Pelantikan Mendadak, Bentuk Arogansi

Jajaran Pemko Medan dihebohkan dengan rancana pelantikkan beberapa pejabat eselon II secara mendadak. Namun anehnya, pelantikan itu urung dilakukan dan kabarnya akan diundur setelah Lebaran. Kenapa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos Ari Sisworo dengan pengamat politik Medan, Rafriandi.

Apa yang melatarbelakangi rencana pelantikkan pejabat eselon II dilakukan secara mendadak?
Rencana pelantikan pejabat di jajaran Pemko Medan yang dilakukan secara mendadak, pasti secara otomatis menimbulkan tanda tanya besar. Seyogianya, yang namanya pelantikkan pejabat yang notabenenya adalah pelayan rakyat, harus dilakukan secara transparan dengan skematika sesuai prosedur yang ada. Kemudian lagi, nyatanya sampai sekarang pelantikan itu juga tertunda. Ini juga patut dipertanyakan. Karena dengan satu kebijakan ini saja, sudah muncul dua pertanyaan. Kenapa dilakukan mendadak dan kenapa akhirnya ditunda. Dalam menjawab hal ini, mestinya Pemko Medan memberikan jawaban yang konkret, agar tidak menjadi sebuah polemik.

Apakah kebijakan tersebut bisa dikatakan sebagai wujud nyata arogansi pimpinan?
Dari kacamata yang ada, kebijakan pelantikan yang tidak berjalan mulus ini, dilandasi oleh adanya mis link alias putusnya komunikasi. Artinya, jalur-jalur pergantian pejabat itu tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Karena pada prinsifnya pergantian pejabat eselon II itu ada rel yang harus diikuti yakni, Permendagri No 5 Tahun 2005. Dalam hal ini, kesan yang ada adalah polemik yang ada nyata-nyata dipertontonkan secara kasar oleh Pemko Medan untuk dikonsumsi oleh warga Medan, yang pada akhirnya memberikan dampak yang tidak baik bagi masyarakat. Jika hal ini nyata-nyata dikonsumsi mentah-mentah oleh masyarakat, berarti ini menjadi salah satu bentuk ketidakmatangan pemerintahan yang ada. Dan patut digarisbawahi adalah ada makna yang tersirat di dalam masalah ini adalah arogansi kekuasaan.

Bagaimana dengan kabar jual beli kekuasaan?
Benar atau tidaknya, hanyalah orang-orang yang bersangkutan yang bisa menjawab itu. Tapi, jika memang benar hal itu ada, maka itu menjadi borok dari pemerintahan yang ada. Dengan isu jual beli jabatan itu, secara otomatis akan berdampak pada pola pembangunan Kota Medan yang ada. Percayalah jika jabatan itu diperjualbelikan maka akan menciptakan pemimpin yang tidak baik. Dan artinya lagi, jabatan yang diperjualbelikan itu sudah bukan lagi jabatan karir tapi melainkan jabatan pasaran.

Bagaimana sebenarnya prosedur yang mestinya dijalankan dalam pergantian jabatan?
Pergantian jabatan memang hak prerogatif dari pimpinan. Seperti Presiden yang memilih sendiri serta memberhentikan kabinetnya. Begitu juga wali kota yang ada. Namun, walaupun hal itu menjadi hak prerogatif wali kota, tidak tidak bisa juga dengan semena-mena mencopot dan mengganti kedudukan kadis yang ada. Artinya, semua perlu pertimbangan dan pengkajian. Baik secara yuridis atau aturannya maupun secara kapabilitas calon penggantinya. Jangan kesannya karena baru terpilih, terus ingin melakukan cuci gudang. Ini juga sebagai pertanda euforia kemenangan pilkada yang lalu. Dimana, banyak orang yang merasa dekat dengan sang pemenang untuk meminta atau mencari jabatan.(*)

Posted in Metropolis | Tagged | 1 Comment

Uma dan Aisyah Juara Kensington

MEDAN-Kensington sebuah lembaga pelatihan bakat di bidang tarik suara dan modeling di Medan menggelar ajang pencarian bakat yang diadakan di Jalan Bukit Barisan 3-H-I Medan, baru-baru ini Yang dipilih sebagai bintang adalah para peserta yang memiliki keunikan bakat dan potensi yang diminati oleh pasar. Peserta vokal yang terpilih adalah calon bintang yang akan masuk dunia rekaman, dimanageri, diproduksi dan akan diorbitkan sebagai bintang penyanyi Kota Medan.

“Peserta model yang terpilih akan dibina menjadi model papan atas untuk industri fashion dan komersil,” papar Creative Production Kensington, Suhendra.

Menggandeng dewan juri yang mumpuni di bidangnya yaitu Hansen Teo pemilik ET 45 sebagai dosen vokal dan Jane Leonardi dari foto karya sebagai juri model, akhirnya ajang pencarian bakat bertajuk Talent Hunt yang dimulai 21 Agustus lalu berhasil memilih Uma Tobing sebagai juara kategori vokal dan Aisyah Maharani juara dalam kategori model kedua juara berhasil menyisihkan 154 peserta.

Untuk kategori vokal 8 peserta berhasil lolos yakni Sella Ghita, Indah Permata Sari, Zuliana Safika Lubis, Ahmad Fauzi, Rudiansyah Putra, Debora Patricia Tobing, Yedi Yeli Dongaran dan Uma Tobing, sedangkan model, Ananda Walisa, Achmad Syahputra, Nurul Izmi Zain, Vivi Yulyana, Suheri, Raudhatul Akmal Zain, Elvi Karnanda dan Januari Alberto Siregar.

