Beralih ke Obat Tradisional Karo

RUPA-rupanya pengobatan alternatif asal Karo cukup digemari. Dengan metode alternatif, racikan obat-obatan tradisional ini manjur menyembuhkan berbagai penyakit pasien.

“Saya memulai usaha ini sejak 20 tahun lalu. Pelanggan saya itu berasal dari dalam dan luar negeri,” ungkap ARF Setiawan Pinem, ahli pengobatan tradisional Karo, yang membuka praktik di Oukup Klaudia Jalan Letjen Jamin Ginting Km 9, Medan.

Pinem menjelaskan konsumennya tak cuma datang dari Medan atau berbagai kota di Indonesia, melainkan juga dari luar negeri. ‘’Pasien saya juga ada yang dari Jerman dan Perancis. Mereka memesan obat-obatan yang saya racik,’’ katanya. 

Menurut Pinem, obat-obatan tradisional itu mampu menyembuhkan penyakit diabetes, maag, masuk angin, lelah, HIV, dan berbagai penyakit lainnya.

Obat-obatan tradisional itu dijual dengan harga cukup variatif. Untuk tawar latih atau jamu basah harganya Rp35 ribu per botol, akar pirih Rp25 ribu per botol, dan gaga sigadry dibanderol Rp20 ribu per botol.

Obat-obatan itu, lanjut RF Setiawan, berasal dari tumbuhan alami seperti temu lawak, temu ireng, kuning gersing, daun sibau, daun tapak kuda, daun loning, daun gambir, serta umbia-umbian. Sementara itu, akar piri bersumber dari minyak kelapa, minyak zaitun, minyak gandapura, minyak sere, minyak kelapa ijo, dan minyak kulit jeruk.

Indri, pasien yang mengidap penyakit diabetes, mengakui obat-obatan tradisional hasil racikan Pinem cukup manjur. ‘’Gejala diabetes saya mulai berkurang setelah tiga kali berobat,” ujar Indri. (mag-7)

obat-tradisional-karo

This entry was posted in Kesehatan and tagged . Bookmark the permalink.