Bupati Dukung Program KONI Deli Serdang

Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan menerima audiensi Pengurus KONI Kabupaten Deli Serdang Masa Bhakti 2010-2014 di ruang kerja Bupati Deli serdang, Jum’at (12/3). Saat itu, Bupati Amri Tambunan didampingi Kadis Dikpora, Drs Sofian Marpaung MPd yang juga penasehat KONI Deli Serdang, Asisten III  H Irham Dinni Nasution S Sos Pl, Kadis Infokom Maiber Sitompul SE dan sejumlah pejabat lainnya. Dalam pertemuan itu, rombongan  pengurus KONI Deli Serdang yang diketuai Drs H Erwin N  Pelos menyampaikan  program kerja  KONI  Deli Serdang diantaranya persiapan Porwil Deli Serdang pada 9 April mendatang dan persiapan Porda Sumutpada akhir 2010.

Bupati Amri Tambunan menyambut baik  program KONI tersebut. Diharapkannya kepengurusan ini tidak sekadar melengkapi struktur, tapi mampu menerobos sampai ke pedesaan untuk melakukan pembinaan.(*)

Kiriman: Arie M Simatupang SH
Staf Humas Dinas Infokom Deli Serdang

Posted in Citizen | Comments Off

Tim Razia Galian C Ilegal Dibentuk

LUBUKPAKAM-Rapat Muspida yang dipimpin Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars, Sabtu (13/3) berhasil membentuk tim razia penertiban galian C Ilegal yang beroperasi di Deliserdang. Dalam kesempatan itu, Zainuddin Mars juga mengintruksikan kepada seluruh camat agar menertiban lokasi galian C yang  tidak memiliki izin.

Intruksi itu disampaikan Zainuddin Mars, pada acara rapat membahas galian C di rumah Dinas Wakil Bupati Deli Serdang di Lubuk Pakam akhir pekan lalu. “Bila tidak memiliki izin galian C agar ditutup, tetapi bagi yang sedang melakukan proses pengurusan izin segera direalisasikan,” tegasnya.

Menurutnya, galian C yang tidak memiliki izin dan tampa didukung analisis dampak lingkungan (amdal) yang jelas, dipastikan akan memberikan dampak negatif terhadap warga sekitar lokasi galian C. Bahkan cenderung meresahkan warga sekitar lokasi.

Zanuddin mensinyalir terbitnya surat rekomendasi dari camat membuat sejumlah oknum pengusaha galian C ilegal nekat melakukan aktifitas penggalian tanpa izin. ”Kalau tidak ada rekomendasi dari camat mana mungkin pengusaha-pengusaha itu berani melakukan penggalian,”paparnya.
Bahkan, berkas permohonan penggalian galian C yang masih dalam proses di Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Deli Serdang kerap dipakai seolah-olah izin operasi telah terbit, padahal, izin operasinya belum terbit.

Zainuddin menegaskan camat tidak boleh lagi mengeluarkan rekomendasi sebelum lokasi galian C ditinjau oleh Dinas Cipta Karya dan Pertambangan bersama pihak teknis terkait untuk kemudian dinyatakan layak dijadikan lokasi galian C.

Untuk mensinkronkan hasil rapat pembahasan galian C secara internal, Pemkab Deli  Serdang, selanjutnya digelar rapat yang sama dengan unsur Muspida meliputi Kapolres Deli Serdang AKBP Pranyoto Sik,Dandim 0204 Deli Serdang Letkol Inf.Herianto S,Dandim 0201/BS Letkol Inf.Haryanto, Dan PM Lubuk Pakam, Heru SN,Kasat Reskrim Poltabes Medan Jukiman Situmorang Sik dan Kasat Reskrim KP3 Belawan Dony Alexander bersama pihak terkait jajaran Pemkab Deli Serdang.       

Hasil rapat muspida itu juga membahas pembentukan tim razia galian C ilegal, bahkan tim akan melakukan tindakan penahanan serta penyitaan terhadap alat berat yang dipakai pengusaha. Tim  akan dibagi dua meliputi wilayah hukum Poltabes Medan dan Polres Deli Serdang. (btr)

Posted in Daerah | Tagged , | Comments Off

Istilah Inrijden atau ‘to run in’ dan Proefrit

Di kalangan pemakai kendaraan bermotor dikenal istilah inrijden (Belanda) atau ‘to run in’ (Inggris) yang bermakna ‘menjalankan (mengoperasikan) secara hati-hati suatu mesin baru sampai pada kecepatan yang efesien’. Padanan istilah inrijden atau ’to run in’ adalah uji jalan mesin.

Kata proefrit (Belanda) bermakna ’percobaan menggunakan kenderaan baru atau percobaan jalan bagi kenderaan baru’. Padanan yang digunakan untuk proefrit adalah ’uji jalan kendaraan’. Yang menbedakan proefrit dan inrijden atau ‘to run in’ adalah bahwa proefrit digunakan untuk uji jalan semua kendaraan bermotor, sedangkan inridjen atau ’to run in’ digunakan untuk uji jalan semua mesin, baik mesin motor maupun mesin bukan motor, seperti mesin jahit.

Sumber: Balai Bahasa Medan

Posted in Pendidikan | Tagged | Comments Off

Besi

Besi adalah logam yang berasal dari biji besi (tambang) yang banyak digunakan untuk kehidupan manusia sehari-hari dari yang bermanfaat sampai dengan yang merusakkan. Dalam tabel periodik, besi mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26. Besi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.
Besi adalah logam yang paling banyak dan paling beragam penggunaannya.

Hal itu karena beberapa hal, diantaranya kelimpahan besi di kulit bumi cukup besar, pengolahannya relatif mudah dan murah, dan besi mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan dan mudah dimodifikasi.
Salah satu kelemahan besi adalah mudah mengalami korosi. Korosi menimbulkan banyak kerugian karena mengurangi umur pakai berbagai barang atau bangunan yang menggunakan besi atau baja. Sebenarnya korosi dapat dicegah dengan mengubah besi menjadi baja tahan karat (stainless steel), akan tetapi proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi. (net/jpnn)

Posted in Pendidikan | Tagged | Comments Off

Siswa Diajari Entrepreneurship

MEDAN- Untuk menghasilkan ‘generasi emas’ dalam pendidikan, ada tiga hal yang harus diterapkan, yakni kemampuan akademis yang mumpuni, berani mengemukakan wacana, ide-ide, dan gagasan, dan yang terakhir aktivitas keagamaan.

Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Ir Gatot Pujo Nugroho, saat memberikan kata sambutan pada penutupan Raz Championship di Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA),  Jalan Setia Budi Medan kemarin (13/3).

Lebih lanjut Wagubsu mengatakan, ketiga hal tersebu harus diterapkan dalam belajar dan pembelajaran. “Dengan menerapkan ketiga hal ini, maka siswa tak hanya brilian di bidang pengetahuan tapi juga dibarengi kemampuan untuk mengubah nilai-nilai pengetahuan menjadi lebih baik. Hal ini juga disebabkan panduan dari kegiatan keagamaan tersebut,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut, Irfan Mutyara, yang diwakili stafnya, mengatakan sudah saatnya siswa diberikan pemahaman dan pengenalan tentang entrepreneurship. “Dengan demikian diharapkan, siswa tak hanya dipersiapkan untuk menjadi pekerja. Tapi juga mampu menyediakan atau membuka lapangan kerja sendiri atau untuk orang lain,” ujarnya.
Pembina YPSA, H Sofyan Raz mengatakan, dengan dipersiapkannya siswa untuk mengenal entrepreneurship, maka Kadin Sumut juga diharapkan memfasilitasi YPSA dalam studi tour ke perusahaan-perusahaan milik pengusaha sukses di Sumut. Raz juga mengatakan, pada gelaran Raz Championship ini bertujuan untuk mewadahi para pelajar di Sumut, khususnya Medan dalam mengembangkan bakat dan kemampuannya. Baik dalam bidang pengetahuan maupun seni budaya.(saz)

Posted in Pendidikan | Comments Off

Klasifikasikan Model Mengajar Berdasarkan Usia Anak (1)

Anak merupakan harapan keluarga, sekaligus menjadi harapan bangsa ke depan. Pendidikan anak yang baik, akan berdampak pada pembangunan bangsa yang kuat secara SDM.

Dalam rangka mengejar ketertinggalan dari bangsa lain, hanya bisa dilakukan melalui revolusi SDM dengan metode strategi pendidikan. Tanpa itu, bangsa kita hanya akan menjadi kereta api tertinggal dengan bangsa yang peduli dengan dunia pendidikan.
Pendidikan identik dengan anak- anak sebagai generasi yang harus kita bekali dengan ilmu pengetahuan agar kelak bisa berahlak dan bermoral yang bagus.

Bagaimana metode mendidikan anak yang baik memang tidak ada format rumusan yang baku, tetapi penuh dengan kreativitas dan penuh dengan inovasi. Setelah menemukan kriteria tepat tentang anak berbakat atau unggulan secara akademis, merumuskan rasionalitas atas keharusan mengadakan pendidikan khusus bagi mereka, termasuk memikirkan akibat sampingan negatif.

Akhirnya perlu dipusatkan refleksi pada pembelajaran yang sepadan dengan pemekaran anak-anak yang relatif brilian itu. Menyiapkan pembelajaran khusus, berarti kita menggeser tekanan perhatian dari memburu anak berbakat ke mencari guru yang luar biasa.
Kita jangan hanya meributkan perbedaan individual dari anak-anak, kita perlu pula peduli pada perbedaan individual dari guru-guru. Guru luar biasa tidak dengan sendirinya tumbuh dari guru biasa hanya dengan sentuhan kenaikan gaji/honor mengajar.

