<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" ><channel><title>Harian Sumut Pos &#187; Kuliner</title> <atom:link href="http://www.hariansumutpos.com/rubrik/kuliner/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://www.hariansumutpos.com</link> <description>Harian Sumut Pos</description> <lastBuildDate>Sat, 31 Jul 2010 05:23:05 +0000</lastBuildDate> <language>id</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator> <item><title>Omelet Jawa</title><link>http://www.hariansumutpos.com/2010/07/omelet-jawa.html</link> <comments>http://www.hariansumutpos.com/2010/07/omelet-jawa.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 18 Jul 2010 00:56:36 +0000</pubDate> <dc:creator>ipoel</dc:creator> <category><![CDATA[Kuliner]]></category> <category><![CDATA[resep]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.hariansumutpos.com/?p=56242</guid> <description><![CDATA[Bahan : 3 butir telur ayam ½ sdt merica bubuk 20 buah cabai rawit hijau, bersihkan iris kasar 3 batang daun bawang, iris halus Minyak jelantah bersih (bekas menggoreng) Tumbuk kasar: 3 butir bawang merah 2 siung bawang putih ½ sdt terasi goreng 1 sdt garam Cara Membuatnya Kocok telur bersama merica dan bumbu yang [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bahan</strong> :</p><ul><li>3 butir telur ayam</li><li>½ sdt merica bubuk</li><li>20 buah cabai rawit hijau, bersihkan iris kasar</li><li>3 batang daun bawang, iris halus</li><li>Minyak jelantah bersih (bekas menggoreng)</li></ul><p><strong>Tumbuk kasar:</strong></p><ul><li>3 butir bawang merah</li><li>2 siung bawang putih</li><li>½ sdt terasi goreng</li><li>1 sdt garam</li></ul><p><strong>Cara Membuatnya</strong></p><ol><li>Kocok telur bersama merica dan bumbu yang ditumbuk kasar hingga rata.</li><li>Masukkan cabai rawit dan daun bawang. Aduk hingga rata.</li><li> Panaskan wajan dadar bertangkai besi, beri minyak jelantah.</li><li> Masukkan campuran telur, masak hingga pinggirnya kering.</li><li> Tiriskan minyaknya lalu panggang omelet dalam wajan di     dalam oven panas selama 10 menit.</li><li>Angkat, sajikan hangat.(net/jpnn)</li></ol> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.hariansumutpos.com/2010/07/omelet-jawa.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Sour Sally</title><link>http://www.hariansumutpos.com/2010/07/sour-sally.html</link> <comments>http://www.hariansumutpos.com/2010/07/sour-sally.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 18 Jul 2010 00:52:43 +0000</pubDate> <dc:creator>ipoel</dc:creator> <category><![CDATA[Kuliner]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.hariansumutpos.com/?p=56240</guid> <description><![CDATA[Sour Sally Frozen Yougart diolah dari susu fermentasi dengan kualitas terbaik dari Amerika Serikat. Tersedia dalam tiga buah rasa yougart yaitu plain, original dan pinklicious. Semua orang bisa memilih topping favoritnya yang tersedia dalam 20 jenis buah-buahan cereals. Buah-buahan yang digunakan sebagai topping memanfaatkan buah segar tanpa sedikitpun bahan pengawet semisal kuweni, anggur, apel, jeruk [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Sour Sally Frozen Yougart diolah dari susu fermentasi dengan kualitas terbaik dari Amerika Serikat. Tersedia dalam tiga buah rasa yougart yaitu plain, original dan pinklicious. Semua orang bisa memilih topping favoritnya yang tersedia dalam 20 jenis buah-buahan cereals. Buah-buahan yang digunakan sebagai topping memanfaatkan buah segar tanpa sedikitpun bahan pengawet semisal kuweni, anggur, apel, jeruk dan lain sebagainya.</p><p>Rasanya yang luar biasa serta unik dengan perpaduan asam-manis yang pas, segar, ringan dan thrilling ini, membuat seseorang yang mencobanya menjadi ingin coba lagi dan lagi.</p><p>Terlebih lagi Sour Sally Frozen Yougart ini tidak meninggalkan aftertaste yang membuat eneg atau rasa tidak enak di tenggorokan.<br /> Sour Sally Frozen Yougart dijamin tidak menimbulkan rasa bersalah dan bisa dinikmati tanpa harus jaim karena takut badan jadi melar atau tidak sehat. Pasalnya Sour Sally Frozen Yougart dibuat dari baham-bahan kualitas terbaik.  (mag-2)</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.hariansumutpos.com/2010/07/sour-sally.