<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" ><channel><title>Harian Sumut Pos &#187; Kesehatan</title> <atom:link href="http://www.hariansumutpos.com/rubrik/kesehatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://www.hariansumutpos.com</link> <description>Harian Sumut Pos</description> <lastBuildDate>Sat, 31 Jul 2010 05:23:05 +0000</lastBuildDate> <language>id</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator> <item><title>Lancarkan Peredaran Darah dengan Stik</title><link>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/lancarkan-peredaran-darah-dengan-stik.html</link> <comments>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/lancarkan-peredaran-darah-dengan-stik.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 23 Jun 2010 03:34:33 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Kesehatan]]></category> <category><![CDATA[medan]]></category> <category><![CDATA[totok darah]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.hariansumutpos.com/?p=53436</guid> <description><![CDATA[Mengunjungi Totok Darah Walet Putih Perguruan Warisan Leluhur Tunggal Pusaka Tradisional Indonesia (Walet Putih) Cabang Medan di Jalan Karya Jaya/Eka Budi No 6, Kelurahan Gedung Johor Medan merupakan pengobatan tradisional dengan menggunakan metode totok darah. Seperti apa? INDRA JULI, Medan Proses pengobatan alternatif yang satu ini mulai dari pemeriksaan dan pengobatan dilakukan secara tradisional. Begitu [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mengunjungi Totok Darah Walet Putih</strong></p><p><em>Perguruan Warisan Leluhur Tunggal Pusaka Tradisional Indonesia (Walet Putih) Cabang Medan di Jalan Karya Jaya/Eka Budi No 6, Kelurahan Gedung Johor Medan merupakan pengobatan tradisional dengan menggunakan metode totok darah. Seperti apa?</em></p><p><strong>INDRA JULI</strong>, Medan</p><p>Proses pengobatan alternatif yang satu ini mulai dari pemeriksaan dan pengobatan dilakukan secara tradisional. Begitu pula proses perawatannya, obat-obatannya juga terbuat dari ramuan alami. Sehingga kesehatan yang dihasilkan pun bersifat alami, tanpa efek samping seperti ketergantungan.</p><p>Dengan menggunakan metode totok darah, diyakini dapat memberikan penyegaran tubuh selain itu menyembuhkan penyakit seperti jantung, lever, maag, asam lambung, diabetes melitus, kencing manis, ginjal, darah tinggi, darah rendah, migren, vetigo, sinusitis, polip, asam urat, rematik, lumpuh, stroke, lemah syahwat, impoten, katarak, kista, mium, kanker, tumor, ketergantungan narkoba, HIV/AIDS dan penyakit lainnya.</p><p>“Sumber penyakit itu ada tiga yaitu darah, syaraf, dan virus. Dengan totok darah ini kita coba memperlancar saluran<br /> darah di dalam tubuh. Setelah peredaran darah ini lancar otomatis kinerja urat saraf tidak terganggu,” kata Ketua Pelatih Perguruan Walet Putih Medan, Mohammad Efendi Syah Ratta kepada Sumut Pos, Minggu (20/6).</p><p>Pengobatan sendiri dilakukan dalam dua tahapan yaitu pembongkaran dan penyembuhan. Tahap pembongkaran dilakukan dengan menotok titik-titik syaraf dalam tubuh dengan menggunakan sepasang stik (tongkat) yang terbuat dari perak yang sebelumnya dilumuri minyak khusus. “Minyak ini diracik dengan ramuan khusus Perguruan Walet Puti untuk menjaga iritasi pada kulit akibat sentuhan ataupun gesekan stik,” jelas Efendi.</p><p>Dimulai dari bagian tulang belakang yaitu dari pangkal tulang leher hingga tulang ekor sebagai saraf motorik. Dilanjutkan ke bagian kepala (depan dan belakang). Setelah itu giliran bagian depan tubuh, dimulai dari dada hingga perut. Dilanjutkan dengan bagian tangan dan terakhir bagian kaki.</p><p>Penotokan ditiap bagian di atas dilakukan selama dua kali. “Setelah totok pertama, kita akan periksa lagi bila ada syaraf yang belum lancar peredaran darahnya,” kata seorang pelatih, M Ade Artha.</p><p>Tahap pembongkaran ini diakhiri dengan pijatan khusus Perguruan Walet Putih untuk merilekskan saraf-saraf yang baru dirangsang oleh totokan. Dampaknya, tubuh akan terasa segar dan hangat.</p><p>Seperti yang dirasakan Supri, salah seorang pasien dari Artha. Sebelumnya Supri mengeluhkan badan yang pegal-pegal sepulang dari Pekan Baru. “Setelah menjalani totok darah, perasaan pegal tadi hilang,” kata Supri yang sudah dua kali menjalani totok darah.</p><p>Untuk mendapatkan hasil maksimal, Efendi menyarankan totok darah ini dilakukan minimal tujuh kali. Untuk penyakit yang baru diderita pengobatan sebaiknya dilaksanakan selama 1-3 bulan. Meskipun tidak menutup kemungkinan untuk waktu lebih lama lagi tergantung keluhan yang diderita.<br /> Sebagai pendukung proses penyembuhan, disiapkan ramuan tradisional yang dikemas dalam bentuk kapsul dan diproduksi oleh CV Walet Putih Medan-Indonesia. Jadi tidak dijual secara umum dengan harga tertinggi hanya Rp300 ribu dan harga biasa Rp150 ribu.