Mungkin ada yang berpendapat, buat apa guru luar biasa? Kalau anak-anak itu dari sononya sudah berbakat unggul, tanpa guru, mereka tentu bisa mencari sendiri jalan ke pemekaran diri.

Pendapat itu keliru. Justru anak-anak seperti ini yang memerlukan bimbingan, karena mereka tidak pernah matang secara intelektual, seperti yang mereka bayangkan sendiri atau dibayangkan oleh orang-orang lain. Bila pembelajaran khusus untuk mereka dijalankan asal-asalan, tanpa kehadiran staf pengajar yang luar biasa, maka pembelajaran hanya berupa ‘pepesan kosong’.

Anak-anak berbakat akademis memerlukan guru yang betul-betul imajinatif dan kreatif. Jelas, ada pengaruh dari kebesaran guru dalam mengilhami peniruan dalam diri anak didiknya. Namun, mengingat tidak mungkin ada guru, betapapun ‘hebatnya’, bisa mencapai sendirian anak-anak berbakat, maka anak-anak ini perlu mendapat sentuhan didaktis dari sebanyak mungkin guru yang luar biasa.
Yaitu pendidik yang mampu mengombinasikan cinta belajar dengan keterampilan mengomunikasikan, baik cinta maupun belajar kepada anak didiknya.

Dalam menggeneralisasi kepiawaian guru, ada baiknya diingat efektivitas pengajaran menurut tingkat usia murid. Guru yang sukses menangani pendidikan siswa berumur 12 atau 14 tahun, menurut pedagog Glenn Gray, tidak dengan sendirinya akan berhasil melaksanakan misi di kalangan yang berumur lebih tua atau lebih muda.

Ketika para siswa tumbuh semakin matang, mereka menuntut kemandirian berpikir guru di atas spontanitas, kemantapan dalam ide, dan kekuatan mendesakkan absorpsi. Dosen seharusnya merupakan seseorang yang lebih bagi mereka daripada guru. Dia seharusnya punya proyek dan riset sendiri (ilmu pengetahuan dalam artian proses) di mana mereka diundang untuk berpartisipasi sebagai penyumbang potensial. Mereka tidak akan meniru pengajar yang mereka duga tidak bercakrawala lebih luas daripada sekadar pedagogis. Karena banyak di antara mereka yang melihat akhir pembimbingan semakin dekat, mereka ingin meningkatkan sendiri penjajakan, eksplorasi dan pencarian pemikiran sendiri tanpa tuntunan.
Pada saat seperti itu, kuliah yang berlebihan, bahkan yang isinya superlatif, terasa sangat membebani begitu rupa, hingga mereka mengomeli guru besar yang kelak mereka puji.

Mengenai jenis pembelajaran yang tepat bagi anak-anak berbakat akademis, sangat bergantung pada natur talenta dan jenis temperamen dari anak secara pribadi. Kelas yang homogen, terbentuk dari hanya anak-anak bertalenta akademis, bukan jaminan bagi tidak adanya heterogenitas. Tetap ada perkembangan yang tidak sama dalam perhatian dan kemampuan dari para remaja yang berpotensi besar. Talenta mereka bisa sangat berbeda walau dalam satu mata pelajaran tertentu. Ada yang menunjukkan berkemampuan besar dalam satu atau dua arah keterpelajaran. Ada pula yang menampilkan suatu sikap all-round tentang kebanyakan disiplin akademis.

Maka, harus ada ketegasan tentang apakah seorang anak yang nyaris genial di satu bidang studi diberi izin mengabaikan lain-lain area pengetahuan yang tidak diminatinya atau tidak dikuasainya? Dengan kata lain, seberapa besar kebebasan dibenarkan dalam sekolah bagi anak tersebut untuk mengembangkan inisiatif. (bersambung)

Oleh: Drs John Foster Marpaung, MA
Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Pelita Bangsa Medan

Posted in Pendidikan | Tagged | Comments Off

Xpresi Besok Wisata Sumut

Kamu tentu punya tempat lokasi wisata di Sumut yang menjadi tempat favorit kamu bersama keluarga atau teman dan pacar. Misalnya, ke Parapat, Berastagi, Pantai Cermin, Sun Plaza, atau lainnya. Nah, kalau kamu sukanya wisata ke alam atau ke lokasi ramai seperti mal? Biasanya kemana dan sama siapa? Kenapa suka wisata ke ke lokasi itu?

Posted in Xpresi | Tagged | Comments Off

SMS Sobex Kanker

Lebih Ngurangi Jajan
Hay sbex…kalau aq sich lebh ngurangi yang nama ny jajan. Byar gk trlalu bros. Jd gk kanker dech…
08973730xxx, Nadira ZR, SD YPIS MAJU BINJAI

Lebih Ngirit Aja
Hello s0bex…loq mnrt aq sich yg nma y kanker thu mng gk enk…jd loq q gk m0 kanker, y jln stu2 y cma dgn cra lbh irit aj…gk byk foya2 dgn thu qtta jd gk kanker dech.
087868775xxx, NAHDYA ZR, SMP Negeri  2 BINJAI

Hemat Pangkal Kaya
HEMAT PANGKAL KAYA, care paling ampuh ngatasi KANKER alias KANtong KERing, makanye kita hindari konsumerisme n jgn boros agar tidak terjadi istileh: BESAR PASAK DARIPADA TIANG! Caileeeh….
081375497xxx, Kris di Gunung Sitoli

Saatnya Menghemat
Ass. Kalu ku sh pasg jurus andalan untk megirip agr tidh kagkr alias kantgug kerg. Dgn cra meghemt biaya. Ap lg ap2 udh mahl jdi sat nya megehemat pegluarn.
081362267xxx, Ria di Stabat

Kurangi Pengeluaran
Ass…SobeX yG caem…Krangi Z pn9elwran,a9k mn9rit uwg sku.Pa yG kt pngen,ya msti kt than. Kt msti tW donK sikon kwngan klwrga…,jngn nuruti kmwan sndri…, Bsa jd brabe Nti, law nuruti kmwan sndri, thankZ SobeX….!
081992084xxx, Dira irawan di stabat.

Nebeng Teman
Wad0h knkr prh gelak. Klo Q sh ngrngn pnglrn ja, kyk irt jjn, g bli akss0rs,g hng 0ut brg tmn2, nebeng ma tmn,he.he..kn skln bljr hmat..caelah.
081264026xxx, Lidia Sarli FE UNIMED

Nggak Beli Barang yang Nggak Perlu
Klo miSal_a ada viRus KankEr d kLwrga q.. Y pliNgan aQ mEnye-siasAti_a dgN mEngHemat.. Jgn beLi bArang2 yG gak pErlu.. & jGn sRing kLwr.. SbaB kLo kLwr qT tU mkiN bnyAk mEnghAbiZ uaNg..
081375849xxx, Chintya, Kelas XI IPS SMA ERIA Medan

Ngurangi Jalan-jalan
NGuRaNgi jLn2 d maL, nOntoN n mkN d LuaR ma tMn.. Jd sisa uaNg ja2n biSa d sMpn bwT kprLuan LaEn yg LbH pNtg paSti_a.
081361610xxx, Fany

Susah Banget
Hi s06eX…. KluaR9a 9w pRNah n9lAMi pNYket y9 atU niEH, N rsNY it sdIh plUS sSah bN9etz bWt jLnI hRi2 aCem biASanY. Trz kLuaR9a 9w iNIsiatF bwt bKa uSHa. N akhRny kLUAr9a 9w bSa n9lAtaSI ksuLItaN y9 l0em ad 0btNY nIEh. Klu Qta mw 6rUSaha pSti ad jLn KluaRny, stIAp ksULitaN pSTi ad kMUdahaN. Thank S y S06eX…
085262649xxx, Uchie Leztharie, Alumni SMA Cerdas Murni.

Nggak Beli Macam-macam
Pgi sobex. Lw yg q lakukan ne psti y irit & gk bli mcem2 .. (pulza, baju, jln2 ) blkgan dech tggu kondisi stabil..P lgi ne, q skrg dh krja. Otomatiz dh tau doNk gmn susah y cari moNey .. jurus yg q ambil no 1  bntu ortu z kci tmbhn bwt kbutuhan rmh, ma kbtuhan adik2 q sobex..M g seach gk sbrpa, tpi hitung2 bwt amal …Tisam z ne bwt 0rtu q yg ge krja… oc, thank s y s0b3x..
087868384xxx, Magda Lena Naibaho

Sering Tuh
Wkwkwkwkwk. sobex mang ok. Aq sering tUh kenak kanker. Aq lgsg irit seirit irit ny kayak mak irit. Wkwkwkwk, emang ada?
085262781xxx, Midah, Mahasiswa umsu

Virus Jahat
Pagi sob3x. MenuruT que cih, virus kanker ni mang jahat aBIz aLnA mbuat 0UTGA aque jd kewaLahan..Tp qt kagak kasi virus kanker ni datang truz menerus menggrogoti 0UTGA que.. Tetap CAy0. G0D bLESS.
081376645xxx, Nova Sigiro

Cari Jalan Keluar
Ya bag axe, cary aj jln kluar na. Dr rinaldi ank k0m ptp 4. 0k
081376173xxx

Cari Kerja
Lebih bagus aq cari kerja biar ga ngeripoti ortu aq sndri.
085760859xxx

Posted in Xpresi | Tagged | Comments Off

Virus ’Kanker’ Serang Keluarga

Ada satu virus yang menyerang keuangan. Namanya virus “kanker” alias kantong kering. Belum ada dokter yang nemuin vaksin anti kanker yang satu ini. He..he, imbasnya gede. Kalau yang diserang perekonomian dunia, bisa terjadi krisis keuangan global.

