga,” ujar Levi kepada JPNN.

Jodis sendiri juga pernah di perkenalkan Sheila kepada ibunya, Cicilia Josept, saat menghadiri ulang tahun ibunya. (raj/jpnn)

Posted in Sportainment | Tagged | Comments Off

Fly Over Jamin Ginting Ditolak

Warga Minta Ganti Untung Rp10 Juta per Meter

MEDAN- Rencana pembangunan fly over Jamin Ginting menuai hambatan. Sebanyak 140 persil tanah milik warga yang terkena pembangunan tersebut menolak untuk diganti rugi tanahnya. Bahkan, warga juga tidak menyetujui pembangunan karena akan mengganggu perekonomian warga selama pengerjaan proyek yang direncanakan berlangsung hingga 18 bulan.  
Keberatan warga itu muncul dalam acara sosialisasi fly over Jamin Ginting antara panitia pembangunan fly over dengan warga di Jambur Namaken, Jalan Jamin Ginting Medan, (8/9) malam.

Ny Simarmata, warga yang tanahnya terkena rencana pembangunan fly over Jamin Ginting menyebutkan kalau pemotongan tanahnya ini merupakan pemotongan yang sudah kedua kalinya. Sebab, sebelumnya tanah warga sudah lebih dulu dipotong untuk proyek Jalan outer ring road (lingkar luar) di Jalan Ngumban Surbakti. Sehingga, untuk pemotongan kedua kalinya ini, pihaknya mengharapkan pemerintah bisa mengganti tanahnya dengan ganti untung dan bukan ganti rugi.

Begitu juga dengan Sembiring. Warga yang memiliki usaha di rumahnya ini menyebutkan kalau kehidupan warga di sekitar proyek fly over Jamin Ginting ini rata-rata berusaha mandiri. Sehingga, jika pembangunan fly over ini dilangsungkan maka efeknya usaha warga akan mati total. Oleh karena itulah, pemerintah harus memberikan ganti untung dari pembangunan fly over ini. “Kalau bisa Rp10 juta per meter ganti untung tanah dan bangunannya,”ucapnya.

Qamarul Fattah, Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan menjawab warga kalau selama ini persoalan harga ganti rugi tanah ditentukan oleh tim penilaian independen. Sementara, pihaknya hanya sebatas mengukur dan mendata saja. “Masalah harganya ada tim penilai independen yang menghitungnya, artinya bukan dari pemerintahan tapi konsultan,”bilangnya.

Sementara itu, P2TK Dinas Bina Marga Pemprovsu, Taripar Situmorang menyebutkan sekarang ini pihaknya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pembayaran pembebasan tanah, bangunan dan tanaman warga.

Tapi, bilangnya pembayaran dengan jumlah Rp10 miliar ini masih relatif kurang, makanya setelah diukur dan ditetapkan kekurangannya maka pihaknya akan menambah anggaran lagi pada APBD 2010 ini. “Kami masih menunggu penghitungan tim independen, kalau sudah tuntas anggaran diketahui lagi. Yang pastinya kami punya anggaran,”tegasnya.

Pada kesempatan itu, diketahui harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah di lokasi tersebut sebesar Rp400-an ribu, sedangkan untuk harga pasarnya mencapai Rp1,2 juta per meter. Sementara warga tetap ngotot meminta ganti untung sebesar Rp10 juta per meternya.
Dalam pertemuan itu, Simon Ginting, Kepala SNVT Pembangunan Jalan dan Jembatan Metropolitan Departemen Pekerjaan Umum di Medan mengatakan, fly over Jalan Jamin Ginting ini seharusnya merupakan fly over kedua yang dibangun di kota Medan. Tapi, diakibatkan percepatan pembangunan relokasi Bandara Polonia Medan ke Kualanamu, mengakibatan pembangunan fly over Amplas menjadi pembangunan fly over prioritas kedua sebagai pintu akses keluar masuk menuju bandara.

Simon bilang, pembangunan fly over Jamin Ginting ini direncanakan akan selebar 40 meter dengan panjang 600 m. Bila titik awalnya Jalan AH Nasution, maka dimulai dari Jalan Pintu Air hingga kepada rel lama di Jalan Ngumban Surbakti. Kemudian, untuk ketinggian fly over ini setinggi 7 meter.

Simon menyebutkan, masing-masing untuk titik tengah dan panjang fly over memanjang 300 meter di Jalan AH Nasution dan  300 meter di Jalan Ngumban Surbakti. Dikarenakan jalan yang sekarang hanya selebar 33 meter, maka dibutuhkan pembebasan tanah 7 meter dengan rincian sisi jalan kanan 3,5 meter dan 3,5 meter di sisi jalan kiri.

“Inilah yang diharapkan agar warga juga memberikan tanahnya, sebagai wujud untuk pembangunan Kota Medan. Karena, kalau tanahnya belum dibebaskan, maka kami tidak akan bangun fly over, siapkan dulu pembebasan tanahnya,”ucapnya.

Dia menambahkan, masa pengerjaan yang dilaksanakan untuk fly over ini, selama 18 bulan dengan estimate anggaran Rp70 miliar. Sehingga, ada kemungkinan 2011 baru bisa terselesaikan fly over ini. Tapi, setelah ini akan ada beberapa fly over yang akan dibangun lagi.
Sementara itu, pembangunan fly over Amplas yang dipastikan akan bisa dioperasikan pada 2010 mendatang, pengerjaannya terus dikebut. Pantauan wartawan koran ini, pihak kontraktor tak henti-hentinya melakukan pengerjaan siang dan malam hari sehingga jalan ini dapat dimanfaatkan selama hari raya Idul Fitri.

Rizaldi, seorang pekerja mengatakan pihak perusahaan yang menangani pembangunan fly over Amplas ini menyuruh mereka bekerja maksimal mungkin agar pembangunan jalan bisa dioperasikan lebih cepat yaitu selama lebaran tahun ini.
“Kami bekerja segiat mungkin sehingga jalan ini dapat siap sebelum lebaran. dan kalau pun tidak, bisa selesai tepat waktu yang direncanakan di akhir oktober, tahun ini,” ungkapnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumut (Bappedasu), Ir Riadil Lubis mengatakan, perkiraan untuk kesiapan pembangunan jalan ini belum bisa dimanfaatkan pada lebaran tahun ini, melihat waktu yang tinggal menghitung hari. “Gak bisa dipaksakan itu, susah itu kalau lebaran nanti,” ucapnya nanti.

Begitupun, kata Riadil, soal kemacetan selama lebaran di sekitar Terminal Amplas nantinya sudah diantisipasi lebih dulu. “Kan disampingnya sudah dibuat jalan bagus. Itulah sementara dipergunakan untuk mengantisipasinya,” katanya.
Dari pertimbangan Riadil, jika penyelesaian pembangunan jalan ini dipaksakan maka akan menimbulkan risiko yang besar. Sebab pengerjaannya yang terburu-buru tidak akan bagus hasilnya. “Sesuai skedulnya pembangunnan selesai akhir tahun ini, kalaupun dikebut akhir bulan Oktober,” terangnya.(ril/mag-2)

Posted in Metropolis | Tagged , , | Comments Off

Ebiet Meriahkan Ramadan Fair

MEDAN-Penyanyi legendaris, Ebiet G Ade akan tampil menghibur pengunjung Ramadan fair ke-VI dengan melantunkan berbagai lagun
untuk menghibur pengunjung. Artis kondang ibu kota ini akan menghibur pengunjung Ramadan Fair ke-VI pada (11/9) di Kolam Sri Deli. Hiburan ini menambah kemeriahan pelaksanaan ramadhan fair.

