Membangun Budaya Tertib Lalu Lintas

Poldasu dan UMSU Kerjasama Sosialisasikan UU No. 22 Tahun 2009

Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), H Bahdin Nur Tanjung SE MM dan Kapoldsu Irjen Pol Badrodin Haiti, menandatangani nota kesepahaman MoU (Memorandum of Understanding) dalam hal mensosialisasikan Undang-Undang UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan kepada warga masyarakat khususnya kalangan civitas
akademika UMSU.

Penandatanganan nota kesepahaman ini berlangsung di Auditorium Kampus UMSU Jalan Kapten Mukhtar Basri No 3 Medan, Selasa (26/1) kemarin.

Sejumlah perwira di jajaran Poldasu dan Poltabes MS tampak hadir dalam kegiatan ini,  diantaranya Kapoltabes Kombes Imam Margono, Dirlantas Poldasu Royke, Kasat Lantas Poltabes MS, Kompol Sabilul Alif dan sejumlah perwira lainnya. Sedangkan dari  UMSU turut mendampingi rektor, Wakil Rektor II UMSU H Suhrawardi K Lubis, SH SpN MH, Wakil Rektor III Drs Agussani, MAP, para Dekan/Wakil Dekan dan Dosen, Ka Biro Humas Anwar Bakti dan para Kepala Biro di lingkungan UMSU serta pegawai dan mahasiswa/i UMSU.

Bahdin Nur Tanjung menegaskan, UU No. 22 Tahun 2009 dimaksudkan untuk mewujudkan manusia Indonesia yang tertib dalam berlalulintas dengan mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas serta memiliki budaya peduli yang tinggi dalam menjaga dan memelihara sarana lalu lintas yang ada. ‘’Dengan diberlakukannya UU No. 22 Tahun 2009 diharapkan dapat mengurangi resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya,’’bebernya.

Sementara Kapoldasu Irjen Pol Badrodin Haiti mengatakan, bahwa UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang sedang disosialisasikan ini sangat penting dijalankan dan dipatuhi. Pasalnya, setiap tahun beribu-ribu orang menemui ajal dan mati sia-sia di jalan raya karena tidak mematuhi atau tidak memahami peraturan dan rambu-rambu lalu lintas.

Kapoldasu berharap, UMSU sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Sumut mampu berperan sebagai mitra Poldasu dalam mensosialisasikan UU No. 22 Tahun 2009 sejelas-jelasnya, sehingga cukup dipahami dan disadari oleh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Kapoldasu juga membagikan buku “Panduan Praktis Berlalu Lintas” yang dikeluarkan oleh Direktorat Lalu Lintas Polri yang  memuat ketentuan pidana jika melanggar UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Sanksi dimaksud antara lain, sanksi/denda bagi setiap penyelenggara jalan yang lalai memperbaiki jalan rusak atau tidak memberi tanda sehingga memakan korban (Pasal 273), sanksi/denda bagi orang yang merusak/mengganggu fungsi/kelengkapan jalan  (Pasal 274  dan 275).
Disebutkan juga, pengemudi kendaraan bermotor atau pengendara sepeda motor tidak memiliki SIM dikenakan sanksi pidana 4 (empat) bulan kurungan atau denda Rp.. 1.000.000,- (Pasal 281), tidak mematuhi perintah petugas Polri dikenakan saksi pidana 3 (tiga) bulan kurungan atau denda Rp. 750.000,- (Pasal 282), pengendara sepeda motor dan/atau yang diboncengnya tidak mengenakan helm standar nasional dikenakan sanksi pidana kurungan 1 (satu) bulan atau denda Rp. 250.000,- (Pasal 291 – 1 dan 2).

Kemudian mengemudikan kendaraan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi suatu keadaan yang mengakibatkan konsentrasi pengemudi terganggu dikenakan sanksi pidana 3 (tiga) bulan kurungan atau denda Rp750.000,- (Pasal 283) serta sanksi/denda bagi item-item pelanggaran lainnya. (*)

umsu-vs-lantas

[ketgambar]DARI KIRI: Wakil Rektor II H Suhrawardi K Lubis SH, SpN MH, Penasehat PWM Sumut Effendy  Pakpahan, H Bahdin Nur Tanjung SE, MM, Kapoldasu Irjend Badrodin Haiti, Kapoltabes MS Kombes Imam Margono dan Dirlantas Poldasu Kombes Royke. // [/ketgambar]

This entry was posted in Society. Bookmark the permalink.