Tag Archives: cerpen

Menjala Ikan Patin, Menyantapnya Beramai-ramai

Cerpen :   Sunaryono Basuki Ks Aku tidak tahu harus menjala atau memancing saja ikan patin. Saat kutanya “eyang” Google (demikian julukan yang diberikan temanku Antariksawan kepada Google, situs pintar di internet itu), kutemukan gambar seorang anak lelaki sedang memancing. Disebut … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged | 3 Comments

Mereka yang Tak Pernah Kembali

Cerpen :  Miftah Fadhli Seminggu ini warga Kampung Nelayan sibuk menggali pemakaman untuk menguburkan jasad suami-suami mereka. Alhasil, hampir tiap malam, ba’da Isya, warga akan segera memenuhi mushola di ujung tebing untuk melakukan shalat gaib. Sesungguhnya mereka hanya akan berdoa … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged | Comments Off

Adelia

Cerpen :  Intan Hs Gadis itu berasal dari Pagan, Myanmar dan lelaki itu berasal dari Banjarmasin, Indonesia, yang bekerja sebagai anak buah kapal. Keduanya sering bertemu di kapal yang menuju ke Malaysia. Pagi itu adalah pagi yang hangat dihiasi dengan … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged | Comments Off

Panggilan Masa Lalu

Cerpen : Budiah Sari Siregar Susah sekali rasanya menghilangkan pikiran itu dari benakku. Ia terus menghantui. Seolah tak rela aku hidup dengan tenang. Begitu lihai menyusup ke jiwa. Bahkan saat aku tidurpun ia datang melalui mimpi. Membuat tidurku tak lelap. … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged | Comments Off

Menjadi Kabut

Cerpen :  Cikie Wahab Seorang lelaki menggulung syal di leher Wina dan mengecup keningnya sekali lagi. Dua  buah koper ia taruh di ruang depan pintu masuk. Seperti biasa, laki-laki itu selalu manja ketika pagi-pagi sekali mereka bercengkrama di loteng rumah.“Kau … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged | Comments Off

Perempuan Masa Lalu

Cerpen : Isbedy Stiawan ZS Lelaki itu beruntung, desisku. Kulihat lelaki yang menimang bayi berdiri di sebelahmu yang juga menggendong bayi. Kukira usia bayi itu sekitar tiga bulan. Ketika kau tunjukkan fotomu bersama keluarga dari dalam tas jinjing. Kau tersenyum. … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged | Comments Off

Hukuman

Cerpen: Intan Hs Telah jauh dikayuh, Pak Murthado belum juga sampai. Sesekali keringatnya diseka dengan sehelai sapu tangan yang dirajut sendiri oleh istri tercinta?hijau muda warnanya. Hijau nuansa surga. Seperti apakah suasana surga? Samakah warna langit surga dengan warna langit … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged | Comments Off

Sebuah Senyum

Cerpen : Fahri Asiza Setiap berangkat atau pulang bekerja, Syarif pasti melihat lelaki muda itu penuh semangat menyapu jalan. Sapu lidi bertangkai bambu panjang dan seragam kuning-kuning yang mulai kumal selalu jadi pemandangan pada sosok itu. Gerakannya membuang sampah yang … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged | Comments Off

Ia Mati di Tempat Itu

Cerpen: Miftah Fadhli Lelaki tua. Hitam. Membawa lilin yang meletup-letup. Selamat malam, Sayang. Duduklah. Kubuatkan makanan kesukaanmu. Hitam. Lilin seperti suar. Bergejolak. Seperti ada rasa ganjil. Lelaki itu mempersilahka-nya duduk. Ia melirik. Ah, cantik sekali. Ia tersenyum malu-malu. Dijumputnya tangannya … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged | Comments Off

Lembayung

Cerpen: Ayu Lestari Namaku Lembayung. Mbah bilang, karna aku lahir di penghujung senja, di saat para leak terlepas dari sarangnya. Aku tidak percaya. Menurutku, Mbah hanya manula yang terobsesi pada segala jenis hantu, memedi dan leak. Untuk hal satu ini … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged | Comments Off