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Makanan Ala Amerika Hadir di Medan</title><link>http://www.hariansumutpos.com/2010/07/makanan-ala-amerika-hadir-di-medan.html</link> <comments>http://www.hariansumutpos.com/2010/07/makanan-ala-amerika-hadir-di-medan.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 18 Jul 2010 00:45:34 +0000</pubDate> <dc:creator>ipoel</dc:creator> <category><![CDATA[Kuliner]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.hariansumutpos.com/?p=56238</guid> <description><![CDATA[Sour Sally tidak asing lagi di kalangan komunitas facebook dan twitter. Makanan ini tidak mengandung lemak sehingga pas dikonsumsi siapa saja. ini makanan ala Amerika dengan brand khas Indonesia hadir di Lower Ground Floor Sun Plaza Medan, nama tempatnya Sour Sally Frozen Yougart. Sour Sally tersedia dalam tiga buah rasa yougart yaitu plain, original dan [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><em>Sour Sally tidak asing lagi di kalangan komunitas facebook dan twitter. Makanan ini tidak mengandung lemak sehingga pas dikonsumsi siapa saja. </em></p><p>ini makanan ala Amerika dengan brand khas Indonesia hadir di Lower Ground Floor Sun Plaza Medan, nama tempatnya Sour Sally Frozen Yougart.<br /> Sour Sally tersedia dalam tiga buah rasa yougart yaitu plain, original dan pinklicious. Bahan dasarnya buah-buahan dan yougart.</p><p>Fabian Prasetya, Public Relations Executive Sour Sally Frozen Yougart mengatakan, mengkonsumsi yougart saat ini telah menjadi tren baru yang sedang booming di seluruh dunia.</p><p>Menurutnya, selama ini biasanya tempat santai didominasi kedai Coffee Shop dan Cafe. Namun dominasi tersebut sudah mulai dipatahkan oleh gerai-gerai Frozen Yougart.</p><p>“Frozen Yougart menjadi lebih diminati, sebab selain rasanya menyegarkan tetapi frozen yougart juga disajikan dengan berbagai topping yang unik. Selain rasanya yang enak, banyak juga khasiat dari yougart yang bermanfaat bagi kesehatan kita,” ungkapnya.</p><p>Presiden Director Sour Sally, Donny Pramono, mengaku bangga dan senang dengan kehadiran Sour Sally di Medan. Dia bercerita, awalnya Sour Sally dimulai dari sebuah gerai kecil pada dua tahun lalu, di salah satu mal di Jakarta yang terkenal dengan antreannya yang fenomenal. Namun dalam usianya yang masih dua tahun Sour Sally sudah bisa melakukan ekspansi ke Pulau Sumatera dan hadir pertama kali di Sun Plaza Medan.</p><p>“Saya sangat bangga dan senang akhirnya Sour Sally dapat menjawab permintaan dari para pecinta Sour Sally yang sudah tak sabar menanti kehadiran Sour Sally di Medan,” ujar Donny Pramono.</p><p>Lebih lanjut Pramono mengatakan Kota Medan sebagai salah satu kota besar di Indonesia, sehingga dia berharap Sour Sally bisa sukses dalam membawa demam menyehatkan Sour Sally ini di kota besar lainnya di Indonesia.</p><p>“Medan merupkan otlet ke-26 Sour Sally yang sudah selama 2 tahun terus memberikan yang terbaik bagi para penggemarnya. Medan merupakan outlet pertama di pulau Sumatera dimana 17 outlet tersebar di Jakarta, 3 outlet di Bandung, 3 outlet di Surabaya dan 2 di pulau Dewata, Bali,” terangnya lagi. (mag-2)</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.hariansumutpos.com/2010/07/makanan-ala-amerika-hadir-di-medan.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Toast Tuna</title><link>http://www.hariansumutpos.com/2010/07/toast-tuna.html</link> <comments>http://www.hariansumutpos.com/2010/07/toast-tuna.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 18 Jul 2010 00:07:15 +0000</pubDate> <dc:creator>ipoel</dc:creator> <category><![CDATA[Kuliner]]></category> <category><![CDATA[resep]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.hariansumutpos.com/?p=56243</guid> <description><![CDATA[Bahan 1 buah roti Prancis, potong menyerong 2 cm Olesan: 150 g daging ikan tuna kalengan, tiriskan dan haluskan 75 g liver pate ½ sdm air jeruk lemon 3 sdm mayones botolan 1 sdt daun basil segar, cincang halus ½ sdt merica bubuk 1 sdt garam Taburan: 10 buah tomat ceri, belah-belah 10 lembar duan [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bahan</strong></p><ul><li> 1 buah roti Prancis, potong menyerong 2 cm</li></ul><p><strong>Olesan:</strong></p><ul><li>150 g daging ikan tuna kalengan, tiriskan dan haluskan</li></ul><p>75 g liver pate</p><ul><li>½ sdm air jeruk lemon</li><li>3 sdm mayones botolan</li><li>1 sdt daun basil segar, cincang halus</li><li>½ sdt merica bubuk</li><li>1 sdt garam</li></ul><p><strong>Taburan:</strong></p><ul><li>10 buah tomat ceri, belah-belah</li><li>10 lembar duan basil segar, cincang halus</li></ul><p><strong>Cara Membuatnya:</strong></p><ol><li> Panggang roti sebentar dalam oven hingga agak kering.