Panitia pelaksana Ramadhan Fair ke-VI, Ramlan menyampaikan kegiatan Ramadan Fair ini memang selalu dilengkapi dengan hiburan yakni Ebiet G Ade, selain lantunan lagu religi yang dilantunkannya, sebagian besar warga Kota Medan menyukainya.
“Jadi hiburan ini sekaligus mengambil syiar Islam dan menarik pengunjung ke Ramadan Fair,”bilangnya, kemarin(9/9).

Menurutnya, kehadiran Ebiet G Ade di Ramadhan Fair ini selalu diwarnai dengan hiburan yang menyejukkan jiwa, bahkan para pengunjung seperti terhipnotis dengan lantunannnya. Apalagi, Ebiet inikan sosok yang senior dalam belantika musik Indonesia.
Dia mengharapkan, dengan kehadiran Ebiet ke Ramadan Fair menambah atau membuat suasananya lebih meriah lagi. Kemudian, kesunyian beberapa hari ini akibat cuaca hujan deras yang mengguyur Kota Medan bisa teratasi dengan kehadiran Ebiet.

Selain itu, bilangnya kehadiran Ebiet juga disukai oleh pedagang, sebab dengan kahadirannya bisa menambah omset pendapatan pedagang. Makanya, sangat diharapkan sekali kehadiran Ebiet ini.

Kehadiran Ebiet di Ramadan Fair ini, dimulai sekitar pukul 21.30 WIB. Usai, dilaksanakannya salat tarawih. Kemudian, artis kondang ini akan diiringi oleh grup Band Seven Star Band.(ril)

Posted in Shaum Ramadhan | Tagged | Comments Off

Tegakkan Sanksi untuk Anggota Dewan

Menjelang akhir tugas anggota DPRD Medan periode 2004-2009, justru memperlihatkan kinerja yang santai. Bahkan, para anggota DPRD Medan ini sudah banyak yang tidak hadir. Anehnya, persoalan kedisiplinan anggota dewan yang buruk ini tak ditanggapi oleh Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Medan. Bagaimana pendapat Sekretaris Eksekutif Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumut, Elfenda Ananda terkait hal ini? Berikut komentarnya dengan wartawan Sumut Pos, Chairil Huda, kemarin.

Bagaimana Anda melihat kinerja anggota DPRD Medan?
Masih banyak yang kurang, sekarang ini seperti diketahui kinerjanya semakin menurun, buktinya rapat paripurna jarang hadir, bahkan waktunya sering mundur. Tentunya hal ini akan mempengaruhi dalam pengambilan sikap pada saat paripurna.

Menurut Anda apakah ini diakibatkan mentalitas, atau para anggota dewan memang sudah kehilangan semangat?
Pertama sekali ini diakibatkan mentalitas yang tidak bertanggungjawab dari wakil rakyat yang sudah diberi amanah, bila mentalnya mau mengabdi walau tidak terpilih lagi pada periode akan datang, sebenarnya tidak ada persoalan. Yang paling utama karena mentalnya saja. Kemudian, sanksinya tidak tegas. Buktinya, selama ini wakil rakyat sambil tidur dan terlambat datang, sanksinya tidak ada.

Apakah peraturan untuk wakil rakyat masih lemah?
Ia masih sangat lemah, sehingga DPRD bisa sesukanya bertindak. Bukan itu saja, mental pengawasan dari DPRD juga masih relatif rendah sekali, akibatnya eksekutif masih banyak yang belum menjalankan program kerjanya.

Kalau begitu apa yang harus dilakukan anggota dewan mendatang?
Melakukan pembenahan melalui diri pribadi, kemudian partainya. Bila tidak, efeknya akan terjadi semakin panjang lagi krisis kepercayaan masyarakat kepada anggota DPRD.

Saran Anda?
Selamat bagi Anda yang terpilih sebagai wakil rakyat, tapi jangan lupa bahwa sikap untuk pembenahan diri serta pembenahan partai yang lebih baik. Setelah itu, sanksi terhadap DPRD ini harus lebih ditegakkan lagi. Jangan hanya sebatas dipegang sebagai buku panduan, tapi benar-benar dijalankan. (ril)

Posted in Metropolis | Tagged | Comments Off

Jalur Lintas Masih Memprihatinkan

MEDAN- Jalan-jalan di sepanjang jalur lintas Sumatera di Sumatera Utara, khususnya di lintas tengah dan barat kini masih dalam kondisi yang cukup memprihatinkan.

“Memang cukup memprihatinkan, tapi masih bisa dilalui,” ujar Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Sumut, H Umar Zunaidi Hasibuan, di Medan kemarin (9/9).

Umar bilang, di jalur lintas tengah terdapat sejumlah titik rawan seperti di jalur Tarutung-Sipirok khususnya di Desa Aek Latong dan di beberapa tempat di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara.
Titik rawan di jalan lintas tengah di Sumut juga terdapat di jalur Kota Buluh-Lau Pakam dan dari Kabupaten Karo menuju perbatasan Aceh Tenggara.

“Kondisinya juga memprihatinkan meski tetap masih bisa dilalui,” jelasnya.

Sementara itu, jalan lintas barat diyakini juga masih bisa dilalui angkutan lebaran tahun ini meski kondisinya juga tidak kalah memprihatikan dibanding jalan lintas tengah. Umar Zunaidi mengatakan pihaknya sudah melakukan perbaikan-perbaikan di lintas barat, terutama di daerah-daerah rawan.

”Kita juga sudah menyiagakan alat-alat berat di 14 titik di jalur lintas barat di kawasan Sumut dan semuanya harus siaga 24 jam sehari. Alat-alat berat disiagakan mulai H-14 sampai H+10, tapi akan efektif mulai H-7 hingga H+7,” katanya.
Sedangkan untuk jalan lintas timur di kawasan Sumut, Umar memastikan kondisinya masih cukup baik. “Kondisi jalan lintas timur dari batas Aceh sampai batas Riau dalam kondisi baik dan tidak ada lagi luban-lubang besar yang menganga. Tapi kita terus akan melakukan perbaikan dan pemeliharaan terhadap jalan-jalan di daerah kita,” katanya.

Umar menyebutkan sejumlah jembatan di Sumut yang tengah diperbaiki dan diperkirakan tidak akan selesai dalam waktu dekat, di antaranya jembatan di Sungai Ular.

“Hal yang juga terjadi atas jembatan Aek Kundur di Kota Pinang dan jembatan Lau Timus di Sembahe Kabupaten Karo. Perbaikan kedua jembatan itu juga masih dikerjakan dan tidak akan selesai menjelang lebaran,” ujarnya.
Demi menjaga keselamatan, Umar mengimbau agar angkutan barang hanya bergerak di malam hari saja, khususnya mulai H-7. “Juga jangan gunakan badan jalan untuk memarkir truk karena lebar jalan kita masih sekitar 6-7 meter, sementara pemkab/pemko kita minta agar menertibnkan pasar-pasar yang ‘tumpah’ ke jalanan,”katanya.(mag-2)

Posted in Metropolis | Tagged | Comments Off

Harga Migor Tembus Rp9 Ribu

MEDAN- Kenaikan harga crude palm oil (CPO) dunia menyebabkan harga minyak goreng (migor) curah naik hingga 9 persen. Saat ini harga migor sudah mencapai Rp8.500 hingga Rp9.000 per kilogram. Padahal, sebelumnya harga migor curah hanya berkisar Rp8.000.
“Kenaikan harga CPO di dunia dikarenakan ada isu badai Elnino, Bahkan isu tersebut diprediksi akan meningkatkan harga CPO ke level US$800.Kita tidak bisa pungkiri kalau kenaikan harga migor juga dampak dari kenaikan harga CPO,” kata Bendahara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Laksamana Adhiyaksa kepada wartawan koran ini (9/9) di Medan.

