DBL Indonesia

Sunday, 7 February 2010

George Kirby Menjadi Inspirasinya

George Kirby Menjadi Inspirasinya, Kustiono // Kustiono //

Kustiono, Pelatih PSMS Medan

MEDAN-Sejak menangani PSMS Medan menggantikan pelatih sebelumnya Suimin Diharja, hanya keraguan yang diterima Kustiono (48). Terlebih setelah tim yang dibesutnyna kalah dari Semen Padang di awal putaran kedua Divisi Utama PSSI.
Imbas dari kekalahan, tak sedikit suara yang meminta agar Kustiono mengundurkan diri sebagai pelatih tim kesayangan masyarakat Kota Medan ini.

Ditemui di kamarnya di Mess PSMS Kebun Bunga Medan, Jumat (5/2) Kustiono yang masih mengenakan kemeja batik yang digunakan untuk menunaikan sholat Jumat mengaku maklum.

“Saya tidak alergi dengan kritik, justru saya berterimakasih. Dengan kritik itu saya akan melakukan...

Sunday, 1 November 2009

Selalu Dapat Emas SEA Games

Selalu Dapat Emas SEA Games, Sinyo Supit dan PialanyaSinyo Supit dan Pialanya
Selalu Dapat Emas SEA Games, Sinyo Supit sedang main tennis mejaSinyo Supit sedang main tennis meja
Selalu Dapat Emas SEA Games,

Sinyo Supit, Legenda Hidup Tenis Meja Indonesia

Prestasi tenis meja Indonesia di kawasan Asia Tenggara redup. Padahal, beberapa tahun lalu, Merah Putih sangat disegani. Salah seorang petenis meja yang bisa dibanggakan adalah Sinyo Supit.

ORANG mungkin merasa sangat asing dengan nama Yap Mien Fong. Berbeda dengan nama...

Sunday, 25 October 2009

Dapat Bonus Mobil Bodong

Dapat Bonus Mobil Bodong, GEMILANG: Patmawati saat di rumahnya. Tidak pernah mengeluh masalah ekonomi kepada pemerintah.//BAGUS DHARMAWAN/RADAR MALANG/JPNGEMILANG: Patmawati saat di rumahnya. Tidak pernah mengeluh masalah ekonomi kepada pemerintah.//BAGUS DHARMAWAN/RADAR MALANG/JPN
Dapat Bonus Mobil Bodong, SIMPAN KERINDUAN: Patmawati bersama suami, Lettu Suwito Daryanto, dan anaknya, M. Oksa Putra Daryanto, di rumahnya di Malang. Selama ini, Patmawati rela hidup terpisah dari suami.//BAGUS DHARMAWAN/RADAR MALANG/JPNNSIMPAN KERINDUAN:...
Sunday, 18 October 2009

Nyaman Besarkan Usaha Rumah Kontrakan

Nyaman Besarkan Usaha Rumah Kontrakan, KEBANGGAN: Herry Kiswanto dengan bangganya memperlihatkan koleksi medali yang diraihnya semasa menjadi pemain.//M.Ali/jawa pos/jpnnKEBANGGAN: Herry Kiswanto dengan bangganya memperlihatkan koleksi medali yang diraihnya semasa menjadi pemain.//M.Ali/jawa pos/jpnn
Nyaman Besarkan Usaha Rumah Kontrakan, DUTA BANGSA: Herry Kiswanto bersalaman dengan mantan Presiden Indonesia, Soeharto.//Repro M.Ali/jawa pos/jpnnDUTA BANGSA: Herry Kiswanto bersalaman dengan mantan Presiden Indonesia, Soeharto.//Repro M.Ali/jawa pos/jpnn
Sunday, 27 September 2009

Keluarga Jadi Inspirasi Utama

Keluarga Jadi Inspirasi Utama,

Kim Clijsters, Juara Tunggal Wanita Grand Slam AS Terbuka 2009

Kim Clijsters kembali ke masa kejayaan. Dia sukses meraih gelar juara tunggal wanita turnamen grand slam AS Terbuka 2009. Itu merupakan sukses kali kedua.

