Korban Kebakaran Berharap Bantuan

TEBING TINGGI- Korban kebakaran akibat lampu teplok, Jumat (28/1) lalu di Tebing Tinggi, Mardiana Hasibuhan dan kedua anaknya, Romondang Butar-Butar (17) dan Johanes Butar-butar (15) berharap bantuan dari Pemkab Sergai.

Korban tercatat sebagai warga tidak mampu yang tinggal di Desa Apros, Paya Mabar, Kecamatan Tebing Tinggi, Sergai. Mardiana berharap agar Pemkab Sergai membantunya untuk biaya operasi anaknya yang terkena luka bakar.
“Kami sekeluarga mengharapkan bantuan donatur, kami juga bermohon kepada Bupati Sergai HT Erry Nuradi agar melihat dan membantu kami,” ungkap Mardiana dengan nada lirih.

Lanjut Mardiana, selama dua hari biaya rumah sakit ditanggungnya sendiri. Ketiganya kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi. (mag-3)

Posted in Daerah | Tagged | Comments Off

Uang Berobat Hasil Utang Tetangga Ditilep Tabib Palsu

Menjenguk Balita Pengidap Hydrocepallus di Patumbak

Gadis kecil berusia lima tahun ini hanya bisa terbaring lemah di kasur atau di pangkuan kedua orang tuanya. Padahal teman sebayanya sedang lincah-lincahnya bermain. Uluran tangan dermawan pun diharapkan untuk meringankan deritanya.

Ari Sisworo, Medan

Minggu sore kemarin, wartawan koran ini berkunjung ke sebuah rumah kecil warna hijau berukuran 4 X 6 meter di Jalan Marindal I, Patumbak. Sebuah pemandangann miris pun langusng terlihat saat tiba di rumah tersebut. Seorang ibu muda tengah menggendong putrinya. Ibu tersebut adalah Sri Wahyuni, sementara yang digendongnya adalah anak sulungnya yakni, Hanifah Salwa. Gadis kecil kelahiran 22 Februari 2005 silam ini, tak bergeming dari gendongan ibunya tersebut.

Matanya, tampak melirik ke kanan dan ke kiri. Tak berapa lama wartawan koran ini duduk di lantai rumah tersebut, Sri Wahyuni pun merebahkan putrinya di sebuah kasur kecil bermotif belang. Sebelum wartawan koran ini menjuruskan pandangan ke Salwa, sejenak wartawan koran ini mengamati detil gubuk berukuran 4 X 6 meter tersebut.

Di dalam ruangan itu, hanya ada empat buah kursi plastik dan mejanya, semuanya berwarna biru. Di sudut ruangan ada sebuah dispenser. Di sisi lainnya, ada sebuah lemari es tahun lama. Selain itu, tidak ada perlengkapan lainnya seperti televisi dan sebagainya di dalam ruangan 4 X 3 meter berwarna hijau muda tersebut. Yang tampak hanya beberapa foto kenangan keluarga kecil yang terpampang di dinding yang terbuat dari tepas.
Pandangan wartawan koran ini tertuju pada lorong kecil menuju bagian belakang rumah atau dapur. Tak ada pula tanda-tanda, adanya benda-benda lainnya. Yang terbayang oleh wartawan koran ini, pasangan Ayub dan Sri Wahyuni ini memang benar keluarga kurang mampu. Kembali ke Salwa yang direbahkan ibunya di kasur kecil. Tempat itu menjadi tempat istirahat sehari-hari dari Salwa.

Perlahan perbincangan dimulai. Kepada wartawan koran ini, Wahyuni mengungkapkan, setelah diperiksa dan dinyatakan mengidap penyakit Hydrocepallus, Ayub dan Wahyuni tidak pernah memeriksakan atau membawa Salwa berobat secara medis lagi. Itu dikarenakan ketiadaan biaya. Ayub, pria 33 Tahun kelahiran Tanjung Pura hanyalah seorang buruh bangunan yang penghasilan per harinya antara Rp35 ribu hingga Rp40 ribu. Sementara Wahyuni hanyalah ibu rumah tangga biasa. Dimana setiap harinya, Wahyuni harus mengurusi Salwa dan anak keduanya Istiqhomah yang berusia 3 tahun.

Perlahan Wahyuni menceritakan, penyakit itu sudah terdeteksi sejak Salwa berusia 2 bulan. Setelah itu, diameter kepala dari Salwa terus membesar. Kala pemeriksaan di RS Elisabeth Medan itu, Wahyuni yang ditemani Ayub (Suaminya), mendapat kepastian jenis penyakit yang diidap putrinya.

“Kata Dokter penyakit Hydrocepallus. Nah, kalau mau dioperasi, biayanya sekitar Rp30 juta. Kami tidak memiliki uang sebanyak itu. Jadi, kami hanya pakai pengobatan kampung saja. Kalau dihitung-hitung, kata orang sih seharusnya kami sudah bisa buat rumah sendiri dan tidak tinggal di rumah milik mertua. Tapi itu tidak saya pikirkan, yang terpenting anak saya ini bisa cepat sembuh,” ungkap Wahyuni.

Kisah ini semakin dramatis, saat Ayub dan Wahyuni pernah ditipu oleh seseorang sebesar Rp600 ribu, beberapa waktu lalu. Orang tersebut berinisial D dan mengaku adalah warga di desa tersebut. Saat itu, D mengaku seorang tabib dan bisa menyembuhkan penyakit Salwa. Tanpa bertanya lagi, Wahyuni langsung mengupayakan uang sebesar Rp600 ribu tersebut.

“Demi anak, saya langsung pinjam tetangga. Dan uang itu langsung saya bayar. Dia sempat dua sampai tiga kali datang ke tempat kami dan katanya mau mengobati. Tapi, setelah dua-tiga kali datang, ternyata tidak ada perubahan. Eh, nggak lama ada tetangga saya yang bilang dia itu penipu. Dan itu memang benar, ternyata dia bukan warga sini,” keluh perempuan berusia 25 tahun tersebut.

Saat ini, baik Ayub dan Wahyuni hanya bisa pasrah untuk menerima kenyataan itu. Yang diharapkan hanyalah uluran tangan dari para penderma atau donatur. “Mau bagaimana lagi, kami belum punya biaya untuk pengobatan anak kami. Sampai sekarang belum ada yang memberi bantuan, kalau ada kami sangat merasa bersyukur, karena bisa mengobatkan anak kami,” kata Ayub.

Setelah mendengar keluh kesah itu, kembali pembicaraan ke Salwa. Baik Ayub dan Wahyuni, selalu merasa sedih ketika melihat teman-teman Salwa yang seusia berlarian dan bermain di sekitar rumah mereka. “Pasti sedihlah. Tapi kami juga tidak bisa berbuat banyak,” tutur Ayub dan Wahyuni.

Pada kesempatan itu, Wahyuni sempat melontarkan keinginannya untuk mengobatkan anak sulungnya itu ke sebuah pengobatan alternatif di kawasan Jalan Gajah Mada Medan, yaitu Songji. Namun, kembali lagi persoalan dana membenturkan keinginan mereka. Karena informasinya, untuk sekali pengobatan dibutuhkan biaya sebesar Rp5 juta. “Katanya sekali pengobatan Rp5 juta. Tengok nantilah, mudah-mudahan ada rezeki,” pasrahnya. (*)

Posted in Metropolis | Tagged | Comments Off

Kepala Sekolah Kuat, Mutu Pendidikan Meningkat

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional  secara terstruktur dan berkelanjutan telah mengembangkan program peningkatan mutu pendidikan dengan mengimplementasikan delapan standar Nasional pendidikan.

Hal ini dilakukan melalui berbagai pendekatan antara lain peningkatan sarana prasarana pendidikan, pengembangan dan peningkatan kualitas tenaga kependidikan, pengembangan manajemen pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan kurikulum dan banyak lagi yang lainnya yang tujuannya adalah peningkatan mutu lulusan baik secara akademis maupun berkompeten secara sosial dan teknik sehingga mampu bersaing secara global.
Selain itu, para pakar, pemerhati, dan pelaku pendidikan pun cukup banyak membuat teori tentang bagaimana metode dan sistem yang dianut  atau  diimplementasikan dalam pembelajaran agar benar-benar menghasilkan lulusan yang bermutu dan handal. Namun  kenyataannya  teori itu tidak sepenuhnya benar dan tepat guna.
Mutu pendidikan rendah

Ini terbukti dari apa  yang kita lihat dari fakta-fakta yang benar-benar terjadi di masyarakat, seperti persentase siswa yang lulus UN belum mencapai hasil sesuai harapan dan kompetensi yang dimiliki lulusan satuan pendidikan belum maksimal.

Data lain yang dapat juga kita lihat dan bisa kita anggap sebagai  salah satu indikator rendahnya mutu pendidikan kita adalah dari peringkat perguruan tinggi dunia yang menunjukkan bahwa peringkat perguruan tinggi di Indonesia masih  jauh dari apa yang diharapkan yaitu hanya menduduki  peringkat 572 (UGM), 721 (ITB),  1010 (UI) (Data dari LPMP Sumut).

Hasil survey dari  Political and Economic Rick Consultancy (PERC) yang berpusat di Hongkong menunjukkan bahwa di antara 12 negara yang disurvey menunjukkan bahwa mutu pendidikan  Indonesia menempati urutan 12 di bawah Vietnam.

Irononisya lagi, jika kita merefleksi ke masa lalu, yaitu era delapan puluhan,  pendidikan di  Malaysia  nyata -nyata lebih rendah dibandingkan dengan Indonesia. (bersambung)

Hal ini terbukti dengan tingginya animo warga Negara Malaysia yang datang ke Indonesia menimba ilmu ketika itu. Dan bahkan guru-guru Indonesia banyak diimpor oleh mereka. Namun faktanya sekarang sudah terbalik, orang Indonesia yang pergi ke malaysia untuk belajar.
Mencermati fakta-fakta ini kita semua anak bangsa merasa terharu dan  berkata,   “Prihatin! Sedih…!”, dan banyak lagi ungkapan emosional minor lainnya yang dapat kita ekspressikan untuk merespon berbagai sinyalemen bahwa  mutu pendidikan dan pembelajaran di indonesia rendah, bahkan sangat rendah dibandingkan dengan negara lain di dunia. Penguatan kepala sekolah

Permasalahan di atas adalah tanggung jawab kita semua sebagai elemen bangsa khususnya pelaku-pelaku pendidikan yang salah satu diantarnya adalah kepala sekolah.

Kepala sekolah mempunyai tugas yang sangat penting dan strategis di dalam mendorong guru untuk melakukan proses pembelajaran untuk  mampu menumbuhkan kemampuan kreativitas, daya inovatif, kemampuan pemecahan masalah, berfikir kritis dan memiliki naluri jiwa kewirausahaan bagi siswa sebagai produk suatu sistem pendidikan. Untuk itulah seorang kepala sekolah/madrasah harus memiliki lima dimensi kompetensi minimal sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No. 13 Tahun 2007, yaitu kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial.

