Arti Panggilan Azan

Menurut Said Jibair, bahwa Ibnu Abbas seringkali menangis ketika mendengar adzan. sampai-sampai surbannya basah oleh airmata. Ketika ada yang menanyakan mengapa begitu? Ibnu Abbas menjawab, “Seandainya semua orang tahu makna seruan muadzin itu, pasti tidak akan dapat beristirahat dan tak akan dapat tidur nyenyak.”

Selanjtnya Ibnu abbas menjelaskan, makna satu persatu dari kalimat adzan tersebut. Seruan Allahu Akbar mengandung makna seakan-akan ada kalimat,” Wahai sekalian manusia yang sedang sibuk mengurusi harta duniawi, berhentilah sejenak. Sambutlah seruan ini. Istirahatkanlah badanmu dan segeralah beramal baik demi kepentingan dan keuntungan dirimu sendiri.” Lalu jika diserukan asyhadu anlaa ilaaha illalaah seakan akan muadzin berkata,” aku mohon persaksian semua masyarakat langit dan bumi, bagiku di sisi Allah kelak di hari kiamat bahwa: aku telah menyeru kalian!

Berikutnya kalimat asyhadu anna muhamadan rasulullaah, seakan akan muadzin berkata kepada kita,” aku mohon persaksian dari para Nabi (khususnya) Muhammad SWA. kelak di hari kiamat, bahwa aku telah memberi tahu kepadakalian setiap hari lima  kali.” Kalimat hayya alaash shalaa, seakan akan muadzin berkata,” sungguh, Allah telah menegakkan salat bagi kalian, maka tegakkanlah salat itu.” Kalimat hayya alal falaah, mengandung makna,” Masuklah kalian dalam rahmat dan peganglah petunjuk petunjuk bagimu!” Lalu seruan Allahu Akbar, mengandung makna.” segala pekerjaan (urusan duniawi) terlarang bagimu, sebelum kamu melaksanakan salat. “Dan kalimat, laa ilaaha illaallaahu mengandung makna,” Inilah amanat tujuh lapisan bumi-langit, sudah berada dipundakmu, maka terserah kalian, akan
kau laksanakan atau tidak.  Namun hal-hal seperti itu jarang kita pikirkan. (net/jpnn)

This entry was posted in Mimbar Jumat. Bookmark the permalink.

Comments are closed.