Perkembangan Teater di Sumatera Utara (2)

Tahun 1977 banyak bermuncullah  organisasi   drama diantaranya teater muslim, Actor Studio, Teater nasional, teater Imago, Teater merak Jingga, teater HSBI, group Citra Dangsina Padangsidempuan, teater badan koordinasi Pekerja  Budaya Langkat, Sri  Mersing, Langkat, Teater Terminal Tanjungpura, Teater Lancang Kuning, Medan.

Teater Pemda Kodya Tebingtinggi, Teater PWI, Teater Tirta Kencana Indrapura Asahan, group Tetaer Kodya Pematangsiantar, teater Sri Langkat Tanjungpura,  Operas Sintauli Tapanuli Utara, gorup teater Koma Binjai, Ros teater Operas Tapanuli Utara dan sebagainya.

Kemudian tahun 1974-1975 lahir lagi group tetater seperti teater kenangan Padang Sidempuan, Teater Violeta, Teater Dokabu Padang Sidempuan dan sebagainya.

Sebelum itu tepatnya tahun 1958 masyarakat seniman Medan yang dipimpin oleh  Ibrahim Sinik, Bokor Hutasuhut, A Asis S mementaskan dua naskah masing-masing Titik Hitam dan Nyonya Maryam karya Nasyak Djamin dramawan terkenal dari Yogyakarta. Sebagai sutradara adalah Ibrahim Sinik dengan pemain Hayati Siregar, Djas (Dkafar Siddik), Latifah Marzuki, Bastami dan Tahir Morales.

Perkembangan teater di Saumatra Utara  kemajuannya sangat pesat sehingga berdirlah  teater pena (TENA)    sebagai tokohnya Taguan Harjo, Sori Siregar, Djohan A.Nasution dan barani nasution juga memberikan sumbangsi untuk TENA.  Sebagai pendiri TENA adalah Rusly Mahady. Awalnya berdiri TENA adalah   dari  senior Actor Studio yakni Sori Siregar, Rusli Mahady, Burhan Piliang, Mazwad Azham dan Iskak S  Mereka pendawalima-nya TENA.

Perkembangan teater di Sumatra Utara sangat pesat sekali  pada tahun 1980-an bahkan  secara resmi tercatat 108 group teater  di Kota Medan dan daerah lainnya.

Ini menunjukkan berkembangan teater di Sumatera Utara  bagian dari lahirnya seniman teater sehingga banyak  aktor-aktornya hijrah ke Jakarta menjadi  bintang film.

Pada 1 Januari 1982 berdiri Badan Musyarah Teater Sumatera Utara  dipimpin seorang Seketrais Jenderal. Tanggal 1 Januari 1985 dibentuk Forum Komunikasi Teater Sumatera Utara (FKTSU) diketuai Syaiful Anwar. (bersambung)

This entry was posted in Pendidikan and tagged . Bookmark the permalink.

Comments are closed.