Kondisi kenaikan ini juga diakui oleh Kasi Pengadaan dan Penyaluran Subdinas Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sumut, M Idris juga mengatakan naiknya harga minyak goreng diakibatkan harga CPO yang juga naik. Untuk mengantisipasi kenaikan harga ini, Disperindag masih harus menunggu perintah dari pusat dulu.

Berdasarkan pantauan harga migor kembali bergerak naik, dari Rp8.000 menjadi Rp8.500 perkilogram bahkan ada juga pedagang yang menjual hingga Rp9.000 per kilogram. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Utara (Sumut)pun meminta pengusaha agar mengucurkan minyak dengan harga murah, khusus untuk menyambut Lebaran dan perayaan agama lainnya.

Sementara Kadisperindag Sumut, Mohammad Hasbi Nasution, mengatakan harga migor yang mulai bergerak naik itu sudah jelas menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokoknya. “Kami meminta kepada produsen minyak agar membuat harga murah untuk masyarakat khusus menjelang lebaran,” ujarnya.

Dia mengatakan, sampai saat ini baru Asian Agri saja yang memiliki agenda atau program minyak murah, yakni minyakita. Hasbi juga mengimbau kepada produsen lainnya seperti PT Musimas dan Permata Hijau agar mengikuti program Asian Agri.

Diharapkan, perusahaan produsen itu sudah menggelontorkan Minyakita itu dalam
pekan ini karena Idul Fitri tinggal dua pekan lagi. Dia melanjutkan, mengenai kenaikan harga migor di pasar diduga karena pergerakan harga minyak sawit mentah atau CPO yang juga naik. Sebelumnya Dirut PT Asian Agri, Semion Tarigan mengatakan sudah mempersiapkan minyak goreng murah sebanyak 16.980 liter untuk menyambut Idul Fitri 1430 H.

Rencananya penjualan minyak goreng murah tersebut akan dilakukan di sekitar Kecamatan Padang Hulu-Tebing Tinggi, Bandar Pulo, Melayu-Asahan, danNegeri Lama-Labuhan Batu.

Sementara itu, meski harga gula pasir masih melambung. Namun, pasokan gula terus dipasok oleh sejumlah perusahaan di Medan. Jumat malam (4/9), dua kapal direncanakan akan sandar di Pelabuhan Belawan membawa muatan 5.100 ton gula pasir asal Panjang, Lampung.
“Sumut sejak Jumat lalu mendapat pasokan gula sebanyak 5.100 ton dengan menggunakan  dua kapal berbendera Indonesia  tiba di Pelabuhan Belawan membawa muatan 5.100 ton gula pasir asal Panjang, Lampung,”kata Ketua AP2SU (Asosiasi Pengusaha Pendistribusian Gula Sumatera Utara) Anton Panggabean kepada wartawan koran ini  (9/9) di Medan
Berdasarkan data AP2SU kapal KM Brastagi I keagenan PT Deli Maju akan sandar di
Pelabuhan Belawan membawa muatan 3.300 ton gula pasir yang dipasok oleh CV Aman
Jaya, CV Kencana Mulia Persada dan CV Inti Rimba Alam Medan. Berdasarkan
permohonan itu kemudian pihak PPSA Pelindo I Cabang Belawan menetapkan lokasi
sandar kapal di dermaga 203 Pelabuhan Belawan.

Kemudian kapal KM Succes 2 berbendera Indonesia yang membawa muatan 1.800 ton
gula pasir milik CV Inti Rimba Alam dan CV Putra Maju Medan dari tempat yang
sama ditetapkan pihak PPSA Pelindo I Cabang Belawan untuk sandar di dermaga 103
Pelabuhan Belawan. Seluruh gula pasir untuk kebutuhan warga Sumut itu dibongkar
dengan sistem truk losing menuju tempat penimbunannya di Medan sekitarnya.
Sebelumnya, KM Melati Pratama berbendera Indonesia telah membongkar 4.850
ton gula pasir asal Panjang di Pelabuhan Belawan, Senin (24/8). Gula pasir yang
dipasok untuk memenuhi kebutuhan warga di bulan suci ini dipasok oleh CV Tetap
Jaya, CV Dharma Abadi dan CV Harapan Gemilang yang kesemuanya beralamat di
Jalan HM Yamin Medan.

Sementara, Kepala Seksi Pengadaan dan Penyaluran Disperindag Sumut, Muhammad
Idris Nasution mengatakan, dalam waktu dekat Sumut akan mendapat tambahan gula
sekitar 10.000 ton dari Jawa dan Palembang. Dengan begitu total stok gula yang ada saat ini mencapai 70.000 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga bulan ke depan, karena kebutuhan gula di Sumut mencapai 23.000 per bulan.
Hingga akhir Juli kemarin, kata Idris, ketersediaan gula Sumut sebanyak 57.986
ton. Untuk saat ini produksi gula yang didatangkan oleh distributor berasal
dari Jawa Timur dan Lampung. Sementara untuk produksi PTPN belum ada digunakan
untuk konsumsi.( mag-10)

Posted in Metropolis | Tagged | Comments Off

Tetap Siaga Meski tak Bertemu Keluarga

Kisah Penjaga Pintu Neng Nong Menyambut Idul Fitri

Bagi Junaidi (49) dan Sipon (53),berprofesi menjadi penjaga pintu neng nong kereta api merupakan pekerjaan yang membanggakan. Meski harus berkutat di sisi ruangan berukuran 2×2 meter, dia tetap setia menjaga pintu palang demi keselamatan banyak orang.

Indra Juli, Medan

penjaga-palang-pintu-KA Begitu juga di saat lebaran, walau tak bisa bertemu keluarga, keduanya tetap bahagia menjalankan pekerjaannya. Bulan Ramadan tak menjadi alasan bagi Junaidi untuk lalai menjaga pintu kereta api di Jalan Mandala Bypass, di perbatasan Kecamatan Medan Denai dan Kecamatan Medan Tembung. Sesekali Junaidi keluar mengamati setiap ujung lintasan, memastikan tidak ada kejadian pasca kereta yang lewat.
Begitu lah Junaidi menjalani hari-harinya sejak 18 tahun yang lalu. Setia menunggu di pos Kode yang menandakan kedatangan kereta dari pos sebelumnya lantas diteruskan ke pos berikutnya. Kemudian Junaidi menutup palang pintu melalui satu tombol. “Itu tadi kode dari pos di Batang Kuis. Ini saya meneruskan ke pos berikutnya,” jelas Junaidi seraya memutar tuas pengirim sinyal.