Atas prestasi mereka, Kensington memberikan hadiah uang tunai, tropi, piagam dan kontrak selama 3 tahun untuk menjadi ikon kota medan dalam dunia pariwisata, pendidikan dan dijadikan penyanyi dan model terkenal Kota Medan. (ila)

Posted in Berita Foto, Metropolis | Comments Off

Takbiran, Pemko Siapkan 200 Kendaraan Hias

MEDAN- Pemko Medan menyiapkan 200 unit kendaraan hias untuk konvoi dalam memeriahkan malam takbiran Idul Fitri 1431 Hijriyah di Kota Medan. Kegiatan ini sebagai wujud kebersamaan dan memberikan hiburan kepada masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri.

Wakil Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin ketika dihubungi wartawan koran ini, kemarin (7/9) menyebutkan, sekitar 200 unit kendaraan akan difokuskan di inti Kota Medan antara 140 unit sampai dengan 150 unit, sedangkan sisanya disiapkan di kawasan Medan bagian Utara.

Kegiatan ini, ujarnya, sebagai sarana untuk mempererat jaringan silaturahmi kepada masyarakat, serta memberikan hiburan kepada umat muslim yang merayakan hari  kemenangan. Pada kegiatan ini juga kemeriahaan gema takbir dari setiap kendaraan akan dikumandangkan sepanjang kendaraan berkonvoi.

Dia juga menyebutkan, kegiatan ini sejak empat tahun lalu telah ditiadakan, pada tahun inilah dimulai kembali sebagai sarana untuk mempererat jaringan silaturahmi di antara umat Islam.

Lebih lanjut dia mengimbau kepada masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri khususnya bagi kalangan muda-mudi agarn tertib berlalulintas, marilah tunjukkan syariah Islam ini mengajarkan ketertiban dan ketenteraman.
Eldin juga menegaskan, bila pengendara tertib lalulintas, dan kendaraan hias ini dikawal oleh poredes, dipastikan tidak ada kemacetan lalulintas. Untuk itulah, diharapkan setiap pengendara saling menjaga ketertiban dan tidak saling menyalip kendaraan lain.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Dearmando Purba mengatakan, pihaknya menyiapkan 250 orang petugas, 40 orang diantaranya adalah petugas yang disiapkan di Medan bagian Utara untuk mengawal konvoi kendaraan dan mengatur lalulintas.

Tak hanya itu, dia juga menyampaikan, untuk di inti kota Medan pihaknya sifatnya membantu petugas sat lantas yang jumlah cukup banyak, diyakininya dengan jumlah personel yang banyak bisa memudahkan pengaturan lalulintas dan adanya pengawalan ini semakin menciptakan ketertiban. (ril)

Posted in Metropolis | Comments Off

Saya Bosan Jadi Orang Miskin…

Sahur Bersama Tokoh dan Pejabat Sumatera Utara

Di akhir Ramadan tim sahur Sumut Pos sahur di rumah Ketua Komisi C DPRD Sumut, H Arifin Nainggolan SH MSi. Seperti apa?

Saat Tim Sahur Sumut Pos tiba di rumah Arifin Nainggolan di Komplek Taman Setia Budi Indah Blok K Kelurahan Tanjung Rejo, Medan Sunggal sekira pukul 04.00 WIB, Meira Anggi Pratiwi Nainggolan anak kedua Arifin langsung mempersilakan masuk.

“Dari mana bang? Sumut Pos ya? Sudah ditunggu Bapak dari tadi,” ujar Anggi- sapaan akrabnya- yang saat itu bersama suaminya M Taufan, menyapa Tim Sahur Sumut Pos.

Tanpa basa-basi, Tim Sahur langsung masuk ke ruang tamu dan langsung disambut Arifin yang saat itu mengenakan kopiah dan kemeja putih liris-liris biru.

Ramah nan bersahaja itu yang tergambar pada sosok Arifin Nainggolan saat terjadi perbincangan ringan. Banyak hal yang dibicarakan dengan politisi Partai Demokrat itu. Mulai dari kiprahnya di dunia politik hingga ia merintis usaha yang dimulainya dari nol.

“Tidak ada warisan dari orangtua saya. Saya mulai dari nol, karena sejak kecil saya memang orang susah. Jadi saya sudah capek jadi orang susah,” ungkap suami dari Hj Nirmalawaty in Ayah dari empat orang anak ini juga mengungkapkan, kehidupannya yang miskin itulah yang memotivasi dirinya untuk sukses. Karenanya, dia tidak mau anak-anaknya ikut susah.

“Waktu anak saya ini masih kecil-kecil, yang terpikir dalam benak saya, mau jadi apa nanti anak-anak saya ini. Itu makanya, saya terus berjuang merintis usaha. Alhamdulillah, saya diberikan rezeki oleh Allah SWT dan saya sekarang bisa menguliahkan anak-anak saya,” beber Arifin.

Arifin yang lahir di Sipirok ini mengaku sudah biasa hidup merantau sejak kecil. Dia menamatkan SD di Sumatera Barat. Kemudian SMP hingga SMA dia bersekolah di Padangsidimpuan. Kemudian pada 1975, dia pun merantau ke Medan untuk meneruskan pendidikannya di Universitas Sumatera Utara (USU) di Fakultas Hukum Jurusan Perdata Dagang.

Setamat kuliah, dia pun mulai bekerja di sebuah perusahaan di Medan. Kemudian, ada temannya yang mengajak join untuk membuka SPBU di Medan. Dia lantas memilih keluar dari perusahaan tempatnya bekerja dan menyeriusi usaha SPBU-nya.

“Dari situlah berawal. Selanjutnya saya mengembangkan usaha di bidang perkebunan dan pendidikan. Saya rasa, kalau saya tetap di kampung, saya akan tetap menjadi petani,” bebernya. Karenanya, dia juga menanamkan kepada anak-anaknya untuk tidak mudah menyerah dalam meniti karir.