Melihat eksistensi dan kapabilitas kepala sekolah yang berperan sebagai leader dan manajer masih belum maksimal dalam mengelolah institusinya walaupun  sosialisasi dan bimbingan secara struktural dari dinas pendidikan menyangkut implementasi permendiknas tersebut telah dilakakukan, maka  sangatlah perlu suatu  sentuhan langsung (direct touch) dari para ahli dan pakar pendidikan melalui pelatihan khusus untuk membekali kepala sekolah supaya kuat. Bukan berarti kuat  secara fisik seperti seorang atlet olah raga yang siap untuk bertanding tetapi kepala sekolah yang memiliki kapabilitas sesuai dengan tuntutan tugas seperti yang telah digariskan oleh pemerintah melalui kementerian pendidikan nasional. Oleh sebab itu dibuatlah suatu program penguatan kepala sekolah /madrasah sebagaimana  yang ditetapkan dalam program kedua dari delapan program 100 hari Mendiknas.

Pelatihan penguatan Kepala Sekolah/Madrasah plus pengawas diadakan dua gelombang yaitu gelombang pertama dari tanggal 18 s.d. 21 Agustus 2010  dengan jumlah peserta 244 peserta (penulis berada di kelas D) dan gelombang kedua dari tanggal 22 s.d. 25 Agustus 2010 dengan jumlah peserta 201 orang. Kegiatan ini dirancang untuk  tiga tahapan, yaitu : In One (pelatihan selama 4 hari) di Hotel Dharma Deli Internasional Medan. On Job Training (Selama satu bulan mengaplikasikan di sekolah masing-masing apa yang diperoleh selama 4 hari pelatihan  ), In Two (pelatihan 2 hari lagi sekaligus mempresentasikan apa yang telah dilakukan selama satu bulan di lapangan).
Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Utara yang mengambil peranan utama dalam kegiatan ini, menerjunkan para instruktur  handal dan punya kemampuan di bidangnya masing-masing dari Widyaiswara dengan jadwal dan intensitas  pelatihan yang sangat ketat dalam proses penyampaian  dan pembahasan materi dengan aktivitas individual dan kelompok. Tetapi disela-sela kegiatan yang begitu serius, cerita lucu pun  sekali-sekali muncul dari para instruktur untuk menghilangkan  ngantuk dan rasa jenuh. Namun tidak jarang juga guyonan bersambut dari peserta itu sendiri yang mengundang tawa  menggelitik namun membangun suatu keakraban bagi sesama peserta pelatihan.

Penutup

Dengan diadakannya pelatihan pengutan kepala sekolah ini maka sangat diharapkan para kepala sekolah/madrasah plus pengawas sekolah dapat meningkatkan kemampuannya  dalam menjalankan peranannya serta mengelola institusinya dengan mengaplikasikan kelima standar kompetensi yang mutlak dimiliki seorang kepala sekolah sesuai dengan rumusan yang dibuat oleh Direktorat Tenaga Kependidikan, Ditjen PMTK bekerja sama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang ditetapkan melalui Permendiknas No.13 tahun 2007. Dan dapat dipastikan  muaranya adalah meningkatkan kualitas pendidikan nasional secara umum yang dapat mengembangkan kemampuan dan  membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dengan terciptanya kepala sekolah yang handal dan kuat sudah pasti mutu pendidikan meningkat dan secara otomatis  persoalan-persoalan di atas akan dapat teratasi secara bertahap dan berkesinambungan. (*)

Oleh:
Pinondang Situmorang SS, SPd, MPd
Guru SMA WR Supratman 2 Medan

Posted in Pendidikan | Tagged | 1 Comment

117.924 Peserta UN Divalidasi

Sesuai dengan jadwal, hari ini Senin (31/1) Disdik Sumut melakukan validasi data akhir jumlah siswa peserta UN 2011. Oleh karenanya, Disdik Sumut mengundang seluruh Kepala Disdik
Kabupaten/Kota se-Sumut.

Kepala Disdik Sumut Syaiful Safri didampingi Sekretaris Disdik Sumut Edward Sinaga mengatakan, validasi ini dilakukan untuk mencocokkan data peserta UN yang ada di Disdik Sumut dengan yang dimiliki Disdik Kabupaten/Kota sebelum di kirim ke pusat.

Data peserta UN sementara yang telah diterima Disdik Sumut per 28 Januari 2011 yakni 117.924 siswa untuk tingkat SMA/MA, 65.122 siswa untuk tingkat SMK dan 248.060 siswa untuk tingkat SMP sederajat. Jumlah ini belum termasuk siswa peserta UN tingkat SD/MI/SDLB.

Secara rinci jumlah tersebut dapat dijabarkan, untuk siswa SMA jurusan Bahasa 31 orang, jurusan IPA 54.254 orang, jurusan IPS 44.757 orang. Untuk MA jurusan Bahasa 85 orang, jurusan IPA 8.646 orang, jurusan IPS 9.989 orang dan jurusan Keagamaan 162 orang.Sementara itu, tingkat SMP sederajat yakni, peserta SMP sebanyak 196.623 orang, SMP Terbuka 1.154 orang, SMP LB 8 orang dan MTs sebanyak 50.275 orang.

Syaiful juga memaparkan, jumlah tingkat satuan pendidikan yang menjadi penyelenggara UN dari seluruh kabupaten/kota di Sumut yakni sebanyak 3.232 sekolah dari tingkat SMA sederajat dan SMP sederajat. “Jadwal pelaksanaan UN Tahun Pelajaran 2010/2011 ini untuk tingkat SMA/MA/MA Keagamaan/SMK dan SMA LB dilaksanakan dari 18-21 April 2011,” tuturnya seraya menambahkan, untuk pelaksanaan UN tingkat SMP/MTs dan SMP LB sejak 25-28 April 2011. Dan untuk pelaksanaan UASBN SD/MI/SDLB pada 9-11 Mei 2011.

Kepala Disdik Kota Medan Hasan Basri didampingi Kabid Dikmenjur Marasutan Siregar menyebutkan, jumlah peserta UN 2011 ini sudah disampaikan pihak sekolah ke Disdik Kota Medan secara online yang berakhir Desember 2010 lalu “Kami juga telah mengklasifikasikan jumlahnya sesuai dengan sekolah peserta. Dari jumlah siswa 38.025 orang, sebanyak 22.748 adalah siswa SMA dan 15.277 siswa SMK,” paparnya.(saz)

Posted in Pendidikan | Comments Off

Besok, DPD RI Panggil Rahudman

Tuntaskan Kasus Sari Rejo

MEDAN POLONIA-Pemerintah Kota Medan kembali mengagendakan pertemuan dengan Mabes TNI AU terkait masalah sengketa Tanah Sari Rejo di Kecamatan Medan Polonia Medan. Hal itu diungkapkan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, saat ditemui Sumut Pos, Minggu (30/1).

“Memang beberapa waktu lalu, kita telah mengagendakan pertemuan dengan pihak TNI AU. Namun sayangnya, tanggal yang direncanakan itu bertepatan dengan adanya agenda Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU di Jakarta. Kita (Pemko Medan, red) juga telah menerima surat pembatalan tersebut. Untuk ke depan, dalam jangka waktu dekat ini kita akan kembali mengupayakan pertemuan dengan pihak TNI AU,” katanya.

Kapan waktu tepatnya rencana pertemuan tersebut? Mengenai hal itu, Rahudman belum bisa memastikan karena untuk mengagendakan per temuan tersebut perlu adanya komunikasi lagi dengan pihak TNI AU.

“Kita lihat dulu waktunya, jangan nantinya agenda yang kita tawarkan bertepatan dengan agenda dari TNI AU. Kalau begitu, nanti batal lagi. Kita akan mengkomunikasikan dulu, kapan waktu tepatnya. Intinya, kita akan terusn mengupayakan yang terbaiklah solusi yang kita ambil nantinya,” beber Rahudman.

Pada kesempatan itu pula, Rahudman mengatakan, pada Selasa (1/2) mendatang (besok, Red), Pemko Medan akan melakukan pembicaraan dengan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Utara. “Selasa depan kita diundang anggota DPD. Kita akan membahas mengenai masalah tanah tersebut. Ini juga upaya positif, agar persoalan ini bisa segera terselesaikan,” ungkapnya. Pertemuan itu sebagai tindak lanjut kunjungan DPD RI pada awal Desember tahun lalu. Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, mengaku serius mengangani persoalan sengketa tanah di Sumut, terutama tanah milik warga Kelurahan Sari Rejo yang diklaim TNI AU. Demikian terungkap dalam konferensi pers Komite I DPD RI di Kantor Gubsu, Rabu (1/12). Sehari sebelumnya, Tim DPD RI tersebut telah mengunjungi dan melihat langsung kondisi Kelurahan Sari Rejo. Saat itu Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Komite I DPD RI, Rahmadshah mengatakan, sesuai hukum yang berlaku, tanah seluas 260 hektar yang diklaim TNI AU adalah milik masyarakat. Dikatakannya, persoalan tanah menyangkut persoalan aset negara, di mana pemerintah sebagai pengelola dan masyarakat sebagai pemiliiknya. Sehingga apabila masyarakat telah menduduki tanah itu dalam waktu puluhan tahun, maka sesuai UU Agraria, warga menjadi pemiliknya.

“Untuk masalah tanah di Kelurahan Sari Rejo, jelas milik warga, karena sudah ada putusan yang menguatkan dari Mahkamah Agung (MA),” tegasnya.

Saat disinggung bahwa TNI AU tetap mengklaim tanah tersebut berdasarkan Register Inventaris Kekayaan Negara (IKN) No: 50506001, Wakil Ketua Komite I, Ferry FX Tinggogoy yang turut hadir dalam kesempatan itu mengatakan, pihaknya akan memanggil Departemen Keuangan (Depkeu) sebagai bendahara negara. Sehingga bisa diketahui dengan jelas apakah Register IKN yang disebutkan ini benar tercatat atau tidak.

Apabila ada tercatat, sebutnya, maka pihaknya akan mengambil langkah solusi agar warga tetap terjaga dan boleh mendapatkan hak atas tanah tersebut. Sebab, permasalahan ini sangat berkaitan kepada hajat hidup masyarakat banyak. “Kami panggil Bendahara Negara ini pada Kamis pekan depan di kantor kami,” katanya.

Ketua Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas), Riwayat Pakpahan, mendukung ketegasan DPD RI. Mereka berharap agar perjuangan mereka untuk mendapatkan hak atas tanah yang mereka diami selama puluhan tahun itu, segera terealisasi. Pasalnya, tanah tersebut telah didiai warga sejak 1948, jauh sebelum Lanud Medan didirikan pada 1957. “Sekarang inilah saatnya warga mendapatkan tanahnya, dengan perjuangan gigih dari Wali Kota dan Wakil Rakyat. Bila sama-sama gigih memperjuangkannya, maka masalah tanah ini bisa segera mungkin tuntas sesuai harapan 30-an ribu warga Sari Rejo,” ujarnya.

Kembali ke Rahmadshah. Dia mengatakan, selain soal Tanah sari Rejo, pihaknya juga telah menerima 20 laporan sengketa tanah di Sumut. Di antaranya kasus tanah eks HGU PTPN II yang telah banyak mengambil korban, kemudian masalah tanah di Deliserdang dan Serdang Bedagai serta sejumlah kasus tanah lainnya di Sumut.
Di tempat yang sama, Kepala Biro Pemerintahan Umum Setda Pemprovsu, Nouval Machyar mengatakan, masalah tanah HGU yang telah dilepaskan oleh PTPN II, sampai saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah pusat. Pihaknya telah lima kali menyurati Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan, soal kejelasan status tanah yang kini digarap warga, namun belum ada jawaban. “Kami sudah menyuratinya, tapi pelaporan dalam bentuk surat ini belum ada jawabannya,” ungkapnya. (ari)

Posted in Metropolis | Tagged | Comments Off

Harga Beras Melambung, Mau tak Mau Dibeli Juga

Harga sejumlah kebutuhan pokok akhir-akhir ini terus melambung, salah satunya adalah beras. Kemarin harga beras mencapai harga Rp12.00 ribu (harga eceran, red), untuk beras jenis Kuku Balam.