Virus “kanker” ini juga menyerang area yang lebih kecil. Akibatnya, terjadi krisis lokal. Kali ini yang digerogoti adalah keuangan keluarga. Nah, kebayangkan kan kalau keluarga kita terserang virus ini. Situasi rumah jadi kurang adem. Pengen minta ini itu malah diomelin ortu. Lihat wajah nyokap cemberut, lihat wajah bokap keningnya berkerut. Wuiih…sebel deh jadinya.

Rupanya, hampir semua sobat Xpresi (sobeX) mengaku kalo ortunya pernah mengidap “kanker” ganas satu ini (95 persen). Hanya 5 persen sobeX yang beruntung karena keluarganya nggak terserang virus satu ini. Katanya nih, keluarga sobeX udah pakai ‘antivirus’ sehingga kebal. Ini karena keluarga sobeX jauh-jauh hari sudah punya persiapan matang menantang virus satu ini.

Sedangkan keluarga sobeX yang terserang virus satu ini hampir semaput, sempoyongan, mata berkunang-kunang, dada berguncang, tubuh lunglai dan fikiran melayang-layang. He..he..nggak segitunya kalee ya?

  Tapi, gara-gara penyakit ini, sobeX pun berusaha memutar otak buat mengendalikannya. SobeX sadar dengan situasi dan memilih nggak banyak minta ini dan itu (35 persen). Bukan hanya itu, mereka lebih menghemat pengeluaran (60 persen). Malahan, karena situasinya udah gawat darurat harus dibawa ke ruangan IGD, sobeX nggak berani minta uang walau belum bayar tunggakan administrasi di sekolah (5 persen).

Disamping itu, banyak efek yang ditimbulkan saat penyakir “kanker” menyerang pundi-pundi keluarga. Seperti uang saku bisa jadi berkurang (60 persen) dan rumah tangga bisa jadi nggak tenang karena nyokap (bahasa kerennya Mamak) ngomelin bokap terus (40 persen). Duh, gawat! Kasihan kan kalau diomelin gara-gara nggak bisa ngatasi kanker.

Kantong kering emang bikin pusing. Pikiran jadi tak tenang saat asupan dompet mengering. Situasi paceklik macam begini bikin otak jadi berpikir lebih keras. Gimana ya supaya bertahan dihantam virus “kanker”?

Eits, itu justru nimbulin manfaat baru, lho. Manfaat untuk mengatur keuangan lebih jitu (40 persen). Hebatnya, predikat anak menjadi mandiri pun disandang karena mencoba mencari uang sendiri dengan cara halal (40  persen). Trus, sebagian sobeX tiba-tiba jadi rajin ngerjain pekerjaan rumah alias bantuan ibu supaya nggak jadi sasaran omelan ibu yang udah panik (20 persen).

Kayak Surya Abdul Rahman, SMK Negeri 9 Medan pernah terserang virus ‘kanker’ di keluarganya. Doski tuh ampe mumet dengan situasi kanker. “Sedih banget deh kalau terserang kantong kering. Minta duit sama ortu malah diomelin. Mau kemana-mana nggak bisa. Wuihh, mumet banget deh,” ujarnya.

Begitu juga dengan Desy Yuliana, siswi SMA Pancabudi Medan. Penyakit virus kanker alias kantong kering justru parah banget menyerang keluarganya. “Dulu keluargaku pernah ngalamin virus kanker. Sampe-sampe ngalamin nggak makan. Itu karna sankin bokek banget. Tapi, itu semua kami anggap sebagai cobaan dari Tuhan agar kami bisa tegar dan sabar. Susah senang harus tetap disyukurin dong,“ bilangnya.

Kalau Nurhidayah, siswi SMA Negeri 3 Medan juga pernah bernasib sama. “Sedih banget, nggak ada uang rasanya dunia terasa hampa. Nggak bisa ngapa-ngapain, nggak bisa beli ini itu. Terpaksa deh nahan diri karena nggak punya duit. Uhh sedih banget,” tuturnya. (ila/saz)

Empat Harus, Tiga Jangan

Bagi kamu pelajar atau mahasiswa/i yang merasa kesulitan dalam mengelola uang bulanan kamu, berikut kami akan berikan beberapa tips yang kami sebut dengan ”Empat Harus dan Tiga Jangan.

  1. Klasifikasikan kebutuhan-kebutuhan kamu. Dalam tahap ini kamu harus mencoba mengklasifikasikan mana yang menjadi kebutuhan primer dan mana yang menjadi kebutuhan sekunder.
    Tujuannya adalah agar kamu dapat mengetahui dari mana yang sebaiknya kamu kurangi dan mana yang sebaiknya kamu tingkatkan.
  2. Buat catatan akuntansi aktivitas uang kas kamu. Nggak usah yang rumit, yang simple simple aja. Kamu cukup mencatat apa apa saja biaya yang sudah kamu keluarkan. Ini akan menjadi nilai tambah buat kamu dan kamu pasti tidak akan merasa kalo uang kamu hilang ntah ke mana.
  3. Menyisihkan uang jajan untuk ditabung. Sebaiknya kamu harus menyisihkan uang untuk ditabung. Ini gunanya disaat-saat kritis kamu bisa mengambil uang tabungan.
  4. Cari  peluang bisnis. Untuk memenuhi kebutuhan kamu, ada baiknya kamu bekerja sampingan, seperti menjalankan bisnis pulsa, bisnis konveksi, maupun bisnis halal lainnya.

Tapi, ada tiga point sebaiknya jangan di lakukan agar bisa berhemat adalah :

  1. Jangan Boros. Sebab, boros bisa membuat uang kamu porak-poranda.
  2. Jangan Berhutang. Sangat tidak baik kalau sampai kamu berhutang kalau nggak sanggup bayar bisa nambah beban pikiran sehingga kamu tidak berkonsentrasi belajar.
  3. Sebaiknya jangan pacaran dulu. Sebab, kalau pacaran pasti butuh biaya ngajak makan si doi atau biaya jalan-jalan. Ya kan? (ila)

Jadi Sedih dan Sengsara

Siapapun pasti nggak selamanya punya duit, pasti ada kalanya ngalami nggak punya duit, termasuk keluarga kamu. Saat kritis nggak punya duit, memang paling sengsara dan menyedihkan karena kita nggak mampu berbuat banyak bila mengeluarkan uang.

Seperti diungkapkan Desi Yulia Ningsih, siswi SMK Negeri 9 Medan, sangat sedih saat terserang penyakit kanker. “Rasanya sedih banget. Aku harus menolak ajakan teman untuk makan siang di kantin karena nggak punya uang. Perut terpaksa lapar. Habis, mau bagaimana lagi karena nggak ada uang,” kata Yulia.

Yoso Maya Sari, siswi SMK Negeri 9 lainnya juga merasaknya. “Sengsara banget kalau keluarga lagi cekak alias bokek. Sebab, uang jajan jadi dikurangi,” kata dia.

Korban virus kanker lainnya, Muhammad Ilham juga terpaksa nggak banyak tuntutan kalau ortunya terserang virus kanker. “Rasanya nggak enak banget karena ortu nggak nuruti permintaan aku karena bokek,” kata siswa Panca Budi Medan ini.
Ferdian Saputra, siswa SMA Negeri 3 Medan juga bilang, gara-gara ortunya terserang virus kanker, ia jadi sasaran omelan. “Pusinglah, diomelin terus,” ujarnya. (ila/saz)

kanker-xpresi

[ketgambar]Diperagakan oleh: Apriyanthi  Dearni Hutagalung (Siswi SMA Methodist 1 Medan) //foto: Andri Ginting [/ketgambar]

Posted in Xpresi | Comments Off

Pelatih Ayam Kinantan Mundur

MEDAN-Kabar mengejutkan langsung datang dari kubu Ayam Kinantan begitu gagal memetik kemenangan atas Persipasi Bekasi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/3). Pelatih Kustiono langsung menyatakan mundur sebagai pelatih PSMS. Keputusan itu merupakan pengakuan atas kegagalan untuk melepaskan PSMS dari ancaman degradasi.

Dalam penjelasan Kustiono kepada Sekretaris Umum PSMS, Idris SE menyebut, bila materi pemain yang bukan pilihannya menjadi kendala dalam menyampaikan instruksi dan materi latihan. “Benar. Setelah kembali ke mes PSMS, dia (Kustiono, Red) memberitahu kepada saya bahwa dia mundur dari jabatannya sebagai pelatih PSMS, karena tak mampu membawa tim ini

meraih prestasi maksimal,” kata Idris SE kepada Sumut Pos via telepon, Sabtu malam (13/3).