SESOSOK gadis kecil berambut pirang berlari menuju ke tengah lapangan Arthur Ashe Stadium. Dengan mengenakan jaket bergaris, dia langsung memeluk kaki sang juara tunggal wanita AS Terbuka 2009, Kim Clijsters.

Seluruh penonton dan kamera fokus kepada gadis cilik di tengah lapangan Arthur Ashe Stadium, New York, Amerika Serkikat, (AS) pada Senin dini hari lalu itu. Dia bernama Jada Ellie. Jada yang berusia 18 bulan merupakan putri Clijsters dari perkawinannya...

Sunday, 27 September 2009

Sambutan Baik dari Mama Goolagong

REKOR diciptakan Kim Clijsters saat menjadi juara AS Terbuka 2009. Dia menjadi petenis non unggulan yang untuk kali pertama menjadi juara di ajang tersebut. Selain itu, dia menjadi petenis berstatus ibu yang mampu meraih sebuah gelar grand slam.
Keberhasilan Kim Clijsters sebagai ibu pertama yang menjadi juara turnamen grand slam dalam 29 tahun tersebut disambut baik pemegang rekor sebelumnya, Evonne Goolagong Cawley.

Dia merupakan petenis wanita Australia pada 1970– 1980. Dia menjuarai turnamen grand slam Wimbledon pada 1980, tiga tahun setelah melahirkan putrinya.

Goolagong ikut menyaksikan saat Kim Clijsters memecahkan rekornya yang telah berumur 29 tahun pada Minggu lalu (13/9). Clijsters berusia 26 tahun saat kembali ke arena tenis setelah putrinya, Jada, berusia 18 bulan.

”Saya sangat senang mendengar Kim menang,” kata Goolagong di Australia. ”Ayo para ibu. Menyenangkan sekali melihat dia merayakan kemenangan di lapangan bersama putrinya,”...

Sunday, 27 September 2009

Pulang, Tunggu Saudara yang Akan Melahirkan

TAK diragukan lagi besarnya  komitmen Kim Clijsters bagi keluarga. Meski baru saja naik ke peringkat ke-19 dunia sesudah menjuarai AS Terbuka, dia tetap menyesal karena tidak hadir dalam ulang tahun yang ke- 80 kakeknya.

Dalam hidup petenis asal Belgia tersebut, keluarga menempati prioritas utama. Itu sebabnya, dia menyesal tidak bersama kakek-neneknya saat hari ulang tahun kakeknyatersebut.
”Hal-hal kecil seperti itu sangat istimewa. Kita tidak pernah tahu berapa waktu yang masih kita miliki,” tutur Clijsters. Karena itulah, dia langsung pulang ke Belgia setelah menjadi juara di Flushing Meadows.

Clijsters tidak memiliki rencana untuk bermain dalam sebulan mendatang. Apalagi, dia ingin mendampingi saudara perempuannya yang akan melahirkan dalam beberapa pekan ini. ”Menyenangkan sekali dapat mengatur sendiri jadwal hidup kita,” kata Clijsters.
”Bila saya merasa ada satu kejadian penting dan saya ingin hadir, saya akan berada di sana,”...

Sunday, 27 September 2009

Sambut Kembalinya Justin Henin

KEPUTUSAN Justin Henin untuk kembali mengayunkan raket disambut hangat oleh Kim Clijsters. Menurut Clijsters, rekan senegaranya itu telah mengambil keputusan yang fantastis.

Sebelumnya, Henin pamit dari dunia tenis profesional pada 14 Mei 2008. Saat itu ia merupakan satu-satunya petenis putri yang menyatakan mundur saat bertahta di puncak daftar peringkat WTA. 