Sementara, untuk jenis IR atau C4 bisa mencapai Rp9.500 ribu, sedangkan untuk beras termurah adalah kategori beras Bulog asal Thailand Broken 5 Persen harganya Rp7.900. “Sejak sebulan lalu, secara per lahan harga beras naik perlahan, tak pernah turun lagi,” ujar M Yusri, pemilik Kios Yusri, Jalan Pancing, Medan.

Dampak dari kenaikan harga beras ini, pada prinsipnya tidak terlalu berpengaruh. Karena beras merupakan kebutuhan pokok yang paling utama. Jadi mahal atau tidak, beras tetap akan dibeli masyarakat.

Meskipun demikian, kenaikan harga beras tersebut tetap memberikan kecemasan terhadap warga di semua daerah. Salah satunya adalah Ani, seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Jalan Prof M Jamil Medan Tembung. Ibu empat anak ini menyatakan, dengan kenaikan harga beras itu membuatnya terus mewanti-wanti kepada keempat anaknya, untuk sedikit berhemat.

“Kalau harga beras naik, tidak mungkin juga kita tidak makan nasi. Tetap saja dibeli, tapi ya harus dimanfaatkan sebenar-benarnya. Kadang, anak-anak makan tidak habis karena terlalu banyak nasinya, sekarang tak boleh lagi,” ungkap perempuan berusia 49 tahun ini.

Sementara itu, di tempat terpisah, sepasang suami istri yang tinggal di Jalan Marindal I Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang, Wahyuni dan Ayub sedikit lebih sabar. Artinya, kenaikan harga barang tersebut pastinya akan turun juga.

“Kami hanya empat orang dalam satu rumah, sementara anak baru dua. Jadi, nggak terlalu banyak makan. Untuk beras, setiap hari rata-rata tidak sampai satu kilo,” kata Wahyuni.

Untuk jenis nasi, sambung Wahyuni, tergantung dengan rezeki yang diperoleh. “Kadang beras IR, kadang beras Bulog. Ya sedapatnya lah. Mudah-mudahan bisa turun, jadi nggak berat kali biaya sehari-hari,” kata Ayub yang berprofesi sebagai buruh bangunan dengan penghasilan Rp40 ribu per hari ini.

Terkait kenaikan harga beras ini, menurut pemilik grosir beras di Jalan M Nawi Harahap No 17 Medan Syaifuddin Nasution merupakan, kenaikan yang tertinggi dari sebelum-sebelumnya. “Dulu waktu tahun 2000, harga beras per kilonya masih Rp2600 Sekarang, mencapai Rp8.350, sudah melampaui 200 persen lebih,” ungkapnya saat ditemui Sumut Pos di tempat grosir miliknya, Minggu (30/1).

Dikatakannya, kenaikan harga beras tersebut, sudah terlihat sejak empat bulan yang lalu tepatnya di pertengahan November 2010. Nah, penyebabnya adalah keberadaan padi yang susah, sementara permintaan masyarakat atau konsumen tetap dan malah mengalami kenaikan, maka secara otomatis harga menjadi naik.

“Karena itu pula, menyebabkan rasa beras itu jadi kurang. Terkadang ada beras yang dicampur, misalnya antara beras IR dengan beras lainnya. Dan, beras itu juga sudah dikemas di dalam goni,” ungkapnya.
Untuk harga-harga beras saat ini dari jenis beras yang paling banyak diminati oleh masyarakat ada tiga yakni Kuku Balam, IR/C4 dan beras lokal yang diantaranya adalah beras Bulog.

Harga  Kuku Balam Rp12.500, IR/C4 Rp9.500, dan beras lokal antara Rp6.900 sampai Rp7.500 per kilo gram. “Kenaikan beras memang secara bertahap,” ungkap pria yang telah 10 tahun menjadi pengusaha grosiran beras ini.
Untuk beras Bulog yang sedikit membantu penjualan ini adalah beras Bulog Kita Thailand Broken 5 Persen. Dan jenis ini adalah beras Bulog yang dibolehkan untuk dijual di pasaran, dengan kualitas terbaik yang ditandai dengan istilah Broken 5 persen tersebut.

“Untuk penjualan antara beras biasa dan dari Bulog, ya 50-50 persen lah,” katanya.
Untuk jumlah penjualan beras pun, menurut Syaifuddin juga tidak begitu mengalami penurunan. Tetap saja, penjualan beras di grosirnya tersebut sekitar 10 ton.(ari)

Sesuai Hukum Ekonomi

Terkait menjulangnya harga beras ini, pengamat ekonomi asal Universitas Sumatera Utara (USU) Ami Dilham Msi mengungkapkan, kenaikan harga beras dinilai wajar. Pasalnya, di sejumlah daerah terjadi gagal panen seperti di Madina yang diserang hama tikus.

Dari kenyataan itu, persediaan beras menjadi kurang sementara permintaan meningkat. Maka, sudah hukum ekonomi harga bahan tersebut menjadi naik. “Supply atau persediaan kurang, sementara demand atau permintaan tinggi. Secara hukum ekonominya, membuat harga barang menjadi naik. Saat ini, itulah yang terjadi,” ulas Ami Dilham.
Untuk mengatasi masalah itu, sambung Ami Dilham, harus ada upaya penanganan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk melakukan upaya-upaya penanggulangan, sehingga kenaikan beras ini tidak lagi terjadi.

Menurutnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh Kementan RI antara lain, perlu adanya peningkatan intensifikasi hasil produksi tanam, pemanfaatan pupuk yang berkualitas namun dengan harga terjangkau.
“Saat ini, petani harus bisa memanfaatkan lahan kecil tapi bisa menghasilkan maksimal. Harus ada juga kebijakan penggunaan pupuk. Tapi bukan itu saja, kesemuanya perlu disosialisasikan pemerintah, agar bisa terealisasi di lapangan. Dalam pelaksanaannya nanti, tidak bisa dilepas begitu saja. Perlu ada pemantauan dari sikap tersebut,” ungkapnya.

Terkait prediksi, kenaikan harga beras akan mengalami penurunan. Tapi tidak untuk semua jenis beras. “Saya pikir sudah mulai ada penurunan harga, tapi ada juga yang harganya masih stagnan,” tutupnya.(ari)

Posted in On Focus | Comments Off

Ukir Sejarah

SMA Wahidin vs SMA Methodist 2

MEDAN-Tim basket putra SMA DR.Wahidin Sudirohusodo ingin mengukir sejarah dengan menjadi juara di ajang Honda DBL 2011 North Sumatera Series.  Tim yang dibesut Hidayat Natashasmita ini berlaga di babak final setelah di babak semifinal yang berlangsung  Sabtu (29/1) mengalahkan SMA Panca Karya Stabat dengan skor 97-62.
Sementara lawannya, SMA Methodist 2 Medan berlaga di partai final setelah menjungkalkan SMAN 5 Medan dengan skor 109-36.

Pastinya pertandingan final kelompok putra ini akan berlangsung seru dan menarik. Pasalnya, selain kedua tim memiliki materi pemain yang mumpuni, di sisi lain, pelatih yang membesut kedua tim ini pun terbilang pelatih yang sukses.
Jika SMA Wahidin ditukangi Hidayat Natashasmita yang sukses mengantarkan tim DBL Indonesia Selection juara pada kejuaraan pelajar Asia Tenggara di Malaysia, beberapa waktu yang lalu, maka SMA Methodist 2 dibesut mantan pelatih klub bola basket profesional berlisensi FIBA (Asosiasi Bola Basket Dunia) Fredy Marcos Gorrey.

Dengan fakta tersebut, tak ayal adu strategi di antara kedua pelatih andal ini  akan menjadi sajian menarik .
Menurut Fredy Gorrey, tim yang dibesutnya akan tampil all out sehingga dapat memenangkan partai final. Ini mutlak dilakukan agar SMA Methodist 2 mampu mempertahankan tradisi juara di ajang Honda DBL.
Ya, setelah tim putri SMA Methodist 2 Medan, yang notabene merupakan juara bertahan Honda DBL gugur di babak penyisihan usai kalah dari SMA Sutomo Medan, praktis beban untuk mempertahankan tradisi juara ada di pundak tim putra.

“Masalah itu takkan membebani anak-anak. Saya yakin jika mereka dapat bermain lepas. Apalagi lawan yag dihadapi lebih berpengalaman,” bilang Fredy.
Ya, tiga pemain yang memperkuat SMA Wahidin tahun ini pernah terlibat pada patrai final Honda DBL 2010, saat mana tim itu takluk dari SMA Methodist Binjai. (mag-7)

Posted in DBL | Comments Off

Ajang Penebusan

SMA Sutomo 1 vs SMAN 2 Medan

MEDAN-Tahun lalu SMA Sutomo 1 Medan harus tersingkir pada babak penyisihan setelah takluk dari seteru abadinya SMA Methodist 2 Medan. Padahal, saat itu SMA Sutomo 1 merupakan salah satu tim favorit sebelum even Honda DBL 2010.

Nah, tahun ini, SMA Sutomo 1 Medan yang dibesut Sunny Santoso berhasil melakukan revans atas SMA Methodist 2 saat keduanya berlaga di babak penyisihan.

Utang pertama telah lunas. Hari ini, saatnya bagi anak-anak Sutomo 1 untuk menuntaskan utang lainnya, yakni meraih gelar juara Honda DBL 2011.

Peluang untuk itu terbuka lebar, karena pada partai final yang berlangsung hari ini di GOR Angsapura Jalan Logam Medan akan menghadapi SMAN 2 Medan, yang jika dilihat dari materi pemain yang dimiliki setingkat di bawah SMA Sutomo 1.

Kendati begitu, coach SMA Sutomo 1 Sunny Santoso mengaku dirinya tak menganggap enteng lawan. “Mereka tim yang kuat. Jika tak kuat, mana mungkin mereka bisa sampai ke babak final. Artinya, mereka berpotensi mengalahkan tim mana pun juga,” bilang Sunny.

“Karena hal tersebut saya telah instruksikan pemain saya untuk tampil dengan mengeluarkan semua kemampuan terbaik yang mereka miliki,” tambahnya lagi.

Terkait kebugaran pemainnya, Sunny mengatakan bahwa masa jeda satu hari sebelum partai fnal sudah cukup bagi pemainnya untuk tampil maksimal. “Toh, pada setiap harinya pun mereka tetap berlatih keras. Jadi, tidak ada masalah dengan kebugaran mereka,” bilangnya.

Pada laga hari ini Sunny akan menurunkan starter Stephanie Yolanda (center), Elyani J (guard), Betty (Guard), Chatherine (forward) dan maggie (forawrd).

Terpisah Yudha Yudhiesta, coach SMAN 2 Medan mengatakan bahwa dirinya telah mempersiapkan para starter yang terdiri dari Dina (shooting guard),Lusia (shooting guard), Rianda sri (Guard), Indah (guard) dan Irene Y (center).
“Mereka tim yang solid. Jadi kita akan menerapkan zone defense 2-3. Terlebih mereka punya pemain hebat yang pernah ke Amerika seperti Stephanie Yolanda,” bilang Yudha.
“Untungnya kita juga punya Irene yang piawai melakukan three point shoot. Saya berharap dia menyumbang 14 poin saat menghadapi SMAN 5 kembali tampil maksimal,” harap Yudha. (mag-7)

Posted in DBL | Comments Off

Rahudman: Kalau Orang Ketar-ketir, Biarkan Saja…

MEDAN TEMBUNG-Rencana Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, melakukan pelantikan sejumlah pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemko Medan, sebentar lagi akan terlaksana. Kabar yang berhembus menyatakan, pelantikan tersebut akan dilaksanakan pada awal Februari ini atau pekan depan.

