Kebangunan Rohani Azusa Street 1906

Sekitar 104 tahun yang lalu, yaitu pada tahun 1906, sebuah peristiwa fenomenal mengagetkan Amerika dan bahkan dunia. L.A. Times edisi April 1906 mencatat: “Mengucapkan perkataan yang ganjil dan mengutarakan syahadat yang tampaknya tidak akan bisa dipahami oleh mahluk hidup yang waras otaknya. Telah lahir sebuah sekte agama yang paling baru di Los Angeles.”
J. Stephen Lang dalam bukunya mencatat sebuah kebaktian diselenggarakan di pondok yang hampir roboh di Azusa Street, di mana orang-orang berusaha merasakan kegembiraan yang luar biasa. Roh Kudus bekerja dengan dahsyat.

William J. Seymour mengamati dan memimpin kebangunan rohani di Azusa Street (meskipun selalu berkata bahwa yang memimpin hanya Roh Kudus). Seymour adalah gembala berkulit hitam, seorang murid yang cemerlang di sekolah Alkitab di Houston yang didirikan Charles F. Parham. Seorang wanita dari Los Angeles berkunjung ke sekolah Alkitab ini dan mengalami baptisan Roh Kudus. Sekembalinya ke Los Angeles, wanita tersebut mendorong gereja misi Nazarene, yakni gerejanya, agar mengundang Seymour menjadi salah seorang gembala. Ironisnya, penekanan Seymour pada baptisan Roh Kudus, terutama bahasa Roh, menyinggung perasaan beberapa jemaat sehingga dia dilarang memasuki gereja itu. Untuk sementara, Seymour mengadakan kebaktian di rumah. Tetapi ketika hadirin makin bertambah, mereka membutuhkan tempat yang lebih besar.

Akhirnya, Seymour mengadakan kebaktian di bekas gereja di Azusa Street nomor 312. Sambil duduk (bahkan berdiri) di bangku terbuat dari papan, di tengah persediaan vahan bangunan, orang-orang dari berbagai suku bangsa meneruskan penyembahan yang dipenuhi Roh Kudus itu. Seymour berkhotbah dan mereka berdoa, berbahasa Roh, menangis, dan menyanyi dalam “paduan suara surgawi”. Kantong persembahan tidak diedarkan dan tidak ada iklan, tetapi semakin banyak orang berdatangan. Gereja itu dinamakan Apostolic Faith Gospel Mission. Selama tiga tahun, tempat itu menjadi pusat gerakan Pentakosta yang makin berkembang. Orang-orang dari seluruh penjuru Amerika, bahkan dari mancanegara mendatangi tempat itu dan membawa pulang apa yang telah mereka dapatkan. Peristiwa yang paling sering disebutkan adalah kebangunan rohani Azusa Street.

Untuk mengenang kebangunan rohani tersebut maka diadakan peringatan untuk pertama kalinya pada tahun 1991 oleh Thomas Nickel dari California, selanjutnya diadakan lima tahun sekali hingga kelak Yesus datang kedua kalinya. Gerakan Pantekosta ini sendiri datang ke Indonesia pada tahun 1921 dibawa oleh dua keluarga misionaris Amerika Serikat bernama Cornelius E. Groesbeek dan Richard Van Klaveren.  Pdm. Edison Sinurat. (*)

This entry was posted in Mimbar Minggu. Bookmark the permalink.

Comments are closed.