Geng Motor di Medan Mengamuk

Teriak ’Hidup RNR’, Rusak 2 Mobil dan Aniaya 7 ABG

MEDAN BARU-Ratusan anggota geng motor bersenjata samurai, kelewang, broti, besi dan alat pemukul lain, bikin rusuh. Setelah mengamuk dan merusak satu unit mobil KIA warna hitam BK 1156 HB, ratusan pengendara sepeda motor ini mengejar mobil Honda Jazz warna silver BK 1023 HV. Sempat kehilangan jejak, anggota geng yang selalu meneriakkan yel-yel ’Hidup R n R’ ini merusak mobil Jazz dan menganiaya 4 penumpangnya hingga sekarat di KH Jalan Wahid Hasyim, dekat Markas Sat Brimobdasu.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi Minggu (6/2) pukul 00.50 WIB. Akibatnya, selain merusak dua mobil, empat ABG yang diserang harus dirawat di RS Bayangkara Polda Sumut di Jalan KH Jalan Wahid Hasyim

Keempatnya masing-masing Ranggut Tarigan (17) warga Pasar III, Kelurahan Tanjung Sari, Medan Sunggal, Hans Hutagalung (17), Natario Ong (17) dan Daniel Tan Udin (17), ketiganya warga Jalan Monginsidi.

Sekitar 15 menit sebelum beraksi di Jalan Wahid Hasyim, seratusan anggota geng motor juga menyerang sekelompok ABG yang nongkrong di seputar SPBU Petronas, Jalan Patimura. Di sini, mereka melukai Nanda Prawira, Boni Andika Sihombing dan Ercic Fevrianus Tamba, dan memecahkan kaca mobil.

Ranggut dan kawan-kawan yang berada di SPBU, sempat melarikan diri dengan mobil Honda Jazz warna silver BK 1023 HV. Namun dikejar geng motor ini hingga di Jalan Wahid Hasyim.

Informasi yang dihimpun wartawan koran ini menyebutkan, kejadian berawal saat sekelompok anak muda nongkrong di SPBU Petronas, Jalan Patimura. Mereka sedang asyik duduk-duduk di swalayan yang berada di SPBU.
Seorang saksi mata yang bekerja jaga malam di perumahan dekat SPBU mengatakan, anak-anak muda pengguna mobil tersebut memang sering duduk-duduk di dekat swalayan dekat SPBU Petronas. ”Mereka memang pelanggan tetap di sekitar sini,” ujar pria yang atas nama keamanan minta namanya dirahasiakan.

Dia menambahkan, dia melihat seorang dari pemuda tersebut sedang bersitegang dengan seorang wanita. ”Cewek itu pegang handphone dan tidak tahu menghubungi siapa. Tidak lama, seratusan orang yang naik kereta (sepeda motor) langsung masuk ke Petronas dan melakukan penyerangan. Mungkin penyerangan itu karena masalah perempuan,” paparnya.

Saat penyerangan terjadi, wanita lari ke belakang sembari masuk ke dalam swalayan.
Sedangkan seratusan anggota geng motor membawa senjata tajam seperti samurai, kelewang, kayu dan juga batu, menyerang ABG di sekitar SPBU Petronas sambil berteriak-teriak. Mobil KIA BK 1156 HB jadi korban mereka hingga bodynya penyok dan kacanya pecah.

Selain merusak mobil, saat meninggalkan SPBU Petronas, gerombolan itu juga merusak fasilitas publik yang dilaluinya. Pantauan Sumut Pos di lokasi SPBU Petronas tak lama setelah kejadian, terlihat banyak serpihan kaca mobil berserakan. Sejumlah pot bunga di tortoar Jalan Patimura juga ikut hancur.

Puas mengobrak-abrik tempat itu, gerombolan pria bersepeda motor tersebut berkonvoi ke arah Padang Bulan, mengejar Ranggut dkk yang melarikan diri. Keempat sekawan itu akhirnya terkejar di Jalan KH Wahid Hasyim. Dengan membabi buta, geng motor melakukan penyerangan dengan memukuli mobil yang dikendarai Ranggut dkk. Mobil menabrak trotoar jalan dan memudahkan anggota geng motor menganiaya keempat penumpang di mobil. Puas melampiaskan marahnya, gerombolan geng motor kabur.

Pantauan wartawan koran ini, terlihat mobil di plat kenderaannya ada lambang Pemprovsu itu, pada bagian kaca depan, kaca belakang, kaca samping, ban dan bodi mobil rusak berat. Tidak hanya itu, di lokasi dan di dalam mobil terlihat ceceran darah.

Melihat itu, sejumlah warga langsung berhamburan dan mencoba menyelamatkan korban. Anak-anak remaja tanggung itu kemudian dilarikan ke RS Bayangkara Polda Sumut saat itu juga. Personel Sat Brimob Polda Sumut yang tidak berada jauh dari lokasi kejadian pun langsung turun.