Saat hal itu dikonfirmasikan langsung kepada Rahudman di sela-sela acara syukuran ulang tahunnya yang Ke-52 di rumah Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Medan, Syahrul Harahap, Jalan Prof Jamil Lubis No 22a, Medan Tembung, Minggu (30/1), Rahudman hanya menjawab dengan senyuman.

Saat kembali ditanyakan, kembali dengan tersenyum Rahudman menyatakan, pelantikan itu bisa saja dilakukan minggu depan atau dalam bulan Februari mendatang.

“Kau lah! Ya, bisa minggu depan (pekan ini, Red) atau bulan depan,” jawabnya singkat. Saat dikatakan bahwa, rencana pergantian itu telah membuat sejumlah pejabat eselon baik eselon II dan III ketar-ketir, Rahudman kembali tersenyum dan menjawab dengan singkat

“Aduh, yang kau tanya terus-terusan itu. Kalau orang itu (kadis, Red) ketar-ketir biarkan saja, asal jangan aku. Udah Nggot (panggilan wartawan koran ini, red). Coba kau tanya Sekda, betul nggak itu,” katanya.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Medan Area Dadang Darmawan Msi menyatakan, pelantikkan pejabat adalah sah-sah saja, tapi dengan catatan agar sesuai dengan skema atau sistem yang ada.

“Sistem negara kita sudah keliru. Imbasnya pejabat-pejabat yang diangkat pun keliru. Kalau sistem demokrasi pemerintah kita pas dengan sistem yang ada, maka tidak ada lagi terdengar yang namanya pelantikkan pejabat karena uang, karena kedekatan atau apa lah yang lainnya. Jadi, dalam sistem yang benar adalah pelantikkan pejabat itu harus melalui proses dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat),” ungkapnya.

Lebih lanjut Dadang menegaskan, hasil kajian Baperjakat juga harus objektif. Karena seharusnya, orang-orang yang ditunjuk menjadi pejabat harus sesuai dengan kompetensi atau skil yang dimiliki pejabat tersebut. Informasi pelantikan pejabat eselon II dan III di Pemko Medan mulai santer sejak dua pekan terakhir, pasca lengsernya Fitriyus dari kursi Sekda Medan yang digantikan Syaiful Bahri. Bahkan, sejumlah nama yang bakal dicopot dan dilantik sudah beredar. Inilah mengapa sejumlah pejabat merasa cemas dengan informasi itu. (ari)

Posted in Metropolis | Comments Off

15 Nasabah Bank Sumut Syariah Umroh Gratis

MEDAN-Bank Sumut Unit Usaha Syariah (UUS), akhir pekan lalu, menggelar penarikan hadiah umroh gratis tahun pertama (1 Januari-31 Desember 2010) di Merdeka Walk Medan. Total hadiah paket umroh ini untuk 15 orang nasabah tabungan iB Martabe dan iB Martabe bagi hasil. Pemilik rekening yang beruntung direncanakan akan berangkat pada Februari 2011 mendatang.

Hadiah umroh dapat diuangkan senilai harga paket umroh ba gi nasabah pemenang yang non muslim, atau terkendala melaksanakan ibadah umroh. Pajak pemenang menjadi tanggungan Bank Sumut sebagai penyelenggara.
Penarikan undian tersebut dihadiri Dirut Bank Sumut, Gus Irawan Pasaribu, Pemimpin Divisi Syariah Bank Sumut, Didi Duharsah, para pimpinan cabang syariah dan ratusan nasabah. Penarikan undian ini juga disaksikan notaris, pejabat berwenang dari kepolisian dan Dinas Sosial Pemko Medan

“Program hadiah umroh adalah program yang diberikan oleh Bank Sumut kepada nasabah yang memiliki saldo rata-rata bulanan Tabungan iB Martabe dan iB Martabe bagi hasil dengan pengendapan dana tertentu setiap bulannya. Peserta program adalah nasabah berusia 18 tahun pada saat mengajukan permohonan pembukaan tabungan,” jelas Gus Irawan pada kata sambutannya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pemenangnnya dipilih secara acak sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Pemilihan pemenang didasarkan pada poin yang diperoleh masing-masing nasabah. Setiap nasabah yang memilii saldo rata-rata bulanan minimal Rp500 ribu dan kelipatannya berhak mendapatkan 1 poin. “Hak mengikuti pemlihan pemenang berhadiah umroh adalah nasabah yang memiliki jumlah total poin minimal 10 dalam satu tahun,” kata Gus.

Sementara itu, Gus juga membeberkan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Sumut Syariah dalam 5 tahun terakhir meningkat pesat. “Pada 2005 DPK baru mencapai Rp15,120 miliar yang setiap tahunnya terus tumbuh. Pada akhir Desember 2010 DPK melesat jauh mencapai Rp431,574 miliar. Pertumbuhan DPK tersebut ditunjang oleh keunggulan produk tabungan wadiah, mudharabah, deposito ibadah dan giro wadiah,” paparnya seraya menambahkan, pembiayaan yang disalurkan juga terus meningkat dari Rp112,286 miliar pada 2005 menjadi Rp826,126 miliar pada 2010.

Perkembangan tabungan mudharabah Bank Sumut Syariah dalam dua tahun terakhir juga meningkat tajam. Pada awal 2010 jumlah nasabah mencapai 9.548 rekening kemudian meningkat 61 persen menjadi 15.746 rekening pada akhir 2010.

Menurut Gus, Bank Sumut UUS perkembangannya dinilai sangat mengembirakan. Ini dapat dilihat dari sisi total aset pada 2009 sebesar Rp491 miliar menjadi Rp826 miliar pada 2010 atau meningkat 70 persen. “Dan perolehan laba yang berhasil didapat Bank Sumut UUS per posisi Desember 2009 sebesar Rp21,6 miliar meningkat menjadi Rp23,1 miliar per Desember 2010,” tuturnya dengan menambahkan, ini membuktikan dan mencerminkan meningkatnya kepercayaan dan minat masyarakat untuk bertransaksi pada Bank Sumut Syariah.

Bank Sumut UUS kini memiliki jaringan layanan dengan 4 kantor cabang syariahyang tersebar di Medan, Tebing Tinggi, Sibolga, Padang Sidempuan dan 5 cabang pembantu syariah masing-masing di Lubuk Pakam, Kisaran, Stabat, Jalan Multatuli Medan dan Jalan Karya Medan. (saz)

Posted in Metropolis | Comments Off

Honda DBL 2011 Diakhiri dengan Beragam Award

Gelaran turnamen bola basket Honda DBL 2011 memang lain dari yang lain. Pada penghujung even, bukan hanya tim juara saja yang berpeluang membawa tropi kemenangan.

Para suporter serta siswa-siswa yang mengikuti beragam games pun memiliki kesempatan yang sama untuk meraih hadiah dan award dari panitia.   Adapun award yang akan diberikan panitia terdiri dari Sportmanship Award, Spirit Award, Discipline Award, Spirit Award, Supporter Award, Supporter Versi Penggunjung.

Ade Nopriansyah selaku selaku event and entertainment asistant DBL Indonesia mengatakan bahwa dipenghujung even akan ada satu unit sepeda motor Honda New Beat yang akan diundi untuk pengunjung.

Selain itu, pada kesempatan ini juga diumumkan para pemain yang akan menjadi League DBL First Team yang akan dipilih mengikuti seleksi menjadi DBL Indonesia All Star yang akan berlatih dan bertanding ke Amerika.
“Besok (hari ini, Red) akan ada final beragam games  seperti Honda Beat Team Challenge, Honda Tic Tac Toe, Mens Biore DBL Speed Challenge, Telkomsel DBL Three Point Competition.

“Selain menggelar beragam games menarik, pada partai final nanti juga bakal dimeriahkan dengan final dance competition,” tambahnya. (mag-7)

Posted in DBL | Comments Off

Politisi Warning KPK

Miranda S Goeltom dan Nunun Nurbaeti Daradjatun Diincar

JAKARTA-Politisi ramai-ramai memberi warning kepada KPK terkait penahanan 19 politisi dalam kasus dugaan menerima suap kasus pemilihan mantan Deputi Gubernur Senior BI, Miranda S Goeltom.
Politisi senior Golkar, Fahmi Idris  meminta KPK harus juga menindak pemberi suap, kalau tidak dikhawatirkan akan ada langkah politis.

“Golkar dan PDIP mungkin akan mengambil reaksi, pasti ada peristiwa besar. Saya tidak tahu wallahualam. Saya mungkin akan terlibat di dalamnya, aksinya mungkin berupa pemaksaan karena sudah keterlaluan,” terang Fahmi, di sela-sela acara donor darah Gema Damai di Jatipadang, Jaksel, Sabtu (29/1).

Fahmi menjelaskan, tindakan KPK memang patut diapresiasi, namun kalau penyuap tidak dihukum, tentu itu akan menjadi sebuah keanehan.

“Itu tragis, di satu sisi ada 19 orang yang ditahan di sisi lain ada Miranda yang belum ditahan, ini sakti banget dan kesaktian itu dari mana?” terangnya.

Fahmi menuding, tindakan yang dilakukan KPK merupakan titipan. Karena itu kini dia tidak percaya lagi kepada KPK. “Dahulu saya percaya KPK, kini saya ragukan seluruh penegak hukum,” tutupnya.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar, Nudirman Munir juga mempertanyakan penangkapan Panda Nababan apakah sudah memenuhi syarat dalam penangkapan ini. Tensi politik nasional tampaknya akan berpengaruh signifikan dengan penangkapan sejumlah politisi ini. Karena selain kader PDIP, sejumlah kader Partai Golkar juga diduga terkait cek perjalanan.

Meski penangkapan ini dilakukan KPK diyakini banyak pihak hal ini tidak terlepas dari peran Istana. Situasi ini dimaknai sebagai sikap Istana menabuh genderang perang dengan partai politik lainnya seperti PDI Perjuangan termasuk Partai Golkar.

Dalam waktu dekat, angket pajak termasuk kasus century dipastikan akan menjadi panggung bagi PDI Perjuangan dan Partai Golkar sebagai medium perlawanan terhadap Istana. Jika ini terjadi, politik nasional kian gaduh.
Meskipun demikian, Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie menegaskan, partainya tidak akan keluar dari koalisi hanya lantaran KPK menahan kader-kader Golkar.

“Sikap Golkar sudah jelas akan mengawal pemerintahan SBY-Boediono hingga 2014. Itu sudah ditegaskan dalam berbagai kesempatan,” ujar Ical sebagaimana dituturkan juru bicaranya, Lalu Mara Satriawangsa.
Menurut Lalu Mara, Ical berpandangan, meski penahanan Paskah Suzetta dkk sarat dengan nuansa politis, namun Partai Golkar akan tetap berpikiran jernih.