Tak lama berselang, istri Arifin Nainggolan mengingatkan kami untuk bersantap sahur. Ternyata, anak-anak dan menantunya sudah menunggu di meja makan. Dengan ramah, anak-anak dan menantu Arifin mempersilakan tim Sahur bergabung di meja makan.

Di sela-sela bersantap sahur, Arifin memperkenalkan anaknya satu per satu mulai dari Meira Anggi Pratiwi Nainggolan SE dan suaminya M Taufan S Sos, Sukma Erawibawani Nainggolan SSos dan Ari Martua Nainggolan. “Anak pertama saya Rica Arfianty Nainggolan SE kebetulan tidak tinggal di sini. Dia sudah tinggal bersama suaminya Irvin Fauzan Lubis SP MSi. Mereka sudah punya rumah sendiri,” bebernya.

Dalam bersantap sahur, Arifin mengaku paling suka makan dengan lauk ikan bawal sambal. Sedangkan minumannya teh manis panas. “Tapi kalau minuman kesukaan saya sebenarnya jus mangga atau kuini,” bebernya.
Usai bersantap sahur, perbincangan kembali dilanjutkan di ruang keluarga. Arifin menceritakan kiprahnya di dunia politik yang kini digelutinya.

Dia mengaku terjun ke dunia politik sejak 2003 lalu. Tahun 2004 hingga 2009 dia duduk sebagai anggota DPRD Sumut. Dan pada pemilu 2009 lalu, dia kembali dipercaya masyarakat untuk duduk di kursi dewan dari Partai Demokrat untuk daerah pemilihan Sumut I yang meliputi Kota Medan.

Dengan terjunnya dia ke dunia politik, Arifin mengaku ingin lebih berfungsi bagi masyarakat dan mengembangkan potensi diri yang ada padanya.

“Jadi intinya saya ingin lebih bermanfaat bagi masyarakat, bagi keluarga dan bagi diri saya sendiri. Saya tidak mau potensi diri yang ada pada saya menjadi mubazir. Ini harus dapat saya berdayakan untuk kepentingan orang banyak,” bebernya.

Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 05.15 WIB. Sebelum beranjak dari rumah Arifin, Tim Sahur Sumut Pos menyempatkan untuk salat berjamah bersama Arifin. Usai salat, tim Sahur Sumut Pos pamitan pulang.(*)

Posted in Metropolis | Comments Off

Sudah Bayar PBB, Tetap Harus Bayar Rp100 Ribu

081392336xxx
Mengurus surat di Kantor Lurah Pahlawan, Medan Perjuangan, terkesan dipersulit. Pasalnya, jika tidak lunas PBB maka tidak dilayani. Tapi anehnya, setelah PBB dilunaskan, eh malah harus setor juga Rp100.000 untuk satu lembar surat baru. Kepada Bapak Wali Kota Medan agar menindak tegas para lurah nakal dan pemungli masyarakat dalam mengurus administrasi surat-menyurat. Ini fakta, mohonditindaklanjuti.

081260437196
Kepada Bapak pejabat yang terhormat, tolong lakukan sidak di kantor lurah Kota Bangun yang berada di Jalan Yos Sudarso. Setiap kami mau memperpanjang KTP atau KK, selalu banyak alasan. Bahkan sampai berbulan-bulan tidak siap-siap, terima kasih.

Harus Ditindak
Terima kasih atas laporan yang disampaikan kepada kami melalui media Publik Interaktif Sumut Pos ini. Jika memang laporan yang disampaikan ini sesuai fakta dan dapat dipertanggungjawabkan, maka kepada camat kami minta untuk segera menyelidiki masalah ini.

Jika terbukti ada indikasi pungli maupun indikasi mempersulit warga, oknum lurah maupun pegawai kelurahan harus segera diberi tindakan tegas. Karena lurah tersebut tidak menghargai dan tidak sejalan dengan program 100 hari Bapak Wali Kota Rahudman Harahap dan wakilnya Dzulmi Eldin.

Mengenai kebijakan lurah yang mengharuskan warganya membayar PBB dulu baru bisa mengurus surat menyurat, sebenarnya itu tidak ada peraturan yang mengikat. Karena memang tidak ada korelasinya, antara pengurusan surat-menyurat dengan pembayaran PBB.

Kepada lurah, kami imbau agar tetap melayani masyarakat yang mengurus KTP, KK dan surat-surat lainnya. Jangan mempersulit masyarakat yang tidak membawa bukti pembayaran PBB. Karena, ini menyangkut pelayanan publik yang tetap harus diberikan kepada masyarakat.

Namun begitu, masyarakat juga harus melaksanakan kewajibannya membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PNN). Karena, PBB yang dibayar tersebut untuk kepentingan pembangunan Kota Medan juga. (*)

Drs Hanas Hasibuan MAP
Kabag Humas Pemko Medan

Posted in Publik Interaktif | Comments Off

Dua Bulan KTP tak Selesai

081362197xxx
Kepada yang terhormat Bapak Bupati Deli Serdang, menurut Bapak Drs Umar Sitorus (Kabid Humas Dinas Infokom Deli Serdang) sesuai dengan Perda Deli Serdang No 5 tahun 2006 biaya KTP Rp8.000 dan KK Rp6.000 dan bisa selesai 1 hari (Sumut Pos Kamis, 2 September 2010). Tapi di Kecamatan Sunggal, Desa Sei Semayang biaya untuk satu KTP dikutip Rp25.000 dan satu KK dikutip Rp30.000 dan itupun tidak selesai 2 bulan, bagaimana itu Pak Bupati? Sebelumnya terima kasih, Sumut Pos.