Henin merupakan petenis Belgia peraih tujuh gelar juara turnamen grand slam.  Lahir di Liege pada 1 Juni 1982, Henin mulai terjun ke dunia profesional pada 1999 dan meraih gelar juara turnamen WTA pertama di Antwerpen.
Tampil dengan tinggi hanya 1.67 meter dan badan yang langsing, Henin dikenal dengan pukulannya yang mematikan melalui  pukulan backhand satu tangan yang menurut legenda tenis John McEnroe merupakan yang terbaik sepanjang sejarah tenis.
Sebelum memutuskan mundur pada Mei 2008 lalu, Henin yang sebelumnya bernama Justine Henin-Hardenne telah mengumpulkan 41 gelar juara...

Sunday, 30 August 2009

Segera Jadi Legenda

Arena atletik Olimpiade Beijing 2008 memunculkan satu nama yang amat fenomenal. Sprinter Jamaika Usain Bolt mengentak dengan tiga rekor dunia untuk melengkapi tiga medali emas yang dibawanya pulang.

USAIN Bolt jadi raja nomor lari jarak pendek dunia. Juara Olimpiade dan Kejuaraan Dunia sudah jadi bukti. Tapi, prestasi itu rupanya belum menjadi klimaks atas segala prestasi di dunia yang ditekuninya tersebut.

Dengan pose khas yang disebutnya sebagai pose ‘’Lightning Bolt’’, bercanda di hadapan ratusan kamera foto dan televisi serta menyambut hangat sambutan para penonton di Olympic Stadium Berlin, Bolt kembali menjadi bintang di Kejuaraan Dunia Atletik 2009. Seperti di Beijing, Bolt mendominasi pemberitaan even tersebut berkat rekor dunia yang kembali diraihnya. Pelari 23 tahun itu memecahkan rekor atas namanya sendiri di 100 meter dan 200 meter.
Bolt mempertajam dua rekornya dengan lebih cepat 0,11 detik. Di 100 meter, catatan waktunya menjadi...

Sunday, 30 August 2009

Akan Rilis Buku Kisah Sukses

PERJALANAN Usain Bolt hingga mencapai kesuksesan terbukti telah memberikan inspirasi bagi banyak orang. Tapi, kisah yang dilakoni Bolt tersebut saat ini baru bisa diketahui kalangan terbatas. Artinya, masyarakat luas masih belum bisa mengetahuinya dengan detail.

Nah, beberapa saat lagi, kisah itu bisa dinikmati kalangan lebih luas. Pihak Bolt
berencana me­nerbitkan buku seputar kisah sukses Bolt. Saat ini proses untuk merealisasikan niat tersebut sudah masuk dalam pembicaraan dengan beberapa penerbit yang tertarik memublikasikan buku yang dimaksud.

“Kami sedang melakukan negosiasi buku tentang Usain,” ujar Ricky Simms, agen Bolt, kepada Associated Press. “Kami belum dapat mengungkapkan lebih jauh hal itu saat ini,” tambahnya.

Banyak hal yang akan diceritakan dalam buku tersebut. Tak hanya perjalanan Bolt di garis lintasan, tapi juga kisah hidupnya di luar kompetisi. Begitu pula kehidupan masa kecilnya dan kedekatannya dengan keluarganya.

Sunday, 30 August 2009

Inspirasi untuk Berprestasi

KIPRAH Usain Bolt hingga bertabur rekor terbukti telah memberi inspirasi. Banyak orang mendapatkan motivasi tambahan dalam kehidupan. Bahkan, karena hal itu, Jamika bisa mencapai level atas dalam persaingan di dunia atletik.

Jamaika pulang dari Kejuaraan Dunia Atletik 2009 dengan torehan tujuh emas, empat perak, dan dua perunggu. Bolt hanya menyumbangkan tiga emas di antaranya. Tapi, empat emas lain yang diperoleh rekan-rekannya terinspirasi dari emas pertama yang diraih Bolt pada nomor 100 meter.