“Golkar tetap berpikiran dengan kepala dan hati yang jernih, kami menghormati langkah KPK,” ujar Lalu Mara.
Kendati menghormati keputusan KPK, Ical tetap meminta keadilan ditegakkan. Politisi asal Lampung ini mendesak agar Miranda Goeltom segera dijebloskan ke dalam penjara. “KPK harus adil, kok yang menyuap dibiarkan berkeliaran,” tegasnya.

Wakil Ketua PDIP Sumut, Budiman Nadapdap mengaku, cara KPK melakukan penangkapan paksa di Bandara Soeta kurang pas. “Pak Panda bukan bandit atau koruptor atau penjahat atau mafia kejahatan,” ujarnya.
PDIP Sumut juga memperotes penerapan penahanan terhadap Panda yang dinilai berlebihan dan terkesan tebang pilih karena banyak kasus prioritas yang menjadi perhatian publik justru tak ditanggapi KPK seperti kasus mafia pajak Gayus Tambunan dan skandal century.

PDIP Sumut juga mempertanyakan komitmen KPK serta sikap KPK yang mempertontonkan keanehan  dalam penyidikan kasus yang ada di negara ini.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Trimedya Pandjaitan juga buka mulut. Dia menyayangkan penangkapan Panda Nababan menjelang Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Batam. “Yang sangat disayangkan, saat ini kami sedang Rapimnas di Batam. Apalagi Pak Panda Ketua DPD Sumut,” katanya kepada wartawan saat dihubungi.

Menurut dia, KPK telah mengabaikan seruan PDIP dan masyarakat agar mengusut pihak penyuap dalam kasus pemilihan Deputi Gubernur BI. Selain itu, menurut Trimedya, KPK juga mengabaikan permintaan Panda Nababan agar KPK menunggu proses penyelidikan Komisi Yudisial terkait hakim di Pengadilan Tipikor.

Trimedya khawatir, penangkapan Panda Nababan dilakukan saat ini hanya bertujuan untuk mengalihkan isu Gayus H Tambunan yang kini menjadi sorotan publik. “Kita hormati proses hukum ini, tapi kenapa KPK cuma serius soal travel cek, soal century kabarnya ada temuan baru tapi diproses dong,” protesnya.

Sementara, Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah mempersilakan KPK memproses kasus dugaan suap Panda Nababan dan kawan-kawan namun harus sesuai prosedur hukum.

“Kami mengecam sikap dan kinerja KPK yang masih belum juga menentukan TSK (tersangka) pemberi suap tapi lagi-lagi sudah menahan para tersangka penerimanya,” cetusnya.

Penangkapan Panda dkk ini, menurut Basarah, sejatinya sudah diprediksikan jauh-jauh hari. Menurut dia, sikap PDIP dalam kasus century dan angket pajak merupakan konsekuensi yang diterima kader partai berlambang kepala banteng itu. “Bagi kami inilah risiko perjuangan yang harus dibayar,” kata dia.

Terkait kasus yang menimpa Panda Nababan dkk, Basarah menyebutkan akan dibahas dalam Rapimnas PDIP di Batam. Trimedya Pandjaitan sebagai Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP PDIP, menurut Basarah, akan membahas dan mengembangkannya.

Politisi PPP, Ahmad Yani juga menduga ada konspirasi politik. Sebab, setelah sekian lama kasus ini tak kunjung selesai, KPK tiba-tiba menangkap para tersangka secara masiv.

“Kenapa kasusnya begitu lama, dipaket-paket, dicicil-cicil begitu, dan kenapa mereka baru masuk tahanan empat hari setelah pimpinan KPK Bibit-Chandra mendapat bonus deponeering,” ujar Ahmad Yani saat datang menjenguk rekan-rekannya yang ditahan di Rutan Cipinang, Sabtu (29/1).

Anggota Komisi III DPR ini juga mempersoalkan profesionalisme KPK dalam hal penetapan tersangka. Ia menyayangkan rekan-rekannya yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan penyuapnya hingga kini masih bebas tanpa status tersangka.

“Penyuapnya belum dijadikan tersangka, begitu pula perantara penyuapnya, ini kan jadi hal yang cukup ganjil,” tegasnya.

Dalam Rapat Dengar Pendapat  antara KPK dengan Komisi III DPR RI pekan depan, Yani menegaskan akan menanyakan masalah ini lebih lanjut.

“Saya kira ada relevansinya, orang juga melihat ada konspirasi ke arah sana, ada hubung menghubung, jadi fakta-fakta itu yang saya kira butuh dijelaskan KPK dalam RDP Senin besok dengan Komisi III DPR,” ungkapnya.
KPK sendiri menegaskan kalau tindakan hukum yang dilakukan atas 19 politisi murni penegakan hukum. Karena itu KPK tak akan gentar menghadapi tekanan politik.

“Tentu KPK tidak menjadi surut kalau ada tekanan,” kata juru bicara KPK, Johan Budi saat dihubungi wartawan, Sabtu (29/1).

Dia menjelaskan, KPK dalam menjalankan tugas, tidak berdasarkan permintaan atau tekanan pihak tertentu.
“Upaya hukum yang dilakukan adalah berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku,” terangnya.
KPK juga, lanjut Johan, tidak bisa diintervensi oleh kekuatan politik apapun. KPK tetap bersandar pada koridor hukum.

“KPK tidak mau diintervensi baik oleh kekuatan politik maupun pemerintah,” kata.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan segera menjerat si pemberi suap. Pekan depan, lembaga antikorupsi tersebut akan mulai fokus untuk menelusuri pemberi suap berupa cek perjalanan dengan total senilai Rp24 miliar tersebut.

“Mulai bulan depan, KPK mulai fokus pada penelusuran terhadap siapa yang memberi TC tersebut. Akan ada sejumlah upaya yang dilakukan KPK untuk menjerat si pemberi cek tersebut,”papar Johan Budi.
Johan memaparkan, langkah-langkah yang dilakukan KPK antara lain, melakukan pemeriksaan atau meminta keterangan kepada saksi kunci kasus suap tersebut, yakni istri Mantan Wakapolri Adang Daradjatun, Nunun Nurbaeti Daradjatun. Nunun berulang kali absen dari agenda pemeriksaan KPK, dengan alasan menderita sakit lupa berat tersebut. Johan pun memastikan, jika pekan depan yang bersangkutan kembali tidak memenuhi panggilan KPK dengan alasan yang masih sama, pihaknya akan mengambil tindakan.

Namun, ketika ditanya lebih lanjut soal upaya pemeriksaan tersebut, Johan hanya menyatakan pihaknya belum bisa mengungkapkan hal tersebut.

“Tentu, KPK akan melakukan upaya-upaya yang dianggap perlu apabila nanti alasan yang disampaikan ke KPK masih sama, yaitu sakit. Tapi kita tidak bisa jelaskan secara detail, upaya yang kita lakukan,”tegasnya. Jawaban hampir senada juga disampaikan, ketika ditanya kemungkinan melakukan second opinion terkait kondisi kesehatan Nunun. “Keberadaannya kan belum diketahui secara persis, yang jelas kita akan lakukan upaya,”tambahnya.

Selain Nunun, lanjut Johan, KPK juga akan kembali memeriksa Mantan DGS BI Miranda Goeltom yang namanya ikut terseret dalam kasus tersebut. Johan menegaskan, Miranda akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi tanpa menjelaskan lebih jauh jadwal pemeriksaan yang bersangkutan. Terkait kemungkinan penetapan Miranda dan Nunun sebagai tersangka, mantan jurnalis tersebut tidak menampik bahwa hal tersebut bisa terjadi. “Selama ada dua alat bukti yang cukup, keduanya (Miranda dan Nunun) bisa ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini,”imbuh dia.

Johan melanjutkan, KPK juga akan kembali meminta keterangan pada para tersangka yang kini telah mendekam di tahanan atau yang belum ditahan, jika memang diperlukan. Lebih jauh, Johan menyatakan dalam melakukan penelusuran untuk menjerat si pemberi suap, tidak tertutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak-pihak lain. “Tidak menutup kemungkinan dalam pengembangan penyidikan KPK, selain pemberi, pihak penerima juga ditelusuri lebih lanjut. Apakah ada pihak-pihak lain yang ikut menerima (cek perjalanan) selain para tersangka,”tegasnya.

Pengurus DPD PDIP Sumut Terbang ke Jakarta

Kemarin (29/1), kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP di Jalan Hayam Wuruk Medan terlihat sepi. Tidak ada terlihat kegiatan, bahkan para pengurus juga tidak terlihat. Menurut Yudi (25), petugas keamanan di kantor tersebut mengatakan, sejak kemarin para pengurus inti sudah tidak nampak. Yudi juga menambahkan, hampir semua pengurus inti DPD Sumut pergi ke Jakarta untuk menjenguk Pak Panda, tadi pagi berangkat pukul 10.00 WIB, setelah sebelumnya berkumpul di kantor. Sedangkan Eddi Rangkuti berangkat paling akhir pukul 13.00 WIB.

Sejak Ketua DPD PDIP Sumut, Panda Nababan ditahan KPK, Jumat (28/1), kantor DPD PDIP banyak dikunjungi oleh wartawan. Menurut Yudi, tadi pagi sudah ada beberapa wartawan yang datang untuk konfirmasi. Tetapi tidak sempat ditemui karena para anggota sudah berangkat.

Anggota DPRD Sumut dari PDIP, Brilian Mochtar mengatakan, mereka akan mengunjungi Panda Nababan di Rutan Salemba, Senin (31/1).

Kemarin, LP Cipinang ramai dikunjungi politisi. Mereka menjenguk para politisi yang ditahan KPK. Pantauan wartawan, Sabtu (29/1) tampak Wakil Ketua MPR Hajriyanto Tohari. “Mau jenguk,” kata Hajriyanto sambil melangkah masuk ke dalam LP.

Tidak lama kemudian datang mantan anggota Komisi I Happy Bone Zulkarnaen. Dia langsung bergegas masuk ke dalam LP. Tidak ada pernyataan yang dia berikan.

Kemudian, turun dari Alphard hitam anggota Komisi III, Ahmad Yani. Dia mengaku hendak menjenguk mantan Mensos, Bachtiar Chamsyah.

Diketahui, di LP Cipinang ini ditahan 9 politisi. Mereka yakni Sutanto Pranoto, Poltak Sitorus, Paskah Suzetta, Sofyan Usman, Daniel Tanjung, Hafiz Zawawi, Martin Bria Seran, M Iqbal, dan Mathius Formes.

Tempati Sel 1,5 x 2,5 Meter

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Patrialis Akbar, menegaskan tak memberikan fasilitas khusus kepada tujuh politisi tahanan KPK di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Timur.

Dia mengatakan ketujuh politisi yang ditahan terkait dugaan suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia tahun 2004 itu menempati sel yang kondisinya memprihatinkan. “Mereka menempati ruang tahanan berukuran 1,5 meter x 2,5 meter, pas kalau untuk orang tidur,” kata Patrialis, usai mengunjungi Rutan Salemba.
Ketujuh politisi yang ditahan di Rutan Salemba itu adalah Panda Nababan (PDIP), Soewarno (PDIP), Max Moein (PDIP), Baharuddin Aritonang (Golkar), TM Nurlif (Golkar), Asep Ruchyat, dan Reza Kamarullah (Golkar). Ketujuh tahanan itu menempati sel di Blok G yang berada di lantai dua.

Menurut Patrialis di Rutan Salemba memang disediakan tempat khusus bagi para tersangka korupsi. Namun, kondisi ruang tahanan untuk tersangka tindak pidana korupsi di Rutan Salemba jauh lebih kecil dari pada Rutan Cipinang.
“Kalau di sini memang ada tempat tipikor di lantai dua. Kamarnya jauh lebih kecil dari Cipinang. Satu orang satu, cukup satu kasur,” kata dia.

