Dua Hakim Terancam Dipecat

JAKARTA- Dua hakim dari Pengadilan Negeri Rantau Prapat, Sumatera Utara, dan PN Muara Bulian, Jambi, kemarin dihadapkan dalam sidang Majelis Kehormatan Hakim. Keduanya didakwa melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim karena terbukti berhubungan dengan para pihak berperkara. Keduanya terancam dinonpalukan hingga pemecatan sebagai hakim.

Hakim Ari Siswanto dari PN Rantau Prapat diusulkan Badan Pengawasan Mahkamah Agung karena didakwa berhubungan dengan keluarga korban pembunuhan yang meminta para terdakwa dihukum seumur hidup. Ari dilaporkan kuasa hukum korban ke Mahkamah Agung karena hakim hanya memutus para terdakwa dengan hukuman penjara 12 tahun dari ancaman hukuman maksimal 20 tahun.

Hakim Aldhytia dilaporkan ke Komisi Yudisial karena menerima adik terdakwa yang bernama Imam Sudjarwo di ruang Wakil Kepala PN Muara Bulian. Dalam pertemuan itu, Aldhytia menyarankan agar Imam menggunakan jasa pengacara yang dikenalnya untuk mengurus banding di Pengadilan Tinggi Jambi.

Di depan Imam, Aldhytia bahkan menghubungi pengacara tersebut untuk membicarakan ongkos biaya beperkara di tingkat banding. (noe/jpnn)

This entry was posted in Nasional and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Dua Hakim Terancam Dipecat

  1. Oenardy S says:

    Surat dan Rekomendasi Badan Pengawas MA RI adalah tidak mempunyai nilai pembuktian/mengikat dan nilai ekesekutorial karena dibuat berdasarkan laporan secara pribadi dan dianggap surat pribadi hal ini tertuang dalam Keputusan Pengadilan Negeri Garut , dengan demikian sudah seharusnya kedua Hakim dimaksud tidak bisa dituntut dan dihukum karena hanya berdasarkan lopran secara pribadi.

Comments are closed.