</li><li>Olesan: Campur semua bahan hingga rata.</li><li>Olesi tiap permukaan roti dengan adonan Olesan.</li><li>Beri Taburan.</li><li> Sajikan segera.(net/jpnn)</li></ol> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.hariansumutpos.com/2010/07/toast-tuna.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Minum Teh, Bangkitkan Semangat</title><link>http://www.hariansumutpos.com/2010/07/minum-teh-bangkitkan-semangat.html</link> <comments>http://www.hariansumutpos.com/2010/07/minum-teh-bangkitkan-semangat.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 11 Jul 2010 01:44:43 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Kuliner]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.hariansumutpos.com/?p=55642</guid> <description><![CDATA[Meminum teh di waktu senggang dan santai bersama teman adalah hal yang mengasyikan. Nah, kebiasaan tersebut dapat berevolusi menjadi bisnis, kemudian merembet ke upaya menyadarkan masyarakat dengan pembangunan karakter kerukunan antar etnis. “Semula hanyalah pertemuan yang dipenuhi oleh pikiran mengenai adanya tradisi yang mulai hilang. Tradisi itu adalah seduh teh. Tradisi ini kemudian kami bangkitkan [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><em>Meminum teh di waktu senggang dan santai bersama teman adalah hal yang mengasyikan. </em></p><p>Nah, kebiasaan tersebut dapat berevolusi menjadi bisnis, kemudian merembet ke upaya menyadarkan masyarakat dengan pembangunan karakter kerukunan antar etnis.</p><p>“Semula hanyalah pertemuan yang dipenuhi oleh pikiran mengenai adanya tradisi yang mulai hilang. Tradisi itu adalah seduh teh. Tradisi ini kemudian kami bangkitkan kembali,” ungkap Pemilik Kedai Ho Teh Tiam (Kedai Teh Berkualitas) Jalan Monginsidi Endar Hadi Purwanto, kepada wartawan, kemarin (9/7).</p><p>Endar yang juga Sekretaris MTC (Medan Tea Club) ini mengatakan, belakangan, tradisi itu bukan hanya menjadi usaha komersial, tetapi juga simbol keterbukaan etnis Tionghoa Medan yang selama ini terstigma sebagai komunitas tertutup.</p><p>“Awalnya kami berkumpul dengan sesama penggemar teh. Pertemuan itu digunakan untuk menjalin hubungan dan lebih banyak untuk mengisi hari tua,” ujar Endar yang juga pendiri komunitas pencinya teh.<br /> Dari pertemuan itu, mereka mengetahui ada tradisi yang hilang dalam kebiasaan minum teh yang dibawa leluhur mereka ke nusantara. Akhirnya mereka mencari sejumlah tetua yang masih paham betul bagaimana cara menyeduh teh.</p><p>Kemudian mereka juga mencari ahli dari berbagai negara yang paham mengenai tradisi seduh teh itu. Dari berbagai kisah dan juga pengetahuan yang dikumpulkan, anggota komunitas itu akhirnya menemukan kembali dan memahami tradisi seduh teh sebenarnya. “Pada dasarnya, seduh teh merupakan hal yang sederhana, namun tidak dipahami banyak orang. Pengolahan teh yang baik akan mempengaruhi harga, rasa dan aroma. Akan tetapi, penyeduhan yang benar akan memengaruhi khasiat dan mutunya,” terang Endar.</p><p>Endar juga memaparkan, sebelum diseduh, sebaiknya perlengkapan minum seperti gelas dan poci dicuci dengan air hangat agar bersih. Selanjutnya, sambungnya, daun teh yang akan diseduh dicuci dengan air hangat. Lebih lanjut Endar mengatakan, kemudian teh dimasukkan ke poci.</p><p>Sebagai tambahan, sambungnya, jangan biarkan sisa teh yang telah diseduh terendam dalam air karena bisa menyebabkan teh menjadi basi. “Jika dibiarkan tanpa air, teh sebenarnya masih bisa diseduh ulang hingga beberapa kali,” ujarnya.</p><p>Jika saat ini Endar melestarikan tradisi seduh teh, bukan berarti pengetahuan tersebut dia dapatkan turun-temurun. Kecintaan pada teh mendorongnya tetap melestarikan kebiasaan itu. MTC kemudian mempertemukan para pencinta teh di kalangan etnis Tionghoa. Dari semula anggotanya hanya 42 orang, seiring waktu, anggota MTC mencapai ratusan orang.