    Di pos tersebut Junaidi bergantian dengan dua rekannya, Safaruddin dan Ponirin dalam tiga waktu kerja (sift) per harinya. Liburan pun hanya dinikmati satu hari dalam seminggu. Di luar itu, sekalipun angka di alfabet berwarna merah, Junaidi tetap harus siaga di posnya.

    Otomatis, hari pertama lebaran tak jarang dilalui tanpa kehadiran keluarga maupun orang-orang tercinta. Namun itu semua dijalani bukan dengan keterpaksaan tapi rasa cinta kepada istri dan dua orang anak yang setia menanti kedatangnya di rumah Jalan Letda Sujono No 140 Medan.

    “Yah sudah 18 tahun seperti ini keluarga sudah maklum. Jadi kalau mau kumpul hanya kalau setelah saya selesai tugas. Ramadan di pos jaga pun sudah biasa, gak jadi masalah,” ucap Junaidi sambil mengisi jadwal kereta api yang baru lewat.

Begitu juga dengan Sipon (53), dirinya rela menempuh perjalanan jauh dari Batang Kuis ke Jalan Aksara Kecamatan Medan Denai Medan, untuk menjaga palang pintu kereta api. Kesetiaan yang tak pernah pudar meskipun menjelang masa pensiun dua tahun lagi.

    Seperti halnya Junaidi, Sipon juga sudah terbiasa merayakan hari raya Idul Fitri seorang diri di pos tempat dirinya berjaga. Menikmati apa yang menjadi pilihannya demi orang-orang tercinta. “Masalahnya ada dua pilihan. Kumpul tapi tidak kerja atau pisah sebentar tapi kerja. Kalau saya jelas milih pisah sebentar tapi kerja karena kalau tidak kerja mau dikasih makan apa keluarga?” kata Sipon.

    Banyak orang yang bilang, “Menunggu adalah pekerjaan paling membosankan.” Tapi justru itulah pekerjaan Junaidi dan Sipon: menunggu dan menunggu kereta api melintas. Beruntunglah mereka kini telah diangkat menjadi pegawai tetap sehingga kesejahteraan mereka lumayan tercukupi. Sebelum menjadi karyawan tetap, mereka kerap harus ke sana kemari mencari penghasilan tambahan demi anak dan istri yang menunggu di rumah.

    Pos jaga berukuran 2×2 meter menjadi “kantor” mereka setiap hari. Ditemani alarm dan telepon, selama 8 jam mereka setia menanti panggilan menutup pintu palang kereta api. Kereta api yang melintas tak pernah sesuai jadwal dan protes dari pengguna jalan yang merasa terganggu dengan lamanya kereta api melintas adalah “makanan” keseharian. Belum lagi panasnya suhu udara di siang hari dan dinginnya suhu udara di saat hujan lebat datang.

Untuk mengisi waktu dan mengusir kejenuhan, Junaidi dan Sipon biasanya meluangkan waktu dengan membaca koran. Itu jika jumlah kereta yang lewat sudah tidak banyak.

    Junaidi dan Sipon tidak boleh lengah sedikit pun dalam menjaga pintu lintasan karena risikonya adalah nyawa. Risiko itu menjadi bertambah karena kondisi pintu lintasan yang mereka jaga tidak memenuhi standar keamanan. Panjang palang lintasan untuk jalan raya dari arah Mandala tidak menutupi seluruh lebar jalan, bahkan kendaraan roda empat pun bisa dengan mudah menerobosnya, terlebih sepeda motor.

    Junaidi dan Sipon harus banyak bersabar menghadapi orang-orang yang nekat menerobos pintu palang perlintasan karena selalu saja ada pengendara yang semaunya. Jika ada yang nekat melintas, mereka biasanya segera meniup peluit tanda peringatan dan mencegah yang lain agar tidak mengikuti tindakan berbahaya tersebut. Jika masih membandel, ia bilang kepada pengemudi tersebut, “Pak, jangan terobos pintu lintasan. Bahaya! Kalau terjadi apa-apa kan keluarga Bapak yang repot.”

Jika teguran tersebut tidak mempan juga, ia akhirnya memilih diam. “Kalo emosi (bisa) banyak musuh. Harus sabar,” tambah Junaidi. Namun respon yang biasa mereka terima kadang sebaliknya bahkan bernada mengejek.

Di bulan Ramadan ini, kekonyolan para pengguna jalan menjadi ujian kesabaran bagi Junaidi dan Sipon juga penjaga palang pintu kereta api lainnya. Dan keselamatan nyawa dari renggutan laju kencangnya kereta api menjadi berkah yang akan diterima penjaga palang pintu ini di saat Idul Fitri.(*)

[ketgambar]BERTUGAS:Junaidi, Petugas penjaga pintu perlintasan Kereta Api di Jalan Mandala By Pass, Rabu (9/9).//HS PUTRA/Sumut pos[/ketgambar]

Posted in Metropolis | Comments Off

Senin, Caleg DPRD Sumut Dilantik

MEDAN- Sebanyak 100 Calon Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut priode 2009-2014, hasil Pemilihan Umum Legislatif April 2009 lalu akan dilantik di Sekretariat DPRDSU di Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (14/9).

“SK anggota legislatif terpilih hasil Pemilu Legislatif April 2009 sudah ditandatangani Menteri Dalam Negeri. Jadi tinggal menunggu pelantikan dan pengambilan sumpah oleh Ketua Pengadilan Tinggi Sumut yang rencananya 14 September,” ujar Ridwan Bustan, Sekwan DPRD Sumut kepada wartawan di Medan, kemarin.

Ridwan bilang, Sekretariat DPRD Sumut sedang mempersiapkan segala keperluan pelantikan, mulai dari menyiapkan undangan, mempersiapkan ruangan-ruangan serta mempersiapkan ruang paripurna yang akan menjadi tempat pelantikan nanti.
Ketua KPU Medan, Evi Novida Ginting menyebutkan kalau caleg DPRD Medan akan dilantik tanggal 15 September mendatang. Gladi Resik sendiri kata dia, rencananya akan digelar, Senin (14/9). “KPU Medan beserta sekwan dan berbagai instansi terkait lainnya akan menggelar gladi resik,” tukas Evi. 

Sementara itu, caleg terpilih DPRD Sumut dari Partai Golkar, Ali Umri SH MKn, masih dapat menghabiskan masa jabatannya sebelum kemudian dilantik sebagai anggota dewan.

Meski terancam tak dilantik pada seremonial pelantikan caleg terpilih DPRD Sumut di Sekretariat DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol, Senin (14/9) mendatang. Karena belum memberikan surat pengunduran diri dari jabatannya yang lama. Namun dia dapat dilantik belakangan setelah dirinya menuntaskan jabatannya sebagai Walikota.

Hal tersebut disebabkan sampai saat ini KPUD Sumut belum menerima surat pengunduran resmi Ali Umri sebagai Wali Kota. Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution kepada wartawan, Rabu (9/9) petang di KPUD Sumut mengatakan, Ali Umri yang masih rangkap jabatanan tak bisa dilantik sebelum ada surat pengunduran dirinya.

