Gunung Sinabung Muntahkan Lahar

Warga dari 15 Desa Mengungsi

KARO-Ribuan warga desa sekitar Gunung Sinabung, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo mengungsi. Pasalnya, gunung berapi yang berada di ketinggian  2451 m dpl itu, tiba-tiba memuntahkan lahar panas, mengeluarkan asap dan debu tebal, Jumat (27/8) sekitar pukul 18.00 WIB.

Walau belum pada taraf mengkhawatirkan, dampak kegiatan gunung berapi ini membuat ribuan penduduk yang berada di 15 desa di kaki gung panik, segera melakukan langkah penyelamatan diri. Berbekal pakaian serta sejumlah barang berharga lainnya,  mulai dikemas masing-masing  penduduk “Usai berbuka puasa, kepala desa (kades) memberi instruksi agar kami segera meninggalkan desa.

Menurut kades imbauan itu merupakan lanjutan dari ucapan camat. Oleh karena itu kami segera meninggalkan desa, ikut menumpang dengan kendaraan  warga lainnya,” ujar  Nande Hermansyah br Milala, warga Desa Berastepu, kepada wartawan koran ini, ketika ditemui di kerumunan pengungsi, di sekitar Polsek Simpang Empat, Karo.

Semburan debu dan asap yang berasal dari gunung yang berada di atas Danau Lau Kawar itu mulai terasa saat petang menjelang, dimana debu hampir merata menyerang seluruh pelosok di bawahnya. Kepanikan pun langsung muncul, bayangan akan letusan gunung seperti sering terlihat di gunung-gunung lain di seantero dunia segera menyeruak di seluruh penduduk.

Warga yang memiliki kendaraan kemudian bergerak meninggalkan desa seperti yang terjadi di Desa Kuta Gugung, Bekerah, Simacem, Sigarang-Garang, Naman, Gamber, Kuta Tonggal, Kutarayat, Berastepu. Bahkan di beberapa desa pada malam itu kosong ditinggalkan penduduk. Selebihnya penduduk yang berada di lintasan jalur jalan menuju Danau Lau Kawar, di antaranya Desa Sukandebi, Perteguhen, Ndokum Siroga, Jeraya, Torong memilih keluar rumah berjaga – jaga mengantisipasi keadaan.

Kepanikan yang terjadi pun lantas direspon pihak pemerintah, melalui Polres Tanah Karo dan Polsek Simpang Empat, polisi awalnya berusaha menenangkan masyarakat, namun karena rasa takut lebih besar, petugas akhirnya mengalah dan memilih membantu evakuasi warga ke daerah Kabanjahe, tepatnya di Pendopo Kantor Bupati Karo.

Selain menuju tempat yang dialokasikan pemerintah, warga yang mengungsi diketahui menuju Kota Berastagi dan Kabanjahe dengan tujuan ke kediaman sanak keluarga mereka yang berada di dua kota tersebut, hal ini terlihat dari ramainya arus keluar mobil menuju dua kota tadi yang tak seperti biasa. Para pengungsi pergi dengan mengendarai ragam angkutan dan peralatan seadanya, termasuk membawa bayi yang hanya ditutupi sarung.

Warga lain, sebagaimana tampak di Desa Ndokum Siroga, daerah Simpang Empat lintasan desa-desa di Kaki Gunung Sinabung bertahan di luar  sambil berjaga jaga.
Asap dan debu panas sendiri bahkan terasa hingga kota Berastagi, dimana sebahagian kaca kaca mobil telah didiami oleh semburan debu. Aroma belerang sangat terasa hingga ke daerah Simpang Empat, lokasi pusat berkumpul pertama warga, dimana  wartawan koran ini mengambil sebahagian liputan fenomena alam ini.

Sebelum berangkat evakuasi ke lokasi,  bersama tiga unit truk milik Polres, Wakapolres Tanah Karo, Kompol Juniar Simanjuntak yang memimpin langsung proses evakuasi mengatakan agar masyatakat jangan panik dengan keadaan ini, karena semua hal yang menyangkut ini telah diantisipasi oleh pemerintah.

Informasi yang diperoleh wartawan koran ini dari warga Desa Naman, Suman Tarigan, sekitar pukul 21.00 WIB hujan abu mulai reda. Namun sesuai  keterangannya,  efek dari debu tersebut belum terlihat ke kondisi kesehatan. “Kalau kulit belum terasa gatal, baunya memang tidak enak. Hanya kalau kena mata, terasa pedih,” ujarnya.

Kadis Kesbang Linmas Pemkab Karo, Suang Karo-Karo,  ketika dihubungi sekitar 22.00 WIB melalui telepon selularnya menjelaskan, pihak Pemkab Karo akan segera menindaklanjuti hal tersebut. Sesuai hasil rapat koordinasi, maka jika tidak ada kendala,  besok (hari ini,red) pihak vulkanologi Bandung akan tiba di Tanah Karo.

Pukul 22.45 WIB, dengan pengeras suara Pemkab Tanah Karo mengumukan aktivitas Gunung Sibayak tidak berbahaya. Bagi warga yang ingin pulang, telah disediakan angkutan milik Pemkab, Polres Karo dan Batlyon 125. Sementara sebagian warga yang menggunakan kendaraan pribadi sudah pulang terlebih dahulu.