</p><p>Kedai ini menjadi sarana menyosialisasikan tradisi seduh teh. Tempat itu juga digunakan untuk mengajak mereka yang ingin belajar mengenai tradisi seduh teh. Kedai ini merupakan kedai untuk semua orang dari berbagai golongan yang dipersilakan mengenal tradisi seduh teh yang benar sambil berkumpul.</p><p>Di samping memperkenalkan tradisi seduh teh, Endar mengaku ingin membumikan tradisi minum teh, termasuk lebih memanfaatkan bahan-bahan dari dalam negeri sehingga bisa memberdayakan petani lokal.</p><p>Endar mengungkapkan pemahaman masyarakat Indonesia yang keliru tentang teh sebagai minuman kelas rendah harus dikikis.</p><p>Apalagi meminum teh dengan gula malah mengurangi kadar zat katekin, yakni zat yang mampu menangkal radikal bebas.  “Terutama katekin pada teh hijau sangat baik menjadi antioksidan alamiah bagi tubuh kita,” ujarnya. (saz)</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.hariansumutpos.com/2010/07/minum-teh-bangkitkan-semangat.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Hati-hati Memilih Bahan Perasa Makanan</title><link>http://www.hariansumutpos.com/2010/07/hati-hati-memilih-bahan-perasa-makanan.html</link> <comments>http://www.hariansumutpos.com/2010/07/hati-hati-memilih-bahan-perasa-makanan.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 11 Jul 2010 01:36:38 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Kuliner]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.hariansumutpos.com/?p=55641</guid> <description><![CDATA[Kini dengan bahan perasa (flavor), kita bisa menikmati berbagai rasa dengan harga yang lebih murah. Mulai dari rasa daging ayam, sapi, sampai rasa buah-buahan seperti jeruk, melon, atau strawberry. Tapi tahukah Anda apa yang ada dibalik bahan perasa tersebut? Harus diakui saat ini hampir setiap makanan dan minuman olahan yang beredar di pasaran tidak terlepas [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Kini dengan bahan perasa (flavor), kita bisa menikmati berbagai rasa dengan harga yang lebih murah. Mulai dari rasa daging ayam, sapi, sampai rasa buah-buahan seperti jeruk, melon, atau strawberry. Tapi tahukah Anda apa yang ada dibalik bahan perasa tersebut?</p><p>Harus diakui saat ini hampir setiap makanan dan minuman olahan yang beredar di pasaran tidak terlepas dari bahan perasa buatan. Mulai dari snack anak-anak, permen, kue, sampai minuman ringan, jus buah, dan susu hampir semuanya menggunakan bahan tersebut.</p><p>Bahan perasa atau flavor memang sudah menjadi kebutuhan bagi industri pangan dewasa ini. Dengan bahan perasa tersebut para produsen bisa menghasilkan berbagai rasa hanya dengan mengubah rasa alias flavor yang digunakan. Misalnya saja pada sirup bahan dasarnya adalah air dan gula. Namun dengan ditambahkan flavor dapat dihasilkan berbagai jenis minuman dengan rasa yang berbeda.</p><p>Pemicu pengunaan bahan perasa sebenarnya adalah langkanya bahan baku yang menjadi dasar pembuatan produk itu sendiri. Misalnya saja pada hasil pertanian, biasanya bahan pangan yang dihasilkan mengalami perubahan mutu dan rasa seiring dengan perubahan musim dan iklim. Padahal perbedaan mutu dan rasa tersebut tidak diinginkan oleh konsumen. Sehingga dalam produk industri dipakailah bahan perasa untuk mentabilkan mutu dan rasa.<br /> Bahan perasa sendiri dari segi pembuatannya dibedakan menjadi dua, yaitu flavor natural (alami) dan sintetis (buatan). Perasa alami diambil dari bahan-bahan alami, misaknya rasa bawang maka diambil dari ekstrak bawang dan rasa ayam diambil dari sari ayam.</p><p>Nah, sedangkan untuk perasa buatan dihasilkan dari bahan-bahan sintetis. Misalnya saja dari sintetis bahan-bahan kimia yang berasal dari turunan minyak bumi. Bahan-bahan tersebut memiliki karakter seperti penyusun rasa tertentu. Misal butyl butirate yang memiliki rasa mirip pir dan nanas.(net/jpnn)</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.hariansumutpos.com/2010/07/hati-hati-memilih-bahan-perasa-makanan.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Sop Tanpa Lemak</title><link>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/sop-tanpa-lemak.html</link> <comments>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/sop-tanpa-lemak.