Mengandalkan Tuhan dalam Kehidupan

Pdm. Edison Sinurat STh

Kejadian 32:25 “Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.

Pergulatan Yakub dengan Malaikat di sungai Yabok terjadi beberapa saat sebelum bertemu saudaranya, Esau. Yakub dilanda ketakutan yang amat sangat terhadap abangnya Esau. Peristiwa dua puluh tahun sebelumnya masih segar di ingatannya, ia telah menipu ayandanya Ishak untuk memperoleh berkat yang telah disediakan untuk Esau. Sekarang Yakub mau kembali ke negerinya bukan lagi seorang diri seperti ia melarikan diri ke negeri Laban melainkan dengan isteri, anak-anaknya, hamba-hamba dan dengan begitu banyak ternak; kambing domba, lembu sapi dan unta-unta.

Yakub mencoba melunakkan hati abangnya dengan mengirim utusan dan pemberian-pemberian, namun gagal. Esau mendatangi Yakub dengan diiringi pasukan berjumlah empat ratus orang. Makin ketakutanlah Yakub lalu ia membagi orang-orangnya menjadi dua pasukan dengan tujuan, apabila pasukan yang pertama kalah maka masih ada pasukan lapis dua sedangkan ia sendiri berada di barisan paling belakang.

Sebelum bertemu Esau, pada malam harinya Yakub berdoa kepada Tuhan memohon penyertaanNya dan seorang malaikat mendatangi dia. Yakub bergulat dengan malaikat tersebut dan tidak melepaskannya sampai fajar menyingsing. Sepanjang malam mereka bergulat dan akhirnya malaikat itu memukul sendi pangkal paha Yakub sehingga dia pincang.

Yakub sangat membutuhkan kakinya sempurna sebab seandainya Esau mengejarnya, ia dapat melarikan diri, tetapi justru Tuhan membuatnya pincang. Tuhan mengajar Yakub agar tidak mengandalkan kekuatannya sendiri tetapi mengandalkan Tuhan. Selama ini Yakub telah berhasil menjadi seorang kaya dan memiliki keluarga yang besar. Ia juga ’berhasil’ memperdaya kakaknya Esau soal hak kesulungan, dan ia ’berhasil’ menipu ayahnya Ishak dalam memperoleh berkat. Di Haran ia juga ’berhasil’ memperdaya mertuanya sehingga ia memperoleh ternak yang melimpah. Semua itu merupakan keberhasilan Yakub yang diraih dengan cara-cara duniawi, sesuai dengan namanya Yakub, ia seorang penipu. Segala sesuatu yang diperoleh dengan cara-cara demikian tidak mendatangkan damai sejahtera, Yakub mengalami ketakutan yang amat sangat. Ini merupakan gambaran dosa yang mengapatkan pengampunan dari Bapa di sorga tetapi konsekuensi dosa itu harus dihadapi.

Yakub menjadi seorang yang pincang, tetapi ada yang berubah dalam hidupnya. Namanya diubah Tuhan dari Yakub yang aratinya penipu, menjadi Israel yang berarti, ”bergulat dengan Allah dan menang”. Dari seorang penipu Tuhan mengubahnya menjadi seorang pemenang dan pemberani. Setelah pengalaman malam itu, Yakub tampil dengan keyakinan yang baru, ia tidak lagi takut sekalipun kakinya sudah pincang.

Ia tidak lagi sebagai pemimpin pengecut yang berdiri di belakang pasukannya, melainkan di depan mendahului orang-orangnya menemui Esau. Penyertaan Tuhan menjadi andalan Yakub menemui Esau. Setelah Tuhan memberkatinya, Yakub tampil sebagai seorang pahlawan, dan apa yang selama ini ditakutkannya ternyata tidak terjadi. Di pasal 33, kakaknya Esau menyongsong Yakub dan mereka bertangis-tangisan dan saling merangkul.

Tuhan mengubah situasi Yakub setelah Yakub dengan begitu serius bergumul dengan malaikat malam itu. Ini berbicara tentang keseriusan mencari Tuhan yang kalau kita lakukan maka kita pun akan mengalaminya, apa pun situasi yang sedang kita hadapi. Ketika kita diperhadapkan dengan situasi yang maha berat dan menakutkan, datanglah pada Yesus, jangan kalkulasikan kekuatanmu, pengaruhmu, hartamu, koneksimu dan segala hal yang sering dijadikan orang andalannya. Tetapi mulailah bersungguh-sungguh datang kepada Tuhan disertai penyerahan total. Maka lihatlah bagaimana Tuhan akan mengurusi segalanya. Yesus adalah ahli dalam mengubah sesuatu yang tidak mungkin jadi mungkin karena tidak ada yang mustahil bagi Dia. Yesus Seorang Ahli dalam mengubah kutuk jadi berkat. Ia juga ahli dalam membuka jalan bagi anak-anaknya yang menghadapi jalan tertutup. Ia ahli dalam mengubah hati manusia dari ’membenci’ menjadi ’mengasihi’. Ia adalah Juruselamat, ahli dalam hal penyelamatan. Haleluyah.

Mengandalkan Tuhan berarti kita menyerahkan secara total kehidupan kita ke dalam tangan-Nya. Pemazmur berkata: ”Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya maka Ia akan bertindak.” (Mazmur 37:5). Campur tangan Tuhan akan terealisasi apabila kita berserah dan lalu dengan serius mempercayaiNya.

Hosea 6:3 ” Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.” Bagi yang sungguh-sungguh mencari Tuhan maka berkat, pertolongan Tuhan akan datang tepat waktu. 2 Tawarikh 16:9a ”Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.” Bersama Tuhan kita akan melakukan perkara-perkara besar dalam hidup ini bagi kemuliaan Nama-Nya. (*)

This entry was posted in Mimbar Minggu. Bookmark the permalink.

Comments are closed.