Diteruskan ke Dinas Capil
Terima kasih atas informasi yang disampaikan kepada kami. Informasi ini akan kami teruskan ke Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Deli Serdang untuk segera ditindaklanjuti.

Apalagi saat ini, Kepala Dinas Catatan Sipil Deli Serdang dalam dua bulan terakhir sering melakukan sidak ke masing-masing kecamatan yang mencetak KTP sendiri guna menertibkan praktik-praktik pungutan liar dalam mengurus KTP dan KK. Ini akan menjadi perhatian dan prioritas bagi Pemkab Deli Serdang dalam menertibkan aparatur pemerintahan di kelurahan dan kecamatan.

Jika memang Anda memiliki bukti yang buat atas indikasi pungutan liar di kelurahan maupun kecamatan, silakan laporkan juga informasi ini ke Inspektorat Deli Serdang. (*)

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deli Serdang

Posted in Publik Interaktif | Comments Off

Jalan Berlubang di Samping PDAM Tirtanadi Sunggal

08126019xxx
Kepada Bapak Wali Kota Medan, mohon kiranya menambal lubang-lubang yang ada di jalan samping PDAM Tirtanadi Cabang Sunggal, Kelurahan Sunggal, Medan Sunggal. Karena banyak lubang menganga dan menyulitkan pengendara melintas sebagai jalan alternatif menghindari kemacetan di Kampung Lalang. Tolong ya Pak Walikota, kami harap sebelum Hari Raya Idul Fitri jalan tersebut sudah mulus kembali.

Dikoordinasikan ke Bina Marga
Terima kasih atas laporan yang disampaikan ini. Laporan ini menjadi salah satu prioritas Bapak Wali Kota Medan Rahudman Harahap dan Wakilnya Dzulmi Eldin dalam rangka menjalankan program 100 hari, yakni pembenahan insfrastruktur. Kami akan koordinasikan dengan Dinas Bina Marga dan camat setempat untuk segera dilakukan pembenahan atas jalan tersebut.

Khusus untuk camat sebagai kepala wilayah, bertanggung jawab penuh terhadap infrastruktur yang ada di wilayahnya sebagaimana instruksi Wali Kota Medan. Camat jangan menunggu laporan dari warga baru ada tindakan. Harus jemput bola, inventarisir jalan-jalan mana yang rusak, lalu sampaikan dalam musrenbang Kota Medan sehingga dapat direalisasikan anggarannya dalam APBD Kota Medan.(*)

Drs Hanas Hasibuan MAP
Kabag Humas Pemko Medan

Posted in Publik Interaktif | Comments Off

Rp1 M untuk Usaha Kecil

MoU MES dengan Bank Muamalat

MEDAN-Untuk membiaya kelangsungan usaha kecil di Kota Medan, Koperasi Serba Usaha Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumut menjalin kerjasama dengan Bank Muamalat menyalurkan dana Rp1 miliar.
Program itu sekaligus bertujuan menghindari rentenir mencekik pengusaha dengan kredit bunga tinggi.

Demikian disampaikan Ketua KSU BMT MES Sumut Gus Irawan Pasaribu, Selasa (7/9), usai menandatangani MoU KSU BMT MES Sumut dengan Bank Muamalat dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama di rumah Gus Irawan Pasaribu di Taman Setia Budi Indah di Blok LL Nomor 27.

Gus Irawan Pasaribu mengatakan, akad pembiayaan antara bank Muamalat dengan KSU MES Sumut ini pada hari ini, sebenarnya pernah dilakukan Bank Sumut. Dan ajaran Islam, katanya, sangat kuat mempertahankan perekonomian melalui zakat 2,5 persen saja dari penghasilan.

Bila pelaksanaan ini konsisten, maka umat Islam bisa bangkit secara keseluruhan. Atas dasar inilah MES mengambil kesempatan ini untuk mengembangkan ekonomi syariah.

Dirut Bank Sumut ini mengatakan, berdasarkan data, Indonesia memiliki umat Islam terbesar di dunia, sehingga berpotensi mengembangkan ekonomi syariah di dunia, sangat berpeluang besar di Indonesia.

Dia juga menyebutkan, saat ini KSU MES Sumut memiliki tiga fokus kegiatan yakni MES Mark Syariah, BMT MES Sumut dan Institute MES Sumut. Dari tiga kegiatan itu, tujuan mengembangkan ekonomi syariah terus dilakukan. Mulai sarana pasar, sistem pembukuan serta kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM).

Saat ini, sudah ada 500 penerima pembiayaan dari KSU MES Sumut dengan aset sekitar Rp1,4 miliar. Pembiayaan ini akan terus dikembangkan, sehingga Bank Muamalat turut memberikan pembiayaan.

Bagi pedagang atau pengusaha mikro kecil yang ingin mendapatkan pembiayaan, cukup mengajukan ke KSU MES Sumut dengan menunjukkan memiliki usaha.

“Dengan adanya pembiayaan Bank Muamalat dengan KSU BMT MES menjamin tidak adanya kredit macet,” ucapnya.

Pimpinan Bank Muamalat Sumut Bambang Kusnadi mengatakan, dalam pengembangan program UMKM syariah, KSU merupakan bagian dari pengembangan ekonomi syariah. Dalam kegiatan ini, Bank Muamalat menyalurkan Rp 1 miliar untuk tahap awal ini.

“Mudah-mudahan nuansa Ramadan ini merupakan keberkahan, organisasi Islam yang berjuang untuk mengembangkan ekonomi syariah,” ujarnya.

Usai menandatangi MoU antara KSU MES Sumut dengan Bank Muamalat, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan Ustadz Daud Sagita Putra. Pada kesempatan ini, ustdaz kelahiran Tapanuli Utara  menyatakan, nilai akhir dalam pelaksanaan Ramadan ini harus dilihat pada 1 Syawal.