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 27 Jun 2010 02:48:27 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Kuliner]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.hariansumutpos.com/?p=54111</guid> <description><![CDATA[Berbahan Pala Sop tidak asing lagi bagi pencinta kuliner, khususnya di Kota Medan. Alasannya, hampir semua rumah makan menyediakan menu dari bahan baku daging ini. Tapi soal rasa pasti beda, setiap rumah makan memiliki ciri khas tersediri. Ada baiknya kita membahas sop yang disajikan Rumah Makan (RM) Hj Uty Jalan Besar Medan-Tanjungmorawa. Sepintas tidak ada [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Berbahan Pala</strong></p><p><em>Sop tidak asing lagi bagi pencinta kuliner, khususnya di Kota Medan. Alasannya, hampir semua rumah makan menyediakan menu dari bahan baku daging ini. Tapi soal rasa pasti beda, setiap rumah makan memiliki ciri khas tersediri. </em></p><p>Ada baiknya kita membahas sop yang disajikan Rumah Makan (RM) Hj Uty Jalan Besar Medan-Tanjungmorawa. Sepintas tidak ada yang beda dengan  rumah makan yang khusus menyajikan sop ini, tempatnya sederhana berdindingkan gedek dan beratapkan daun rumbia.</p><p>Tepat 15 Juli 2008 RM Hj Uty dikunjungi Host Program Televisi Wisata Kuliner, Bondan Winarno, padahal warung itu beroperasi 2004 lalu. “Waktu itu saya heran kenapa rumah makan saya disinggapi pak Bondan. Perasaan saya gembira dan bangga,” kata Hj Dara Sukmalia, Pemilih RM Hj Uty.</p><p>Awal mulanya, ibu tiga anak berdarah Jawa-Banjar ini tidak menyangka usahanya akan maju seperti sekarang ini. Soalnya pertama kali buka untuk menghabiskan 1,5 kg daging sulit. Tapi sekarang untuk menghabiskan 12 kg gampang.</p><p>Bak seperti magnet, saat jam makan tiba pengunjung tanpa diundang singgah makan di RM Hj Uty. Bahkan, 30 kursi yang disediakan kadang kala kurang untuk menampung para pengunjung. Tapi untungnya pengunjung datang silih berganti. Datang, makan dan pulang. “Seperti inilah kondisi sekarang,” ungkap perempuan yang mengenakan jilbab ini. Yang buat penasaran kenapa RM ini jadi favorit?</p><p>Dari hasil wawancara dengan beberapa pengunjung, sop yang disajikan RM Hj Uty beda dengan sop lain. Dari sisi rasa, sop Hj Uty luar biasa. Aroma rempah-rempah (pala dan merica) menambah selera makan. Selain itu, daging yang disajikan juga daging asli tanpa lemak.</p><p>Hal ini juga diakui, Dara Sukmalia. Dia bilang setiap kali membeli daging untuk bahan baku sop  tidak pernah diikutkan lemaknya. “Yang kita sajikan daging asli agar tidak lengket-lengket di mulut. Kalau pun ada sop saya yang pakai lemak itu berdasarkan permintaan pembeli,” ungkapnya. (dra)</p><p>&#8212;</p><h2>Resep Belanda</h2><p>RM Hj Uty juga dikenal dengan usaha turun temurun dimulai zaman Belanda tahun 1926. Menurut Dara Sukmalia, yang pertama kali paham dengan resep pembuatan sop ini adalah Uak angkat Dara Sukmalia yang menikah dengan warga Belanda. “Dulu zaman penjajah, Belanda menguasai Medan dan Uak angkat saya itu  ikut sama Belanda. Dari situlah dia tahu resep-resep memasak yang enak,” ungkap Dara Sukmalia.</p><p>Kemudian, ilmunya diturunkan kepada Nenek Dara Sukmalia, lalu diturunkan lagi kepada orangtua Dara Sukmalia. Dari sembilan bersaudara hanya Dara Sukmalia yang suka masak-memasak hingga akhirnya resep pembuatan sop itu dikuasainya. Dengan modal coba-coba, Dara Sukmalia membuka usaha sendiri. Tapi sebelum buka usaha, dia dan suaminya keliling Kota Medan untuk merasakan sop buatan orang lain. “Wah kami sudah keliling Kota Medan, setiap ada sop kami pasti beli. Penilaian anak saya bahwa sop saya lebih enak dibandingkan sop orang lain,” ungkapnya.</p><p>Kemudian, rasa Percaya Diri (PD) Dara Sukmalia muncul hingga akhirnya dia membuka warung di Tanjungmorawa. “Suami saya pensiunan dari PTPN II. Jadi yang ada di benak saya dulu kalau sudah pensiun jualan sop,” katanya. Tapi sekarang, Dara Sukmalia melihat anaknya yang nomor dua suka masak-masak dan akan menjadi pewaris respo sop ini. (dra)</p><p><img class="alignnone size-full wp-image-54112" title="sop-tanjung-morawa" src="http://hariansumutpos.com/wp-content/uploads/2010/06/sop-tanjung-morawa.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p><p>[ketgambar]SIAP SAJI: Dara Sukmalia (kiri) dan kakaknya menunjukkan sop racikannya.//candra/SUMUT POS[/ketgambar]</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/sop-tanpa-lemak.