SSB Bima Keberatan Lapangan Jadi Tempat Jualan

MEDAN-Pengurus Sekolah Sepak Bola Bintang Marelan (SSB BIMA) Kel. Terjun Kec. Medan Marelan mengaku tidak setuju dengan adanya kegiatan perdagangan yang rencananya berlangsung di Lapangan Tanah 600 Kecamatan Medan Marelan.

Sebab, kegiatan perdagangan yang dilaksanakan sebulan penuh selama bulan Ramadhan itu dikhawatirkan dapat merusak kondisi lapangan yang selama ini menjadi tempat berlatih SSB Bima dan tempat berolahraga masyarakat yang ada di sekitarnya.

Sukramal, seorang pengurus SSB Bima mengatakan bahwa membiarkan kegiatan perdagangan berlangsung di lapangan sepak bola merupakan penyalahgunaan.

“Menjaga kondisi lapangan agar tetap baik tertera dalam undang-undang tentang sistem keolahrgaan nasional. Inilah yang menjadi dasar kami untuk berupaya agar lapangan ini tidak dipergunakan sebagai tempat berdagang,” bilang Sukramal kepada Sumut Pos, kemarin (23/7).

Yang menjadi penyesalan Sukramal adalah sikap dari pihak Kecamatan Medan Marelan yang tidak pernah mengajak pengurus SSB Bima untuk membahas masalah tersebut. “Menjadi pelajaran bagi kita semua, jika setelah lapangan ini dipergunakan untuk berdagang, maka akan terdapat lobang yang dapat membahayakan kaki siswa SSB,” sesal Sukramal.
Karena hal tersebut di atas, Sukramal beserta jajaran pengurus SSB Bima menghimbau kepada pihak Kecamatan Medan Marelan untuk meninjau kembali kebijakan memperbolehkan warga berjualan di lapangan.

Di tempat terpisah, Sekretaris Camat Medan Merelan Syafril mengatakan bahwa kegiatan perdagangan selama bulan Ramadan akan tetap dilakukan karena panitia yang melaksanakannya adalah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Tanah 600 (LPM tanah 600), bukan pihak Kecamatan,” tegasnya. (mag-11)

This entry was posted in Sumut Sport and tagged , . Bookmark the permalink.