Patrialis menambahkan ruang tahanan yang sempit itu hanya difasilitasi oleh toilet dan kloset duduk. Tak ada air conditioner. “Yang saya lihat hanya kipas angin, semuanya ada kalau kipas angin,” kata dia.
Oleh karena itu, kata dia, dirinya sebagai Menkumham telah memerintahkan Kepala Rutan Salemba berkoordinasi dengan KPK untuk memberikan fasilitas apa saja yang diperbolehkan KPK. “Kalau tidak berpengaruh dengan kasusnya,” kata dia.

Secara umum, tambah dia, kondisi Rutan Salemba memang memprihatinkan.
Kapasitas Rutan di daerah Jakarta Pusat ini hanya 900 penghuni. Namun, kini jumlah penghuninya telah melebihi kapasitas tersebut. “Isinya 2.800 orang,” kata dia.
Patrialis mengaku dia tidak sempat bertemu Panda di tahanan. Saat di tiba Panda tengah tidur siang, sehingga Patrialis tidak sempat menyapa. (mag 9/net/bbs/jpnn)

Posted in Berita Foto, Nasional | Tagged | 1 Comment

Hilang Sepekan, Ketemu Lupa Ingatan

MEDAN- Gadis berusia 21 tahun bernama Lidya Apri Lelly yang meninggalkan rumah Sabtu (22/1) pekan lalu , ditemukan keluarga di pinggir jalan, tepatnya di depan Pajak Simpang Limun, Sabtu (29/1) kemarin.
Saat ditemukan  putri M Syafii (52) dan Justini (48), warga Jalan Gaharu B 17, Komplek PJKA, Medan Timur itu dalam keadaan linglung.

Keterangan orangtua Lidya, M Syafii didampingin istrinya, Justini menjelaskan, anaknya, Lidya pergi dari rumah dengan alasan untuk kerja bersama dengan temannya di Simpang Limun, namun tidak kembali lagi ke rumah. M Syafii kemudian melaporkan ke Mapolsekta Medan Timur.

“Karena anak kami tidak pulang lalu kami laporkan ke Mapolsekta Medan Timur,” kata Lidya.
Diterangkan M Syafii, anaknya ditemukan oleh Sharul, calon suaminya, bersama dengan menantunya ketika melintas di depan Pasar Simpang Limun, Rabu (26/1) siang, kemudian membawanya ke rumah.

“Begitu ditemukan oleh calon menantu saya, Sharul dan menantu saya yang lainnya, lalu Lidya dibawa ke rumah namun sudah tidak ingat apapun,” tegasnya.

Menurut M Syafii, karena anaknya tidak ingat apa-apa, dia kemudian membawa anaknya ke orang pintar yang ada di Medan hingga ke Belawan. Terakhir dibawa ke ustad yang berada di daerah Starba
Syafii mengaku, sangat sedih dengan perubahan anaknya. “Anak saya tidak ingat apa-apa dan dia tidak mau makan di rumah, maunya makan di luar rumah. Tidak hanya itu, kami dibilang semua penjahat,” tegasnya.
“Dia ingat nama calon suaminya tetapi tidak kenal wajah karen pikirannya sudah kosong,” tambahnya.
Kapolsekta Medan Timur, Kompol Patar Silalahi SIK mengaku, sudah menerima laporan dan baru mengetahui kalau anak tersebut ditemukan. “Laporan dan ciri-cirinya ada sama kita karena orangtuanya sudah melaporkannya. Untuk saat ini, kita masih menyelidiki motif kasus penculikan ini karena si anak pun masih kosong pikirannya,” ungkap Pata. (jon)

Posted in Metropolis | Tagged | Comments Off

Panda Ketawa Dalam Tahanan

Riama Br Purba: Ini Sandiwara…

Meski mendekam di tahanan, Ketua DPP PDI Perjuangan Panda Nababan tidak tampak stres dan tertekan. Malam pertama Panda di Salemba tampak berjalan lancar.

“Bapak santai saja, tidak suntuk, sempat olahraga pagi-pagi pakai sandal jepit,” ungkap Putra Nababan, putera Panda di Rutan Salemba, Jakarta, Sabtu (29/1).

Menurut Putra, kesehatan sang ayahanda pun tampak cukup baik dan stabil. Tak ada tanda-tanda sakit atau kurang sehat.

“Saya cerita perkembangan seperti biasa, termasuk kondisi luar negeri di Mesir dan macam-macam,” tutur wakil pemimpin redaksi RCTI itu.

Istri Panda Nababan, Riama Purba juga memastikan kondisi suaminya di dalam tahanan baik-baik saja. Panda menjalani rutinitasnya seperti biasa “(Panda) Sehat, ini kan sandiwara semuanya. Dia (Panda) tadi ketawa-ketawa,” kata Riama, usai menjenguk Panda di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (29/1).

Tak jelas apa yang dimaksud sandiwara oleh Riama terkait penahanan suaminya itu. Yang pasti, kini suaminya telah berstatus tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dugaan suap cek pelawat dalam pemilihan Deputi Gubernu Bank Indonesia.

Panda ditetapkan sebagai tersangka bersama 18 mantan anggota Komisi Keuangan DPR periode 1999-2004 lainnya. KPK menduga 25 politisi yang berasal dari Fraksi Golkar, Fraksi PDI Perjuangan, dan Fraksi PPP menerima suap usai memilih Miranda Swaray Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Keluarga Panda Nababan sudah menduga risiko terburuk sampai dengan peristiwa penahanan ini. Keluarga pun sudah menduga bahwa Panda satu saat nanti akan dibui. “Dari dulu juga sudah siap, ini risiko karir,” kata Riama.
Riama tiba di Rutan Salemba sekitar pukul 11.10 WIB dengan didampingi puterinya. Dia mengatakan penahanan suaminya itu kental dengan muatan politik. “Kan sudah tahu negara kita seperti apa,” katanya.

Namun demikian, dia mengaku belum mengetahui langkah hukum apa yang akan dilakukan terkait penahanan suaminya dalam kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia itu. “Nanti saja,” katanya. (net/bbs/jpnn)

Posted in Nasional | 1 Comment

Telinga Rusak Disiram Air Panas

Lagi, TKW Disiksa Majikan

ARAB SAUDI – Armayeh Binti Sanuri (20), TKW asal Pontianak menambah catatan nasib buruk TKI di Arab Saudi setelah Sumiati. Armayeh disiksa majikannya di Madinah, Arab Saudi, dan harus dirawat di rumah sakit (RS).
“Berdasarkan laporan dari rumah sakit, Armayeh disiksa majikannya, dipukulin, disiram air panas, sampai telinganya sakit parah dan bentuknya rusak,” ujar anggota Komisi IX DPR dari FPDIP, Rieke Diah Pitaloka, Sabtu (29/1).

Karena kondisinya yang cukup parah, Armayeh pun langsung dilarikan ke RS King Fahad di Madinah. Sudah hampir sepekan di rumah sakit namun belum ada perkembangan terkait kesehatannya.

“Sudah dibawa ke rumah sakit sejak tanggal 22 Januari 2011. Saat ini sudah didampingi KJRI Madinah,” paparnya.
Terkait peristiwa ini, Rieke meminta pemerintah segera menghentikan pengiriman TKI ke Arab Saudi. Menurutnya pemerintah telah melanggar UU  tentang penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri.

“Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak melakukan moratorium pengiriman TKI ke Arab Saudi,” desaknya.
Komisi IX DPR mendesak Pemerintah Arab Saudi segera menangkap majikan Armayeh Binti Sanuri. Pemerintah diminta segera menghubungi Pemerintah Arab Saudi untuk meminta pertanggungjawaban atas perlakuan majikan Armayeh.

“Kami mendesak pemerintah Arab Saudi untuk segera menangkap majikannya dan diproses secara hukum dan kami akan terus memantau perkembangan kasusnya,” ujar Rieke Diah Pitaloka.

Pemerintah diminta fokus dengan upaya perlindungan TKI di Arab Saudi. Jangan sampai kasus Sumiati terulang lagi.
“Mendesak pemerintah Indonesia untuk tidak hanya mendampingi korban di RS tetapi juga mengawal proses hukum, agar sanksi yang diterima pelaku tidak ringan seperti kasus Sumiyati,” pintanya.

Rieke lalu meminta agar pemerintah makin selektif terhadap agen PJTKI. Ia meminta pemerintah mencabut izin PJKTI yang tidak menjaga kualitas dan terkesan main-main dengan keselamatan TKI.
“Terakhir, ciptakan lapangan kerja dalam negeri, jangan malah mengklaim berhasil mengurangi pengangguran tapi dengan stragegi mengirim TKI ,” tandasnya.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah memberikan bantuan bagi Armayeh Binti Sanuri. Melalui KJRI di Jeddah, Armayeh telah diberikan pendampingan. Kemlu juga memastikan majikan Armayeh telah ditahan.
“Pelaku penganiayaan, majikan perempuan sudah ditahan di Madinah,” kata juru bicara Kemlu, Michel Tene saat dihubungi wartawan, Sabtu (29/1).
Kemlu juga telah memastikan bahwa Armayeh mendapatkan perawatan yang baik. “Kini petugas KJRI juga sudah bersama Armayeh,” tambahnya.

Michael menegaskan, pihak KJRI Jeddah sudah melakukan pendampingan pada Armayeh sejak Kamis 27 Januari lalu. Begitu mendapat laporan dari perawat di rumah sakit, KJRI langsung bergerak. Armeyah masuk ke rumah sakit pada 26 Januari sore.

“Kami juga melakukan pendampingan untuk proses hukum. Karena saat dia diperiksa Badan Investigasi Madinah pada 27 Januari, Armayeh mengaku tidak akan melakukan qisas. Untuk itu kami ingin memastikan kalau pernyataannya tidak dalam tekanan. Kami terus melakukan pendampingan,” tutupnya.  (net/jpnn)

Kekerasan Tenaga Kerja Indonesia

  1. Sainah (20), TKI asal Desa Kawo, Kecamataan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mengalami depresi karena disiksa majikannya di Arab Saudi.
  2. Nani (36), TKI asal Kota Cimahi, Jabar yang bekerja sebagai TKI di Arab Saudi disekap dan disiksa oleh majikannya selama kurang lebih tiga tahun.
  3. Haryatin, TKI asal Blitar, Jawa Timur, disiksa bosnya saat di Arab Saudi hingga mengalami kebutaan.
  4. Ida Farida (24), TKI asal Dusun Cilogo, Desa Medang Asem, Kecamatan Jayakerta, disiksa majikannya di Jordania.
  5. Muntik bin Bani tewas dianiayaan majikannya bersama dua TKI lainnya dan ditemukan di KM 15 Jalan Raya di Miri-Bintulu, Malaysia.
  6. Sumiati binti Salan Mustapa (23), TKI asal Dompu, Bima, Nusa Tenggara Barat menderita luka dan bibir bagian atasnya digunting majikan di Madinah.
  7. Sri Rahayu (19), TKI asal Desa Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin, Serdang Bedagai, tewas di Malaysia
  8. Nurul Aida (30), TKI asal Bogak, Tanjung Tiram, Batu Bara, Sumatera Utara dibunuh di Malaysia.
  9. Rubingah (46), TKI asal Kecamatan Madukara, Banjarnegara, Jawa Tengah diperkosa Menteri Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia Datuk Seri Rais Yatim.
  10. Winfaidah (26), TKI asal Lampung diperkosa majikannya di Malaysia.
  11. Armayeh Binti Sanuri (20), TKI asal Pontianak disiksa majikannya di Madinah, Arab Saudi, dan harus dirawat di rumah sakit (RS) sejak tanggal 22 Januari 2011.