“Kita belum menerima surat pengajuan pengunduran diri dari ketiganya. Jadi tidak bisa dilantik walaupun sudah terpilih,” terang Irham. Selain Ali Umri lanjutnya, dua caleg DPRD Sumut lainnya pun juga mengalami kendala serupa untuk dilantik Senin mendatang, kedua caleg tersebut yakni Maratua Siregar caleg terpilih Partai amanat Nasional (PAN) dan Oloan Simbolon dari Partai Persatuan daerah (PPD).
Irham mengungkapkan, Ali Umri caleg terpilih dari Dapil Sumut I dianggap masih menjabat sebagai Wali Kota Binjai. Sedangkan Maratua Siregar dan Oloan Simbolon yang terpilih dari Dapil Sumut VIII, masing- masing masih berstatus sebagai Ketua DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Wakil Ketua DPRD Samosir.

Namun lanjut Irham, walaupun ketiganya tidak dilantik, bukan berarti statusnya sebagai caleg terpilih bakal gugur. Sifatnya hanya tertunda sementara hingga ada pilihan dari ketiganya.

Sementara itu, Ali Umri sebelmnya mengatakan kalau dirinya lebih memilih untuk menghabiskan masa jabatannya “Saya belakangan saja dilantik. Tunggu habis masa jabatan di Binjai,” kata Ketua DPD I Partai Golkar Sumut itu.(sya)

Posted in Metropolis | Tagged , | Comments Off

2 Ribu Ekor Lembu untuk Lebaran

MEDAN- Kebutuhan daging lembu menjelang Hari Raya Idul Fitri di Kota Medan mencapai 2.000 ekor. 
Adios Amigos, Direktur Utama PD Rumah Potong Hewan Kota Medan, dalam rapat dengar pendapat dengan anggota DPRD Medan, kemarin (9/9), menyebutkan sekarang ini stok lembu yang tersedia di RPH sebanyak 70 ekor dengan berat rata 300 Kg per ekor, kesemuanya ini berasal dari pengusaha lokal.

Bila dibandingkan dengan kebutuhan tahun lalu, menjelang Idul Fitri ini sebanyak 2.000 ekor. Hal inilah yang dibutuhkan tambahan lembu lagi untuk di RPH ini. Sedangkan untuk kebutuhan Sumut mencapai 3.000 ekor khusus menghadapi idul fitri ini.
Dia bilang, lembu yang akan masuk ke RPH dalam minggu ini sebanyak 1.500 ekor. Kemudian, ada tambahan lagi lembu dari Aceh, Langkat dan Lampung serta lembu lokal dari sekitar Kota Medan.

Terkait dengan harga yang bakal ada kenaikan, pihaknya mengaku tidak bisa mengontrol harga yang ada di pasaran, sebab sangat banyak daging yang dipotong tidak melalui RPH. Untuk itulah, dia mengimbau agar pedagang memotongkan hewannya di RPH.(ril)

Posted in Metropolis | Tagged | Comments Off

Pasien Miskin Ngadu ke Dewan

Ditolak Berobat di RSUD Deli Serdang

pasien LUBUKPAKAM- Karena ditolak berobat di RSUD Deli Serdang, empat orang pasien miskin datangi kantor DPRD Deli Serdang, Rabu (9/9).
Mereka mendesak anggota dewan untuk memperjuangkan nasib mereka, agar dapat dirawat di rumah sakit milik pemerintah itu hingga sembuh.

Kehadiran pasien miskin ini, diterima langsung ketua DPRD Kabupaten Deli Serdang Wagirin Arman, didampingi Kepala Dinas Sosial Pemkab Deli Serdang Susmono dan pihak RSUD Deli Serdang diwakili Kepala Seksi Peningkatan Pelayanan Kesehatan, dr Evy Hutagalung dan dr Reskni Jonian.

Pasien miskin tersebut di antaranya Rahmad Dermawan (1), menderita tumor pada bagian perut kirinya datang bersama kedua orangtuanya Bambang Hermansyah (26), Sri Wahyuni (21), warga Desa Sei Rotan, Percut Sei Tuan.

Kemudian, Suryani (29) menderita pergeseran pada tempurung lutut kanannya, warga Desa Tumpatan, Kecamatan Beringin. Selanjutnya, pasangan Ngadimin (61), penderita strok berkepanjangan dan belum pernah mendapat perawatan dari tenaga medis, dan istrinya Jainem (60) menderita tumor pada bagian perutnya. Mereka penduduk Desa Batangkuis, Kecamatan Batangkuis.

Didampinggi pekerja sosial masyarakat, Yapit Hakim Lubis, pasien-pasien miskin yang tidak terdaftar sebagai peserta asuransi Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) ini mengaku ditolak berobat di RSU Deli Serdang karena jenis penyakit mereka derita tidak termasuk dalam tanggungan program perlindungan kesehatan yang dibuat Pemkab Deli Serdang.

Menurut Yapit, Rahmad Dermawan yang mengindap tumor dan Suryani mengalami pergeseran tempurung lutut sempat dirawat di RSU Deli Serdang selama tiga hari. Namun, karena tidak mendapat perawatan dengan serius dari pihak tenaga medis, akhirnya mereka meninggalkan rumah sakit itu.

“RSUD Deli Serdang tidak mampu menanggani penyakit tumor dan operasi ortopedi (operasi tulang, Red) kemudian diusulkan berobat ke RSUD Adam Malik, tapi sebagai pasien umum, dan tidak ditanggung program Jamkesmas,” bilangnya.

Menyikapi itu, ketua DPRD Deli Serdang Wagirin mengatakan, RSUD Deli Serdang tidak sepantasnya menolak pasien miskin, meski keterbatasan kemampuan untuk mengobati pasien tumor dan operasi ortopedi. “Yang penting, para pasien dirawat terlebih dahulu, kemudian dijelaskan bahwa penyakitnya harus ditanggani RSUP Adam Malik, bukan malah membiarkan minggat,” ucapnya.

Selanjutnya Wagirin mengusulkan agar keempat pasien tersebut agar dirawat kembali. Kemudian, melalui rekomendasi dari Dinas Sosial Deli Serdang, dapat dirujuk ke RSUP Haji Adam Malik.

“Nanti, Dinas Sosial merekomendasikan ke RSUD Haji Adam Malik agar dirawat secara intensif,” katanya.
Kepala Seksi Peningkatan Pelayanan Kesehatan, RSUD Deli Serdang, dr Evy Hutagalung mengakui, pihaknya sempat merawat Rahmad Dermawan dan Suryani. Tapi, keduanya minta pulang.

Evy menjelaskan, dana Jamkesda dari APBD tahun 2008 sebesar Rp750 juta telah habis terserap untuk perobatan 950 orang pasien dengan berbagai penyakit. Mengenai tudingan RSUD Deli Serdang menolak pasien miskin, Evy membantahnya. Menurut Evy, kedua pasien itu minta dipulangkan dengan alasan kurang betah.

“Memang begini kemampuan RSUD, untuk fasilitas penyembuhan penyakit tumor, kanker, jantung dan oberasi ortopedi belum ada dokter spesialisnya,” katanya. (btr)

[ketgambar]PASIEN MISKIN: Rahmad Dermawan (1), dipangku ibunya Sri Wahyuni yang didampingi ayahnya Bambang Hermansyah saat mengadu ke DPRD Deli Serdang, kemarin (9/9) //BATARA/SUMUTPOS[/ketgambar]

Posted in Daerah | Tagged | Comments Off

Mayat Bocah Mengapung di Kolam Ternak

MEDAN- Warga Desa Paya Geli Dusun II, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat bocah mengapung di kolam peternakan ayam, Selasa (8/9) malam. Setelah diselidiki, ternyata mayat tersebut adalah Leman (6), warga desa tersebut.

Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui Marto (40), yang tak lain ayah Leman sendiri. Saat itu Marto tengah mencari Leman yang hingga malam tak kunjung pulang. Padahal, biasanya bocah yang dikenal riang itu saat Maghrib sudah masuk rumah. Namun, malam itu Leman tak kunjung pulang sejak siang. Kepada wartawan, Marto mengatakan, siang itu Leman permisi hendak bermain bersama teman-temannya di desa itu.

Namun, hingga malam anak bontot dari lima saudara itu tak kunjung pulang. Marto yang mulai resah, mencoba mencari anaknya itu ke sana ke mari, namun keberadaan Marto tak jua ditemukan. “Saya sudah cari kemana-mana tapi nggak ada yang tahu dia di mana,” imbuhnya.
Namun, saat melintas di kolam ternak ayam milik Asum yang masih tetanggnya, ia dikejutkan dengan sesosok mayat bocah yang sudah terbujur kaku dalam kondisi telungkup. Merasa curiga, diapun mencoba mendekatinya. Alangkah terkejutnya dia saat mengetahui ternyata mayat tersebut adalah putranya sendiri. “Saya keget dan langsung manggil orang kampung,” katanya.

Polsek Sunggal yang mengetahui peristiwa itu langsung turun ke tempat kejadian. Namun, setelah dicek ternyata tak ditemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh bocah tersebut, sehingga kuat dugaan Leman hanyut di kolam saat bermain. “Kita sudah cek dan ternyata tak ada tanda-tanda penganiayaan,” kata Kapolsek Sunggal AKP Faisal Napitupulu.

Sementara Asum, pemilik kolam juga dimintai keterangan di Mapolsek Sunggal terkait masalah itu. Kepada wartawan, Asum mengaku mengenal Leman, sebab bocah tersebut masih tetangganya dan sering bermain di sekitar kolam miliknya itu. (sya)

Posted in Metropolis | Tagged | Comments Off

Tiga Ruas Jalan di Binjai Macet

macet-di-binjai BINJAI- Menjelang Hari Raya Idul Fitri, arus lalulintas di Kota Binjai semakin padat. Akibatnya, kemacetan terjadi di mana-mana. Misalnya di Jalan Sudirman, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Wahidin. Menurut pantauan wartawan koran ini, selain disebabkan padatnya arus lalu lintas, kemacetan juga disebabkan kurang tertibnya masyarakat memarkirkan kendaraannya, ditambah lagi becak bermotor dan para pedagang yang menggelar lapak dagangannya di pinggir jalan.

Di Jalan Ahmad Yani, sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat parkir sembarangan, sehingga memakan badan jalan. Ditambah lagi, kondisi badan jalan yang relatif sempit sehingga membuat arus lalulintas di sana semakin padat.
Kepadatan lalulintas semakin menjadi sekira pukul 15.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Di Jalan Jendral Sudirman, pedagang musiman mulai menjamur yang menjajakan makanan berbuka puasa hingga perlengkapan Lebaran. (mag-4)

[ketgambar]

MACET: Suasana di Jalan Ahmad Yani yang mengalami kemacetan, Rabu (9/9) sore sekira pukul 14.00 WIB.//hamdani/SUMUTPOS[/ketgambar]

Posted in Daerah | Comments Off

Tambak Udang Ditimbun, Warga Terancam Gagal Panen

MEDAN- Sebidang tanah seluas enam hektar milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan di Kelurahan Nelayan Indah, Medan Belawan, dipergunakan warga untuk tambak udang sejak tahun 1990-an.

Namun saat ini, lahan tersebut tengah dalam pengerjaan penimbunan. Padahal, tambak udang milik warga tersebut sebulan lagi sudah dapat dipanen.

“Proyek penimbunan tambak itu tidak dilengkapi plank proyek, sehingga diduga sebagai proyek gelap. Harusnya, Pemko Medan menyosliasikan dulu kepada warga, khususnya yang memiliki tambak terkait penimbunan itu,” kata Ahmad Nasution, petani tambak, kepada wartawan, kemarin (9/9).

Ahmad Nasution, berharap, penimbunan tersebut segera dihentikan. Pasalnya tambak udang miliknya dan beberapa warga lain dalam waktu dekat akan segera di panen.

“Sebulan lagi saya dan rekan-rekan akan panen udang, rugi besarlah jika saat ini tambak saya akan ditimbun. Seharusnya Pemko Medan juga memberitahukan jauh sebelum hari penimbunan,” katanya.

Tokoh masyarakat setempat, Muhammad Razaly, mengatakan, akibat dari pengerjaan proyek tersebut jalan raya yang dibangun pada 2008 lalu sekitar 500 meter dengan biaya Rp350 juta juga turut hancur.

“Bagaimana tidak hancur, setiap hari sekitar seratus kali truk bermuatan tanah melintasi jalan, sudah jalan hancur, proyek tersebut juga tak jelas siapa yang mengelola,” katanya.

Tidak hanya jalan sepanjang 500 meter yang hancur di kelurahan IV, tapi juga sejumlah ruas jalan yang terletak di kelurahan VI juga mengalami nasib yang sama.

“Saya selaku warga keberatan dengan adanya proyek tersebut, jalan ini tidak layak untuk dilintasi truk besar dengan muatan, sehingga jalan menjadi berlobang-lobang,” katanya.

Sementara itu, Lurah Nelayan Indah, Aji Torop, mengakui proyek tersebut memang tanpa dilengkapi plank proyek. Tidak hanya itu, dia juga mengatakan, dirinya juga tidak mengetahui apa yang akan dibangun di lahan milik Pemko Medan tersebut. (saz)

Posted in Metropolis | Comments Off

Ratusan Botol Miras Diamankan

BINJAI- Untuk menjaga kekondusifan Bulan Suci Ramadan, polisi menggelar razia minuman keras (Miras) dan makanan serta minuman kadaluarsa di setiap toko-toko yang ada di Kota Binjai. Dari hasil razia yang dilakukan, polisi berhasil mengamankan ratusan botol miras yang diangkut dalam mobil BK 8765 BS di Jalan T Amir Hamzah, Tandam, Kecamatan Binjai Utara, Rabu (9/9) pukul 14.00 WIB.

Mobil pengangkut miras tersebut diamankan saat polisi merazia sejumlah toko guna mencari makanan dan minuman yang sudah kadaluarsa. Saat itulah minuman keras yang dibawa dari Medan tiba di salah satu toko dan langsung diamankan petugas. Guna pengusutan lebih lanjut, mobil berisi puluhan botol minuman keras beserta supirnya digiring ke Polrersta Binjai. Di Polresta Binjai, supir yang diketahui bernama Khairuddin itu mengaku, miras yang dibawanya berjumlah 40 kardus. (mag-4)

Posted in Daerah | Tagged | Comments Off

Corat-coret di Dinding

Anak adalah buah hati, belahan jantung dan penyambung sejarah keturunan. Anak adalah buah semangka yang selalu bertanya pantas tidaknya kita sebagai pohonnya. Anaklah pangkal alasan pergi pagi pulang petang, peras keringat banting tulang. Masih banyak lagi syair syahdu yang menggambarkan betapa berharganya anak di mata orangtua.

Setiap anak lahir dengan potensi dan bakatnya masing-masing. Sayang, tidak setiap orangtua dengan  mudah memahaminya. Akibatnya banyak bakat yang tidak dapat terdeteksi sejak dini atau bahkan hilang begitu saja.