Dia menyebutkan, di dalam surah At Talaq ayat dua ada empat hal yang didapat, yakni bermunajat kepada Allah SWT, diberikan rezeki yang tidak disangka-sangka, dicukupkan Allah keperluannya dan dimudahkan waktu segala urusannya. (ril)

Posted in Metropolis | Comments Off

Korupsi Drainase, Poldasu Masih Tunggu Audit BPKP

MEDAN-Proses penanganan kasus dugaan korupsi proyek Drainase 2009 sebesar Rp59 miliar di Dinas Bina Marga, Medan, masih terus berjalan. Direktorat Reskrim Polda Sumut kini tinggal menunggu hasil audit dari BPKP.
“Poldasu sudah bergabung dengan BPKP dan menunggu hasil audit dari BPKP,” kata Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Baharuddin Djafar belum lama ini.

Poldasu dan BPKP yang selalu berkoordinasi menangani kasus dugaan korupsi, sebelumnya sudah melakukan expose (gelar perkara, red). Tim penyidik Tipikor Poldasu telah memanggil 4 pegawai Dinas Bina Marga.

Poldasu juga sudah menyurati Kadis Bina Marga Dr Gindho Hasibuan selaku PA, Ahmad Buhari Siregar selaku KPA, Utuh Januar Sitompul, Mardian Habibi Gultom, Suwito dan Gindho Purba selaku PPTK, sedangkan untuk PPL yang ditunjuk Edi Djalman.

Dikatakan, saat BPKP sedang meminta tenaga ahli dari Dinas Pengairan Propinsi, dan USU (Universitas Sumatera Utara) untuk mengaudit hal-hal yang tidak dimengerti BPKP. (mag-1)

Posted in Metropolis | Comments Off

Pemilik 10 Batang Ganja Ditangkap

LUBUK PAKAM-Polsek Beringin berhasil menangkap Iswandi Simatupang alias Andi alias Ewin (28), warga Jalan Niaga No 23, Desa Batang Kuis Pekan, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang atas kepemilikan 10 batang tamana ganja, Senin (6/9). Penangkapan terhadap tersangka dilakukan di Desa Rantau Panjang Kecamatan Pantai Labu.

Kapolsek Beringin AKP Pantas Sinaga, Selasa (7/9) mengakui bahwa personil menangkap seseorang yang diduga menanam tanaman ganja. “Penangkapan itu berkat adanya informasi dari masyarakat, berserta 10 batang tanaman yang diduga ganja. Kemudian langsung diamankan serta diserahkan ke Polres Deli Serdang untuk penyidikan lebih lanjut,” terang Pantas.

Kasat Narkoba Polres Deli Serdang AKP CH Simanjuntak juga membenarkan penangkapan tersangka yang diduga memiliki tamanan ganja. Tetapi untuk memastikan apakah tanaman tersebut tanaman ganja, pihaknya melakukan uji laboratorium.“Untuk memastikan 10 batang tanaman itu ganja atau tidak, sedang dilakukan uji laburatorium forensik dan hasilnya dapat diketahui Rabu (8/9),” katanya melalui ponsel.

Selain melakukan uji laboratorium forensik, Sat-Narkoba Polres Deli Serdang hingga kini masih menahan Iswandi Simatupang sampai menunggu hasil laburatorium forensik apakah tanaman yang mirip ganja itu adalah benar ganja. (btr)

Posted in Daerah | Comments Off

Modul Wirausaha dan Beasiswa

USU Terima Hibah Buku

MEDAN-Universitar Sumatera Utara (USU) menerima hibah buku untuk perpustakaan, modul kewirausahaan dan beasiswa business plan dari Bank Mandiri. Acara serah terima berlangsung di kampus USU kemarin (7/9).

Serah terima tersebut dihadiri langsung Rektor USU Prof Syahril Pasaribu yang didampingi Purek III Prof Eddy Marlianto. Sedangkan dari pihak Bank Mandiri dihadiri Regional Manager PT Bank Mandiri Kantor Wilayah 1 Medan Djoko Warsito.

“Hibah yang diterima USU terdiri dari Hibah Beasiswa Business Plan untuk 20 orang  mahasiswa peserta Wira Usaha Muda Mandiri dengan nilai Rp10 juta per peserta. Hibah Buku Perpustakaan senilai Rp10 juta dan Hibah Modul Kewirausahaan,” papar Kahumas USU Bisru Hafi.

Bisru mengatakan, hibah Modul Kewirausahaan itu terdiri dari Modul Kewirausahaan untuk dosen. Modul ini berisi paket buku manual dan CD kewirausahaan dan 100 buku Modul Kewirausahaan untuk mahasiswa.
Rektor mengatakan, entrepreneurship merupakan satu program kerja Rektor USU. Dengan entrepreneurship diharapkan mahasiswa siap menghadapi tantangan masa depan. (saz)

Posted in Metropolis | 1 Comment

HOKI Dilantik 15 September

SIANTAR-Walikota dan Wakil Walikota terpilih periode 2010-2015 Hulman Sitorus SE dan Drs Koni Ismail Siregar (HOKI) dijadwalkan dilantik pada 15 September mendatang. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi antara Plh Walikota Siantar, Pimpinan DPRD, Sekwan, Ketua Fraksi DPRD, KPU Siantar, Panwaslu dan Muspida Plus di Premprovsu yang dipimpin Asisten I Hasiholan Silaen dan Kabiro Otonomi Daerah (Otda) Bukit Tambunan.