Menurutnya dari hasil pembicaraan dengan beberapa pihak manjemen, Kustiono merasa malu dengan masyarakat Kota Medan atas hasil kinerjanya yang tak mampu memberikan hasil terbaik buat klub kebanggaan masyarakat Kota Medan, khususnya dan Sumut pada umumnya.
“Untuk itu saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Kota Medan. Saya juga berterimakasih atas semua kritik yang akan membuat saya lebih kuat di masa yang akan datang,” kata Kustiono seperti ditirukan Idris. Atas keputusan itu, Idris akan membuat laporan kepada Ketua Umum PSMS, Zulmi Eldin.  “Ya, secepatnya saya beritahukan kepada ketua umum agar beliau tahu sekaligus membahas bagaiman ke depan,”ucapnya. (jul)

Posted in Metropolis | Tagged , | 1 Comment

Nenek 92 Tahun Bunuh Suaminya

SYDNEY-Seorang nenek renta berusia 92 tahun terpaksa berurusan dengan hukum. Ia didakwa telah melakukan pembunuhan terhadap sang suami yang berumur 98 tahun. Tidak lama lagi, nenek tersebut akan segera diadili. Kok bisa?

Seperti dilansir news.com.au, Sabtu (13/3), nenek tersebut dituding bertanggung jawab atas kematian suaminya yang tewas mendadak di Sydney. Ia dituding sengaja membunuh sang suami dengan tujuan memperoleh harta.

Kejadian ini berlangsung pada Jumat 13 Maret 2010 lalu. Saat itu, kepolisian Sydney mendapat laporan adanya dugaan pembunuhan di apartemen di Liverpoll Street, Surry Hills, pukul 21.40 waktu setempat.

Polisi menemukan mayat sang suami di bagian tengah rumah dengan kondisi kepala yang cukup parah. Saat ini, nenek tersebut sedang diperiksa intensif oleh kepolisian. Dalam dakwaan nanti, ia akan dijerat dengan pasal pembunuhan di pengadilan lokal pada Senin 15 Maret 2010. Salah satu barang bukti yang akan disampaikan adalah rekaman video saat pembunuhan terjadi. (net/jpnn)

Posted in Internasional | Tagged , , , | 1 Comment

Dari Mulut Keluarkan Darah

Penderita DBD Asal Tanjung Balai Dirujuk ke Pirngadi

MEDAN- Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) asal Kota Tanjung Balai, Siti Arfah (7,5), dirujuk ke RSU dr Pirngadi Medan setelah dinyatakan Dengue Shock Syndrome (DSS), Sabtu (13/3) siang sekira pukul 13.30 WIB. Siti dirujuk setelah sebelumnya mendapatkan pertolongan pertama di RSUD dr T Mansyur Tanjung Balai pada Jumat (12/3) lalu.

Bocah warga Jalan Komplek PT Timur Jaya Asahan ini, mendapatkan perawatan intensif di ruang IGD RSUD Pirngadi lantai I dalam kondisi mulut mengeluarkan darah.

Menurut Paino (40), ayah Siti Arfah, penyakit anaknya ini berawal dari panas tinggi yang dialaminya. Mengetahui anaknya sakit, Paino bersama istrinya Nurhasanah (33), membawanya berobat ke Puskesmas Desa Beting Kwala Kapuas. “Sehabis berobat, kondisi Siti mulai baikan dan sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasanya,” ungkap Paino.

Namun pada Jumat (12/3) lalu, sepulang sekolah, Siti kembali mengalami panas yang cukup tinggi. Bahkan, dari hidung dan mulutnya mengeluarkan darah. Melihat kondisi Siti yang memprihatinkan, Paino membawanya kembali ke Puskesmas Desa Beting Kwala Kapuas.
Namun karena kondisi putrinya saat itu cukup parah, puskesmas menyarankan agar Paino membawa Siti ke RSUD dr T Mansyur Tanjung Balai. “Siti sempat mendapatkan pertolongan pertama dari pihak Rumah Sakit T Mansyur. Namun karena keterbatasan alat dan penyakit demam berdarah yang dideritanya sudah stadium III, pihak rumah sakit menyarankan agar Siti dirujuk ke Pirngadi Medan,” bebernya.

Dengan Ambulan yang disediakan rumah sakit tersebut, Siti dirujuk pada pukul 10.15 WIB, dan tiba di Pirngadi sekira pukul 13.30 WIB. Setelah mendapatkan perawatan medis di Ruang IGD, Siti kemudian dipindahkan ke ruangan ICU lantai IV.

Mengingat penyakit DBD bukan penyakit yang baru, Kepala Seksi Pengawasan Penyakit Bersumber dari Binatang (P2B2) Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Suhardiono SKM Mkes melalui selulernya mengatakan, seharusnya pihak puskesmas sudah mengetahui gejala yang dialami pasiennya sejak awal. “Sehingga ada antisipasi dini untuk pencegahan,” imbuhnya.

Suhardiono juga mengatakan, sejauh ini Dinas Kesehatan Provinsi telah memberikan surat Imbauan ke seluruh kabupaten/kota untuk waspada dini. Hal ini dilakukan sebagai proses pencegahan penyakit yang bersumber dari binatang tersebut.
“Kita telah upayakan memberikan imbauan secara tertulis kepada seluruh kabupaten/kota melalui surat, sebagai antisipasi penyakit yang bersumber dari binatang itu,” sebutnya.

Tahun 2006 Daerah Tanjung Balai menurut Suhardiono, merupakan daerah yang sedikit jumlah penderita DBDnya. “Tapi beberapa tahun belakangan, daerah tersebut dinyatakan endemis, atau selalu ada penderita setiap tahun,” ucapnya (mag-21)
Dari data yang diperoleh, terhitung sejak Januari hingga Februari 2010, jumlah penderita DBD yang dirawat di RSU dr Pirngadi mencapai 46 orang, dimana 22 orang wanita dan 24 lainnya pria.

Untuk Januari, jumlah pasien penderita DBD yang dirawat mencapai 26 orang dimana penderita wanita 10 orang dan pria 16 orang. Sedangkan untuk Februari, jumlah penderita yang dirawat di RSUM Pirngadi sebanyak 20 orang dengan keterangan 12 penderita wanita dan 8 orang lainnya pria. (mag-21)

Posted in Metropolis | Tagged , , | Comments Off

Bachtiar Terjerat Kasus Baru

JAKARTA-Bertambah lagi daftar sangkaan yang dikenakan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) kepada mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah. Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sapi impor dan mesin jahit pada program pengentasan fakir miskin Departemen Sosial (kini Kemensos) pada 2004-2006, Bachtiar dikenai sangkaan baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sarung di Depsos periode 2006-2008.

Kasus dugaan korupsi pengadaan sarung tersebut sudah ditingkatkan dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan sejak minggu lalu.
”Kasus itu memang sudah jadi penyidikan dengan tersangka BC (Bachtiar Chamsyah). Tersangka menjabat menteri sosial saat kasus itu terjadin
Karena itu, dia dikenai sangkaan baru,” tutur Juru Bicara KPK, Johan Budi SP ketika dihubungi Jawa Pos (grup Sumut Pos), kemarin (13/3).
Johan mengungkapkan, tiga kasus yang menjerat Bachtiar Chamsyah digabung menjadi satu berkas. Alhasil, dalam satu berkas, nantinya terdapat tiga dakwaan. Sangkaan baru, lanjut Johan, diperoleh dari hasil pengembangan penyelidikan kasus sebelumnya, yakni pengadaan sapi impor dan mesin jahit.

Soal kerugian negara terkait dugaan korupsi dalam pengadaan sarung tersebut, Johan menyatakan KPK belum bisa mengakumulasi dan merinci secara pasti. ”Masih kita hitung,” tuturnya. Selain itu, kata Johan, KPK akan terus memeriksa sejumlah saksi.

Sehari sebelumnya, KPK memeriksa Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos Ghazali Situmorang. Dalam pemeriksaan tersebut, dia dicecar sejumlah pertanyaan selama hampir lima jam. Namun, Ghazali tidak mau berbicara banyak setelah pemeriksaan.

Ghazali hanya menuturkan bahwa dirinya dimintai keterangan sebagai saksi terkait dugaan pengadaan sarung. Ditanya soal materi pemeriksaan, dia enggan menjawab. ”Kalau substansi, itu nanti saja. Tanya ke KPK sajalah,” katanya.

Meski begitu, Ghazali sempat menuturkan bahwa dalam pengadaan sarung tersebut tidak melibatkan tim maupun pimpinan produksi (pimpro). Pengadaan itu tanggung jawab dari Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS). ”Nggak, nggak ada tim. Itu dana UKS. Jadi, itu ada di badan yang namanya UKS itu,” ujarnya.

Menurut Ghazali, hal itu sedikit berbeda dengan kasus pengadaan sapi impor dan mesin jahit. Dalam kedua pengadaan tersebut, yang menjadi pimpro adalah Amusdjaja Deswarta.

Sebelumnya, KPK memang menetapkan Bachtiar Chamsyah sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan sapi impor asal Australia dan pengadaan mesin jahit. Bachtiar diduga menunjuk rekanan langsung. Dia juga diduga menggelembungkan harga dalam proyek pengadaan sapi impor dan mesin jahit yang dimasukkan dalam program bantuan sosial untuk fakir miskin.

Jika kerugian negara terkait kasus dugaan korupsi pengadaan sarung masih dihitung, KPK sudah mengalkulasi awal kerugian untuk pengadaan mesin jahit dan sapi impor. Untuk pengadaan mesin jahit, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 24 miliar. Kasus pengadaan sapi impor diperkirakan merugikan negara Rp 3,6 miliar.

Atas perbuatannya tersebut, Bachtiar dijerat Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 dan atau Pasal 11 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.
Menanggapi dakwaan baru atas dirinya, Bachtiar lewat kuasa hukumnya, Fauzi Hasibuan, menyatakan  tidak ambil pusing. Fauzi menuturkan, pihaknya memilih untuk menunggu hasil pemeriksaan saksi-saksi oleh KPK. ”Pokoknya, kita wait and see saja. Kita lihat saja perkembangan dari KPK,” kata Fauzi ketika dihubungi kemarin.

