Pemprovsu Tetapkan 6 Lokasi Ujian

MEDAN- Panitia pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprovsu menunjuk enam lokasi ujian seleksi CPNS 2010. Keenam lokasi itu dianggap layak dan bisa dijangkau oleh para peserta (lihat grafis).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprovsu, Suherman didampingi Kepala Bidang Pengadaan dan Pembinaan, Pandapotan Siregar di ruang kerjanya mengatakan, peserta ujian diwajibkan hadir pada pukul 09.00 WIB pada (15/12) di tempat lokasi ujian yang telah ditetapkan sesuai kualifikasi pendidikannya.

Para peserta ujian ini diwajibkan berpakaian rapi dan membawa pensil 2B, papan ujian, rautan dan keperluan ujian lainnya serta nomor ujian asli.
“Para peserta sudah bisa melihat bangku nomor ujian pada 14 Desember 2010 pada pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB,” katanya.

Saat disinggung mengenai lokasi ujian yang dipilih telah sesuai dan mudah dijangkau, apakah mengakomodir penyandang cacat? Pandapotan menjawab, sejauh ini ada pelamar orang cacat buta, tapi akhirnya mundur diakibatkan tidak ada kualifikasi khusus tamatan Sekolah Luar Biasa (SLB). Tapi, setelah diseleksi oleh pihaknya tidak ada cacat buta yang dilihat dari foto.

“Untuk ujiannya dan kualifikasi pendidikannya tidak ada spesialisasi bagi orang cacat,”ucapnyan
Dia memaparkan, apabila ditemukan adanya peserta cacat, maka pihaknya akan mengakomodir untuk orang cacat. Kemudian akan mencarikan solusinya ketika ditemukan. “Sejauh ini kami belum temukan orang cacat buta, tapi kalau kakinya tidak ada belum diketahui, begitupun kami akan akomodir nantinya,” paparnya.

Sementara itu hingga kemarin (10/12), jumlah pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan sudah berjumlah 14.371 orang dari jumlah 18.432 pelamar yang berhak mengikuti ujian seleksi 15 Desember mendatang.

Berarti dari jumlah tersebut, masih sebanyak 4.061 pelamar yang belum mencetak kartu ujian. Dijelaskan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Medan Lahum Lubis kepada Sumut Pos, Jumat (10/12), bisa jadi dari dari 4.061 pelamar yang belum mencetak kartu ujian tersebut, tidak semuanya akan mengikuti ujian. Hal itu disebabkan karena ada pelamar yang sekadar coba-coba serta ada juga yang mencoba di dua daerah atau lebih.

“Saya pikir yang bakal ujian tidak semuanya. Alasannya, pertama karena ada saja pelamar yang tidak serius. Artinya hanya sekadar coba-coba, jadi pelamar tersebut tidak mencetak kartu ujian dan tidak mengikuti ujian. Alasan kedua adalah mungkin banyak juga pelamar yang tidak hanya memasukkan lamaranya ke Pemko Medan, tapi di daerah-daerah lainnya juga. Akhirnya, pelamar itu lebih memilih ke daerah lain karena diperkirakan oleh pelamar itu lebih berpeluang di daerah lain,” terang Lahum.

Terkait lokasi ujian, Lahum kembali menjelaskan, Pemko Medan sudah mempersiapkan 48 gedung sekolah bak dari SMP, SMA dan SMA. Untuk ruangan sebanyak 922 ruangan.
Sementara itu, untuk pengawas ujian, Pemko Medan telah mempersiapkan untuk satu ruang ujian diawasi oleh dua orang pengawas.

“Gedungnya di seputaran inti kota, agar pelamar tidak terlalu jauh. Jadi Pemko tidak memakai gedung-gedung sekolah di Medan Belawan, Deli, Labuhan dan Marelan. Karena dalam hematnya jarak yang cukup jauh. Untuk gedung yang dipakai sebanyak 48 gedung. Untuk satu ruangan akan diawasi oleh dua orang pengawas,” tuntasnya.(ril/ari)

This entry was posted in Metropolis and tagged . Bookmark the permalink.