Kabiro Otda Bukit Tambunan, saat dihubungi Selasa (7/9) melalui telepon mengatakan, rapat koordinasi memutuskan bahwa pelantikan Walikota dan Wakil Walikota terpilih dilaksanakan pada 15 September 2010 di Pematangsiantar.

“Dalam rapat tersebut Pimpinan DPRD Siantar Marulitua Hutapea dan Zainal Purba memang bersikeras agar pelantikan ditunda, sementara Timbul Lingga menyetujui rencana jadwal pelantikan itu. Bahkan Marulitua dan Zainal tidak mau menangani dan melaksanakan paripurna pelantikan,” bebernya.

Ia menerangkan, meskipun Maruli dan Zainal menolak, Timbul Lingga menyatakan ia siap memimpin paripurna istimewa pelantikan yang akan dilaksanakan. Ditanya mengapa Pimpinan DPRD masih bersikeras menolak pelantikan, Bukit mengatakan, pimpinan DPRD itu menilai bahwa proses pelantikan tidak sesuai dengan aturan yang telah ditentukan.

Wakil Ketua Fraksi Kebangsaan EB Manurung mengatakan, seluruh anggota DPRD Siantar beserta unsur Muspida hadir dalam rapat di Pemprovsu. Namun dalam rapat itu Ketua DPRD Marulitua dan Zainal Purba menolak pelantikan. “Mereka menilai penerbitan Surat Keputusan (SK) dari Mendagri tidak sesuai prosedur,” ungkapnya.

Ketua Fraksi Perjuangan Rifai Siregar mengatakan, pelaksanaan pelantikan Walikota dan Wakil Walikota terpilih akan dilaksanakan melalui sidang paripurna yang dipimpin oleh Timbul Lingga. Dimana hal tersebut terjadi karena Ketua DPRD Maruli dan Zainal menolak rencana pelantikan itu.

Sementara Marulitua Hutapea saat hubungi menegaskan, dari awal mereka selaku Pimpinan DPRD menyatakan bahwa proses pengusulan pelantikan Walikota dan Wakil Walikota terpilih harus memalui DPRD untuk disampaikan kepada Gubsu dan Mendagri. Namun nyatanya saat ini sudah terbit SK, padahal DPRD masih belum mengusulkannya. Sehingga ada kejanggalan mengapa SK tersebut bisa turun, sementara ia selaku ketua belum mengusulkan berkas.

Menurut Maruli, sikap Timbul Lingga yang awalnya juga menolak proses pelantikan, namun kini menerima dan siap melaksanakan pelantikan, dinilai tidak konsekuen dan plin-plan. “Timbul Lingga tidak punya sikap atas keputusan dan hal-hal yang ia lakukan. Jika memang Timbul punya hak dan memiliki kemampuan memimpin sidang paripurna, saya persilahkan melaksanakan sidang tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, kata Maruli, dalam rapat tersebut anggota KPU Siantar Batara Manurung mengatakan bahwa lembaga DPRD Siantar hanya ‘stempel pos’ untuk pelaksanakan pelantikan. “Itu salah besar dan juga melecehkan lembaga DPRD. Dalam pelantikan ini, DPRD mempunyai wewenang dan tugas melaksanakan proses pelantikan. Dimana itu semua sesuai dengan UU No 32 Pasal 42 Tahun 2004, serta perubahan UU No 12 Tahun 2008,” bebernya.

Dalam rapat itu agendanya langsung mengenai rencana pelantikan, tidak diberi kesempatan membicarakan proses selama ini. (mag-13/smg)

Posted in Daerah | Comments Off

Pemilik 10 Batang Ganja Ditangkap

LUBUK PAKAM-Polsek Beringin berhasil menangkap Iswandi Simatupang alias Andi alias Ewin (28), warga Jalan Niaga No 23, Desa Batang Kuis Pekan, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang atas kepemilikan 10 batang tamana ganja, Senin (6/9). Penangkapan terhadap tersangka dilakukan di Desa Rantau Panjang Kecamatan Pantai Labu.

Kapolsek Beringin AKP Pantas Sinaga, Selasa (7/9) mengakui bahwa personil menangkap seseorang yang diduga menanam tanaman ganja. “Penangkapan itu berkat adanya informasi dari masyarakat, berserta 10 batang tanaman yang diduga ganja. Kemudian langsung diamankan serta diserahkan ke Polres Deli Serdang untuk penyidikan lebih lanjut,” terang Pantas.

Kasat Narkoba Polres Deli Serdang AKP CH Simanjuntak juga membenarkan penangkapan tersangka yang diduga memiliki tamanan ganja. Tetapi untuk memastikan apakah tanaman tersebut tanaman ganja, pihaknya melakukan uji laboratorium.“Untuk memastikan 10 batang tanaman itu ganja atau tidak, sedang dilakukan uji laburatorium forensik dan hasilnya dapat diketahui Rabu (8/9),” katanya melalui ponsel.

Selain melakukan uji laboratorium forensik, Sat-Narkoba Polres Deli Serdang hingga kini masih menahan Iswandi Simatupang sampai menunggu hasil laburatorium forensik apakah tanaman yang mirip ganja itu adalah benar ganja. (btr)

Posted in Daerah | Comments Off

Lurah Tanjung Gusta Bagikan Raskin

MEDAN HELVETIA-Sebanyak 925 kepala keluarga (KK) miskin di tujuh lingkungan di Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, mendapat kartu beras miskin (raskin) dari pemerintah, Selasa (7/9).

Dari tujuh lingkungan tersebut, lingkungan I mebdapat kupon terbanyak yaitu 285 KK. Kemudian disusul dengan lingkungan II sebanyak 169 KK, lingkungan III sebanyak 164 KK, lingkungan IV 113 KK, lingkungan V 93 KK, lingkungan VI 79 KK dan lingkungan VII sebanyak 25 KK.