</p><p>Keberadaan praktik pengobatan tradisional ini dibenarkan oleh Ketua DPD Perguruan Walet Putih, Sutopo SE. “Praktik ini dilaksanakan lebih 10 tahun. Juga kita laksanakan pengobatan massal setiap Minggu pagi di Lapangan Merdeka Medan dari pukul 06.30 WIB-09.30 WIB dan daerah lainnya. Metode ini juga sudah coba kita kenalkan ke luar negeri tepatnya pada Penang Fair yang dilaksankan setiap tahunnya,” jelas Sutopo.</p><p>Pada dasarnya, kata Sutopo, kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan prinsip Walet Putih itu sendiri yaitu pengabdian kepada masyarakat. Jadi kita tidak hanya bisa ilmu bela diri, tapi juga bisa memberi kebaikan kepada masyarakat sekitar. Juga membantu mewujudkan program pemerintah yaitu Indonesia Sehat 2009 dengan cara tradisional,” ucap Sutopo SE.</p><p>“Kita juga pernah menangani pasien pengidap HIV/AIDS hingga sembuh total. Untuk ketergantungan narkoba kita bekerjasama dengan Pusat Rehabilitasi Sibolangit Centre. Terlebih dari itu, kita juga menggelar beberapa ritual seperti wirid untuk mendoakan pasien agar cepat sembuh. Karena kita, manusia hanyalah berusaha. Kesempurnaan hanyalah milik-Nya,” pungkas Sutopo.</p><p>Pengobatan totok darah ala Walet Puti ini kini dapat dinikmati di Perum Oma Deli Blok H-7 (Belakang Mapoldasu) Jalan Sisingamangaraja KM 10,5 Medan HP 081260415751, 061-77277395 (Sutopo SE), Sehat Walet Putih Jalan Setia Budi No 113 A Medan HP 08163143125 (Sudarto), Perumahan Bumi Asri Blok E 149 Medan HP 081263521152 (Sutrisno), Jalan Eka Budi No 6 Medan Pangkalan Mansur HP 081260088640 (Rudi Sanjaya). (*)</p><p><img class="alignnone size-full wp-image-53438" title="totok-darah" src="http://hariansumutpos.com/wp-content/uploads/2010/06/totok-darah.jpg" alt="" width="300" height="238" /></p><p>[ketgambar]TOTOK: Salah satu pengobatan Totok Darah  yang dilakukan Perguruan Walet Putih di Medan.//Indra Juli/Sumut Pos[/ketgambar]</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/lancarkan-peredaran-darah-dengan-stik.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Sehat Ala Nestle</title><link>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/sehat-ala-nestle.html</link> <comments>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/sehat-ala-nestle.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 18 Jun 2010 02:38:21 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Berita Foto]]></category> <category><![CDATA[Kesehatan]]></category> <category><![CDATA[medan]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.hariansumutpos.com/?p=52612</guid> <description><![CDATA[Memperingati hari susu se-dunia Nestle bekerja sama dengan Carrefour meluncurkan kampanye sehat di gerai Carrefour, sebagai upaya mempromosikan mengenai arti pentingnya mengkonsumsi makanan dan minuman bernutrisi. Nestle mempersiapkan beberapa gerai yang bersifat edukatif dan hiburan. Mursalim, Store Manager MF Nestle mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Susu se-Dunia yang jatuh pada 1 Juni [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memperingati hari susu se-dunia</strong></p><p>Nestle bekerja sama dengan Carrefour meluncurkan kampanye sehat di gerai Carrefour, sebagai upaya mempromosikan mengenai arti pentingnya mengkonsumsi makanan dan minuman bernutrisi. Nestle mempersiapkan beberapa gerai yang bersifat edukatif dan hiburan.</p><p>Mursalim, Store Manager MF Nestle mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Susu se-Dunia yang jatuh pada 1 Juni lalu.</p><p>“Dalam kampanye ini kita menyediakan sejumlah gerai, dimana pembeli nantinya bisa berkonsultasi dengan para ahli nutrisi untuk memperoleh saran-saran tentang diet yang lebih baik dan pertumbuhan anak, sambil menikmati lomba-lomba edukatif dan hiburan untuk anak,” ujarnya.</p><p>Kegiatan ini, katanya, bertujuan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya hidup sehat dan bagaimana mencapainya dengan mengkonsumsi produk-produk bernutrisi pada setiap tahap kehidupan dan pada kesempatan berbeda setiap hari. Bahkan masyarakat yang membeli produk-produk Nestle di Carrefour juga diberikan kesempatan mengunjungi Zona Sehat Nestle, yang terdiri dari Zona Nutrisi (Nutrition Zone), Zona Olahraga (Sport Zone) dan Zona Istirahat &amp; Rileks (Break &amp; Relax Zone).</p><p>“Di Zona Nutrisi, masyarakat konsumen bisa berkonsultasi dengan ahli nutrisi berkaitan dengan kesehatan anak, sementara Zona Olahraga menggelar kegiatan edukatif yang menghibur dan di Zona Istirahat &amp; Rilek konsumen bisa melepas lelah serta menikmati pijat badan dan refleksi kaki sambil mencicipi menu bergizi di Cafe Nestle,” imbuhnya.<br /> Kampanye yang bertemakan nikmati hidup sehat bersama Nestle ini juga dilaksanakan serentak di 10 gerai Carrefour di lima kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung dan Makasar, yang berlangsung dari tanggal 16 sampai 29 Juni 2010. (mag-21)</p><p><img class="alignnone size-full wp-image-52614" title="nestle-hari-susu-sedunia" src="http://hariansumutpos.com/wp-content/uploads/2010/06/nestle-hari-susu-sedunia.jpg" alt="" width="300" height="250" /></p><p>[ketgambar]BERMAIN: Seorang anak bermain permainan di Stan Game Bola yang disediakan Nestle di Carrefour Plaza Medan Fair, Kamis (17/6).