Kalangan internal DPP PPP juga seakan hanya pasrah atas munculnya tambahan sangkaan atas ketua MPP (majelis pertimbangan partai) partai berlambang Kakbah tersebut. ”Kami ini institusi politik. Tidak bisa melakukan intervensi hukum. Tetapi, hanya bisa memberikan bantuan hukum terhadap kader kami,” ujar Wakil Sekjen DPP PPP Taufiqul Hadi tadi malam.
Apakah PPP melihat persoalan yang menimpa Bachtiar tak murni sebagai masalah hukum” ”Kami tidak memiliki pretensi untuk mengaitkan dengan persoalan lainnya,” katanya.

Hanya, dia mengingatkan supaya penegak hukum, terutama KPK, jangan sampai melakukan upaya tebang pilih. Jika ingin benar-benar menegakkan hukum dan memberantas korupsi, ungkap dia, sudah seharusnya tidak melihat latar belakang pihak yang bersangkutan. ”Kalau itu sampai ada, hancur institusi hukum negeri ini. Rakyat tentu melihat adanya keanehan demi keanehan yang berujung delegitimasi lembaga hukum,” paparnya. (ken/dyn/dwi/jpnn)

Posted in Nasional | Tagged , , | Comments Off

Aku Minta Dia Dihukum Mati…

Dilarang Makan, Adik Tikam Kakak Kandung

MARELAN- Kerena dilarang memakan nasi lada atau nasi untuk orang melahirkan, Ibrahim Lubis (32) tega menikam kakak kandungnya Erlina Lubis (42) dengan pecahan botol kecap, Sabtu (13/3) siang. Akibatnya, wanita beranak tujuh itu mengalami tiga luka sayatan pada tangan kiri dan satu luka sayat pada tangan kanan hingga urat tendom putus.

Menurut pengakuan Ibrahim di Mapolsekta Labuhan, kejadian itu terjadi di rumah mereka di Pasar IV, Marelan. Siang itu dirinya baru bangun tidur dan mencuci muka ke kamar mandi. Begitu keluar dari kamar mandi, Ibrahim melihat nasi lada milik yang dibuat untuk Siti Aisah, menantu Erlina Lubis yang baru saja melahirkan tiga hari lalu.

Ibrahim pun meminta nasi itu, tapi dilarang kakaknya dan disuruh mengambil nasi lain. Meski dilarang, Ibrahim tetap ngotot ingin makan nasi itu. Merasa dongkol karena tak dikasi makan nasi itu. Dia pun keluar rumah dan mengambil botol kecap dan memecahkannya ke dinding rumah. Setelah itu, dia kembali mendatangi kakak kandungnya dan langsung menyerang dengan pecahan botol kecap tadi.

Mendapat serangan itu, Erlina berusaha menghindar. Namun sayang, kedua tangan Erlina terkena dan langsung mengeluarkan darah segar.

Merasa kesakitan, Erlina menjerit minta tolong sambil berlari keluar dari pintu belakang menuju ladang tempat suaminya bekerja. Namun naas, kaki Erlina tersandung batu dan dia tersungkur. Kesempatan itu tak disia-siakan Ibrahim. Dia kembali menyayatkan pecahan botol itu ke arah lengan Erlina yang sudah terluka.

“Aku kesal kali bang, di marah-marah saja. Aku pun tak tahu mau bilang apa. Aku baru bangun, mau makan tak dikasih,” ungkap Ibrahim.

Ternyata, kejengkelan Ibrahim pada kakak kandungnya itu tak sebatas itu. Menurut Ibrahim, senjak kedua orangtuanya meninggal, rumah yang ditempatinya bersama kakak kandungnya itu selalu dikuasai suami kakaknya.

“Jengkel aku bang, di rumah itu ribut saja. Itukan rumah orangtuaku, masa mau dikuasai suami kakakku,” katanya. Selain itu, kata Ibrahim, dirinya selalu tidak bebas kalau mau apa-apa di rumah itu. “Aku selalu dilarang, makanya aku marah. Apalagi lihat anaknya ribut sekali, makanya aku pening,” jelas Ibrahim.

Sementara itu, suami Erlina, Budi Ilham mengatakan, selama ini tingkah Ibrahim memang sudah kelewatan, karena suka menggunakan narkoba jenis ganja di rumah. Selain itu, Ibrahim juga selalu bikin ribut. “Dia memang sudah stres itu, dan suka buat ribut di rumah. Ibunya juga meninggal karena dia, karena dia itu suka beganja. Bahkan beberapa kali buat onar dalam keluarga, makanya mamaknya meninggal tak tahan lihat sifatnya itu,” kata Budi yang terduduk lemas di depan pintu IGD RSU Martha Friska.(fachril/johan/smg)

Posted in Metropolis | Tagged , | Comments Off

Tawarkan Empat Tipe Daging Kambing

Rumah Aqiqah the Boutique, Layanan Terbaik dalam Satu Atap

Kesempurnaan dalam pelayanan merupakan prioritas rumah aqiqah untuk terus eksis memaksimalkan layanan pada masyarakat umum.
Karenanya, Rumah Aqiqah berupaya memberikan layanan yang nyaman dan profesional, dimana pelanggan dapat langsung memilih hewan, menyaksikan pemotongan hewan, dan bahkan pengolahan aqiqah untuk dimasak langsung di rumah aqiqah.

Hal tersebut diungkapkan Branch Manager Rumah Aqiqah the Boutiqeu, Sri Dirga Jaya Amd saat peluncuran Rumah Aqiqah the Boutiqeu di Jalan Merak No 50 Medan Sunggal, Jumat (12/3). Diungkapkannya, bagi masyarakat yang ingin beraqiqah, dapat langsung mengunjungi Rumah Aqiqah the Boutiqeu dan juga bisa melakukan pemesanan melalui telepon maupun lewat website www. rumahaqiqah.org.

Selain itu, dijelaskan Sri, harga kambing yang dijual di rumah aqiqah ini ada 4 tipe yakni, tipe Menarik dengan berat daging 18-20 kg dengan harga Rp1 juta, tipe Cinta dengan berat daging 20-30 kg dengan harga Rp2 juta, tipe Istimewa dengan berat daging 20-22 kg dengan harga Rp1 juta dan tipe Premium dengan berat 22-24 kg dengan harga Rp1,5 juta. “Bila costumer ingin mengelola kambing sampai dimasak dan dikotakkan langsung, costumer cukup menambah Rp10 ribu per kotak,” bilang Sri Dirga.

Dengan keunggulan konsep yang dimiliki, masyarakat atau customer tidak perlu khawatir dengan limbah yang dihasilkan dari proses pemeliharaan hewan, penyembelihan, sampai dengan pengolahan daging. Selain itu, konsep tersebut sudah teruji di Jakarta, Bandung, Palembang dan Semarang.
“Rumah aqiqah sudah berdiri sejak 2004 dan memiliki 16 cabang yang terbesar di 16 kota di Pulau Sumatera dan Jawa. Sedangkan, konsep the boutiqeu diluncurkan sejak 2009 dan mendapat sambutan baik dari masyarakat,” bilang Sri Dirga.

Di samping itu, Rumah Aqiqah selalu memperhatikan kualitas hewan yang akan disembelih. Kriteria hewan berkualitas seperti hewan yang sehat, tidak cacat, umur dewasa, tampil gagah, tanduk melingkar, bulu rapi dan juga kejelasan jual beli. Kejelasn jual beli tersebut, costumer bisa memilih dan ikut menyaksikan penimbangan hewan secara langsung di rumah aqiqah.

“Rumah Aqiqah juga memberikan pernak-pernik menarik seperti baju, jam dinding, topi kepada costumer yang telah mempercayai rumah aqiqah untuk mengelola syukuran aqiqah,” bilang Sri. (mag-7)

rumah-aqiqah

[ketgambar]TUMPENG: Pegawai Rumah Aqiqah memotong nasi tumpeng dan menyerahkannya kepada undangan yang hadir pada peresmian Rumah Aqiqah the Boutique, Jumat (12/3). // TOMI SANJAYA/SUMUT POS[/ketgambar]

Posted in Metropolis | Tagged , , | Comments Off

Datangi Ibunda Bawa Kue Berumur Mingguan

Ketika Sinta Nuriyah Merayakan Ultah Pertama tanpa Gus Dur 

Ny Sinta Nuriyah, isteri almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kemarin merayakan ulang tahunnya ke-62 di kediaman Ciganjur. Ini adalah perayaan pertama tanpa didampingi suami. 

DIAN WAHYUDI, Jakarta

SEBAGAI istri, kepergian Gus Dur tentu membawa duka mendalam bagi Sinta Nuriyah. Tak mudah untuk menghapus duka itu. Ini disadari oleh para puteri Gus Dur. Karena itu, mereka tak henti-hentinya menghibur wanita yang dinikahi Gus Dur sejak 11 September 1971 tersebut.
Salah satu upaya untuk menghibur sang ibunda adalah dengan merayakan ulang tahunnya yang sebenarnya jatuh pada 8 Maret lalu. Sejak sehari sebelumnya, empat puteri Gus Dur diam-diam telah membicarakan bagaimana cara merayakan ulang tahun ibundanya agar berkesan. 
”Kami berpikir keras untuk bisa membuat sesuatu yang bisa membahagiakan mama. Saya sampai keluar masuk toko

Tapi ternyata tetap saja tak ketemu bentuknya seperti apa hingga 8 Maret dini hari,” cerita putri bungsu almarhum Gus Dur, Inayah Wulandari, saat perayaan susulan ultah Sinta Nuriyah, di Ciganjur, Jakarta Selatan, kemarin (13/3).