“Usain membuat kami nyaman. Kemenangannya memberikan tambahan motivasi bagi kami. Akan sangat berbeda jika dia mengalami kegagalan besar di nomor 100 meter yang merupakan kekuasaannya,’’ tutur Shelly Ann-Fraser yang menyumbangkan emas pada nomor 100 meter wanita.

Hal senada diungkapkan Brigitte Foster-Hylton dan Melaine Walker. Keduanya meraih emas di lari gawang, Foster-Hylton di 100 meter dan Walker di 400 meter. ‘’Tim ini sangat beruntung...

Sunday, 30 August 2009

Belum Puas Cuma 100 dan 200 Meter

USAIN Bolt membutuhkan tantangan lain di masa mendatang. Dia ingin menjadi pelari yang do­minan di nomor lari jarak pendek. Untuk itu, setelah menciptakan rekor dunia di nomor 100 meter dan 200 meter, Bolt mengincar rekor nomor 400 meter.

Bolt sedang menikmati kejayaan sesudah menciptakan dua rekor di Kejuaraan Dunia Atletik 2009 di Berlin, Jerman. Selain itu, dia menjadi bagian dari tim estafet 4 x 100 meter Jamaika yang juga menciptakan rekor Olimpiade.

Glenn Mills, pelatih Bolt, mengatakan kepada Radio Jamaica bahwa Bolt berambisi memecahkan rekor 400 meter yang masih dipegang oleh sprinter AS Michael Johnson. Rekor dengan catatan waktu 43,18 detik itu diciptakan Johnson pada 1999. Namun, Mills mengatakan bahwa realisasi Bolt bisa turun di nomor 400 meter baru terjadi pada 2010.

“Dalam poin karirnya saat ini, saya tak melihat ada masalah bagi dia (Bolt, Red) untuk berkon­sentrasi pada nomor 100 dan 200 meter. Jika dia tak termotivasi untuk terjun...

Sunday, 9 August 2009

Tidak Punya Penerus Kejayaan

Ellyas Pical merupakan juara dunia tinju pertama yang dimiliki Indonesia.
Sayang, profesinya tersebut tidak menurun kepada kedua anaknya. Tapi, dia punya cita-cita dan harapan tinggi kepada sang buah hati.

BIAR bapak tukang koran, anak bisa jadi wartawan. Biar bapak sopir angkot, anak bisa jadi pilot. Itulah penggalan kalimat yang diucapkan seorang ibu dalam iklan layanan masyarakat ”Sekolah Gratis” yang sering ditayangkan di berbagai televisi Indonesia.

Iklan tersebut bisa jadi menggambarkan seorang ayah yang kurang Beruntung dalam ekonomi dan pendidikan, tetapi memiliki kepercayaan diri dalam mendidik anak-anaknya agar nasib mereka tidak seperti dirinya. Untuk membangun masa depan yang baik, pendidikan di bangku sekolah tak bisa diabaikan.

Mantan juara dunia tinju kelas bantam junior versi IBF Ellyas Pical, tampaknya, termasuk sosok yang punya cita-cita seperti itu. Walau pendidikan formalnya tak tamat sekolah dasar (SD), Elly...

Sunday, 9 August 2009

Pilih Jadi Motivator Petinju Muda

HINGGA saat ini, Ellyas Pical belum berkeinginan menjadi pelatih tinju. Meski begitu, sebagai petinju pertama Indonesia yang pernah menjadi juara dunia, Elly –sapaan karib Ellyas Pical– tidak pernah melupakan dunia yang pernah memberikan banyak kebahagiaan dalam hidupnya itu.

“Saya akan terus membantu petinju kita jika dibutuhkan. Paling tidak, saya siap memotivasi petinju- petinju muda,” kata Elly.