//ANDRI GINTING/SUMUT POS[/ketgambar]</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/sehat-ala-nestle.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Cuci Tangan dan Gosok Gigi yang Benar</title><link>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/cuci-tangan-dan-gosok-gigi-yang-benar.html</link> <comments>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/cuci-tangan-dan-gosok-gigi-yang-benar.html#comments</comments> <pubDate>Wed, 09 Jun 2010 03:43:00 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Kesehatan]]></category> <category><![CDATA[medan]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.hariansumutpos.com/?p=51092</guid> <description><![CDATA[MEDAN- PT Unilever Indonesia Tbk melalui Yayasan Unilever Indonesia (YUI) menggelar sosialisasi bertajuk Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sosialisasi itu merupakan bagian dari program edukasi kesehatan masyarakat melalui promosi kesehatan terpadu antara sekolah dan masyarakat, untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Puncak acara itu melibatkan sekitar 1.000 siswa yang berasal dari dua [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>MEDAN- PT Unilever Indonesia Tbk melalui Yayasan Unilever Indonesia (YUI) menggelar sosialisasi bertajuk Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sosialisasi itu merupakan bagian dari program edukasi kesehatan masyarakat melalui promosi kesehatan terpadu antara sekolah dan masyarakat, untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia.</p><p>Puncak acara itu melibatkan sekitar 1.000 siswa yang berasal dari dua sekolah yaitu SD Negeri 0628640 Kampung Nelayan dan MIN Kampung Nelayan di dua sekolah tersebut, kemarin (8/6).n<br /> Acara tersebut diisi dengan peragaan cara mengosok gigi yang benar serta cara mencuci tangan dengan air yang mengalir bersama Ibu Gubernur Sumatera Utara dan sekaligus Ketua PKK Sumatera Utara, Fatimah Habibi Syamsul Arifin.</p><p>Kegiatan itu bertujuan untuk membentuk kebiasaan hidup bersih untuk mencegah penyakit. Hingga saat ini, sosialisasi melibatkan 16.000 kader kesehatan yang terdiri dari tim relawan masyarakat dan tim relawan sekolah serta tim motivator kabupaten di 5 propinsi di seluruh Indonesia.</p><p>Yayasan Unilever Indonesia perihatin atas tingginya angka orang sakit bahkan sampai mengakibatkan kematian yang diakibatkan oleh diare, yang mengakibatkan kematian 100.000 balita setiap tahun. Oleh karena itulah Yayasan Unilever Indonesia terpanggil untuk melakukan edukasi atau pendidikan tentang kesehatan untuk meminimalisir balita yang meninggal dunia diakibatkan oleh diare.</p><p>Ibu Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Fatimah Habibi Syamsul Arifin menyatakan, mendukung program yang dilakukan oleh Yayasan Unilever Indonesia untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. ”Saya berharap kegiatan cuci tangan dengan sabun pada air mengalir dan gosok gigi dua kali sehari dapat dipraktekkan dan menjadi kebiasaan bagi seluruh anggota keluarga yang ada di Indonesia,” katanya. (andri ginting)</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/cuci-tangan-dan-gosok-gigi-yang-benar.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>2011, Dilarang Merokok Sembarangan</title><link>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/2011-dilarang-merokok-sembarangan.html</link> <comments>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/2011-dilarang-merokok-sembarangan.html#comments</comments> <pubDate>Tue, 01 Jun 2010 03:04:33 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Kesehatan]]></category> <category><![CDATA[medan]]></category> <category><![CDATA[rokok]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.hariansumutpos.com/?p=49390</guid> <description><![CDATA[MEDAN- Larangan merokok di tempat umum akan segera dicanangkan di Kota Medan. Hal itu menyusul sedang dibuatnya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dilarang merokok sembarangan di Kota Medan. Hal itu diutarakan Idris Luthfi, Kabag Hukum Pemko Medan Senin (13/5) kemarin.  Menurutnya, keputusan membuat Perda ini sudah mendesak. Pasalnya, berdasarkan data selain merugikan diri sendiri merokok juga [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>MEDAN- Larangan merokok di tempat umum akan segera dicanangkan di Kota Medan. Hal itu menyusul sedang dibuatnya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dilarang merokok sembarangan di Kota Medan.</p><p>Hal itu diutarakan Idris Luthfi, Kabag Hukum Pemko Medan Senin (13/5) kemarin.  Menurutnya, keputusan membuat Perda ini sudah mendesak. Pasalnya, berdasarkan data selain merugikan diri sendiri merokok juga merugikan orang yang berada di sekitarnya.</p><p>“Kita tidak larang orang merokok. Itu adalah hak. Yang akan kita buat adalah Perda larangan merokok di sembarang tempat. Nantinya, akan ada tempat yang dibolehkan dan tidak,” kata Luthfi.