Kredit UKM Baru Terserap Rp3 Trilliun

Menteri Negara Koperasi (Menkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Surya Dharma Ali menyatakan, bantuan modal usaha untuk koperasi dan UKM yang terserap hingga Juli 2009 baru sekitar Rp3 triliun dari Rp20 triliun yang menjadi target.

Menkop mengatakan, penyebab utama rendahnya daya serap bantuan modal untuk koperasi dan UKM itu karena adanya aturan yang tidak membolehkan UKM yang sudah pernah mendapat dana pinjaman atau masih punya pinjaman tidak diperbolehkan lagi untuk meminjam.
Sementara, UKM yang pernah pinjam atau sedang meminjam, tetapi punya prestasi baik dalam mengembalikan sangat dimungkinkan bisa lebih besar lagi meminjam bantuan modal tersebut karena prestasi yang baik tersebut. “Kebijakan itu merupakan kebijakan antara pihak perbankan dan pemerintah,” ujarnya Sabtu (5/9) lalu.

Surya Dharma Ali yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) ini menuturkan, pemerintah menerapkan kebijakan pelarangan terhadap pelaku usaha koperasi dan UKM yang meminjam atau sedang meminjam tidak diperbolehkan lagi meminjam. Maksudnya agar terjadi pemerataan dalam mendapatkan dana bantuan modal usaha.
Menkop menambahkan, kendala lain yang menyebabkan rendahnya daya serap dana pinjaman untuk koperasi dan UKM juga terkait kesiapan dari lembaga penjaminan, terutama dalam hal pembayaran premi terhadap perbankan.”Ini juga menjadi penyebab rendahnya daya serap dana pinjaman untuk koperasi dan UKM itu,” paparnya.

Apakah dimungkinkan APBD Sumut dialokasikan untuk dana penjaminan Koperasi dan UKM? Menurut Surya Dharma Ali, jika ada kesepakatan antara Pemprovsu dan anggota DPRD Sumut hal itu sangat dimungkinkan. ”Hendaknya KUR yang dikembangkan pemerintah pusat bisa menjadi inspirasi pemerintah daerah untuk mengembangkannya,” ungkapnya.

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) Jhon Tafbu Ritonga menyatakan, meski sejumlah produk-produk luar negeri masuk ke pusat perbelanjaan di Sumut, kecintaan masyarakat Sumut akan produk koperasi dan UKM masih tinggi. “Masyarakat Sumut yang mengonsumsi atau menggunakan produk hasil koperasi dan UKM sekitar 60 persen. Artinya, kecintaan masyarakat Sumut akan koperasi dan UKM itu masih tinggi,” ujarnya. (mag-2)

This entry was posted in Citizen. Bookmark the permalink.