Sumber: Data Olahan Sumut Pos

Posted in Internasional | Tagged , | Comments Off

Mulan Jameela Sembunyi Karena Hamil

Isu kehamilan artis cantik Mulan Jameela, sampai kini belum terkuak.

Meski ada bukti beredarnya foto bintang film Maaf Saya Menghamili Istri Anda itu jelas terlihat di bagian perutnya membuncit. Namun, sebagian masyarakat seolah menutup rapat akan kebenaran itu.

Seperti halnya masyarakat yang berada di kawasan Pondok Indah tempat Mulan tinggal, mereka sering bertemu pelantun Cinta Mati 3 itu, namun sepertinya mereka tetap enggan mengatakan kalau Mulan tengah berbadan dua.
Salah satu pedagang dekat rumah Mulan mengaku pernah melihat Mulan berjalan kaki menghampiri rumah bos Republic Cinta, Ahmad Dhani, dengan mengenakan pakaian panjang dan berkerudung.

“Selama saya di sini baru satu kali saya melihat Mulan, beberapa hari yang lalu saya lihat Mulan jalan kaki sendirian keluar dari rumahnya menuju tempat Mas Dhani, dia mengenakan baju panjang trus pakai jilbab,” ujar salah satu pedagang yang biasa mangkal disekitar rumah Mulan, kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, kemarin (29/1).
Namun laki-laki itu enggan menyebutkan, kalau pelantun Perempuan Paling Seksi itu tengah hamil. “Wah kalau soal itu saya nggak tau, dia (Mulan, Red), pakai baju panjang, jadi saya nggak perhatiin,” tutupnya.

Kesaksian pedagang itu dikuatkan oleh salah satu warga yang ditemui Rakyat Merdeka (grup Sumut Pos) pada waktu yang sama. Pasalnya, artis binaan Ahmad Dhani itu kerap kali mengenakan pakaian panjang. Namun dia tak mau membeberkan soal kehamilan Mulan.

“Kalau melihatnya saya sering, tapi belakangan ini dia (Mulan, Red) kalau keluar rumah seringnya pakai baju panjang dan pakai kerudung, kadang suka duduk di teras atas rumahnya, tapi tetap pakai baju panjang,” ujar salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Saat ditanya apakah mantan personil Ratu itu terlihat seperti orang hamil, dengan cepat laki-laki itu mengelak. “Saya nggak tahu, saya nggak tahu,” ucapnya berulang-ulang.

Beberapa waktu lalu wartawan Rakta Merdeka menguak kebenaran tentang Mulan kerap kali mendatangi Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) yang diiyakan langsung oleh beberapa petugas RSPI tersebut. Kedua kalinya wartawan mendatangi rumah sakit itu, jawaban serupa yang didapat, mereka pernah melihat Mulan, namun tidak mau menyebutkan kalau janda dua anak itu tengah hamil. (rm/jpnn)

Posted in Berita Foto, Sportainment | Tagged | Comments Off

Merasa Tak Jantan, Terkungkung Lima Larangan

Kisah Bupati Pacitan yang Hanya Menjabat 34 Hari

Di Indonesia, mungkin ini baru terjadi di Pacitan, Jawa Timur. Yakni, ada bupati yang hanya menjabat selama sebulan, tepatnya 34 hari.

NOFIKA D. NUGROHO, Pacitan

Umurnya sudah tidak muda, hampir 70 tahun. Di dunia birokrasi dan politik pun, boleh dibilang dia sudah cukup kenyang pengalaman. Itulah sosok H.G. Soedibjo yang saat ini menjabat bupati Pacitan.

Meski hanya menjadi bupati dalam masa jabatan yang sangat pendek (34 hari), bagi Soedibjo hal itu tidak masalah. Dia pun tetap bersemangat menjalankan amanat yang dibebankan di pundaknya.

“Tidak ada yang bisa dilakukan secara istimewa. Biasa-biasa saja dan hanya melanjutkan apa yang ditinggalkann
Pak Yono (H Sujono, bupati Pacitan yang dia gantikan, Red),” kata Soedibjo kepada Radar Madiun (Group Sumut Pos) ketika ditemui di rumah dinas wakil bupati, Jalan Veteran 64, Kelurahan Pacitan, Kamis lalu (27/1).

Sebelum menjadi bupati Pacitan, Soedibjo adalah wakil bupati. Dalam pemerintahan, kakek 10 cucu itu merintis karir mulai menjadi camat, pembantu bupati, wakil bupati, hingga bupati. Dia juga terjun ke dunia politik, menjadi anggota DPRD Jatim periode 1992-1997 dan 1997-1999.

Pada 2006, Soedibjo menjadi wakil bupati mendampingi Sujono hingga masa jabatan 2011. Mereka memenangi pilkada melalui gabungan Partai Demokrat dan Golkar.

Dalam pilkada Pacitan yang dilaksanakan 20 Desember 2010, Soedibjo sebenarnya berniat maju. Tapi, takdir berkehendak lain. Dalam perjalanan mencalonkan diri dalam pilkada tersebut, Soedibjo yang maju melalui jalur Partai Golkar gagal mendapat tiket. DPP Partai Golkar tidak merekomendasikan namanya.

Jika Soedibjo gagal maju dalam pilkada karena tak mendapat tiket, Sujono (incumbent) juga gagal maju karena meninggal sebelum pilkada dilangsungkan. Padahal, sebelumnya dia berencana maju melalui jalur Partai Demokrat. Tapi, kembali takdir berkata lain. Sujono meninggal pada 8 Desember 2010 setelah dirawat di RS Puri Indah, Kembangan, Jakarta.

Meninggalnya Sujono membuat jabatan bupati Pacitan kosong. Sebab, menurut ketentuan, jabatan Sujono-Soedibjo baru berakhir pada 20 Februari 2011.

Saat itulah Gubernur Jatim Soekarwo mengambil langkah untuk mengatasi kekosongan jabatan tersebut. Pada 18 Januari lalu, Soedibjo dilantik menjadi bupati Pacitan. Tapi, masa jabatannya hanya sampai 20 Februari 2011. Mungkin, itu adalah masa jabatan terpendek bupati di Indonesia dan kasus seperti itu bisa jadi baru terjadi di Pacitan.
Bagi Soedibjo, ada perasaan tidak puas dengan jabatan bupati yang disandang saat ini. Bukan karena waktunya yang sangat singkat. Tapi, dia menganggap jabatan tersebut diperoleh secara tidak jantan. “Saya lebih puas kalau bisa bertarung dalam pilkada,” ujar bapak empat anak tersebut.

Meski demikian, dia akan bertekad melaksanakan tugas yang diamanatkan kepada dirinya itu dengan sebaik-baiknya. “Menjadi bupati adalah salah satu ambisi saya, meski gagal maju dalam pilkada,” ungkapnya.

Dia menambahkan, selama menjalankan tugas, dirinya tidak akan terlalu ngoyo atau memaksakan diri. Sebab, dia menilai mustahil bisa melakukan perubahan besar dalam tempo sangat singkat.

Karena itu, suami Sri Mulyati tersebut sengaja memprioritaskan persoalan yang bersifat mendesak. Di antaranya, meringankan derita korban bencana alam. “Pada akhir masa jabatan ini, saya memprioritaskan penanganan pascabencana. Termasuk kondisi kejiwaan korban, mungkin stres dan sebagainya,” terangnya.

Dia juga aktif berkoordinasi dengan Pemprov Jatim untuk mendapatkan bantuan penanganan bencana. Hingga kini, pemerintah provinsi sudah mengucurkan dana Rp 250 juta untuk membantu penanganan bencana alam di Pacitan. “Mudah-mudahan dana susulan cepat turun sehingga dampak bencana segera tertangani,” tambahnya.

Meski mengaku tidak akan terlalu ngoyo, Soedibjo merasa masih ada yang mengganjal selama dirinya menjadi bupati. Hal itu terkait dengan lima instruksi yang disampaikan Gubernur Soekarwo saat melantik dirinya. Lima instruksi yang berisi larangan tersebut adalah: dilarang melakukan mutasi, membatalkan perizinan, mengubah perda, memekarkan wilayah, dan mengambil kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan sebelumnya.

Lima instruksi tersebut membuat Soedibjo merasa kurang sreg. Terutama larangan melakukan mutasi. Karena itu, dia pun sudah mengirimkan surat untuk meminta klarifikasi soal lima larangan tersebut. “Hingga hari ini (27/1), surat klarifikasi saya belum dijawab (oleh gubernur),” katanya.

Menurut Soedibjo, instruksi gubernur tersebut dianggap membatasi kewenangannya sebagai bupati. Akibatnya, perannya sebagai orang nomor satu di jajaran Pemkab Pacitan terkungkung. Meski, dia sadar hanya memegang tampuk pimpinan selama 34 hari.

“Tapi secara definitif, saya ini tetap bupati. Yang bisa membatasi adalah menteri dalam negeri. Larangan gubernur itu menimbulkan image bahwa saya tidak berdaya menghadapi gubernur,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, suatu pemerintahan memiliki dasar hukum yang mengatur. Karena itu, surat klarifikasi yang dia kirim ke gubernur tersebut sengaja menanyakan landasan yang digunakan hingga mengintruksi larangan lima hal itu. Jika memang dasar hukumnya jelas, Soedibjo tak berkeberatan melaksanakan lima hal yang diinstrusikan tersebut.
Namun, bupati tetap menjalankan kewenangannya secara penuh bila yang terjadi sebaliknya. Ditanya tentang kemungkinan mutasi pejabat, Soedibyo menyatakan sudah menyusun rumusannya. Dia masih menunggu jawaban dari gubernur sebelum merealisasikannya.

“Saya ngomong seperti ini mestinya iya (sudah ada konsep, Red). Kalau gubernur bisa menunjukkan dasar hukumnya, saya tidak akan melakukan mutasi,” paparnya.

Ketika ditanya rencananya setelah tak lagi menjadi bupati, pria kelahiran Trenggalek, 9 November 1941, tersebut menegaskan tak akan terjun ke dunia politik lagi. “Mungkin saya akan aktif dalam kegiatan sosial saja,” katanya. (jpnn/c5/kum/jpnn)

Posted in Nasional | Tagged | Comments Off

Seni Tradisional Dikemas Elegan

Situs-situs Budaya Thailand

Thailand masih menjadi salah satu tujuan wisata favorit bagi warga dunia,  termasuk bagi orang Indonesia.  Selama 2010 tercatat, tingkat kunjungan wisatawan ke Thailand mencapai 14, 5 juta orang,  dua kali lipat dari jumlah kunjungan ke Indonesia.  Salah satu daya tariknya adalah kebudayaannya yang khas dan unik.