</p><p>Untuk melancarkan terbitnya Perda ini, Luthfi sadar tak boleh terburu-buru. Maka itu, pihaknya akan lebih dulu mengundang sejumlah pihak termasuk tokoh masyarakat untukn<br /> duduk bersama membahas masalah ini. Kalau hal ini beres, baru draf Ranperda dibawa ke DPRD Medan untuk disetujui.</p><p>Nah, kalau nantinya Ranperda itu disetujui maka pihaknya akan menyebutkan di mana saja kawasan tanpa rokok (KTR). Di mana saja kawasannya, Luthfi belum bisa menjelaskan secara rinci. Namun yang boleh merokok, dikatakannya boleh di ruang terbuka saja.</p><p>“Mulanya kita akan ajak sejumlah pihak untuk duduk bersama membahas ini. Selanjutnya baru kita imbau pertama kali mungkin kepada para kepala keluarga, agar tidak merokok di dalam rumah,” lanjut Luthfi.</p><p>Berdasarkan data yang dipegang oleh Kabag Hukum Pemko Medan, jumlah perokok di Indonesia sudah cukup memprihatinkan. Untuk anak-anak, sudah mencapai 2,4 persen. Remaja wanita 1,6 persen. Wanita dewasa 4,5 persen dan pria dewasa mencapai 6 persen.</p><p>Secara keseluruhan, ada sekitar 60 juta lebih rakyat ini merokok. Jumlah itu jumlah pengkonsumsi tembakau terbesar ketiga di atas bumi ini. Keuntungan dari cukai rokok dari jumlah perokok yang besar itu mencapai Rp32,6 triliiun. Kerugian akibat perobatan karena rokok mencapai Rp167 triliun. Dan dari 60 juta perokok di negeri ini, sebanyak 427.948 orang meninggal setiap tahunnya karena rokok. Kalau per hari, orang yang meninggal karena rokok di negeri ini mencapai 1.127 orang.</p><p>“Dari  data ini kita tentu cukup khawatir. Bagi yang tetap ingin merokok silakan saja, tapi harus perhatikan juga sesama di sekitarnya. Mudah-mudahan ini akan efektif pada 30 Mei 2011 mendatang tepat dengan peringatan hari tanpa tembakau sedunia,” pungkas Luthfi. (ful)</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/2011-dilarang-merokok-sembarangan.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>April, Ada 25 Kasus Baru Penderita HIV-TB</title><link>http://www.hariansumutpos.com/2010/05/april-ada-25-kasus-baru-penderita-hiv-tb.html</link> <comments>http://www.hariansumutpos.com/2010/05/april-ada-25-kasus-baru-penderita-hiv-tb.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 28 May 2010 03:44:05 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Kesehatan]]></category> <category><![CDATA[hiv/aids]]></category> <category><![CDATA[medan]]></category> <category><![CDATA[tuberculosis]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.hariansumutpos.com/?p=48733</guid> <description><![CDATA[MEDAN-Selama bulan April 2010 ditemukan 25 kasus baru penderita HIV yang mengidap gangguan tuberculosis (HIV-TB). Data yang dihimpun dari Project Officer Global Fund Dinkes Sumut mulai tahun 2005-2010 di Sumatera Utara terdapat 563 penderita. Project Officer Global Fund Dinkes Sumut, Andi Ilham Lubis mengatakan, jumlah angka prevelensi TB-HIV tersebut jika pada daerah tropis masih dianggap [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>MEDAN-Selama bulan April 2010 ditemukan 25 kasus baru penderita HIV yang mengidap gangguan tuberculosis (HIV-TB). Data yang dihimpun dari Project Officer Global Fund Dinkes Sumut mulai tahun 2005-2010 di Sumatera Utara terdapat 563 penderita.</p><p>Project Officer Global Fund Dinkes Sumut, Andi Ilham Lubis mengatakan, jumlah angka prevelensi TB-HIV tersebut jika pada daerah tropis masih dianggap wajar, mengingat penderita HIV mengalami proses pengurangan kekebalan tubuh.</p><p>Namun, TB-HIV ini menurutnya lebih berbahaya daripada penderita TB biasa, disebabkan untuk penderita TB biasa saja bisa menularkan ke orang lain dengan cepat, dan sangat berbahaya hingga bisa berujung kepada kematian.</p><p>Andi juga mengatakan, TB merupakan satu di antara penyakit tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia,  salah satu negara di Asia Fasifik dengan angka kasus tertinggi setelah India dan Cina.<br /> Sedangkan untuk risiko pengelompokan, Andi mengatakan, kebanayakan kasus yang dijumpai terhadap pengidap HIV yang terkena TB adalah pelakau heterosex dan idius, dimana rata-rata para pengguna idius adalah perokok. “Seperti diketahui bahwa rokok adalah satu di antara akibat yang ditimbulkan oleh penderita HIV, maka hal ini juga menjadi alasan tingginya angka prevelensi HIV yang mengalami TB,” sebutnya.</p><p>Dia juga menjelaskan untuk memutus mata rantai alur penularan itu, diagnosa awal bagi penderita TB merupakan skala perioritas lebih dulu yang harus dimulai. Selanjutnya untuk mendeteksi HIV dapat dimulai setelah ditangani TB.</p><p>“Ini merupakan alur penanganan bagi penderita TB-HIV yang sedang berjalan di lapangan,” ucapnya. (mag-21)</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.hariansumutpos.com/2010/05/april-ada-25-kasus-baru-penderita-hiv-tb.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> </item> <item><title>Gondok Bisa Sebabkan Kemandulan</title><link>http://www.hariansumutpos.com/2010/05/gondok-bisa-sebabkan-kemandulan.html</link> <comments>http://www.hariansumutpos.com/2010/05/gondok-bisa-sebabkan-kemandulan.