Setelah mendapat kupon, warga kemudian berbondong-bondong mendatangi kantor Kelurahan Tanjung Gusta untuk mengambil jatah beras yang disumbangkan pemerintah. Namun banyak warga kecewa karena tidak mendapat raskin yang dijanjikan sesuai kartu.

R Nainggolan (29) dari lingkungan IV, misalnya, mengaku kecewa karena harus pulang dengan tangan kosong. Hal yang sama dialami beberapa warga lain yang tidak bersedia namanya ditulis.

Lurah Tanjung Gusta Drs Aminullah Batubara saat dijumpai tak bersedia memberikan keterangan dan langsung meninggalkan kantor. (mag-8)

Posted in World Soccer | Comments Off

Idul Fitri, 936 Napi Dapat Remisi

LUBUK PAKAM- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lubukpakam kembali memberikan remisi atau pengurangan masa hukuman kepada 936 orang napi. Pemberian remisi itu dalam rangka menyambut hari besar Lebaran Idul Fitri 1431 H.

Demikian diungkapkan Kalapas Lubukpakam Asep Syaripuddin SH Mhum melalui Kasi Binadik dan Giat Lapas Lubukpakam Sinarta Tarigan SH MH, Selasa (7/9).

Pemberian remisi kepada 936 orang napi yang kini menghuni Lapas Lubukpakam, meliputi 311 napi memperoleh remisi khusus 1 dan sebanyak 19 napi lainya memperoleh remisi khusus 2.

Napi yang menerima remisi itu seluruhnya laki-laki. Karena dari sekitar 25 narapidana wanita yang menghuni Lapas, masih berstatus tahanan dan belum memperoleh putusan hukum tetap.

Selain memberikan remisi, dalam menyambut lebaran Idul Fitri pada tahun ini, pihak Lapas Lubukpakam juga katanya akan menggelar hiburan buat para warga binaan disana. Selebihnya waktu besuk pun kemungkinan akan diperpanjang agar para napi bisa lebih leluasa bersilaturahmi dengan keluarganya. (btr)

Posted in Daerah | Comments Off

Arus Mudik Meningkat, Utamakan Keselamatan

SIANTAR–Ketua DPD Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) Kota Pematangsiantar Ramli Silalahi mengimbau seluruh pengusaha angkutan, pengemudi, kondektur, pegawai dan staf mengutamakan keselamatan penumpang dalam melaksanakan jasa layanan angkutan.

“Keselamatan penumpang harus diprioritaskan. Sebab setiap hari raya besar selalu terjadi lonjakan penumpang yang secara otomatis menyebabkan peningkatan keuntungan bagi seluruh pihak, baik pengusaha maupun karyawan. Mengejar keuntungan sah-sah saja tetapi hak-hak penumpang jangan diabaikan,” kata Ramli Silalahi.

Lebih lanjut dia mengharapkan, seluruh pengemudi angkutan umum terutama bus kategori besar yang melayani penumpang antar provinsi dan antar kota harus tetap mematuhi peraturan termasuk dalam jumlah muatan.
“Mobil yang sarat muatan beresiko tinggi mengalami kecelakaan sehingga diharapkan para pengemudi dan kondektur sadar hal tersebut. Soal tarif juga diharapkan mengikuti aturan yang telah disampaikan pemerintah, tidak membuat tarif yang merugikan penumpang,” katanya.

Sementara kepada calon penumpang, Ramli Silalahi mengimbau agar mempersiapkan sedemikian rupa untuk melakukan perjalanan serta diusahakan tidak membawa barang-barang yang berat dan besar pada perjalan mudik pada hari besar.

Sementara Kadis Perhubungan Kota Pematangsiantar Viktor Sirait telah menyampaikan bahwa untuk tahun 2010, angkutan lebaran tidak dikenakan kenaikan tarif (tuslah).

Untuk pengamanan arus lalulintas di jalan, telah dibentuk pos pengamanan di beberapa titik masuk maupun keluar dari Kota Siantar. (mag-14/smg)

Posted in Daerah | Comments Off

Uang Nasabah Bumi Putera Digelapkan

SIANTAR-Faber Tamba Tua Silalahi (36), Senin (6/9) lalu mendatangi Mapolresta Siantar. Warga Jalan Rakkuta Sembiring, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba ini melaporkan Indra (35), mantan karyawan Asuransi Jiwa Bumi Putera cabang Siantar.

Selaku nasabah, Faber Tamba Tua Silalahi menuduh Indra menggelapkan preminya di Bumi Putera sebesar Rp1,5 juta. Dalam laporannya, korban menyebutkan peristiwa tersebut terjadi sejak beberapa tahun lalu. Awalnya sejak bulan Desember 2008, saat korban diajak Indra menjadi nasabah Asuransi Jiwa Bersama Bumi Putera. Hal ini dibuktikan dengan Nomor Polis 2001555077 yang menjadi pegangan korban.

Beberapa waktu kemudian, Indra kembali membujuk korban untuk beralih dari Asuransi Dwi Guna Prima yang diikutinya menjadi Asuransi Pendidikan. Untuk beralih asuransi ini, Indra memberikan syarat kepada korban, antara lain korban harus memberikan semua bukti pembayaran premi asuransi dan polis nasabah. Persyaratan itu dipenuhi korban. Namun sejak saat itu, Indra tak lagi menampakkan diri.

Merasa curiga, korban berusaha mencari Indra. Namun Indra tak juga ketemu. Pada Senin (30/8) pukul 10.00 WIB, korban mendatangi kantor Asuransi Jiwa Bersama Bumi Putera di Jalan Letjen S Parman, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Siantar Timur. Di sana korban langsung mengecek pembayaran premi di kasir.

