Rp97 M Insentif Guru Mengendap di Daerah

MEDAN- Pantas saja ruang Publick Interaktif di Sumut Pos berulang kali menerima keluhan guru soal belum cairnya dana Insentif . Ternyata dana insentif senilai Rp97.877.950.800 dari alokasi Rp105 miliar lebih diduga sengaja diendapkan di Bank Sumut. Padahal dana perangsang ini sudah dicairkan ke 30 kabupaten/kota di Sumut melalui Bank Sumut jauh-jauh hari.

Kepala Biro Keuangan Setdaprov Sumut, Muhammad Syafei membenarkan adanya dugaan mengendapkan dana insentif guru ini. “Pemprov Sumut sendiri sudah tiga kali menyurati daerah agar segera menyalurkan dana dimaksud ke rekening guru,” bebernya dalam pertemuan di Press Room Humas Kantor Gubernur Sumut, Senin (19/10). “Bisa saja yang baru diterima guru itu sebesar Rp500 ribu. Sisa Rp100 ribu lagi baru dicairkan setelah bulan Desember. Kemungkinan ini sebagai inisiatif kabupaten, dan kota,” tambahnya.

Muhammad Syafei menegaskan, dana bantuan daerah bawahan (BDB) Pemprov Sumut senilai Rp105 miliar lebih pada APBD 2009 itu sudah sepenuhnya disalurkan ke rekening masing-masing daerah penerima. Dari total dana yang sudah dicairkan itu, jumlah guru yang berhak menerima dana insentif Rp600 ribu per tahun 163.129 orang dari 175.000 guru yang diseleksi.

Kabag Anggaran Biro Keuangan Setdaprov Sumut, Sulfan Nasution menambahkan penyaluran dana dimaksud dilakukan antar-rekening bank pemerintah di PT Bank Sumut. “Proses aliran dana itu online antar rekening. Kalau kabupaten dan kota belum menyalurkannya ke rekening guru, itu bukan tanggung jawab kita,” tegasnya.

Sulfan Nasution kembali mengungkapkan, hingga  19 Oktober, Biro Keuangan Setdaprov Sumut mencatat sudah 30 kabupaten dan kota yang mencairkan dana insentif guru tersebut. Nilai total pencairan mencapai Rp97.877.950.800. Sedangkan Kabupaten Nias, Kabupaten Dairi, dan Kota Tanjung Balai sampai kini belum mencairkan.

Syafei menegaskan tidak tertutup kemungkinan tiga daerah ini tidak akan menerima dana serupa di tahun 2010. “Program insentif guru tahun 2010 sebesar Rp750 ribu per tahun itu bisa tidak disalurkan ke tiga puluh daerah ini bila sampai Desember belum juga memproses pencairannya,” tandasnya.

Kabar yang diterima dari sejumlah guru di jajaran Pemko Medan, penyaluran dana insentif guru baru dilakukan Senin (19/10) lalu. Padahal pencairan dana oleh Pemko Medan senilai Rp21.378.000.000 atau untuk 35.630 orang sudah dilakukan sebulan lalu.

Di lain pihak, sekitar 700 guru bantu di Sumut masih belum menerima gaji. Guru bantu tersebut telah diangkat menjadi CPNS sejak bulan April 2006 dan baru mendapatkan surat keputusan pengangkatan Maret 2007. Selama periode itulah, honor mereka belum dibayar pemerintah.
Menurut Ketua Forum Komunikasi Guru Bantu Indonesia Sumut, Adi Wijaya, ada tiga angkatan guru bantu yang belum mendapatkan gaji dari pemerintah. Angkatan pertama merupakan guru bantu yang diangkat CPNS sejak April 2006. Di angkatan pertama ini masih ada sekitar 170 orang guru bantu yang belum mendapatkan haknya selama sembilan bulan. “Di angkatan kedua dan ketiga, saya lupa kapan periode pengangkatannya, tetapi nasib mereka juga sama. Belum mendapatkan gaji dari empat bulan sampai lima bulan. Sedikitnya masih ada 700 guru bantu yang belum mendapatkan gaji,” kata Adi kepada wartawan, kemarin. Menurut dia, selama menunggu surat keputusan pengangkatan CPNS tersebut, guru bantu ini tetap mengajar di sekolahnya masing-masing.(opt/net)

This entry was posted in Metropolis and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Rp97 M Insentif Guru Mengendap di Daerah

  1. Amri says:

    Bapak2 n ibu2 di sumut pos, saya guru di deli serdang,yang berada di bawah naungan Depag Deli Serdang, kami para guru di deli serdang ni, belum juga mendapatkan uang insentif guru tersebut, bukan kali ini saja tapi sudah beberapa kali bahkan sudah 3 tahun ini,mereka (Depag Deli Serdang)kok tega banget ya…,itu kan uang untuk ongkos kami kerja yang naik angkot ini,n dah pasti uang makan tuk anak2 kami juga,kalau mengharapkan gaji para guru swasta ni bapak taulah berapa…cuma Rp 200.000/bulan,kami berharap lebih cuma dari uang insentif guru itu,Mereka (Depag Deli Serdang)kan dah PNS dah dapat uang pasti n lebih,lebih..n jauh lebih besar dari pada kami,tolonglah…tolong ya..pak terbitkan berita ini…kami curiga mereka membungakan uang ini dulu…tapi kami sudah berhutang2 tuk membiayai hidup kami,mereka malah cari uang lebih besar lagi..saya kasih tau pak nama oknumnya langsung ya…