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 27 May 2010 02:44:55 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Kesehatan]]></category> <category><![CDATA[medan]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.hariansumutpos.com/?p=48540</guid> <description><![CDATA[MEDAN-Penyakit gondok (tiroid) bisa menyebabkan kemandulan dan gangguan pertumbuhan janin pada ibu hamil. Menurut dr Mardianto SpPD saat menyampaikan makalahnya dalam seminar memperingati Hari Tiroid se-dunia, Selasa (25/5) di ruang rapat RSU dr Pirngadi Medan mengatakan, penyakit tiroid dapat membesar disebabkan beberapa faktor, di antaranya disebabkan berlebihnya produksi hormon dan karena kekurangan yodium. “Ini sering [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>MEDAN-Penyakit gondok (tiroid) bisa menyebabkan kemandulan dan gangguan pertumbuhan janin pada ibu hamil. Menurut dr Mardianto SpPD saat menyampaikan makalahnya dalam seminar memperingati Hari Tiroid se-dunia, Selasa (25/5) di ruang rapat RSU dr Pirngadi Medan mengatakan, penyakit tiroid dapat membesar disebabkan beberapa faktor, di antaranya disebabkan berlebihnya produksi hormon dan karena kekurangan yodium.</p><p>“Ini sering terjadi pada masyarakat walaupun tidak seperti penyakit diabetes mellitus. Namun komplikasinya bisa kepada yang lain,” sebutnya. Meski belum ada data jumlah penderita penyakit gondok di Indonesia karena sedang dilakukan penelitian, hypertiroid atau terlalu banyaknya hormon-hormon tiroid di dalam tubuh, dapat berdampak kepada jantung. Bahkan, kalau terjadi pembesaran terjadi gangguan pada leher dan kalau lebih besar lagi dapat menyebabkan kanker tiroid.</p><p>Dirut RSU dr Pirngadi Medan, dr Dewi Fauziah Syahnan SpTHT mengatakan, adapun kegiatan ini diadakan sebagai pemahaman terhadap masyarakat awam dan pasien yang mengalami tiroid  agar lebih tanggap dalam menyikapi penyakit tersebut. (mag-21)</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.hariansumutpos.com/2010/05/gondok-bisa-sebabkan-kemandulan.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Plasmacluster Ions Mampu  Menonaktifkan Virus Flu Babi</title><link>http://www.hariansumutpos.com/2010/05/plasmacluster-ions-mampu-menonaktifkan-virus-flu-babi.html</link> <comments>http://www.hariansumutpos.com/2010/05/plasmacluster-ions-mampu-menonaktifkan-virus-flu-babi.html#comments</comments> <pubDate>Mon, 24 May 2010 02:43:40 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Kesehatan]]></category> <category><![CDATA[flu babi]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.hariansumutpos.com/?p=48022</guid> <description><![CDATA[Dibuktikan Dalam Penelitian Bersama dengan Retroscreen Virology Ltd Inggris Sejak ditetapkan pada Juni 2009 sebagai pandemi oleh WHO (World Health Organization), sampai 8 November 2009 tercatat 885.052 orang positif terkena influenza A H1N1 atau lebih dikenal dengan nama flu babi (sumber: Wikipedia). Secara kumulatif  kasus positif influenza A H1N1 di Indonesia adalah 1.097 orang diantaranya [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dibuktikan Dalam Penelitian Bersama dengan Retroscreen Virology Ltd Inggris</strong></p><p><em>Sejak ditetapkan pada Juni 2009 sebagai pandemi oleh WHO (World Health Organization), sampai 8 November 2009 tercatat 885.052 orang positif terkena influenza A H1N1 atau lebih dikenal dengan nama flu babi (sumber: Wikipedia). Secara kumulatif  kasus positif influenza A H1N1 di Indonesia adalah 1.097 orang diantaranya 10 orang telah meninggal. </em></p><p>Jakarta, 10 November 2009 &#8211; Sharp Corporation bekerjasama dengan Retroscreen Virology Ltd. yang didirikan oleh Profesor John S. Oxford (University of London, United Kingdom) telah membuktikan bahwa ion plasmacluster dengan kepadatan tinggi mampu mengurangi aktivitas dari virus influenza H1N1 tipe baru (dikenal dengan Flu Babi), dalam kondisi pasif maupun aktif di udara.</p><p>Pada eksperimen terbaru yang dilakukan selama 2 jam, terbukti bahwa ion Plasmacluster mengurangi 99.9% aktivitas virus influenza H1N1 tipe baru (dikenal dengan Flu Babi) dalam kondisi pasif (virus diletakkan di cawan petri dengan konsentrasi 300.000 ions/cm3). Eksperimen lainnya dilakukan selama 40 menit, dengan virus influenza H1N1 tipe baru dengan kondisi aktif (ditempatkan di dalam kotak eskperimen dengan volume 1 m3, konsentrasi 25.000 ions/cm3), ion Plasmacluster mengurangi 95% aktivitas virus.</p><p>“Eksperimen yang telah kami lakukan memperlihatkan bahwa ion Plasmacluster sangat efektif dalam melawan kedua jalur infeksi. Keuntungan terbesar dari teknologi adalah dapat diaplikasikan untuk melawan banyak virus, seperti yang sudah terbukti melalui eksperimen kami, ke-efektif-annya tak hanya untuk melawan virus flu burung H5N1 tapi juga untuk melawan virus influenza tipe baru H1N1 (dikenal dengan Flu Babi)”, ujar Prof. John S. Oxford, Profesor Virology pada Barts and The London, Queen Mary’s School of Medicine and Dentistry, Universitas London.