Mobil Tua Bisa Hilangkan Stress

Rutinitas sehari-hari jelas membuat seseorang dapat mengalami stres. Nah, untuk menghilangi stres setelah selama sepekan bergelut dengan pekerjaan sehari-hari, banyak hal yang bisa dilakukan, seperti memancing, rekreasi
bersama keluarga dan sebagainya.

Namun berbeda dengan Drg Susyanto yang kini menjabat sebagai Direktur Utama RSU dr Djoelham Binjai. Dia memilih bergelut dengan hobinya untuk menghilangkan stres dan rasa penat setelah sepekan bekerja.

Setiap akhir pekan, Susyanto memilih untuk merawat dan membersihkan mobil-mobil tua yang dikoleksinya sejak 1983 silam. Kini, dia memiliki 11 mobil tua diantaranya satu unit Citroen buatan 1973, satu Ultily Lep buatan 1974, 3 unit Suzuki Siera buatan 1984, satu unit Toyota Royal Crown buatan 1991, satu unit Estivo buatan 1993, serta tiga unit Mini Moris buatan 1976 yang digunakan Mr Bean.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang hobi Drg Susyanto, wartawan koran ini menyempatkan diri berkunjung ke rumahnya di Jalan Sei Bahorok, Kecamatan Medan Baru, Kamis (3/2) sekitar pukul 08.00 WIB. Berhubung saat itu hari libur Hari Raya Imlek, suasana jalan terlihat sepi, sehingga, tak memakan waktu lama untuk sampai di rumah Drg Susyanto. Sekitra 30 menit, wartawan koran ini sampai di rumah Drg Susyanto.

Begitu sampai, terlihat seorang anak lelaki sedang mencuci mobil tua yang berbaris di pinggir jalan depan rumah Susyanto. Anak lelaki tersebut adalah Naufal Rufa Dwi Syahputra, anak bungsu Drg Susyanto.

Mengetahui wartawan koran ini datang, Naufal langsung mengabari ayahnya lewat ponselnya, yang kebetulan saat itu Susyanto sedang keluar. Berselang beberapa menit, Sosyanto tiba di rumahnya, dengan mengendarai mobil Vios BK 140 NN yang sudah di modivikasinya. Bahkan, Drg Susyanto terlihat seperti Anak Baru Gede (ABG) saat mengenakan mobil tersebut. Selanjutnya, Susyanto mengajak wartawan koran ini masuk ke rumahnya.

“Mobil yang pertama kali saya beli adalah mobil Citroen buatan 1973. Saya beli saat masih kuliah. Bahkan mobil inilah yang saya pakai untuk kuliah kedokteran,” ungkap Susyanto membuka pembicaraan.

Diceritakannya, sekira 1983 lalu, saat dia masih duduk di bangku kuliah, dia sangat kepingin membeli mobil. Namun karena tidak punya uang untuk membeli mobil mewah, akhirnya dia membeli mobil Citroen tersebut.

“Awalnya saya suka mobil tua, ya karena tidak punya uang untuk membeli mobil mewah. Akhirnya setelah saya pakai dan saya rawat, saya merasa ada kepuasan dan kenikmatan tersendiri dapat mengurusi mobil tua itu. Dimana, rasa setres hilang dan merasa panjang umur,” ungkapnya sambil terkekeh.

Karena sudah tertarik dengan mobil tua, akhirnya ia kembali membeli mobil tua diantaranya satu unit ultely lep tahun 1974, satu unit mini moris tahun 1976, 3 unit Suzuki Siera tahun 1984 dan masih banyak mobil tua lainnya, “Saya semakin cinta dengan mobil tua, makanya saya terus mengoliksi mobil tua ini,” kata Susyanto yang juga pernah menjabat sebagai Humas di RSU Pirngadi Medan ini.

Suami dari Rufaida SPd ini juga mengaku, ada kepuasan jika mampu memperbaiki dan memanfaatkan barang-barang yang sudah dianggap afkir. “Meski saya tidak paham tentang tehnik mesin, tapi saya akan tetap berusaha bagaimana agar mobil-mobil tua ini bisa nyala kembali,” ungkapnya.

Sayang, Susyanto tak mau bicara soal biaya perawatan. “Ah tak etis rasanya. Lagipula, kalau sudah hobi, berapa pun biayanya pasti diusahakan,” ungkapnya.

This entry was posted in Hobi. Bookmark the permalink.

Comments are closed.