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Berburu Belut Sambal Ijo</title><link>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/berburu-belut-sambal-ijo.html</link> <comments>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/berburu-belut-sambal-ijo.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 20 Jun 2010 02:42:24 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Kuliner]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.hariansumutpos.com/?p=52958</guid> <description><![CDATA[Belut atau dalam bahasa latin Saintifiknya Monopterus Albus termasuk kategori ikan yang berbentuk panjang dengan kepala bulat dan berinsang. Banyak orang yang tak suka makan belut, namun diakui ikan yang hidup di air tawar ini kaya dengan pelbagai khasiat. Bahkan khasiatnya sebanding dengan ikan tenggiri dan selar, yang mengandung 18,6 persen protein dan 15 persen lemak. [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><em>Belut atau dalam bahasa latin Saintifiknya Monopterus Albus termasuk kategori ikan yang berbentuk panjang dengan kepala bulat dan berinsang.</em></p><p>Banyak orang yang tak suka makan belut, namun diakui ikan yang hidup di air tawar ini kaya dengan pelbagai khasiat. Bahkan khasiatnya sebanding dengan ikan tenggiri dan selar, yang mengandung 18,6 persen protein dan 15 persen lemak. Belut juga kaya dengan lemak, kalsium, Vitamin B, Vitamin D dan zat besi.</p><p>Khasiatnya antara lain dapat membantu menguatkan daya tahan tubuh, menormalkan tekanan darah, menghaluskan kulit, mencegah penyakit mata, menguatkan daya ingat dan membantu mencegah hepatitis.<br /> Nah, tak jarang pula orang mengincar menu masakan di berbagai restoran yang menyajikan macam masakan belut ini. Khususnya di Medan, kekaguman warga Medan akan ikan yang satu ini sangat jelas terlihat pada suku tionghoa. Mereka seperti tergila-gila dengan belut ini. Bukan saja karena khasiatnya, tapi rasa yang diciptakan dari racikan bumbu sang koki.</p><p>Pemilik (Owner) Warung Belut Jalan Karya III Peringgan Helvetia Medan Serly, mengatakan belut memang sangat diganderungi orang keturunan Tionghoa. “Memang orang kita juga banyak yang suka. Tapi mereka yang dominan,” terangnya kepada wartawan.</p><p>Serly juga mengatakan, belut hasil racikannya ini menjadi terkenal melalui informasi dari mulut ke mulut. “Banyak yang menyajikan masakan belut di rumah makan di Medan ini. Namun, kami memiliki resep yang berbeda dan cara penyajian yang berbeda,” katanya.</p><p>Yang disajikan di Warung Belut milik Serly ini banyak macamnya, dari belut sambal ijo, belut sambal merah, tauco, tumis, pecal belut dan lainnya.</p><p>Menurut Serly, menu masakan belut ini merupakan masakan khas di banyak daerah. Satu diantaranya adalah daerah Jawa. “Belut ini kan banyak terdapat di sawah dan orang dulu di Jawa juga menjadikan belut ini sebagai lauk pada makanan sehari-harinya. Mungkin di daerah lain tak begitu digemari. Kalau di Jawa belut merupakan idola,” katanya.</p><p>Serly juga mengatakan, mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan usaha warung belut ini dari orangtua perempuannya.</p><p>“Kami dulu tinggal di Siantar dan ibu saya memang sering memasak belut sebagai lauk sehari-hari kami. Nah, dari situlah saya mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan usaha ini. Namun dengan berbagai variasi jenis masakan donk,” ujar Serly yang memiliki 10 orang karyawan di warungnya.</p><p>Dulunya, lanjut Serly, keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi belut ini memang sangat rendah. “Dulu mungkin banyak yang belum tau khasiat dari belut ini. Nah, begitu tau, barulah sekarang belut ini diminati dimana-mana,” ujarnya.</p><p>Tentunya, sambungnya, untuk menyesuaikan kenikmatan masakan dengan lidah pengunjung bukanlah hal yang mudah. “Karena jika tak sesuai selera, alhasil, pelanggan akan mencari tempat lain,” jelasnya. (saz)</p><p><img class="alignnone size-full wp-image-52959" title="belut-sambal" src="http://hariansumutpos.com/wp-content/uploads/2010/06/belut-sambal.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/berburu-belut-sambal-ijo.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Makanan Wajib untuk Pria</title><link>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/makanan-wajib-untuk-pria.html</link> <comments>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/makanan-wajib-untuk-pria.