Sebagai satu–satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah bangsa Eropa, Thailand bangga mempertahankan warisan budayanya di tengah keterbukaan menyambut hal hal baru. Cerminan ini  bisa kita lihat di  ibukota Thailand, Bangkok. Dalam beberapa dekade terakhir, Bangkok telah berubah menjadi kota modern, menarik dan canggih.  Kota berpenduduk 10 juta orang ini tidak hanya menawarkan pengunjung berbagai fasilitas kosmopolitan seperti yang diharapkan dari kota–kota besar lainnya, tetapi juga harta budayanya yang mempesona.
Bangkok sendiri menawarkan banyak sekali atraksi. Kota ini dipenuhi dengan 400 kuil Buddha, istana-istana megah, tari–tarian klasik, berbagai pusat perbelanjaan dan cara hidup tradisional. Dengan caranya yang mengagumkan,  Bangkok berhasil menggabungkan dunia kuno dan modern.

Untuk menikmati lebih  dekat kebudayaan Thailand yang lembut,  pekan lalu,  Badan Pariwisata Thailand, Tourism  Authority of Thailand bekerjasama dengan maskapai penerbangan AirAsia memberi kesempatan kepada para jurnalis dari beberapa media cetak dan travel agen di Medan untuk mengunjungi tempat–tempat wisata budaya di Thailand (Bangkok khususnya).

Komplek Grand Palace di wilayah Ko Rattanakosin, adalah salah satu tujuan kunjungan. Kompleks istana raja  yang didirikan tahun 1782 ini memiliki banyak kuil dan bangunan yang berukir dan berornamen indah dengan berbagai gaya arsitektur. Lapisan emas, genting berkilau dan patung–patung Budha terlihat di mana-mana. Di kompleks inilah terdapat kuil tersuci Wat Phra Kaeo (Kuil Emerald Buddha yang terbuat dari batu jude utuh).

Kompleks Grand Palace merupakan simbol negara Thailand . Bangunan–bangunan megah di areal seluas 218.000 meter persegi ini terdiri dari tiga lapis yang masing-masingnya dikelilingi tembok. Lapisan paling dalam adalah tempat tinggal keluarga kerajaan dan kantor-kantor terpenting kerajaan, lapisan luar terdiri dari hall kerajaan, area penerima, dan bangunan-bangunan pemerintah untuk menyelenggarakan upacara-upacara penting dan bisnis-bisnis pemerintah. Sedangkan area terluar adalah tempat dimana royal temple (kuil kerajaan) Wat Phra Kaew berada. Dengan tiket masuk 350 baht (Rp105 ribu), pengunjung diwajibkan memakai pakaian yang sopan.

Selain Grand Palace, pilihan wisata lain yang patut dikunjungi di kota ini adalah Siam Niramit.  Sebuah pertunjukan budaya kolosal  yang amat mengundang decak kagum. Baik dari totalitas para pemainnya yang mencapai 150 pemain dengan 500 kostum,  maupun keindahan dan kreativitas tata panggungnya.  Sejak pertama kali diperkenalkan tahun 2005 lalu,  gedung pertunjukan megahberkapasitas 2000 seat  ini selalu dipadati pengunjung.  Siam Niramit disebut sebagai pertunjukan teater yang masuk dalam  Guiness Book of Records sebagai Performed of Gigantic in The Word.  Sementara Badan Pariwisata Thailand, Tourism  Authority of Thailand (TAT)  tahun  2010 menobatkan Siam Niramit sebagai pertunjukan akbar terbaik di Bangkok.

“Siam Niramit merupakan pemenang piala TAT 2010,” ujar AR Indra Nugraha, Marketing Representative TAT Jakarta Office.

Secara keseluruhan,  show berjudul “Journey to The Enchanted Kingdom of Siam ini  mengisahkan tentang sejarah kerajaan Siam hingga akhirnya berdiri negara Thailand .  Cerita dimulai dari berdirinya Kerajaan Ayutthaya yang menjadi cikal bakal Kerajaan Thai pada pertengahan abad ke 14. Kota Ayutthaya adalah kota tempat Raja Thailand pertama bergelar Rama I memimpin rakyatnya. Thai sendiri berarti kebebasan. Pada tahun 1932 sebuah revolusi tak berdarah terjadi dan menyebabkan dimulainya monarki konstitusional. Sebelumnya dikenal dengan nama Siam, negara ini mengganti nama internasionalnya menjadi Thailand pada tahun 1939. Rangkaian cerita juga mengisahkan datangnya pedagang dari Tiongkok dan India yang banyak mempengaruhi kebudayaan Thailand.

Yang menarik,  pertunjukkan berdurasi 80 menit ini dapat dikemas sedemikian rupa hingga menjadi tontonan seni tradisional yang sangat elegan dan tidak membosankan. Bayangkan, penonton dibuat terpukau dengan panggung yang dapat berubah setting dalam hitungan detik. Padahal  setting yang ditampilkan mempunyai tingkat  artistik tinggi.  Sebagai ilustrasi, ketika penonton tengah dibuai dengan setting istana, tiba-tiba panggung berganti dengan suasana pesisir pantai lengkap dengan perahu yang tengah ditumpangi seorang biksu. Dalam hitungan detik kemudian, sudah berganti suasana alam pedesaaan dan tak lama  berselang, turun hujan yang mengubah hamparan padi hijau menjadi menguning dan siap dipanen. Belum lagi setting surga begitu  indahnya dilengkapi bidadari melayang-layang di awang-awang.

Owner Siam Niramit, Ratchade Niramit Company Limited, tidak tanggung-tanggung mengelola pertunjukan ini menjadi satu tontonan yang layak dijual. Dengan investasi 40 million  USS /1,5 Billion Baht/Rp 450 miliar,  Siam Niramit kini menjadi andalan wisata Thailand. Dengan tiket masuk 1500 baht (Rp450.000), bisa dibayangkan berapa pendapatan devisa negara yang mengalir dari pertunjukan ini.  Di lokasi tersedia fasilitas restoran dan souvenir shop.  (asih astuti)

Posted in Art & Leisure | Tagged | Comments Off

Jepang Kunci Gelar Keempat

DOHA- Jepang mengunci gelar keempat Piala Asia, setelah di babak final berhasil mengalahkan Australia dengan skor tipis 1-0 melalui perpanjangan waktu (extra time), di Khalifa International Stadium, Doha, Qatar, dinihari tadi.
Satu-satunya gol terjadi di extra time kedua lewat Tadanari Lee menit ke-110, yang melepas tendangan voli sekaligus first time dengan kaki kirinya. Ia berdiri bebas di tengah kotak penalti saat menerima umpan silang terukur Nagatomo.

Dengan hasil itu, Jepang melengkapi gelar keempat setelah tahun 1992, 2000, 2004 serta 2011. Samurai Biru, julukan Jepang, juga mencatat rekor sebagai tim tersukses di Piala Asia mengalahkan koleksi Iran dan Arab Saudi yang mengoleksi tiga gelar.

Sementara bagi Australia kekalahan tersebut mengulangi kekalahan keduanya atas Jepang setelah di Piala Asia 2007 lalu. Bukan itu saja, Soccerroos, julukan Australia, juga harus memendam ambisinya untuk meraih trofi Piala Asia untuk pertama kali, setelah memutuskan menyeberang dari zona Oceania ke Asia pada tahun 2006.
Sejak pluit tanda kick-off berbunyi, kedua tim langsung saling menggedor. Pelatih Australia Holger Osieck mempertahankan susunan pemain saat membantai Uzbekistan di semifinal, Harry Kewell dan Tim Cahill jadi andalan di lini depan. Sama halnya dengan Jepang. Pelatih Alberto Zaccheroni tetap menurunkan pasukan yang menggusur Korea Selatan di babak sebelumnya.

Socceroos tampil solid dan punya peluang lebih banyak, diantaranya lewat Kewell. Luke Wilkshire, dan Cahill. Mereka sanggup memanfaatkan keunggulan postur tubuh saat berusaha keluar dari tekanan lawan. Sedangkan Samurai Biru, tetap mengandalkan kecepatan serta umpan cepat dari kaki ke kaki. Keisuke Honda masih jadi sosok sentral, namun mendapat pengawalan ketat, sehingga aliran bola kerap melebar.

Di babak kedua, baik Jepang maupun Australia sulit menempatkan bola mereka hingga jauh ke dalam pertahanan lawan. Peluang terbaik Australia terjadi pada menit 71 lewat Kewell. setelah mengecoh bek lawan, ia tinggal berhadapan dengan kiper, tapi penjaga gawang Jepang Eiji Kawashima melakukan penyelamatan brilian. Kaki kanannya masih bereaksi untuk menghalau bola keras hasil sepakan mantan pemain Liverpool tersebut.
Di extra time babak pertama, Australia punya tiga peluang bagus, masing-masing lewat sundulan Robbie Kruse, sepakan jarak jauh Brett Emerton, serta Matt McKay. Seluruhnya tipis dari target. Sedangkan tendangan jarak jauh Honda juga hanya melebar sedikit di tiang kiri gawang. Memasuki extra time kedua, Jepang tampil agresif dan sanggup mencuri satu-satunya gol di pertandingan ini lewat Tadanari Lee. (fal)

Posted in Berita Foto, World Soccer | Tagged | Comments Off

Adban Peringati Lion Air

Penumpang di Bandara Polonia Membeludak

MEDAN- Menjelang Hari Raya Imlek, terminal kedatangan dan kepergian Bandara Internasional Polonia Medan, mulai dipadati calon penumpang, Sabtu (29/1). Kepadatan penumpang ini terjadi saat penerbangan pertama pukul 07.00 WIB.

“Dua maskapai penerbangan yang melayani rute Medan-Singapura, Silk Air semuanya penuh. Penumpang yang turun dari pesawat dari Singapura didominasi dari etnis Tionghua yang kebanyakan studi di sana,” tegas seorang sekuriti Bandara Polonia, Arfansyah kepada wartawan koran ini, Sabtu (29/1).

Lonjakan arus calon penumpang di terminal kedatangan internasional, sambung Arfan, mulai membludak sejak Kamis (27/1) lalu. Dia memperkirakan, puncak lonjakan penumpang akan terjadi hari ini, Minggu (30/1). “Kenapa kami perkirakan puncak lonjakan penumpang pada hari Minggu? Karena Hari Raya Imlek jatuh pada Kamis (3/2). Jadi ada kemungkinan, besok (hari ini, Red) akan banyak etnis Tionghoa yang mudik,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Administratur Bandara (Adban) Polonia Medan, Ir Razali Abu Bakar mengingatkan pada sejumlah maskapai penerbangan agar tidak lalai menjaga barang-barang calon penumpang yang menggunakan jasa angkutan udara.

Berdasarkan pengakuan Razali Abubakar, pihaknya telah melayangkan surat pada Maskapai Lion Air terkait kelalaian atas barang-barang penumpang. Surat yang dilayangkan tersebut, karena Adban menilai Lion Air banyak melakukan kelalaian, hilang beberapa barang penumpang di bagasi pesawat.

Akibat kelalaian tersebut, sehingga Adban mengeluarkan surat teguran dan peringatan keras maskapai Lion Air agar perkara barang penumpang tidak terulang lagi. “Surat peringatan sudah dilayangkan.Isi surat tersebut meminta penjelasan pada Lion Air mengenai masalah yang terjadi” tegas Razali.
Razali juga mengatakan, masalah banyaknya barang yang hilang dan tertukar, pihaknya akan mengambi tindakan tegas.

Apabila surat yang telah layangkan tidak diindahkan Lion Air, kata Razali, maka Adband akan melayangkan surat pada Dirjen Perhubungan Udara untuk meminta agar maskapai tersebut ditindak tegas. “Dirjen bisa mengeluarkan sanksi, baik administrasi maupun fisik,” tegasnya. (rud)

Posted in Metropolis | 2 Comments