Anak

Cerpen oleh:  Intan Hs Malam telah beranjak sangat pekat. Aku terus memandang ke jendela yang kosong. Tak juga ada siapa pun di sana. Kantuk, cemas bergantian menghampiriku. Sudah berbusa rasanya mulut ini memberi nasihat disertai dada yang lebarnya melebihi ibukota … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged | Comments Off

Adat Na Gok

Cerpen : Yanti Mandasari Sipayung Aku mengambil tempat di pojok ruangan. Duduk dengan kaki selonjor kumaknai wajah saudara-saudaraku satu persatu. Kak Ros didampingi suaminya, Kak Yus dan Yans adikku, jelas menyimpan kepayahan di hatinya. Aku bisa membacanya diantara wajah letih … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged | Comments Off

Sekuntum Melati Basah

Cerpen : Bono Emiry Jeina membenci hujan. Namun, tangan Hegira   tak mampu ia tepis saat      menariknya menyong    song benang-benang be ning dari langit itu. Tangan itu begitu lembut. Jeina menurut. Mengikuti langkah kaki Hegira ke mana pergi. Sampai di … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged | Comments Off

Pengantin Sukanti

Cerpen Oleh: Miftah Fadhli L ihatlah Sukanti. Wajahnya keriput. Kematian telah luput menjamahinya. Di hari yang basah–dan selalu basah–ini, ia termenung di tepi kolam buatan Sugandi. Dulu, ketika masa muda masih mereka reguk, mereka kerap bermain cinta di sini. Melihat … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged | Comments Off

Loker

Cerpen : Syaifullah Pagi-pagi sekali Sabrata sudah bangun. Hal ini ganjil. Saban hari Sabrata doyan bangun siang. Tapi hari ini tampak terlalu istimewa baginya. Buru-buru, dia bergegas cuci mukanya yang penuh dengan noda tidur. Di sudut matanya menggantung kotoran mengeras. … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged | Comments Off

Atas Nama Tugas

Cerpen oleh: Intan Hs Hartono melihat ke lubang angin yang sedikit terbuka, tetapi tak ada siapa-siapa di sana yang dapat menolongnya. Mulut disekap, tangan dan kaki terikat. Dan belum lagi rindunya yang seperti meluap-luap di dadanya, istrinya Juli tengah hamil … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged | Comments Off

Cacing Itu Benar-benar Ada

Cerpen : Hasudungan Rudy Yanto Sitohang Lagi-lagi Ratih lupa membangunkanku lebih pagi. Walau hari ini adalah hari libur tapi pekerjaan yang kubawa dari kantor belum selesai. Tertumpuk di sudut meja kerjaku. Bahkan aku harus begadang untuk menyelesaikan proyek perusahaan yang … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged | Comments Off

Burung Walet

Cerpen : Ellyzan Katan Lalu burung itu pun mendadak terbang. Dia menghilang. Aslan tinggal sendiri di kamar. Buku Isabel Allende, Daughter of Fortune, tak lagi menarik untuk dibaca. Entah mengapa, telinganya mendengar kecipak air laut. Air yang telah lama tidak … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged | Comments Off

Sebuah Senyum

Cerpen : Fahri Asiza Setiap berangkat atau pulang bekerja, Syarif pasti melihat lelaki muda itu penuh semangat menyapu jalan. Sapu lidi bertangkai bambu panjang dan seragam kuning-kuning yang mulai kumal selalu jadi pemandangan pada sosok itu. Gerakannya membuang sampah yang … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged | Comments Off

Mata Indah yang Menyimpan Sepasang Bola Mata Indah

Cerpen : Miftah Fadhli Sore. Krosak daun-daun. Batang-batang pohon bagai siluet. Langit oranye dipenuhi riak-riak awan mirip domba. Dari belakang pohon tampak ayah dan anak dihempas kehitaman siluet. Tubuh-tubuh kurus. Satu tinggi, tenang. Merangkul siluet kecil yang tak mau diam, … Continue reading

Posted in Budaya | Tagged | Comments Off