Suang Karo-Karo tadi malam langsung mengubungi Kepala Badan Vulkanologi pusat di Bandung, Sukarsono. Menurut Sukarsono, Badan Vulkanologi sudah memantau aktivitas Gunung Sinabung sejak taun 1967. “Gunung Sinabung masuk kategori gunung berapi kelas B dan belum ada tanda-tanda membahayakan,” kata Sukarsono.

Menurutnya, muntahan lahar dan asap yang mengepul lebih karena tingginya curah hujan dan mempengaruhi kepundan Gunung Sinabung. “Ini peristiwa alamiah,” tegas Sukarsono.

Untuk memastikan hal itu, hari ini tim dari Badan Vulkanologi ditemani Dinas Tamben Sumut akan meninjau langsung gunung tersebut. “Cuma kami belum tahu kapan jam pastinya,” tutup Suang Karo-Karo

Bisa Tiba-tiba Meletus
Kepanikan juga terjadi di Berastagi di kaki Gunung Sibayak. Pasalnya, aroma belerang tercium hingga ke kawasan itu yang jaraknya sekitar 40 kilometer. Mereka memastikan aroma belerang itu bukan berasal dari gunung Sibayak, pasalnya selama ini tak pernah ada aroma belereng sekuat itu. Sejumlah warga menduga aroma belerang itu berasal dari aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.

Dihubungi via ponsel, Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Sumut, Hendra Suwarta, tadi malam meminta warga tanah Karo terutama yang tinggal dekat Gunung Sinabung agar tidak panik. Menurut perkiraan BMKG, gunung Sinabung belum akan meletus, bahkan masih sangat jauh dari erupsi. Prediksi didasarkan kepada tanda-tanda di lokasi dan pengamatan yang mereka lakukan. “Tidak benar, belum akan meletus,” katanya.

Menurutnya, yang terjadi hanya kepulan asap yang membumbung tinggi dari gunung itu. Aktivitas itu memang tidak normal, karena selama ini tidak terjadi hal seperti itu. Namun aktivitas itu belum sampai pada tingkat yang membahayakan. Kepulan asap itu, lanjutnya, berasal dari aktivitas magma di dalam perut gunung. “Sampai sekarang, informasi yang diperoleh masih sebatas kepulan asap saja,” katanya.

Sejauh ini lanjutnya, tidak ada aktivitas vulkanik lain di gunung itu selain kepulan asap. Dia memastikan kepulan asap itu masih dalam kategori aman, karena tidak disertai gempa atau getaran vulkanik. Satu di antara tanda-tanda erupsi gunung berapi ada gempa vulkanik yang terjadi sebelum atau bersamaan dengan kepulan asap atau aktivitas magma.

“Tapi kepulan asap itu, tidak disertai dengan getaran atau gempa vulkanik. Maka belum bisa dipastikan akan meletus. Karena biasanya, ketika sebuah gunung berapi akan meletus, terlebih dahulu ditandai dengan getaran atau gempa. Tapi nyatanya, sampai saat ini, tetap masih seperti biasa. Ya, itu tadi, hanya masih sebatas kepulan asap saja,” ujarnya.

Meskipun demikian, lanjutnya, gejala seperti itu tetap saja harus diperhatikan dan diwaspadai oleh masyarakat di sekitar gunung. Ini dilakukan agar masyarakat sekitar gunung tetap waspada dan siap jika kondisi terburuk sewaktu-waktu terjadi. “Walaupun diprediksi belum akan terjadi letusan, tapi jangan teledor. Artinya, tetap waspada. Karena gempa vulkanik bisa terjadi secara tiba-tiba disertai dengan letusan getaran itu tetap bisa saja terjadi secara tiba-tiba,” terangnya. (wan/ari)

This entry was posted in Berita Foto, Metropolis and tagged , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Gunung Sinabung Muntahkan Lahar

  1. koimpi says:

    ni akan meletu s

  2. carlo.prans says:

    semoga tuhan selalu bersama dengan kita semua……………..amin

  3. carlo.prans says:

    semoga tuhan bersama dengan kita selalu………..amin.

  4. Rizki Kurniawan Rangkuti says:

    SALAM HORMAT
    Kepada pemerintah setempat, diharapkan segera mendirikan langkah terpadu dalam mengantisipasi kemungkinan yang dapat mengusik ketentraman nyawa warga.

  5. leadyati says:

    jangan bilang Aman kalau belum pasti apa yang diprkirakan BMKG bisa aja tidak benar karena Tuhan lebih tau.

  6. martha sirait says:

    Tuhanlah tempat perlindudanku dan pertolonganku…

  7. rahmat sembiring says:

    kepada tim basarnas, agar cepat di sisir d kawasan gunung sinabung.

  8. dian sinullingga says:

    tuhan ttp bersama kta
    maka mari kta mnta perlindungan sama dy,,,,,,,,,,,
    mjj

  9. sabar-sabar ya saudara ku .TUHAN pasti memberi jalan terbaik buat saudara-saudara ku tercinta.

  10. nama ku dian pertiwi sebelumnya aku tinggal di kampung kuta tonggal,hri mggu kmarn tggl 29 agustus saya mendengar lwa radio bhwa gnung trsebt mletus.aq kagt n aq tringat ma mama q d sna,aq tkt trjadi apa-apa ma mama.tp stelah aq nlfn mama dy blg dy gpp,stelah it bru sya tnang.saya hrap saudara-saudara yg lain jg baik-baik aja.god bless us.