Baru setelah lewat tengah malam itu, putri sulung Gus Dur Alissa Qotrunnada akhirnya memberikan solusi. ”Kita diajak untuk mengucapkan selamat saja sama-sama,” lanjut Inayah. Maka, ide itu pun dilaksanakan pada 8 Maret tengah malam. Saat itu, keempat puteri Gus Dur itu masuk ke kamar mamanya. Agar tetap ada nuansa ulang tahun, mereka mencari-cari kue di kulkas. Ternyata di lemari pendingin itu ada beberapa potong kue sisa berumur sekitar semingguan. Setelah kue didapat, dicarilah lilin hingga ketemu potongan lilin seadanya. Kue dan lilin itulah yang kemudian dibawa masuk ke kamar Ny Sinta oleh empat puterinya.

”Mama saat itu surprise, dan kelihatan bahagia. Tapi kami sempat takut juga, karena kue yang dimakan itu sudah lama disimpan di kulkas,” kata alumnus Fakultas Sastra UI itu, disambut tawa para keluarga dan kerabat yang hadir.

Dan kemarin, ultah Ny Sinta kembali dirayakan dengan sangat sederhana. Acara itu dihadiri beberapa orang saja. Hanya sekitar puluhan keluarga dan beberapa kerabat yang hadir. Mereka berkumpul di ruang tengah kediaman almarhum Gus Dur. Ultah susulan itu dirayakan bersamaan dengan acara pertemuan keluarga Bani Wahid.

Pada perayaan ultah tersebut, hanya ditandai kue ulang tahun yang ditempatkan di atas meja kecil. Bagian tengah kue dengan hiasan buah strawberry di bagian sisinya itu dipasang foto Sinta Nuriyah yang sedang tersenyum ceria. Dua lilin berbentuk angka enam dan dua tak ketinggalan ikut melengkapi aksesoris kue sederhana berukuran sekitar 50 x 30 sentimeter itu. ”Kalau ini jangan khawatir ikut makan, masih baru dibuat kok tidak seperti yang kemarin (saat hari-H ultah Sinta Nuriyah),” gurau Inayah, kembali.

Di pihak keluarga selain keempat putri, menantu, dan cucu, tampak beberapa saudara kandung Gus Dur ikut hadir. Di antaranya Aisyah Wahid, Sholahuddin Wahid (Gus Sholah), Umar Wahid, dan Lily Chadijah Wahid.

Mereka secara hangat ikut bergantian bersama kerabat lainnya bergantian menyalami Sinta Nuriyah. Senyum terus mengembang dari bibirnya. ”(Acara) Ini inisiatif anak-anak saja, mungkin karena kebetulan lagi ada acara pertemuan keluarga di sini, jadi sekalian dibarengkan,” ujar Sinta Nuriyah.

Pertemuan keluarga Bani Wahid itu dilakukan sebelum peringatan susulan ultah Sinta Nuriyah. Pertemuan itu khusus membahas kelanjutan Yayasan Wahid Hasyim sepeninggal Gus Dur yang selama ini bertindak sebagai pimpinan.

Yayasan ini salah satunya membawahi Pondok Pesantren Al Munawaroh, Ciganjur, yang telah dirintis sejak awal 1980-an oleh Gus Dur. Pada kesempatan pertemuan itu, adik-adik Gus Dur dan sejumlah generasi ketiga bani Wahid sepakat melanjutkan pembangunan pesantren. ”Sebab, ini juga menjadi cita-cita Ibu Sholichah Wahid, ibunda kami semasa masih hidup,” ujar Aisyah Wahid.

Pertemuan tersebut juga memutuskan, bahwa pengelolaan Yayasan Wahid Hasyim sudah diturunkan kepada generasi ketiga (cucu KH A. Wahid Hasyim). Susunan pengurusnya, Atik binti Umar Wahid sebagai ketua, didampingi Irfan Wahid (putera Gus Sholah) dan Alissa Qotrunnada Wahid (puteri sulung Gus Dur) sebagai wakil.(kum/jpnn)

gusdur-family

[ketgambar]TIUP LILIN: Sinta Nuriyah (tengah) meniup lilin ulang tahun saat merayakan ultah pasca meninggalnya Gus Dur. // [/ketgambar]

Posted in Berita Foto, Nasional | Tagged | Comments Off

Teroris Incar Sumut Jadi Lokasi Perampokan

JAKARTA-Aksi perampokan yang belakangan ini marak di Kota Medan dan Sumut terindikasi dilakukan oleh teroris untuk mencari dana selain di Aceh. Pengamat terorisme, Mardigu Wowiek Prasantyo, menjelaskan, kawasan hutan di Aceh dipilih teroris sebagai tempat latihan ala militer sudah tentu dengan pertimbangan yang cermat, yang sekiranya bakal menguntungkan mereka.

Alasan itu antara lain, kawasan hutan Aceh bisa menyediakan dana yang gampang diraup, yakni dengan menjual ganja. Selain itu, Aceh juga dekat dengan Sumut. Bila kekurangan dana, para pelaku teroris bisa dengan gampang masuk ke Sumut untuk melakukan perampokan.

“Pelatihan ala militer yang dilakukan kelompok bersenjata di Aceh jelas membutuhkan dana yang cukup besar. Kawasan hutan di Aceh dipilih teroris dengan sejumlah alasan. Kemungkinan besar, di sana tersedia ladang ganja, yang tinggal potong dan dijual. Atau bisa ke Sumut untuk merampok, karena Sumut secara ekonomi cukup tinggi,” ujar Mardigu Wowiek Prasyanto dalam diskusi bertema ‘Masih Ada Teroris’ di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (13/3).

Dengan ketersediaan ganja yang melimpah dan berdekatan dengan Sumut, Mardigu memperkirakan, para teroris punya optimisme tidak bakal kekurangan dana bila melakukan pelatihan di Aceh. Selain itu, lantaran hutan Aceh dianggap strategis untuk persembunyian.
Mardigu mengatakan, modus pengumpulan dana dari penjualan ganja dan merampok biasa dilakukan sejumlah gerakan teroris, baik di dalam maupun di luar negeri. Dia menyebut Imam Samudera yang pernha merampok toko emas dan Noerdin M Top yang pernah merampok toko handphone. Dikatakan juga, di Afghanistan misalnya, suplai dana teroris berasal dari penjualan opium, dan gerakan terorisme di Kolombia mendapat pasokan dana dari bos narkoba Pablo Escobar.

Mardigu juga punya keyakinan kedatangan jaringan terorisme ke Aceh sudah ‘minta izin’ sejumlah kalangan di sana. “Mestinya sudah ada kulonuwun (permisi, Red), pasti ada unsur lokal, meski hanya ada 3 orang Aceh yang ikut tertangkap,” ujarnya.

Namun, pernyataan Mardigu dibantah anggota Komisi I DPR asal Aceh, Azawar Abu Bakar. Diakui, Aceh memang dikenal sebagai ladang ganja. Namun, katanya, untuk di Aceh Besar, barang haram itu tidak begitu populer. Kalau menjual ganja dijadikan andalan untuk mendapatkan dana, lanjut politisi PAN itu, maka para teroris harus menjualnya keluar dari Aceh. Pasalnya, jika ganja di jual di Aceh, maka harganya tidak seberapa. “Apa iya teroris bisa menjual ganja keluar dari Aceh. Jadi menurut saya, untuk pendanaan dari ganja, masih tanda tanya,” cetusnya.

Sementara, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Edward Aritonang yang juga hadir di acara itu, mengatakan, polisi belum memiliki data bahwa pendanaan teroris dari hasil menjual ganja. Yang sudah diketahui polisi, dana yang digunakan kelompok teroris di Aceh dipasok dari jaringannya yang ada di Pamulang. Nah, dari mana dana yang dikucurkan dari Pamulang ini, polisi masih terus melakukan pengembangan.

Polisi, katanya, masih memburu gembong teroris Umar Patek. Meski dikabarkan sudah berada di wilayah Indonesia, lokasi pasti perakit bom handal tersebut belum diketahui. “Kalau kita tahu, sudah kita tangkaplah,” katanya.

Umar Patek diduga masuk ke Indonesia dari Filipina sejak 2 bulan lalu. Umar Patek terlacak berhubungan melalui nomor dalam negeri 2 bulan lalu. Umar Patek dihargai oleh AS senilai US$ 1 juta setara Rp 9,3 miliar. Sama seperti Umar Patek, ada teroris lain bernama Heru Kuncoro yang telah meninggalkan Filipina dan masuk ke Indonesia. Hingga saat ini sudah 452 pelaku teror berhasil ditangkap.

“Bahwa kelompok teroris yang ada di Indonesia untuk pertama hingga sekarang yang berhasil diamankan ada 452 orang,” kata Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri di sela-sela acara latihan gabungan antara TNI-Polri terkait penanganan terorisme di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (13/2). BHD tidak merinci sejak kapan penangkapan itu dilakukan. Termasuk berapa jumlah teroris yang ditangkap hidup-hidup atau mati.
Ia hanya menegaskan, teroris itu adalah musuh bersama bangsa dan harus selalu diwaspadai. “Tentunya TNI dan Polri tidak akan memberikan ruang pada mereka. TNI dan Polri bukan hanya menghadapi antiteror, tapi tugas-tugas lain mewaspadai setiap hal yang merongrong kewibawaan dan eksistensi NKRI,” pungkasnya.