Pernyataan Elly tersebut bukan tanpa bukti. Sebab, hampir setiap Daud ”Cino”Yordan, juara kelas bulu (57,1 kg) versi WBO Oriental, bertarung di Indonesia, Elly selalu berada di sisinya. ”Saya diminta Damianus Yordan (kakak kandung Daud Yordan, Red) untuk mendampingi Cino,” ujar Elly.
Damianus mengatakan, motivasi adiknya memuncak jika didampingi Elly. Pasalnya, Elly termasuk salah kebangseorang idola Cino. Cino yang ditemui Jawa Pos secara terpisah dalam suatu kesempatan membenarkan ucapan Damianus tersebut. Cino mengatakan...

Sunday, 9 August 2009

Galaxy Pengusaha, Elly Tata Usaha

ELLYAS Pical dan Khaosai Galaxy pernah menjadi kebanggaan bagi negeri masing-masing. Elly –sapaan Ellyas Pical– merupakan petinju pertama Indonesia yang menjadi juara dunia kelas bantam junior versi IBF. Sedangkan Galaxy menjadi juara dunia kelas yang sama dari versi WBA. Dua petinju itu pernah bertarung memperebutkan gelar kelas bantam junior versi WBA pada pada 28 Februari 1987 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Elly kalah TKO ronde ke- 14 sehingga harus kehilangan gelar juara dunia versi IBF.

Saat jaya, selain materi berlimpah, Elly merupakan segelintir atlet yang mendapatkan hadiah langsung berupa jam tangan dari Presiden Soeharto. Jam tangan bergambar Soeharto itu sampai sekarang masih disimpan Elly.
Tak kalah dengan Elly, Galaxy di negerinya mendapatkan apresiasi luar biasa. Ketika itu dia diakui sebagai anak angkat raja Thailand. Setiap hendak bertarung, sang juara dunia tersebut selalu menyempatkan diri menghadap raja Thailand.

Lalu,...

Sunday, 9 August 2009

Penggemar Muhammad Ali, Senasib dengan Tyson

ELLYAS Pical punya idola. Dia kesengsem kepada legenda tinju kelas berat Muhammad Ali dari Amerika Serikat (AS). Tetapi, perjalanan  karir tinju Ellyas Pical tidak menyerupai Ali. Dia lebih cenderung kepada Mike Tyson, mantan juara dunia kelas berat termuda yang juga dari AS dan mendapat julukan si Leher Beton. Persamaan paling menonjol adalah masa anak-anak sebelum terjun di ring tinju. Keduanya sama-sama suka berkelahi.

Kegemaran adu jotos itu pula yang membuat Elly –sapaan karib Ellyas Pical– tak bisa menamatkan pendidikan di sekolah dasar (SD). Beruntung, hobi berkelahinya tersebut tersalurkan di ring tinju. Walau kegemarannya itu sempat ditentang sang ayah, Pieter Pical. Bahkan, Elly dilarang ikut bertarung dalam sebuah duel lokal di daerahnya, Saparua, pada 1975. Elly tidak boleh keluar rumah. Padahal, dia sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri. Tapi, Elly tidak kehabisan akal. Diam-diam, dia melompat dari jendela rumahnya dan berlari menuju arena pertandingan....

« Kembali

Facebook Sumut Pos
  • USD Jual: 9250.00 Beli: 9100.00 » SGD Jual: 6639.25 Beli: 6508.25 » HKD Jual: 1193.15 Beli: 1171.85 » CHF Jual: 8704.65 Beli: 8540.65 » GBP Jual: 14009.00 Beli: 13727.00 »
  •  

    Copyright © 2009 HarianSumutPos.com
    REDAKSI: Graha Pena Medan Lt.3 Jl. SM Raja KM 8.5 No. 134 Medan - Sumut Telp: +62-61-7881661 Fax: +62-61-7883060
    redaksi-a-hariansumutpos.com - iklan-a-hariansumutpos.com