42 SSB Kota Medan Dilarang Tampil pada Piala Danone

Sebanyak  42 sekolah sepak bola (SSB) yang berada di Kota Medan tidak diperbolehkan mengikuti kompetisi sepak bola Piala Danone U-12, yang sejatinya bergulir 12-13 Juni mendatang.
Ketua Umum Pengcab PSSI Medan H Darwin Syamsul menegaskan hal tersebut usai menyaksikan coaching clinic yang digelar pesepakbola Penang Kickers Malaysia di Stadion Teladan Medan, Sabtu (8/5).

Selanjutnya Darwin menegaskan jika nantinya ada SSB yang bernaung dibawah bendera PSSI Medan terlibat pada Piala Danone yang digelar mantan pemain PSMS, maka pihaknya akan menjatuhkan sanksi kepada SSB yang bersangkutan.

Menurutnya, hal itu terpaksa dilakukan karena Piala Danone yang juaranya akan mewakili Sumut ditingkat nasional, sejatinya digelar oleh  Pengprov PSSI Sumut selaku organisasi sekaligus pengangung jawab sepak bola di daerah ini.

“Nah, kalau ada apa-apa dengan tim Sumut yang berlaga di tingkat nasional nanti, siapa yang harus bertangung jawab?

Seakan tak habis pikir, Darwin menyesalkan sikap seorang oknum mantan pemain PSMS yang pernah menjadi pengurus PSSI Sumut atas segala kekisruhan yang terjadi, yang pada hakikatnya dapat merusak sistem pembinaan sepak bola di Sumatera Utara.

“Kalau dia benar-benar seorang pembina sepak bola, tentunya dia tidak melakukan hal itu, karena dia kan tahu jika yang paling berkompeten terhadap sistem pembinaan sepak bola di sini (Sumut, Red) adalah PSSI Sumut,” sesal Darwin.

Sebelumnya diberitakan jika wadah mantan pemain PSMS mendapatkan mandat dari PT Mahaka Indonesia untuk menggelar Piala Danone U-12. Mendapati hal ini Pengprov PSSI Sumut selaku organisasi sepak bola tertinggi di daerah ini segera melayangkan surat kepada PSSI yang ditembuskan kepada seluruh Pengcab PSSI, jika PSSI Sumut tidak bertangung jawab terhadap gelaran Piala Danone nantinya.

Tak sampai di situ, dalam surat itu pun ditegaskan jika PSSI Sumut tidak akan mengirim wasit serta perangkat pertandingan lainnya, serta akan menjatuhkan sanksi kepada wasit ataupun perangkat pertandingan yang terlibat pada Piala Danone 2010.

“Saya heran dengan PT Mahaka selaku event organizer Piala Danone. Kenapa mereka bisa memberikan mandat kepada mantan pemain PSMS? Padahal di provinsi manapun, yang menjadi penyelenggara adalah Pengprov PSSI  setempat. Artinya, disinilah saya melihat peran oknum mantan pemain PSMS yang juga mantan pengurus PSSI Sumut itu,” bilang Darwin.

“Ya, kalau ketika menjabat sebagai pengurus dulu pernah menangani Piala Danone, harusnya sekarang dia rela, jika even itu ditangani Pengprov PSSI Sumut. Toh, sekarang ini dia kan sudah tidak terlibat di PSSI Sumut lagi,” pungkas Darwin.
Adapun SSB Anggota Pengcab PSSI Medan: 1. SSB Dispora Sumut, 2. SSB Sinar Sakti, 3. SSB Bintang Timur, 4. SSB Rajawali Mabar, 5. SSB Generasi Medan, 6. SSB USU Junior, 7. SSB Patriot, 8. SSB Bangun Jaya, 9. SSB Putra Mulia, 10. SSB Sunggal Putra, 11. SSB Generasi Kosek, 12. SSB Kenari Utama, 13. SSB Selebes Putra, 14. SSB Harapan Bangsa, 15. SSB Mandiri, 16. SSB Surya Putra, 17. SSB Gemars, 18. SSB Gumarang, 19. SSB Bumi Serdang Damai (BSD), 20. SSB Kurnia, 21. SSB Kebun Bunga, 22. SSB Al Batros, 23. SSB Bina Satria, 24. SSB Sejati Pratama, 25. SSB OP Ladon, 26. SSB Medan Soccer, 27. SSB Bintang Marelan, 28. SSB Ladon Medan, 29. SSB Kurnia Komat, 30. SSB Karang Taruna, 31. SSB Mabar Putra, 32. SSB Medan Utara, 33. SSB Al Hikmah, 34. SSB Tunas Remaja, 35. SSB Putra Jaya, 36. SSB Surya Putra  Sampali, 37. SSB Gapartex, 38. SSB Tasbi, 39. SSB Muda United Medan, 40. SSB Permata Belawan, 41. SSB PTP Wilayah Bandar Klippa, 42. SSB Hendra 2/105 Medan. (mag-7)

This entry was posted in Sumut Sport and tagged . Bookmark the permalink.

Comments are closed.