SBY Harus Berkoalisi dengan Abu Bakar Baasyir
Untuk mencegah aksi terorisme kembali berulang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus harus membangun komunikasi dengan kelompok yang selama ini dianggap garis keras. Demikian dikatakan mantan teroris, Umar Abduh dalam diskusi itu. Dia mengatakan pemerintah dan kepolisian pasti telah mengetahui mana kelompok yang selama ini dianggap keras. “Ini yang dirangkul hanya partai-partai koalisi. Kan sudah tahu siapa yang garis keras, siapa kiai-kiai yang mendukung. Ambil saja itu,” kata pria yang pernah pembajak pesawat Woyla ini.

Makanya, dia menyayangkan, penolakan SBY bertemu dengan pengasuh pondok pesantren al-Mukmin Ngruki, Abu Bakar Baasyir dengan mendelegasikan pada Andi Malarangeng.
“SBY menolak bertemu Abu Bakar Baasyir dan yang menemui Andi Mallarangeng, ini penghinaan. Harusnya dia tahu bagaimana cara merangkul. Presiden harus gunakan cara-cara yang soft,” ujarnya. Pada bagian lain, dia juga menyayangkan hampir semua teroris ditembak mati oleh kepolisian dalam setiap penyergapan. Menurutnya hal itu jelas bukan cara untuk menyelesaikan masalah.

“Psikologi teroris itu tidak kenal kata kalah atau menyerah. Mereka bukan didoktrin, tapi memegang sebuah ideologi. Kalau ada saudaranya yang meninggal, yang masih hidup pasti akan siap menggantikan,” kata Umar. Selain itu, dia lanjutnya, membunuh jelas melanggar HAM dan bukan wujud dari demokrasi. Menurutnya, tak perlu ditembak mati, melainkan cukup menembak tangan atau kaki.

Sedangkan dua jenazah yang tewas dalam aksi penyergapan anggota jaringan teroris di Kawasan Leupung, Aceh Besar, Jumat (12/3) kemarin, masing-masing Encang Kurnia dan Pura Sudarma sudah selesai diotopsi di Rumah Sakit Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Sabtu (13/3) pukul 13.00 WIB. (sam/zul/rm/rakyat aceh/jpnn)

[ketgambar]SIMULASI: Petugas berusaha melakukan evakuasi penumpang yang disandera teroris saat simulasi di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang.//UKON FURKON SUKANDA/INDOPOS[/ketgambar]

Posted in Berita Foto, Nasional | Tagged , , , | Comments Off

Rudolf: Ini Belum Berakhir

Massa Rudolf Tuding KPU Penipu

MEDAN-Pasangan bakal calon Wali Kota Medan, Rudolf M Pardede-Afifuddin Lubis gagal ikut bertarung di pemilihan Wali Kota dan wakil Walikota Medan 12 Mei mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan sudah melayangkan surat Sabtu (13/3) sekira pukul 08.30 WIB kepada Rudolf M Pardede-Afifuddin Lubis seiring dengan ditentukannya nomor urut peserta di Garuda Plaza Hotel. Lantas apa tanggapan Rudolf?
”Ini belum berakhir. Saya akan terus berjuang karena kasus ijazah ini kan sudah selesai, bahkan polisi sendiri sudah mengeluarkan Surat Pemberhentian Penyidikan Perkara (SP3) yang dilakukan Poldasu,” tegas Rudolf kepada wartawan koran ini via telepon, kemarin (13/3).
Menurutnya,  sikap KPU Medan yang dianggap tidak independen telah melanggar ketentuan yang telah dibuat oleh KPU Pusat. Selain itu, Rudolf, menganggap bahwa  KPU Medan telah ditunggangi oleh oknum-oknum yang tidak menginginkan dirinya untuk ikut maju.

”Seharusnya KPU Medan harus koordinasi dengan pihak Poldasu, karena kasus ini sudah selesai dan polisi sudah mengeluarkan SP3 masalah ini (ijazah palsu, Red) untuk itu saya bisa menjadi wakil gubernur, dan gubernur dan menjadi Wakil Ketua DPD RI. Ini kan menunjukkan legalitas saya. Kok tiba-tiba KPU Medan mengambil sikap yang seperti itu mengambil kewenangan polisi,’’ katanya kesal.

Rudolf mengatakan,  dirinya tidak menyerah terhadap apa yang dilakukan oleh KPU Medan terhadapnya.

Sementara itu dalam surat yang dilayangkan KPU Medan kepada tim pemenangan Rudolf-Afifuddin dengan nomor 270/875/III/KPU-MDN 2010 tertanggal 12 Maret 2010 tersebut disebutkan berdasarkan peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 68 tahun 2009, tentang pedemoman teknis tata cara pencalonan pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah jo keputusan komisi pemilihan umum kota nomor 07 tahun 2009, tentang teknis tata cara pencalonan peserta pemilu Wali Kota Medan dan Wakil Wali Kota Medan tahun 2010 dan keputusan komisi pemilihan umum Kota Medan Nomor 35 tahun 2010, tentang perubahan kedua tahapan program dan jadwal waktu penyelenggaraan pemilu Wali Kota Medan dan Wakil Wali Kota Medan tahun 2010, KPU Medan memberitahukan bahwa bakal calon pasangan persorangan Rudolf Perdede-Afifuddin Lubis tidak memenuhi syarat pencalonan untuk ditetapkan menjadi pasangan calon Wali Kota Medan tahun 2010, yang ditandatangani Ketua KPU Medan Evi Novida Ginting.

Ketua Tim Pemenangan Rudolf Pardede-Afifuddin Lubis, Ir Ramses Simbolon mengatakan, pencoretan yang dilakukan oleh KPU Medan mengada-ada. Bahkan, dalam surat yang dilayangkan oleh KPU Medan sebelumnya hanya meminta tiga poin persyaratan yang belum dipenuhi oleh tim pemenangan. ‘’Tiga poin yang diminta itu adalah SKCK, surat cuti anggota DPD RI dan surat keterangan  laporan kekayaan. Selain tiga poin ini KPU Medan tidak ada lagi meminta persyaratan lain.Namun dalam surat lainnya KPU Medan meminta pada kita yakni buku induk siswa (klipert), nilai rapor. Nah, ini mana ada sama kami, kalau mau minta pada sekolah yang bersangkutan,’’ tegas Simbolon.
Simbolon juga memaparkan, KPU Medan telah melakukan kunjungan ke SMA Katolik Penabur di Sukabumi, dimana Rudolf Pardede sekolah. Bahkan, KPU Medan telah mendapatkan keterangan dari SMA Katolik Penabur Sukabumi yang ditujukkan pada KPU Medan.
Dalam surat balasan yang dilayangkan SMA Penabur Sukabumi ini pada KPU Medan dengan Nomor 17/SKB-A01/E06/G01/2010 yang dikeluarkan pada 15 Februari 2010 menyimpulkan dan menerangkan surat No 099/I02.3/SMUKI/PD/V/2003 tertanggal 02 Mei 2003 dapat dipakai sebagai surat keterangan pengganti ijazah, yang ditandtangani Kepala SMA Katolik Penabur Sukabumi, Drs Wahyudiyono.
‘’Sementara itu masalah ijazah ini sudah di SP3-kan yang dikeluarkan oleh Poldasu dengan No Pol  SP Tap/88.a/V/2007 Dit Reskrim memutuskan menghentikan penyidikan tindak pidana atas nama tersangka Drs Rudolf M Perdede. Penyidikan tersebut dihentikan oleh Poldasu dalam surat tersebut karena tidak punya cukup bukti dan ini ditandatangani Direktur Reskrim Poldasu pada waktu itu dijabat Kombes Pol Ronny F Sompie,’’ papar Simbolon.

Dia mengatakan,  calon lainnya juga banyak yang hanya memberikan surat keterangan pengganti ijazah. Untuk itu Tim Pemenangan Rudolf-Afifuddin akan menggugat KPU Medan baik secara perdata ataupun pidana.

“Untuk pidananya kami akan gugat Ketua KPU Medan Evi Novida Ginting, kerena melanggar pasal 13 UU KPU karena bersikap tidak netral, non partisan dan imparsial,” katanya. 

Sedangkan  huruf  i, m dan h, lanjut Simbolon, Evi Novida Ginting tidak mengemukakan pernyatan terbuka kepada  umum, serangan pribadi terhadap pejabat, politisi ataupun peserta  pemilu, tidak memberitahukan kepada seorang atau peserta  pemilu selengkap dan secermat mungkin tentang tuduhan yang diajukan atau keputusan yang dikenakan kepadanya. Yang lebih  parah lagi Evi Novida Ginting tidak memberitahukan kalau dirinya  juga adalah adik dari salah satu peserta balon Wali Kota Medan Nurlisa Ginting, dan ini harus diumumkan,” tegas Simbolon.
Ketua KPUD Sumut, Irham Buana Nasution ketika dihubungi wartawan koran ini mengatakan sikap yang diambil  KPU Medan sudah benar dan sesuai UU KPU yang berlaku.

‘’Kalau masalah diloloskannya Rudolf Perdede untuk ikut dalam pencalonan DPD RI kemarin, karena di dalam Undang-undang dan persyaratan untuk DPD-RI itu hanya ijazah sarjana saja,’’ kata Irham.