Minat dan bakat memiliki perbedaan. Di sinilah orangtua harus mampu melihat, apakah si kecil memang berbakat terhadap sesuatu atau hanya sekadar berminat saja. Banyak orangtua yang bingung menentukan bakat si anak. Seringkali orangtua keliru memaknai minat sebagai bakat. Tak jarang pula, dalam memastikan bakat si anak, harus melalui serangkaian ujian test baik lisan maupun wawancara.
Ada tiga hal untuk mengetahui bakat seseorang. Pertama, berbasis pengalaman (experience traditional). Dalam hal ini orang tua punya naluri kuat untuk melihat bakat itu.

Cara kedua dengan tes tulis dan wawancara (varian psikologi). Hasil yang didapat dari tes ini bersifat fluktuatif. Cara ketiga adalah dengan melibatkan teknologi dalam mendeteksi bakat.

Atau yang dinamakan dengan Dermatoglyphic Multiple Intellegence assessment. Dengan teknologi ini, seseorang tidak perlu lagi dihadapkan pada serangkaian tes dan wawancara, serta tidak tergantung pada kondisi psikologis orang tersebut. Akurasinya bisa mencapai 90-95 persen.
Seperti dialami Lita (33), warga Jalan SM Raja Medan. Ibu dari Nisa (4 tahun) ini mengaku belum mampu mendeteksi bakat anaknya. Ia hanya mengamati keseharian aktivitas anaknya yang sangat hobi mencorat-coret atau menggambar di atas kertas dan dinding rumah. “Semua dinding rumah penuh coretan bergambar yang dilakukan anak saya. Anak saya paling senang menggambar, tapi saya tidak tahu apakah itu merupakan bakatnya sebagai pelukis, desainer atau apalah,” katanya kepada wartawan koran ini, Rabu (8/9).
Kata ibu dua anak ini, anaknya Nisa senang menggambar pemandangan alam, pesawat, pohon, orang dan gambar rumah. Nisa bahkan mewarnai hasil gambarnya dengan pensil crayonnya.

Lita menilai, kesenangan anaknya menggambar sebagai sebuah bakat alami. Untuk mendukung bakat anaknya, Lita berinisiatif membingkai setiap gambar-gambar anaknya yang dituangkan di kertas. “Setelah saya bingkai hasil gambarnya yang ada di kertas, Nisa makin serius menggambarnya agar lebih bagus lagi,” ucapnya.

Lita mengatakan, ia dan suami tidak mau terburu-buru mengambil keputusan untuk memasukkan anaknya les melukis karena masih terlalu cepat. “Kami masih mengamati bakatnya dulu. Sebab, kami takut keliru menyalurkan bakat anak. Kalau keriru kasihan nanti anaknya jadi terpaksa melakukan yang tidak disukainya,” bilang istri Fachri (40) ini.

Lita berpendapat, pada akhirnya orangtua musti sepakat tidak bisa lepas tanggung jawab atas keberhasilan anak. “Toh kalau anak sukses kita berebut siapa yang paling berperan, kalau gagal ya tidak terus cari kambing hitam. Anak-anak adalah duta keluarga. Kita berbicara dengan anak tak ubahnya berbicara pada diri sendiri. Marah kepadanya juga sama halnya marah pada diri sendiri. Memberi dukungan dengan ikhlas sama artinya memberi diri sendiri,” pungkasnya. (del)

[subberita]

Antis Naibaho, Psikolog

Anak Berbakat Lebih Ceriwis

Sejak kapan orangtua mulai bisa mengenali buah hatinya tergolong anak berbakat? Menurut Antis Naibaho, Psikolog RSU Pirngadi Medan, berdasarkan penelitian orangtua mulai bisa melihat anaknya berbakat atau tidak pada saat masuk Taman Kanak-kanak (TK).

Orangtua, bisa melihat dari kecenderungan-kecenderungan anak yang muncul setiap hari. Anak berbakat ditandai dengan kritis, banyak tanya, agak susah diatur, punya rasa ingin tahu yang besar dan memiliki komitmen dan motivasi yang tinggi. Misalnya saja, anak yang berbakat tak cuma ingin main ke mal, namun juga mereka memiliki keinginan untuk mengunjungi museum dan berbagai tempat lainnya. “Orangtua yang mengerti, seringkali menganggap anak berbakat ini cukup merepotkan,” ujar Antis Naibaho. 

Memang hal itu ada benarnya. Sebab, belum tentu orangtua bisa memenuhi kebutuhan anak tersebut baik secara pengetahuan maupun finansial. Namun, kata Antis, yang perlu diingat adalah mendidik anak berbakat adalah tugas yang mulia. Sebab, mereka adalah aset bangsa di masa depan.

Sedangkan ciri anak berbakat, di antaranya, anak menunjukkan keterampilan motorik lebih cepat dari anak pada umumnya. Jika anak bisa berjalan, makan sendiri tanpa dibantu orang lain, lebih awal dibanding anak-anak seusianya. Lalu, anak menunjukkan penguasaan bahasa yang secara kuantitatif terlihat lebih dibanding anak sebayanya. Lebih ceriwis, punya minat besar pada gambar dan buku.

Kemudian, anak memiliki waktu tidur yang relatif lebih pendek dengan masa aktif lebih lama dari anak lainnya, punya inisiatif untuk mencoba suatu mainan, menggunakan obyek, mainan maupun warna dalam imajinasinya. Juga, anak lebih cepat mengeluarkan suara, lebih cepat berbicara, tersenyum pada orang lain, penggunaan bahasa dengan cara bermakna, banyak bertanya, dapat menirukan kata-kata dengan lancar. (del)[/subberita]

Posted in Female | Comments Off

Nonton Bareng Penerima Beasiswa BAZMA

nonton-bareng Sebagai salah satu bentuk pembinaan kepada siswa dan orangtua penerima beasiswa, Badan Amil Zakat Pertamina (BAZMA) Pemasaran Region I mengadakan acara “Nonton Bareng Film Laskar Pelangi”. Kegiatan tersebut dilaksanakan Minggu 6 September lalu di Gedung Serbaguna Kantor Pertamina Pemasaran Region I. Acara dibuka oleh Ketua BAZMA Pemasaran Region I, Febri Rusnal.

BAZMA Pemasaran Region I, telah memberikan beasiswa kepada 115 siswa, mulai jenjang SD hingga S1 sejak 3 bulan yang lalu. Penerima beasiswa berasal dari keluarga kurang mampu di sekitar unit operasidan dari pekerja cleaning service di unit operasi Pertamina.
Kegiatan ini adalah bagian dari program ICD (Integrated Community Development), hasil kerjasama dengan Rumah Zakat Indonesia. Selain beasiswa, program ICD terdiri, pinjaman modal untuk orang tua siswa, dan pembinaan terhadap orang tua dan anaknya secara rutin. Total dana yang disalurkan untuk program ICD ini lebih dari Rp 40 juta, terdiri dari kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pendidikan.
Tema pembinaan yang diangkat adalah “Peningkatan Motivasi Dan Cita-Cita Anak”. Hal ini dilakukan secara terpadu kepada para siswa SD-SMA penerima beasiswa, melalui pengawasan oleh mahasiswa penerima beasiswa juga.

“Kegiatan yang dilakukan misalnya diskusi kelompok, bimbingan belajar, dan menonton film berkualitas seperti Laskar Pelangi ini,” Febri menjelaskan.