Oleh seorang kasir, diketahui ternyata premi korban sejak tahun 2001 hingga 2006 sebesar Rp1,5 juta sudah dicairkan oleh Indra. Caranya, Indra memalsukan tanda tangan korban serta menunjukkan premi asli korban sebagai bukti kepada kasir.

Kapolresta Siantar AKBP Fatori SIk melalui Kasubag Humas Iptu Altur Pasaribu membenarkan adanya pengaduan korban.

Sementara saat dikonfirmasi ke kantor Asuransi Jiwa Bersama Bumi Putera, Indra diketahui sudah tidak bekerja di perusahaan tersebut. Menurut beberapa karyawan, Indra kurang lebih setahun sudah dipecat dari kantor tersebut.(mag-16/smg)

Posted in Daerah | Comments Off

Pengunjung Rutan Membludak

LABUHAN-Menjelang hari raya Idul Fitri, jumlah pengunjung di Rumah Tahanan  (Rutan) Klas II B Labuhan Deli membludak, Selasa (7/9). Guna mengantisipasi masuknya barang terlarang dan kaburnya narapidana (napi), sistem pengamanan di lingkungan rutanpun diperketat. Sebab, membludaknya pengunjung rutan berpotensi dimanfaatkan oknum petugas melakukan pungli atau mengutip bayar kepada pengunjung yang akan masuk.

Kepala Rutan Labuhan Deli MS Sianturi Bc.IP melalui Kepala Pengamanan P Saragih kepada sejumlah waratwan mengatakan, “Pengamanan kita lakukan ekstra ketat dengan melibatkan petugas kepolisian dari Polsek Medan Labuhan yang berjaga di luar Rutan,” ujarnya.

Menurut Saragih, lonjakan pengunjung akan terlihat pada hari pertama Lebaran. Seperti pengalaman tahun lalu, para pengunjung yang datang membesuk sanak keluarga akan antre karena ruang tampung bagi para pengunjung sangat terbatas . (mag-11)

Posted in World Soccer | Comments Off

Dituntut 45 Tahun, 3 Bandar Ekstasi Yakin Bebas

MEDAN-Dituntut tinggi karena tertangkap tangan mengedarkan 792 butir ekstasi, tak membuat Rosni Soniful alias Aping (41), Ir Raja Indra Jaya Pane (42) dan Muhammad Rafii (26) gelisah. Sebab, mereka yakin ‘bebas’ karena mengaku tak bersalah.

“Soalnya tidak ada saksi yang melihat mereka memegang dan mengedarkan ekstasi tersebut. Jadi, jaksa sungguh berlebihan menuntut mereka masing-masing 15 tahun penjara,” kata Ahmad Sukri Hasibuan SH, kuasa hukum ketiga terdakwa usai sidang, kemarin (7/9).

Dikatakan, dalam menuntut, jaksa juga tidak mempertimbangkan beberapa fakta di persidangan, antara lain saksi-saksi yang meringankan kliennya. “Walaupun para terdakwa diindikasi bersalah, mestinya seluruh fakta dibeberkan. Bukan hanya mempertimbangkan fakta versi jaksa saja,” kecamnya.

Dari itu, kata Sukri, dia akan menyusun pembelaan yang mempertimbangkan fakta-fakta sebenarnya, antara lain mengapa narkotika tiba-tiba ada di dekat mereka. “Mengarah ke penjebakan sangat kuat sekali. Jadi, di pembelaan nanti akan kita angkat lagi nanti itu supaya hakim benar-benar mengerti apa sebenarnya yang terjadi,” tegas alumnus Fakulas Hukum UMSU itu.

Dalam amar tuntutan jaksa M Amin SH, ketiganya masing-masing dijerat Pasal 114 (2) jo 132 (1) karena sengaja membawa dan mencoba mengedarkan ekstasi sebanyak 792 butir. Ketiganya pun dituntut masing-masing 15 tahun penjara plus denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. (syahrul/smg)

Posted in Metropolis | Comments Off

Lebaran, PLN Jamin Tak Ada Pemadaman

SIDIMPUAN-Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Padangsidimpuan menjamin tidak akan melakukan pemadaman listrik di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) saat Lebaran. Saat ini, PLN sudah selesai melakukan pemeliharaan jaringan.

Demikian disampaikan Humas PLN Cabang Padangsidimpuan, Untung, menanggapi pemadaman aliran listrik yang terjadi di bebarapa titik di pusat kota dan kawasan Batunadua, Senin (6/9).

Menurutnya, pemadaman listrik yang terjadi di wilayah tersebut disebabkan petugas PLN sedang melakukan pemeliharaan jaringan kabel yang berlokasi di Kelurahan Pijor Koling, Kecamatan Sidimpuan Tenggara, tepatnya di depan gardu induk (GI) Pijor koling.

“Benar ada pemadaman listrik sekitar pukul 12.00 WIB dan berlangsung sekira 1 jam. Dan pemadaman itu terjadi karena para petugas sedang melakukan penjumperan atau pemeliharaan kabel yang rusak. Selain itu, pemeliharaan juga dimaksudkan sebagai persiapan menghadapi lebaran, khususnya salat Idul Fitri nantinya. Kita pastikan pemeliharaan sudah selesai dan tidak ada lagi pemadaman,” pungkasnya.

Sebelumnya, pedagang di Pasar Sangkumpal Bonang Kota Padangsidimpuan, mengaku kecewa dengan terjadinya pemadaman listrik, Senin (6/9) sekitar pukul 12.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB. Padahal, saat itu mereka sedang sibuk melayani pembeli yang sedang memenuhi perlengkapan lebaran seperti baju, celana dan sepatu. (mag-01/smg)

Posted in Daerah | Comments Off