<br /> Virus yang aktif bisa berbentuk partikel cairan (disebut penularan melalui partikel cairan yaitu ketika partikel cairan mempunyai diameter antara 5 µm dan 10 µm dan menginfeksi) atau penularan melalui udara (ketika partikel di udara mempunyai diameter antara 1 µm and 5 µm dan menginfeksi). Keampuhan dari ion Plasmacluster untuk mengurangi aktivitas dari virus yang ada di udara telah terbukti seperti pada virus influenza H1N1 yang terdapat pada manusia, virus flu burung (H5N1), juga pada Corona, SARS, Polio dan virus Coxsackie.</p><p>Pada 2002, keamanan dari ion plasmacluster dengan kepadatan tinggi juga telah terbukti*, dan pada 2006 bekerjasama dengan beberapa institusi akademis*, menerangkan mekanisme di balik kemampuan ion Plasmacluster untuk menghancurkan protein berbentuk paku yang memicu infeksi pada permukaan virus.</p><p>Kini SHARP menghadirkan 2 seri produk Air Purifier terbaru antara lain seri KC-930E dengan keunggulan: menjaga kelembaban udara yang mampu menghasilkan 7000 butir ion untuk hasil pemurnian udara yang lebih baik, mampu menjaga tingkat normal kelembaban udara dan menghilangkan listrik statis yang umumnya muncul karena udara kering, efektif untuk menghadapi bau tidak sedap dan bau yang melekat pada bahan dan pakaian.</p><p>Sedangkan seri FU-Y30E mempunyai keunggulan teknologi Plasmacluster Generasi 7 (7000 ion/cm3), konsentrasi ion positif (H+) &amp; ion negatif (O2) lebih tinggi, menonaktifkan virus, bakteri, penyebab alergi dan menghilangkan berbagai macam bau di ruangan serta udara yang dialirkan dapat diatur sesuai kebutuhan.</p><p>“Keunggulan lain dari kedua seri terbaru tersebut adalah bisa didapat dengan harga yang terjangkau. Seri seri FU-Y30E dipasarkan dengan kisaran harga 1.5 juta dan untuk seri KC-930E dipasarkan 2 juta rupiah” tutur Andry Adi Utomo, Assisten General Manager Home Appliance PT Sharp Electronics Indonesia.</p><p>Pada saat ini SHARP menguasai pangsa pasar air purifier sebesar 80% , untuk penjualan seri terbarunya SHARP menetapkan target penjualan sebesar 2500 unit per bulan. Teknologi SHARP Ion Plasmacluster dikombinasikan dengan berbagai produk SHARP, mulai dari AC, Lemari Es, bahkan teknologi Plasmacluster pun telah dipakai oleh industri lain dalam berbagai produk, mulai dari mobil sampai elevator dan toilet.</p><p>“Saya percaya bahwa teknologi ini merupakan satu dari tindakan yang dapat kita ambil untuk melindungi diri kita dari ancaman virus-virus, sebagai tambahan kita dapat menggunakan masker dan mencuci tangan”, tutur Prof.John S. Oxford.</p><p>Lindungi keluarga anda dari ancaman bahaya udara kotor, virus dan bakteri di sekitar anda dengan menggunakan produk-produk berteknologi Plasmacluster dari SHARP. Kedepannya SHARP akan terus memberikan lini produk baru yang dirancang untuk memperbaiki kondisi udara di dalam ruangan sebagai wujud nyata kontribusinya terhadap kesehatan masyarakat. (*)</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.hariansumutpos.com/2010/05/plasmacluster-ions-mampu-menonaktifkan-virus-flu-babi.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Jangan Takut Makan Alpukat</title><link>http://www.hariansumutpos.com/2010/05/jangan-takut-makan-alpukat.html</link> <comments>http://www.hariansumutpos.com/2010/05/jangan-takut-makan-alpukat.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 23 May 2010 02:58:01 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Kesehatan]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.hariansumutpos.com/?p=47798</guid> <description><![CDATA[Beberapa orang mungkin menghindari buah yang satu ini. Kandungan lemak nabati yang tinggi membuat orang berpikir dua kali untuk memakannya. Padahal manfaatnya bagi tubuh cukup baik selama di konsumsi sesuai aturan. Simak info lengkapnya di sini!Alpukat, buah yang rasanya gurih seperti mentega dengan warna daging buah yang kuning menggoda ini ternyata tidak semua orang menyukainya. [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa orang mungkin menghindari buah yang satu ini. Kandungan lemak nabati yang tinggi membuat orang berpikir dua kali untuk memakannya. Padahal manfaatnya bagi tubuh cukup baik selama di konsumsi sesuai aturan. Simak info lengkapnya di sini!Alpukat, buah yang rasanya gurih seperti mentega dengan warna daging buah yang kuning menggoda ini ternyata tidak semua orang menyukainya. Bukan karena rasanya tapi karena menghindari lemak yang terdapat di dalamnya. Banyak yang menduga kalau alpukat ini mengandung lemak jahat bagi tubuh, padahal kalau mengkonsumsi dengan cara yang benar justru akan membawa manfaat yang baik untuk tubuh.<br /> Dibandingkan dengan buah lainnya, alpukat memang mengandung lemak paling tinggi. Tapi lemak yang terdapat di dalanmnya merupakan lemak tak jenuh tunggal yang sering disebut dengan omega-9. Lemak ini justru baik untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.