Bagi orang tua siswa, mereka wajib mengikuti acara-acara yang diadakan oleh BDI (Badan Dakwah Islam) dan BAZMA, seperti Pelatihan Sholat Khusyu, Tadarus Al Quran, Pengajian Ba’da Duhur, dan mendampingi putra-putrinya dalam pembinaan seperti  ini. “Kami menginginkan agar orang tua juga tetap berperan aktif dalam pendidikan putra-putrinya. Tidak hanya memotivasi dalam pendidikan sekolah, namun juga pendidikan rohani. Untuk itulah kami memilih Film Laskar Pelangi ini,” ungkap Jimmy Permadi selaku Koordinator Bidang Pendayagunaan BAZMA. “Film ini menanamkan nilai, bahwa sesulit apapun kondisinya jika terus berusaha pasti ada jalan. Jangan sampai menyerah,” lanjutnya.
BAZMA sebagai salah satu stakeholder dari Perusahaan memiliki kontribusi yang positif terhadap peneguhan citra positif Perusahaan. Zakat yang disisihkan dari sebagian penghasilan pekerja Pertamina, harus dapat disampaikan kepada yang berhak, sekaligus mendukung program sosial Pertamina. Kegiatan ini adalah bagian dari program Cerdas Bersama Pertamina.(*)

[ketgambar]NONTON BARENG:  BAZMA Pemasaran Region I Pertamina mengelar nonton bareng film Laskar Pelangi di Gedung Serbaguna Pertamina Pemasaran Region I, Medan, Minggu (6/9).//istimewa [/ketgambar]

Kiriman: Rustam Aji
Asisten Customer Relation
Pertamina Pemasaran BBM Retail Region I
rustam.aji@pertamina.com

Posted in Citizen | Comments Off

Maradona Terancam

ASUNCION -Diego Maradona membuat perjudian hebat dalam karirnya sebagai pelatih timnas Argentina. Bukan hanya karirnya sebagai pelatih, tapi juga label sebagai legenda hidup sepakbola Argentina juga dipertaruhkan.

Terancam gagalnya Argentina melenggang ke putaran final Piala Dunia 2010 yang menjadi alasan utama akan hal tersebut.
“Mitos mengenai Maradona tidak dalam bahaya, terkait dengan apa yang sudah dilakukannya sebagai seorang pemain. Yang menjadi ancaman adalah simbolnya sebagai seorang pelatih,” tandas profesor dari Universitas Buenos Aires Pablo Alabarces yang telah menulis buku mengenai sepakbola dan budaya pop.

Maradona memang terkenal sebagai salah satu pemain terbaik yang dimiliki Argentina . Di akhir 70-an hingga pertengahan 90-an, Maradona terkenal sebagai pesepakbola terbaik dunia pada saat itu. Kemampuannya tak diragukan lagi dan kerap membawa tim yang dibelanya menjadi juara.

Akan tetapi, setelah berganti karir sebagai pelatih, kebintangan Maradona menurun dan menurut fans Argentina, legenda hidup tim Tango itu mungkin akan kehilangan status kebintangannya jika gagal membawa timnya ke Afrika Selatan.
“Dia menjalankan tugasnya dengan sangat buruk,” ungkap Carlos Terry, salah satu fans Argentina .
“Dia hanya pernah menangani Racing Club, dan sebuah tim kecil. Jadi pengalaman apa yang dimilikinya? Semua rasa cinta dan fanatisme yang banyak orang miliki untuknya bisa hilang di level ini,” tandasnya.

Sementara itu Wakil Presiden Boca Junior Carlos Crespi berharap Juan Roman Riquelme dan Diego Maradona mengesampingkan perseteruan keduanya. Pertaruhan lebih besar harus dilihat keduanya demi lolosnya  Argentina di Piala Dunia 2010.

Crespi juga yakin, kondisi tim Tango yang krusial akan membuat Riquelme kembali dipanggil tim nasional Argentina .
“Riquelme akan memakai kembali nomor 10 di tim nasional di Piala Dunia. Dia dibutuhkan di lapangan. Kami harus membujuk keduanya untuk menyudahi semua ini, karena Maradona dan Riquelme memiliki kewajiban lebih besar,” kata Crespi seperti dilansir Radio El Mundo.
“Maradona dan Riquelma bersatu tidak tertutup, karena tim nasional bukan milik satu dua orang, tapi milik rakyat Argentina,” tambahnya.
“Mereka harus meninggalkan buruk sangka. Kami (rakyat Argentina, Red) harus meyakinkan Maradona bahwa Riquelme dibutuhkan karena pengalamannya tak dapat dibeli di jalanan,” pungkasnya.

Lain halnya pemdapat yang dilontarkan mantan kiper legenda Paraguay Jose Luis Chilavert.

Menurutnya, sejak ditangani Maradona, tim Tango tidak memiliki keseimbangan dan sistem permainan yang baik.
“Saya tidak suka dengan orang-orang yang bekerja dengan Maradona. Sebab, Maradona harus mengubah sistem kepelatihannya dengan mengorbankan keseimbangan tim,” lanjut kiper yang piawai mencetak gol ini.

Argentina kini berada di peringkat empat klasemen Kualifikasi PD 2010, Zona Amerika Selatan. Javier Zanetti dkk, baru mengumpulkan 22 poin dari 15 kali bertanding. Posisi Argentina terancam oleh Kolombia dan Ekuador yang hanya selisih dua angka. (bbs/jpnn)

Posted in World Soccer | Comments Off

Penanam Ganja Ditangkap

KARO- Rinto Aritonang (25) warga Dusun Lembah Katisan Desa Sempajaya Kecamatan Berastagi Rabu (9/9) sekira pukul 11.00 WIB   ditangkap Tim Buser Unit Narkoba Polres Karo. Pasalnya Rinto sedang menanam ganja di semak belukar tak jauh dari rumahnya.
Informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian, saat ini ada dua batang ganja yang ditanam. Tanaman itu diperkirakan berumur tiga bulan karena sedang tumbuh subur.

Dari hasil pengembangan, yang menanam ganja tersebut adalah Rinto Aritonang yang rumahnya tidak jauh dari lokasi penanam ganja.
Lalu petugas Polres Karo memburu Rinto ke rumahnya hendak menangkapnya. Namun ketika itu Rinto tidak berada di rumahnya. Dia sedang bekerja sebagai buruh bangunan rumah di Desa Merdeka Kecamatan Merdeka Karo. Namun belakangan petugas memburu tersangka hingga dapat.

Kapolres Tanah Karo AKBP Drs Agus Pranoto melalui Kasat Reskrim AKP Lukmin Siregar yang didampingi  Kanit Narkoba Iptu Pierson Ketaren di ruang kerjanya membenarkan penangkapan penanam ganja tersebut.

Tersangka sedang  dalam pemeriksaan,  barang bukti berupa dua batang tanaman ganja dalam keadaan basah juga turut dibawa ke Polres Karo.
Di sela-sela pemeriksaan Rinto mengatakan, ganja tersebut sengaja ditanam untuk dikonsumsi sendiri.
“Di lokasi itu selama ini semak, jadi kutanam di sana agar orang tidak curiga kalau di sana ada tanaman ganja,” ujarnya singkat. (mag-9)

Posted in Daerah | Tagged , | Comments Off