Menurut sejumlah saksi mata, penyerangan dilakukan dengan membabi buta. Saat kabur, anggota geng motor itu berteriak yel-yel, ”Hidup R n R, R n R, R n R…!”.

”Orang-orang itu banyak kali Bang, ada ratusan, satu sepeda motor ada dua orang sambil bawa kelewang, samurai dan pentungan. Semua penumpangnya luka, ada 4 orang udah dibawa ke RS Bayangkara. Lihat ke sana saja Bang,” tukas Roi Syahputra.

Hal senada dikatakan saksi mata, Arry (22), yang melihat gerombolan geng motor mengejar mobil Honda Jazz hingga di Jalan KH Wahid Hasyim. Puluhan anggota geng motor bersenjatakan samurai, batu dan balok tiba-tiba menghantam mobil.

Brigadir Indra dari Kompi I Den A, Sat Brimob petugas Brimob yang pertama sekali turun kelokasi kejadian langsung mengamankan lokasi. Indra bisa cepat bertindak karena sedang berada di Pos Jaga Sat Brimob Polda Sumut, Jalan KW Hasyim. Dari hasil informasi yang diterimanya di lapangan, mobil tersebut diserang sekelompok orang yang diduga geng motor dengan senjata tajam.

”Kalau dilihat dari caranya dan dari keterangan warga sekitar, dugaan saya mereka itu geng motor,” kata Indra sambil mengamankan lokasi kejadian menunggu petugas kepolisian yang lain turun.

Sementara itu di RS Bayangkara Polda Sumut, Jalan KW Hasyim, Ranggut mengaku telah terjadi perkelahian sejak mereka berada di SPBU Petronas hingga Daniel mengalami luka-luka.

Sedangkan salah satu mobil KIA BK 1156 HB milik salah satu teman mereka rusak parah di bagian bodynya. ”Awalnya kami sudah bisa lolos, tetapi di depan Swalayan Vigo Jalan Patimura kami ketemu orang itu lagi dan mereka mengejar kami lagi dan menyerang kami,” ujar Ranggut sembari menahan sakit di atas tempat tidur saat akan dibawa ke UGD RS Bayangkara.

Sementara, korban Daniel, saat memasuki RS Bhayangkara terlihat sempoyangan karena masih dalam keadaan mabuk. Dari mulutnya tercium aroma alkohol. Bicaranya ngawur. Saat salah satu orangtua korban menanyakan nomor rumahnya, Daniel malah memberikan nomor handpone. ”Tolong aku pak, udah gak kuat lagi aku berdiri,” tukasnya meminta pertolongan agar dinaikkan  ke kursi roda.

Tak terima, orangtua korban beserta teman-teman korban yang lain mendatangi Mapolsek Medan Baru untuk membuat pengaduan.

Pantauan Sumut Pos dini hari kemarin di Mapolsekta Medan Baru, tak seperti biasanya. Mapolsekta yang terletak di kawasan Pasar Petisah ini ramai dengan teman-teman korban.

Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga terlihat di Mapolsekta. ”Saya merasa perlu turun langsung, saya mau lihat kondisi di lapangan seperti apa. Akan kita turunkan anggota untuk segera memeriksa dan melakukan pengejaran,” ujarnya sembari berlalu menuju ruang SPK Mapolsekta.

Kapolsek Medan Baru Kompol Saptono mengatakan, polisi masih menyelidiki penyerangan tersebut. Saptono belum mau memastikannya apakah penyerangan ini terkait geng motor. “Saya belum bisa pastikan apakah geng motor yang menyerang karena masih dilakukan penyelidikan,” ujarnya.

Disebutkannya, akibat penyerangan tersebut, 4 orang kritis sedang menjalani perawatan di Rumah sakit Bhayangkari. Dua unit mobil rusak yakni KIA berwarna hitam dengan nomor polisi BK 1156 HB dan juga Honda Jazz berwarna Silver dengan nomor polisi BK 1023 HV dan di plat BK Honda jazz tersebut ada logo Pemprovsu.
Selain itu, ada sekitar 4 sepeda motor yang berhasil diamankan dari lokasi penyerangan yakni 3 Yamaha Mio dengan nomor polisi BK 4233 OT, BK 1127 CW, BK 2877 ATT dan 1 sepeda motor Yamaha Jupiter dengan nomor Polisi BK 6951 CW.(jon/mag-11/mag-8)

This entry was posted in Berita Foto, Metropolis and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Geng Motor di Medan Mengamuk

  1. willy says:

    ichh jahat banget sich gank motor Rock N rOll itu…

  2. haldy says:

    brani kroyokan kalian……………..
    by one la
    pecundang kalian semua

  3. di rahasiakan... says:

    darah di bals dgn darah…
    tunggu kedatagan kami
    untuk kalian
    yg ngk bakalan qmi lupakan begitu aja

    salam manis dari aku
    metosa

Comments are closed.