Gembong Rampok Antar Provinsi Diringkus

MEDAN- Tujuh hari menjelang lebaran 1430 H, Tim Khusus Poltabes Medan bersama Polres Metro Jakarta Selatan meringkus Tiga dari Tujuh gembong perampok antar provinsi bersenjata api yang sedang melarikan diri di Kota Medan.

Tiga Gembong rampok tersebut, yakni Agus Leo Sihotang (33) warga Palembang, Jimy Siahaan (30) warga Bekasi, dan Budi Sidin Sihotang (49) warga Siantar dan ketiganya kini menetap di Jakarta itu sempat melakukan perlawanan ketika disergap polisi saat menikmati makan siang di sebuah restoran di Kota Pematang Siantar, Sabtu (12/9) siang kemarin. Satu dari tiga kawanan tersebut yakni Agus diduga mantan aparat yang telah dipecat. Dari tangan perampok yang sering membantai korbannya itu disita dua pucuk senjata api rakitan jenis FN dan Revolfer dengan tujuh butir peluru aktif.

“Semua kami sita dari dalam mobil yang dirental mereka dari Jakarta dan yang digunakan sebagai kendaraan saat merampok,” ungkap Ketua Tim Khusus Poltabes MS AKP M Yoriss didampingin

Wakasat Reskrim AKP Saptono dan Kanit Jahtanras Poltabes Medan AKP Faidir Chan.

Disebutkannya, penangkapan ketiga pelaku merupakan buah dari pengejaran selama beberapa hari terakhir. Setelah merampok Hadiyan, pengusaha di Pekanbaru dan sopirnya Agus pada 4 September lalu di Simpang Gelombang Kabupaten Siak. Dalam aksi itu mereka berhasil membawa kabur Rp600 juta uang korbannya dan menembaki mobil korban serta sejumlah rumah di tempat itu.
Sebulan sebelumnya yakni 27 Agustus lalu, ketiganya juga terlibat dalam aksi perampokan di kawasan Pamulang, Jakarta Selatan. Terakhir, keberadaannya terlacak di kawasan Tuntungan Medan, namun beberapa waktu kemudian ketiganya pergi ke Kabanjahe dan terakhir diketahui mereka berada di Siantar.

‘’Di Medan mereka sempat berpindah dua kali, kita juga menduga mereka terlibat dalam sejumlah aksi perampokan di Sumut. Namun ini masih kita kembangkan,” kata Yoris. Kedatangan ketiganya ke Medan sendiri kata dia dalam rangka melarikan diri. “Namun kalau ada target lain masih kita selidiki,” jelasnya.

Setelah melakukan penyelidikan, akhirnya tim khsus Poltabes bergerak dan berhasil menemukan ketiganya saat makan siang di satu restoran di Siantar. Petugas tak langsung melakukan penangkapan, sebab sasarannya kali ini perampok bersenpi yang telah berulangkali melakukan aksi perampokan menggunakan senjata api.

Tak lama setelah mengepung, polisi memastikan kondisi ketiganya aman dan langsung diringkus. Setelah diringkus ketiganya diminta menunjukkan senjata api miliknya. Tanpa melawan lagi mereka akhirnya mengaku jika senjata itu disimpan di dalam mobil.
Tanpa menunggu lama, polisi pun langsung menggeledah mobil Kijang Inova berwarna silver dengan nomor polisi B 7019 SJ. Dari dalam mobil polisi mendapatkan dua unit senjata rakitan jenis Revolfer dan FN dengan tujuh pelurunya. Di dalam mobil tersebut polisi juga mendapatkan sejumlah barang bukti hasil kejahatan lainnya yakni uang Rp1 Juta, dua cincin, lima Hp, tujuh jam tangan, dua memory card, dan mancis.
Untuk kepentingan pengembangan, ketiga pelaku beserta seluruh barang bukti serta mobil Kijang yang dirental dari sebuah perusahaan rental mobil di Jakarta dibawa petugas ke Mapoltabes Medan. Yoriss juga mengatakan, saat ini empat kawanan lainnya masih dalam pengejaran pihaknya. “Kita masih buru seluruh gembong ini,” tambahnya seraya mengatakan jika lima dari tujuh kawanan itu saat ini berdomisili di Jakarta.

Yoriss mengatakan, ketiga tersangka tersebut akan diboyong ke Jakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun jika dari penyelidikan nantinya ketiga terbukti pernah melakukan kejahatannya di Medan, maka ketiganya akan diboyong kembali. “Tergantung hasil penyelidikan,” tandasnya.

Agus, seorang tersangka yang diduga otak pelaku kejahatan tersebut mengaku, sejak keluar dari penjara LP Cipinang beberapa waktu lalu, dirinya telah dua kali terlibat dalam aksi perampokan bersama rekannya itu. “Saya sudah dua kali,” bebernya. Dia mengaku uang rampokan itu tadinya akan digunakan untuk keperluan lebaran.

Dia membantah jika dirinya merupakan mantan aparat. “Saya bukan aparat (sambil menyebut nama kesatuan yang dituduhkan kepadanya, Red),” kilahnya. Pistol jenis Refolver miliknya menurutnya dibeli dari seseorang di Jakarta seharga Rp2,5 juta. “Saya dapat senjata dibeli dari kawan,” ungkap pria yang memiliki tato bergambar Che Guevara itu.

Dia mengatakan, kedatangan mereka ke Medan bukan untuk merampok melainkan untuk menjenguk anak Jimmy Siahaan yang hendak bersekolah. “Jimmy rindu sama anaknya makanya kami singgahi di Siantar,” kata pria berbadan kekar itu.(sya)

[subjudul]Tertangkap karena Rindu Anak[/subjudul]

perampok-ditangkap

[ketgambar]DIRINGKUS: Tiga tersangka kawanan sindikat perampok bersenpi antar provinsi bersama barang bukti dua senpi yang disita petugas.//metro aceh/al amin/smg[/ketgambar]

This entry was posted in Berita Foto, Metropolis and tagged . Bookmark the permalink.