Frustrasi, Warga Sibolga Rampok Toko Emas

Sandera Pemilik 20 Menit, Akhirnya Digagalkan Polisi

MEDAN BARU-Aksi heroik penyelamatan sandera seperti terjadi di film Hollywood terjadi di Toko Emas Batu Bara, di Sun Plaza Lantai I, No 23 C Jalan Zainul Arifin, Kecamatan Medan Baru, kemarin siang (27/7).

Sejumlah anggota kepolisian dari Polsekta Medan Baru dan polisi dari Satuan Tim Khusus Poltabes Medan berhasil menggagalkan aksi perampokan toko emas di pusat pusat perbelanjaan termegah di Kota Medan itu.

Pelaku bernama Guntur Putra (44), yang tercatat sebagai warga Jalan Rawa Sawu Galing, Sidoarjo, Jawa Timur berhasil dibekuk petugas. Aksi perampokan di siang bolong itu sempat diwarnai penyanderaan terhadap Yuli (28), istri pemilik toko dan Sulin, karyawan toko

Saat beraksi  pelaku menggunakan rambut palsu  dan pistol mainan dan sangkur yang berhasil diamankan polisi.
Peristiwa pembebasan sandera ini sempat direkam security Sun Plaza dengan CCTV di lantai dua. Seorang petugas sengaja melepas CCTV yang diletakkan di salah satu sisi gedung dan mengarahkannya ke lantai satu.

Ulah perampok tunggal yang menggunakan senjata api mainan ini memang tergolong nekat. Pasalnya, Guntur Putra melakukannya sendiri saat Sun Plaza sedang ramai pengunjung.

Guntur Putra kepada Sumut Pos mengatakan, sebelum melakukan aksinya, dia melakukan pengintaian dan mempelajari targetnya selama 2 hari berturut-turut. Untuk mendukung aksinya, Guntur menyiapkan sangkur, senjata api mainan dan rambut palsu. “Saya pakai senjata api mainan yang aku beli di toko mainan, pisau sangkur dan rambut palsu,” paparnya.

Sekitar pukul 13.00 WIB, Guntur masuk ke toko, berpura-pura sebagai pembeli. Saat Yuli, Sulin, dan Azhar, pegawai toko lainnya lengah, Guntur memakai masker penutup mulut dan hidung lalu menodongkan senjata api palsu. “Jangan ada yang bergerak atau saya tembak semua,” hardik Guntur kepada Yuli dan Sulin.

Tanpa disadarinya, ketika menodongkan senjata api mainan, Azhar berhasil melarikan diri dengan cara mendorong Guntur Putra. Sadar perbuatannya bakal diketahui pihak keamanan, Guntur menutup dan mengunci pintu toko dari dalam. Sementara Azhar melaporkan peristiwa perampokan itu ke Security Sun Plaza dan diteruskan ke Polsekta Medan Baru.

Sekitar 15 menit kemudian, petugas dari Mapolsekta Medan Baru yang dipimpin Kapolsekta Medan Baru sekaligus Kepala Tim Khusus Poltabes Medan AKP Yoris Marzuki, Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru Iptu Moh Faruk Rozi tiba di lokasi kejadian.

Petugas lalu mengevakuasi pengunjung dari lantai 1. Seketika suasana ramai di Sun Plaza menjadi sepi dan hening. Yang terdengar hanya suara petugas kepolisian serta security. “Lokasi sudah dikepung, segera menyerah” teriak petugas.

Petugas sempat mengalami kesulitan masuk ke toko yang dikunci dari dalam. Drama penyanderaan itu berlangsung sekitar 20-an menit menit dan berakhir setelah polisi berhasil menerjang masuk toko dengan cara menerjang pintu.  Begitu berhasil, sejumlah petugas langsung menyerbu dan berhasil meringkus Guntur Putra. Tanpa perlawanan perampok nekat itu diseret keluar toko. Petugas polisi lain dan security Sun Plaza berhamburan mendekati pelaku. Beberapa pukulan dan tendangan sempat mendarat ke tubuh pelaku. Dengan kondisi hidung berdarah dan muka lebam, Guntur dibawa ke Mapolsekta Medan Baru.

Selesai diproses, Guntur dibawa ke RS Bayangkara untuk mendapatkan pengobatan pada bagian wajah dan hidungnya. Ditemui di Mapolsekta Medan Baru, Guntur Putra mengaku kelahiran Sibolga yang sudah menetap di Sidoharjo, Jawa Timur. “Saya dulu kerja di Sidoharjo, Jawa Timur kemudian saya dipecat,” katanya.

Guntur kemudian berniat pulang ke Sibolga, tapi tidak punya uang untuk ongkos dan biaya hidup. “Saya stress tidak punya uang untuk biaya, lalu saya gambar toko emas itu selama dua hari berturut-turut,” terangnya.
Setelah perampokannya gagal, Guntur mengaku sangat menyesal. “Saya baru sekali melakukan perampokan ini Bang,” tambah Guntur.

Kapolsekta Medan Baru, AKP Yoris Marzuki yang didampingin anggota Timsus Poltabes Medan, Ipda Alexander SH menegaskan, pihaknya masih menyelidiki kemungkinan pelaku melakukan perampokan di tempat lain. Untuk itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan seluruh jajaran kepolisian di seluruh Indonesia.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 2 unit heandpone, tali pinggang, 1 senjata api mainan, lakban, sarung tangan, 1 pisau sangkur, masker penutup mulut, rambut palsu dan dompet tersangka yang berisi identitas tersangka. “Tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun. Tersangka masih kita lakukan pemeriksaan intensif,” tambah Yoris Marzuki.

Sementara itu, Yuli, warga Jalan Babura Baru, Kecamatan Medan Baru kepada wartawan Sumut Pos terlihat masih trauma saat ditemui di Mapolsekta. Dengan terbata-bata, dia takut saat Guntur menodongkan senjata api dan berniat merampok tokonya.

“Dia datang sendiri dan tiba-tiba menodongkan senjata api ke arah saya dan karyawan toko saya. Beruntung karyawan toko Azhar berhasil keluar dan berhasil menghubungi polisi,” ucap Yuli.

Hal senada juga dikatakan Azhar. Menurutnya, saat kejadian dia spontan mendorong perampok itu agar bias lari keluar.  ‘’Saya langsung melapor ke security kalau ada perampokan dan security pun langsung menghubungi polisi,’’ ungkap Azhar. (mag-17)

This entry was posted in Berita Foto, Metropolis and tagged , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.