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 13 Jun 2010 02:43:02 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Kuliner]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.hariansumutpos.com/?p=51842</guid> <description><![CDATA[Pria dan wanita berbeda, tak hanya dari fisik, tetapi juga memiliki kebutuhan nutrisi harian berbeda. Paling tidak ada beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi pria guna menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Secara fisik, pria dan wanita memang berbeda. Ternyata tak hanya sampai situ saja, kebutuhan asupan nutrisi pun berbeda antara pria dan wanita. Pria [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Pria dan wanita berbeda, tak hanya dari fisik, tetapi juga memiliki kebutuhan nutrisi harian berbeda. Paling tidak ada beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi pria guna menjaga tubuh tetap sehat dan bugar.</p><p>Secara fisik, pria dan wanita memang berbeda. Ternyata tak hanya sampai situ saja, kebutuhan asupan nutrisi pun berbeda antara pria dan wanita. Pria membutuhkan banyak vitamin B, asam folat, vitamin E, asam lemak omega-3, magnesium, antioksidan, dan juga lycopene.<br /> Nutrisi-nutrisi tersebut selain mendukung fungsi sexual pria, juga mencegah pria terkena kanker prostat. Berikut makanan yang sebaiknya dikonsumsi pria agar terhindar dari penyakit yang mengganggu fungsi sexual.</p><ol><li><strong>Lemak Ikan</strong><br /> The American Heart Association merekomendasikan untuk mengkonsumsi ikan khususnya lemak ikan secara berkala, setidaknya dua kali dalam seminggu. Lemak ikan adalah salah satu nutrisi yang luar biasa untuk tubuh, karena kandungan asam lemak omega-3 nya mampu mencegah resiko terkena penyakit jantung dan juga stroke.<br /> Asam lemak omega-3 bisa didapat dengan mengkonsumsi ikan tuna, mackarel, salmon, dan juga sardin. Selain asam lemak omega-3 ikan-ikan laut ini juga mengandung banyak mineral seperti selenium, magnesium, potassium, dan juga vitamin B termasuk niacin. Asam amino tryptophan yang terdapat di dalamnya membantu meningkatkan kualitas tidur dan memperbaiki mood.</li><li><strong>Gandum Utuh</strong><br /> Gandum merupakan sumber mangan paling baik dan juga selenium, tryptophan, phosphor, vitamin B (thiamin), serat, magnesium dan protein. Satu mangkuk gandum masak, mengandung lebih dari 6 gr protein nabati mengalahkan hampir semua jenis sarapan sehat yang ada. Gandum juga sangat baik untuk kesehatan jantung karena bisa menyerap kolesterol jahat yang mengganggau kerja jantung.</li><li><strong>Tomat</strong><br /> Buah tomat dan juga produk olahan sejenis seperti saus tomat dan pasta tomat mengandung banyak nutrisi yang menunjang kesehatan tubuh. Tapi ada alasan utama mengapa tomat sangat baik untuk tubuh, diantaranya karena tomat merupakan sumber antioksidant lycopene. Tidak seperti jenis lycopene lain, karena lycopene pada tomat bisa menangkal radikal bebas penyebab kanker. Khususnya kanker prostat yang bisa menyerang kaum pria dan bisa menyebabkan kematian.</li><li><strong>Jamur</strong><br /> Menurut Jessica Black, seorang dokter dan juga penulis The Anti-Inflammation Diet and Recipe Book, mengatakankalau jamur berperan baik untuk kekebalan tubuh. “Jamur merupakan obat detoks terbesar karena mereka tumbuh pada apa yang membusuk di sekitar mereka,” terangnya.<br /> Berdasarkan penelitian, jamur juga dapat mengurangi penyebab kanker akibat radikal bebas hingga 50 persen. Jamur yang digunakan tak terbatas dengan jamur jenis tertentu saja, bisa jenis jamur apa saja yang sering Anda temui di pasaran. Jamur juga mengandung vitamin B, yang memiliki banyak manfaat diantaranya memberikan asupan energi, menurunkan kadar kolesterol, menstabilkan gula darah, membantu perkembangan sel saraf, dan menjaga fungsi jantung dan hati.</li><li><strong>Seafood</strong><br /> Makanan laut seperti kerang, scallops, remis, dan makhluk laut lainnya tinggi akan nutrisi yang baik untuk pria. Kalau dulu Anda berpikir daging merah merupakan sumber utama protein, sebaiknya pertimbangkan kembali. Karena seafood ini jauh lebih tinggi proteinnya dan merupakan sumber zat besi. Tidak hanya itu kandungan lemak nya juga rendah dan mengandung zinc dan vitamin B-12. (net/jpnn)</li></ol> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/makanan-wajib-untuk-pria.