</p><p>Dengan mengkonsumsi alpukat secara rutin dengan mengurangi asupan gorengan, makanan bersantan, dan makanan berlemak lainnya perlahan-lahan kolesterol pun akan turun. Tentu saja mengkonsumsi alpukat ini jangan dibarengi dengan campuran lainnya. Tidak menggunakan gula, susu, ataupun pemanis tambahan lainnya.</p><p>Selain lemak tak jenuh tunggal, alpukat juga mengandung vitamin E, vitamin A, dan klorofil yang baik untuk menjaga keremajaan kulit. Kombinasi ketiga nutrisi tersebut menjadikan alpukat sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas yang banyak diluaran. Menjaga sel-sel kulit tubuh menjadi kenyal dan tentunya bikin awet muda.</p><p>Seperti halnya pisang, alpukat juga mengandung kalium bahkan kandungannya 15 persen lebih tinggi dibandingkan dengan pisang. Separuh buah alpukat mengandung 548 mg kalium. Kalium sangat bermanfaat untuk tubuh guna menjaga tekanan darah, mengontrol debar jantung, dan juga menjaga fungsi saraf. Tak heran jika alpukat banyak dikonsumsi oleh mereka yang menderita tekanan darah tinggi (hipertensi).</p><p>Untuk Anda yang tidak memiliki masalah dengan berat badan, alpukat cukup baik untuk program meningkatkan bobot tubuh Anda. Selama mengkonsumsinya masih dalam jumlah yang normal dan tidak ditambahakan pemanis, manfaat baik akan dirasakan. Selamat mencoba.(net/jpnn)</p><p><img class="alignnone size-full wp-image-47799" title="21- avocadoctt" src="http://hariansumutpos.com/wp-content/uploads/2010/05/21-avocadoctt.jpg" alt="" width="360" height="270" /></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.hariansumutpos.com/2010/05/jangan-takut-makan-alpukat.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>April, 96 Penderita Baru HIV Positif</title><link>http://www.hariansumutpos.com/2010/05/april-96-penderita-baru-hiv-positif.html</link> <comments>http://www.hariansumutpos.com/2010/05/april-96-penderita-baru-hiv-positif.html#comments</comments> <pubDate>Thu, 20 May 2010 02:30:58 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Kesehatan]]></category> <category><![CDATA[hiv/aids]]></category> <category><![CDATA[medan]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.hariansumutpos.com/?p=47088</guid> <description><![CDATA[MEDAN-Selama bulan April 2010 ditemukan sebanyak 96 penderita baru positif HIV di Sumatera Utara, 26 diantaranya telah menjalani rujukan dan menggunakan Anti Retroviral (ARV) atau obat yang dikonsumsi bagi penderita AIDS. Project Officer Global Fund-AIDS Sumatera Utara, Andi Ilham Lubis  mengatakan dari data yang telah diterima, sejak Januari hingga April 2010 telah ditemukan 357 kasus [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>MEDAN-Selama bulan April 2010 ditemukan sebanyak 96 penderita baru positif HIV di Sumatera Utara, 26 diantaranya telah menjalani rujukan dan menggunakan Anti Retroviral (ARV) atau obat yang dikonsumsi bagi penderita AIDS.</p><p>Project Officer Global Fund-AIDS Sumatera Utara, Andi Ilham Lubis  mengatakan dari data yang telah diterima, sejak Januari hingga April 2010 telah ditemukan 357 kasus positif HIV di Sumut dari total 3.798 jumlah kunjungan.</p><p>Keterangan tersebut diperolehnya dari 15 layananVolluntary Conselling and Testing (VCT)n<br /> di tujuh kabupaten yang ada di Sumut.</p><p>“Jumlah tersebut masih memiliki kemungkinan bertambah mengingat masih ada beberapa layananan VCT baru yang belum berjalan maksimal. Jika layanan baru yang berada di dua kabupaten yaitu  Siantar dan Labuhan Batu mulai berjalan maksimal maka masih ada indikasi kasus baru pada tahun ini akan terus bertambah,” sebutnya.</p><p>Namun menilik pada tahun 2009 lalu, Januari hingga April, dari jumlah kunjungan sebanyak 3.386, sebanyak 374 pengunjung diantaranya positif HIV. Melihat angka tersebut, Andi mengatakan telah terjadi penurunan jumlah pada empat bulan pertama selama 2010 di bandingkan 2009 lalu.</p><p>“Melihat adanya penurunan data pada tahun lalu, jelas bahwa upaya yang telah dilakukan oleh Globul Fund dalam melakukan program pencegahan dan penanggulangan menuai hasil. Mengingat fenemone gunung es bagi penegidap HIV hampir setiap tahun akan terjadi peningkatan kasus, namun hal itu tidak terjadi pada tahun ini. Sehingga bisa dikatakan pada tahun ini promosi dan preventif program penanggulanagan AIDS sudah mulai berjalan,” ujarnya.</p><p>Andi juga mengatakan jumlah pengidap AIDS yang telah meninggal dunia sepanjang tahun 2010 sebanyak 42 0rang, sedangkan pada tahun 2009 jumlah pengidap AIDS yang telah meninggal dunia sebanyak 56 orang.</p><p>“Meskipun laju penemuan kasus penemuan HIV sudah mulai melambat, bukan berarti pada bulan berikutnya akan terjadi  hal yang sama. Sehingga diharapkan ke depannya laju penularan lebih lamban, khususnya pada kasus baru,” ucapnya.(mag-21)</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.hariansumutpos.com/2010/05/april-96-penderita-baru-hiv-positif.