Dikatakannya, bahwa ijazah sarjana Rudolf Perdede yang dikeluarkan oleh Universitas Tokyo di Jepang sudah dilegalisir di Kedutaan Besar RI di Jepang. “Nah Undang-undang KPU untuk pemilihan kepala daerah dan DPD RI itu berbeda. Kalau untuk DPR-RI hanya diperlukan ijazah sarjana saja, sedangkan untuk UU KPU pilkada bukan hanya sarjana saja, akan tetapi ijazah mulai SD, SMP, SMA hingga sarjana turut dilampirkan, sesuai dengan aslinya,’’ ungkapnya.

Irham menyimpul bahwa keputusan yang diambil oleh KPU Medan untuk mencoret pasangan independen Rudolf Pardede-Afifuddin Lubis, karena ketidaklengkapan adminitrasi sesuai peratukan KPU itu sudah tepat.

Sementara ratusan massa pasangan Bakal Calon Wali Kota Medan, Rudolf Pardede dan Afifuddin Lubis yang gagal maju dalam pertarungan Pilkada Kota Medan, Sabtu (13/3) kemarin menyerbu Garuda Plaza Hotel. Dalam aksinya, massa yang menyebut dirinya Gerakan Masyarakat Peduli Pilkada Damai (GMPPD) menyebut KPU Medan penipu.

Kemarahan massa dipicu oleh pernyataan KPU Medan yang tak meloloskan pasangan Rudolf-Arif terkait masalah ijazah SMU-nya. Padahal,  sejak awal KPU Pusat telah mengeluarkan pernyataan bahwa ijazah Rudolf tak masalah.

“KPU Medan penipu. Sudah jelas KPU Medan di bawah KPU Pusat, kenapa mereka berani ambil keputusan tak meloloskan pasangan Rudolf. Kami tak bertanggung jawab apabila ada aksi anarkis,” kata Charles Butarbutar yang bertindak sebagai koordinator aksi.

Massa yang memadati pelataran parkir di tepi Jalan SM Raja tepat di depan hotel, terus bertahan hingga pukul 12.00 WIB. Di saat bersamaan, KPU Medan menggelar pengumuman verifikasi di Ruang Convention Hall lantai dua. KPU Medan mencoba mengulang bahwa pasangan balon Wali Kota Medan yang layak bertarung pada Pilkada Kota Medan hanya 10 pasangan, dari 12 yang mendaftar. Dua yang gugur, Rudolf Pardede-Afifuddin Lubis dan Denni Ilham Panggabean-Yanto MS.

“Ada indikasi KPU Medan telah disuap oleh pasangan lain. Maka pasangan Rudolf tak diloloskan,” sambung massa yang berdemo. Dalam kesempatan itu, massa juga berharap diberikan waktu untuk bertemu dengan KPU Medan. Lewat Kapoltabes Medan, Imam Margono yang turut hadir dalam pengamanan, massa  berharap utusannya dapat menemui KPU Medan. “Kami harap utusan kami sebanyak 6-7 orang saja bertemu dengan KPU. Kalau tidak kami tidak tanggung jawab atas apa yang akan terjadi,” sambung massa.

Sayang, keinginan massa tak dikabulkan. KPU Medan berdalih telah punya agenda. Massa pun gigit jari. Tapi mereka tak mau menyerah. Setelah beberapa saat, mereka menurunkan jumlah utusan yang kembali diutus untuk bertemu KPU Medan. Dari enam orang jadi tiga orang saja. Tapi hal itu juga tak ditolerir.

“Ternyata KPU Medan pakai ilmu tikus. Mereka tak berani bertemu kami,” lanjut anggota massa.
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) juga melakukan aksi tutup mulut di depan Hotel Garuda Plaza Medan. Aksi tersebut sempat memacetkan arus lalulintas di Jalan SM Raja Medan. Koordinator aksi, Almy Zarlis bersama Ketua Umum KAMMI Sumut, Juanda Sukma dan Rabudin Abdullah, tak memberikan sedikit komentar pun. Mereka justru menutup mulut dengan cara melakban mulut. Mereka berdiri di median jalan sambil memampangkan spanduk, membagi-bagikan selebaran yang berisi pernyataan sikap atas ketidakpuasan terhadap KPU Medan juga Pemko Medan. Isi spanduk itu bertuliskan, “KPU Harus Netral dan Indipenden. Pj Walikota Medan Harus Netral Tolak Bujukan dan Intimidasi Balon.”

Sedangkan statemen KAMMI memuat 5 butir pernyataan sikap yakni KPU harus independen dalam melaksanakan proses pelaksanaan pilkada, independensi dan profesionalitas KPU akan mewujudkan kondusifitas dan hasil yang maksimal. Menuntut Pj Wali Kota Medan beserta seluruh birokrasi Pemko Medan sampai tingkat lingkungan. Mendesak terciptanya transparansi anggaran pilkada.  Tolak money politic dalam pilkada serta seluruh pasangan calon berani kalah dan menang. Sebanyak 900 lebih personel polisi ditempat kan di Hotel Garuda untuk mengamankan acara penentuan nomor urut tersebut. 

Calon Bupati Sergai Juga Cabut Nomor Urut
Empat pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Serdang Bedagai periode 2010-2015 mencabut nomor urut sebagai Pilkada yang telah ditetapkan KPUD Sergai, Sabtu (13/3) di Pantai Kuala Putri, Kecamatan Pantai Cermin.

Pasangan Dr Idham Kn-Benhard Sihotang mendapat nomor urut 1, Drs H Chairullah SIP MAP-H David Purba SSos nomor urut 2, serta incumbent HT Erry Nuradi-H Soekirman nomor urut 3 kemudian yang terakhir  Ir H Aliman Saragih MSi-Syamsul Bahri SAg nomor urut 4.
Hadi dalam acara itu Ketua KPUD Sergai Syahrianto SH didampingi Sekretaris Drs Zainaluddin, Divisi Humas Ir M Rizwan SP, Misriani, Irwansyah Nasution dan Badrun serta seluruh anggota Panitia Pengurus Kecamatan (PPK) dan unsur Muspida.

Ketua KPUD Sergai Syahrianto SH saat membuka acara mengatakan, pencabutan nomor itu menjadi keputusan yang akan dijadikan sebagai surat suara. Acara pencabutan nomor juga dihadiri para pendukung masing masing calon. (ful/rud/mul/mag-15/smg)

calon-walikota

[ketgambar]CALON WALI KOTA MEDAN: Sepuluh pasang calon Wali Kota Medan foto bersama usai pengundian nomor urut di Garuda Plaza Hotel Medan bersama dengan anggota KPU Medan dan unsur muspida Kota Medan kemarin (13/3). // REDYANTO/SUMUT POS[/ketgambar]

Posted in Metropolis | Tagged , , , | Comments Off

Asmirandah Ngebet Peran Antagonis

SERING berperan sebagai cewek kalem dan melankolis dalam tayangan sinetron, Asmirandah tertantang memerankan karakter yang berbedan
Andah, panggilan akrab Asmirandah, ingin sekali mendapatkan peran antagonis.
“Dulu aku pernah mainin peran antagonis, sekarang aku pengen banget peran itu (antagonis, Red),” ujar Andah saat ditemui di sela-sela syuting sinetron Kemilau Cinta Kamila, belum lama ini.

Bagi Andah, memerankan tokoh dengan sifat antagonis punya sensasi sendiri dibanding peran cewek kalem atau melankolis. “Kesannya jadi kaya cewek-cewek yang punya power gitu, lebih menantang aja maininnya,” beber pemilik nama lengkap Asmirandah Zantman tersebut.
Selain itu, cewek berhidung mancung ini ingin berperan seperti wanita dewasa. Karena terlampau sering berakting sebagai cewek kalem, Andah jadi suka dibilang seperti ABG.

“Padahal umur aku udah 21 tahun, tapi banyak yang bilang kaya 17 tahun,” urai cewek kelahiran Jakarta, 5 Oktober 1989 itu.
Makanya, Andah berupaya keras untuk bisa tampil dengan gaya yang baru layaknya wanita dewasa yang mempunyai sifat antagonis. “Aku ingin sekali mencoba berakting dengan karakter perempuan dewasa yang antagonis,” pungkasnya. (cr-1/gie/jpnn)

asmirandah

[ketgambar]Asmirandah // foto:kapanlagi.com[/ketgambar]

Posted in Berita Foto, Sportainment | Tagged | 2 Comments

Nenek 80 Tahun Terbaring Lemah di Rusun Sukaramai

MEDAN- Perempuan renta ditemukan terbaring lemah di tangga Rumah Susun (Rusun) Sukaramai Medan, Sabtu (13/3). Oleh ibu PKK setempat, nenek yang diperkirakan berusia 80 tahun itu dibawa ke RSU dr Pirngadi Medan.

Saat ditanya, nenek tersebut mengaku bernama Hani, asal Tanjung Balai. Tapi saat ditanya kembali, Hani mengatakan kalau berasal dari Padang Sidempuan. Sayangnya, Hani bak orang linglung, sehingga sulit menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan wartawan. 

Kabag Hukum dan Humas RSU dr Pirngadi Medan, Edison P SH MKes menuturkan, saat ini nenek yang diduga gelandangan itu dirawat di ruang XIV. “Secara medis akan kita berikan perawatan dan melakukan koordinasi dengan ibu-ibu PKK dan Pemberdayaan Perempuan, serta ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja,” kata Edison. (jafar/smg)

Posted in Metropolis | Tagged | Comments Off