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Nasi Kucint ala Medan</title><link>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/nasi-kucint-ala-medan.html</link> <comments>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/nasi-kucint-ala-medan.html#comments</comments> <pubDate>Sun, 13 Jun 2010 02:28:25 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Kuliner]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.hariansumutpos.com/?p=51844</guid> <description><![CDATA[Nasi kucing, makanan khas Bandung ini ternyata baru tiba di Kota Medan. Ya, makanan ini baru bercokol di resto-resto Kota Medan sekitar dua tahun silam. Alasannya karena makanan ini lebih simple dan sangat mudah dimodifikasi untuk disesuaikan dengan lidah orang Medan. Menurut Owner (pemilik) Resto Nasi Kucing Jalan Halat No 167 Medan Andry Ilham, nasi [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><em>Nasi kucing, makanan khas Bandung ini ternyata baru tiba<br /> di Kota Medan. Ya, makanan ini baru bercokol di resto-resto Kota Medan sekitar dua tahun silam. Alasannya karena makanan ini lebih simple dan sangat mudah dimodifikasi untuk disesuaikan dengan lidah orang Medan. </em></p><p>Menurut Owner (pemilik) Resto Nasi Kucing Jalan Halat No 167 Medan Andry Ilham, nasi kucing asal Bandung tentunya sesuai dengan lidah orang Bandung yang dominan dengan yang manis-manis. Nah, nasi kucing yang telah ada di Medan pastinya lebih pedas. “Namun, tak serta merta menghilangkan rasa asli. Jadi, tetap ada manisnya dan ditambah citarasa pedas ala Medan,” jelasnya kepada wartawan koran ini, kemarin.</p><p>Mengenai namanya, memang unik, yang juga terlihat dari porsi menu yang disajikan. Dikatakan nasi kucing karena menghadirkan porsi yang lebih sedikit namun lengkap. Sedikit sesuai porsi makan kucing tentunya tak banyak.</p><p>Lengkap karena disajikan dengan banyak pelengkap seperti sayur dan lauk pauk. “Nah, dari segi nasinya saja sudah dimodifikasi. Jika nasi kucing Medan sudah disajikan dengan nasi lemak,” kata pria berpostur tinggi ini.</p><p>Sedangkan untuk lauk pauknya, sambungnya, juga dimodifikasi untuk disesuaikan dengan lidah orang Medan.</p><p>“Untuk lauknya ada empat pilihan yakni ayam sambal hijau atau ayam rica-rica, telur rebus, ikan dencis dan ikan merah hingga rendang daging,” paparnya.</p><p>Di atas nasi lemak tersebut pun dibubuhi kuah kare dan rendang daging (rending). “Ini tentunya akan lebih menekankan citarasa khas Medan,” terang Andry.</p><p>Paduan menu nasi kucing ini pun terdiri dari tiga bagian, yakni nasi lemak, lauk, sayur dan keripik. “Nah, untuk sayurnya menggunakan tauco yang memang satu bahan makanan khas Medan. Dengan tauco ini, nasi kucing akan terasa lebih pedas,” kata Aan, panggilan akrabnya.</p><p>Menurut Aan, makanan khas Bandung di Medan juga tak begitu banyak yang popular. Dengan adanya nasi kucing ini, ia berusaha mempopulerkan makanan yang memang jarang dijumpai untuk saat ini di resto-resto Kota Medan.</p><p>Dengan nasi kucing ini pula, lanjutnya, akan dipopulerkan makanan yang murah namun mengutamakan mutu makanan yang tinggi.</p><p>“Istilahnya harga kaki lima rasa bintang lima. Bukan berarti makanan yang harganya murah berarti makanan tersebut murahan kan?” tegasnya.</p><p>Menurut Aan, nasi kucing ini memang satu makanan yang popular di Bandung. “Namun, sepopuler apa saya juga kurang tau. Yang pasti untuk menikmati nasi kucing ini bukan hal yang sulit di sana,” terangnya.</p><p>Aan juga menuturkan sejak dibukanya Nasi Kucing di Jalan Halat Medan tersebut, antusias masyarakat terhadap menu khas Bandung ini cukup tinggi. “Ini terbukti dari banyaknya pesanan terhadap menu yang unik ini,” ujarnya. (saz)</p><p><img class="alignnone size-full wp-image-51846" title="nasi-kucing" src="http://hariansumutpos.com/wp-content/uploads/2010/06/nasi-kucing.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p><p>[ketgambar]SIAP SAJI:Nasi kucing yang siap disajikan kepada pengunjung. //sazaly/sumut pos[/ketgambar]</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.hariansumutpos.com/2010/06/nasi-kucint-ala-medan.html/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- Served from: www.hariansumutpos.com @ 2010-07-31 07:27:35 by W3 Total Cache -->