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Medical Expo IDI Sumut</title><link>http://www.hariansumutpos.com/2010/05/medical-expo-idi-sumut.html</link> <comments>http://www.hariansumutpos.com/2010/05/medical-expo-idi-sumut.html#comments</comments> <pubDate>Fri, 14 May 2010 03:27:43 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Kesehatan]]></category> <category><![CDATA[IDI]]></category> <category><![CDATA[medan]]></category> <category><![CDATA[usu]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.hariansumutpos.com/?p=45847</guid> <description><![CDATA[MEDAN- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut menggelar Medical Expo dengan tema Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan di Sumatera Utara di Tiara Convention Hall, Kamis (13/5). Ketua Panitia, dr Ramlan Sitompul mengatakan, acara tersebut menyertakan rumah sakit-rumah sakit, serta klinik-klinik kesehatan lokal. “Ini adalah even pertama yang menyertakan segenap rumah sakit swasta dan negeri, klinik serta perusahaan-perusahaan [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>MEDAN- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut menggelar Medical Expo dengan tema Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan di Sumatera Utara di Tiara Convention Hall, Kamis (13/5).</p><p>Ketua Panitia, dr Ramlan Sitompul mengatakan, acara tersebut menyertakan rumah sakit-rumah sakit, serta klinik-klinik kesehatan lokal. “Ini adalah even pertama yang menyertakan segenap rumah sakit swasta dan negeri, klinik serta perusahaan-perusahaan farmasi khusus lokal. Ini merupakan bentuk eksistensi dari rumah sakit-rumah sakit dan klinik lokal. Karena selama ini, penyelenggaraan expo-expo sebelumnya selalu menyertakan rumah sakit-rumah sakit asing. Jadinya, tidak dipungkiri orientasi masyarakat selalu menjurus dan merujuk ke rumah sakit-rumah sakit asing, apabila masyarakat terkena penyakit yang berat. Misalnya operasi atau periksa kesehatan,” tegas Ramlan Sitompul.</p><p>Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan, dr Syah Mirsya Warli SPU. Menurutnya, rumah sakit-rumah sakit serta para dokternya memiliki kemampuan yang tak kalah dengan yang dari luar negeri. Makanya, untuk ke depan bagi masyarakat Sumatera Utara dan Medan tidak perlu khawatir dan ragu untuk berobat dan memeriksakan<br /> kesehatan di rumah sakit-rumah sakit di dalam negeri.</p><p>“Kalau di dalam negeri memiliki kualitas yang sama dengan dengan luar negeri, kenapa harus ke luar negeri untuk berobatnya,” tegasnya.</p><p>Dikatakannya, Medical Expo tersebut diikuti oleh sejumlah rumah sakit-rumah sakit lokal seperti RS dr Pirngadi Medan, RS Malahayati, RS Adam Malik, RS Materna dan rumah sakit-rumah sakit serta klinik-klinik lainnya. Peserta expo tersebut, menyediakan fasilitas-fasilitas pemeriksaan dan pengobatan. Selain stan-stan, Medical Expo yang rencananya akan digelar selama tiga hari  mulai 13-15 Mesi mendatang juga menggelar seminar.</p><p>Seminar hari pertama mengenai hipertensi, diisi oleh pembicara dan dokter lokal yakni, dr Sali Rasafi Nasution, SSpPD KGH. Seminar season kedua pada hari pertama juga diisi pembicara lokal yakni, dr Mardianto, SpPD yang membahas tentang hidup bahagia dengan diabetas mellitus.<br /> Jadwal pembicara pada hari kedua akan diisi oleh Prof Dr Achsanuddin Hanafie, SPAn-KIC dengan materi pembahasan terapi cairan pada kasus gawat darurat, acara seminar dimulai pada pukul 08.00 WIB-08.30 WIB. Selanjutnya akan diisi denga seminar lainnya mengenai deabetik retinopati oleh dr Heri Purwoko, SPM yang dimulai pada pukul 08.30 WIB hingga 09.00 WIB. Pada pukul 09.45 WIB dilanjutkan dengan seminar yang membahas penanganan multyple injury pada layanan gawat darurat oleh dr Asrul, SPB KBD, selanjutnya akan diteruskan dengan menghadirkan pembicara lainnya yakni, dr M Ali SPA (K) dengan membahas persoalan peran AA dan DHA pada tumbuh kembang anak. Kemudian dilanjutkan dengan dr Amira Tarigan, SpP yang membahas tentang terapi inhalasi pada kasus gangguan pernafasan. Dan masih ada beberapa seminar kesehatan lainnya.</p><p>Untuk hari ketiga, Sabtu (15/5) akan menghadirkan pembicara dr Adlin Adnan, Sp THT KL yang membahas tentang deteksi dini gangguan pendengaran pada bayi dan anak. Seminar tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 WIB-08.30 WIB. bukan itu saja, pada hari ketiga tersebut juga masih diisi dengan sejumlah kegiatan seminar yang menghadirkan pembicara-pembicara yang profesinal.</p><p>“Acara ini akan diproyeksikan terselenggara pada setiap tahunnya di bulan Mei. Untuk tanggal tepatnya akan dibicarakan lagi,” kata dr Henry Salim Siregar, SpOG. (mag-13)</p><p><img class="alignnone size-full wp-image-45848" title="medical-expo" src="http://hariansumutpos.com/wp-content/uploads/2010/05/medical-expo.jpg" alt="" width="300" height="188" /></p><p>[ketgambar]STAN USU: Stan Fakultas Kedokteran USU di acara Medical Expo 2010 13-15 Mei 2010 di Tiara Convensional Hall, Kamis (13/5).//ANDRI GINTING/SUMUT POS[/ketgambar]</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.hariansumutpos.com/2010/05/medical-expo-idi-sumut.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- Served from: www.hariansumutpos.com @ 2010-07-31 07:15:37 by W3 Total Cache -->