DBL Indonesia

Monday, 8 March 2010

Kampanyekan Car Free Day

Kampanyekan Car Free Day,  BERSEPATU RODA: Seorang anak bersepatu roda di Jalan Gatot Subroto, saat sosialisasi car free day selama 4 jam mulai dari Tugu Majestik ke simpang Jalan Iskandar Muda, Medan, Minggu (7/3). // Kairil Huda/sumut pos BERSEPATU RODA: Seorang anak bersepatu roda di Jalan Gatot Subroto, saat sosialisasi car free day selama 4 jam mulai dari Tugu Majestik ke simpang Jalan Iskandar Muda, Medan, Minggu (7/3). // Kairil Huda/sumut pos

Kendaraan Bermotor Penyumbang Polusi Udara Terbesar di Medan

Memperbaiki kualitas hidup dari sisi kesehatan, sangat penting di Kota Medan! Satu di antara banyak cara untuk itu, mengurangi sebanyak mungkin polusi udara, dari gas buang kendaraan bermotor.

Kampanye untuk...

Monday, 1 March 2010

Sharp Ikut Menjaga Ekosistem dan Pelihara Keseimbangan Marga Satwa di Medan

Sharp Ikut Menjaga Ekosistem dan Pelihara Keseimbangan Marga Satwa di Medan,

SHARP tanam pohon Mangroove Rhizophora spp di Percut Mangrove Information Centre yang berada di Dusun 11 Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang Sumatera Utara.

Sahabat Alam road show yang telah digelar di kota besar di Indonesia yaitu Pekanbaru, Semarang, Batam, Yogyakarta, Denpasar, Medan dan Manado menggabungkan kegiatan brand activation dan program CSR (corporate social responsibility) SEID yang juga menghadirkan produk-produk unggulan Sharp yang ramah lingkungan, hemat energi dan peduli kesehatan.

Wujud nyata dan partisipasi  SEID juga ikut serta menghemat energi dan menjadi partner resmi WWF pada Earth Hour 2009. Penyuluhan-penyuluhan...

Monday, 1 March 2010

Atur Lidah, Laut Selamat

Dengan mengetikkan seafood di Google, mesin pencari itu memuculkkan 138.000 hasil penelusuran di Kota Medan. Keseluruhan di seluruh dunia, Google menampikan 42,2 juta dengan kata kunci seafood. Itu menunjukkan betapa banyaknya konsumsi makanan yang bersumber dari laut, yang berkontribusi merusak ekosistem.

Mulai dari ikan langka, spesies yang dilindungi. Cara memperolehnya juga dengan cara merusak ekosistem laut. Jika anda penikmat seafood (makanan laut), mulai berpikirlah untuk mengatur pola konsumsi agar mendukung kelestarian habibat laut. Di Medan, resto-resto yang menyajikan seafood sangat menjamur. Mulai dari resto di hotel berbintang hingga rumah makan. Bahkan, seafood juga sangat mudah dijumpai di kafe pinggir jalan di malam hari. Urusan selera dan goyang lidah ini, semua tergantung kepada laut. Semakin selera kita menikmati ikan langka dan berharga mahal, semakin rusaklah ekosistem laut.

Minggu (28/2), Lembaga Swasada Masyarakat (LSM) Wolrd Wide Foundation...

Monday, 1 March 2010

Jaga Populasi Ikan dari Meja Makan

Lobster saus tiram, ikan kerapu bakar, telur penyu, udang asam manis, gulai kepala kakap, sup sirip ikan hiu, hmmm kebayang ya lezatnya makanan-makanan ini. Tapi tahu gak kamu kalau semua seafood yang disebutkan di atas termasuk makanan tidak ramah lingkungan. Maksudnya?
Ternyata beberapa satwa laut yang sering kita makan termasuk jenis satwa laut yang dilindungi karena jumlahnya terus menerus berkurang di laut. Selain itu satwa laut tersebut ternyata ditangkap dengan cara-cara yang merusak habitat dan ekosistem laut, misalnya dengan pengeboman.

Dampak dari mengkonsumsi seafood yang tidak ramah lingkungan akan membahayakan jumlah cadangan ikan di laut. Jika tingkat konsumsi seafood yang tidak ramah lingkungan semakin meningkat, bisa dipastikan dalam waktu dekat akan ada banyak populasi satwa laut yang punah.
Berberapa kali kampanye “Laut Sehat, Seafood Sehat” dilakukan WWF secara serentak di banyak negara di Eropa, Amerika, Asia dan juga Australia, mengingat...

Monday, 1 March 2010

Jangan Rambah Hutan Paluh Berembang

Nelayan Sudah Mati Kutu

LANGKAT–Paluh Berembang, hutan bakau seluas 1.000 hektar lebih menjadi benteng terakhir bagi lima desa di Tanjung Pura, Langkat, dari gempuran abrasi laut. Tetapi, kawasan itu kini jadi primandona dan incaran favorit penggarap untuk kebun sawit.

Kawasan paluh itu mengeliling Desa Tapak Kuda, Bubun, Suka Maju, Karya Maju dan Pantai Cermin. Paluh Berembang yang berisi tanaman bakau ini juga, menjadi benteng bagi ribuan warga yang menetap di lima desa itu. Amukan abrasi laut terus mendekat, yang kini hanya berjarak 3 kilometer dari pemukiman warga.

Karen aitu, warga di lima desa, terutama Desa Tapa Kuda, meminta pemerintah untuk tetap menjaga kelestarian Paluh Berembang. Kini, para penggarap sudah mengepung bakau itu untuk dijadikan perkebunan sawit.

“Kami warga yang tinggal di Desa Tapak Kuda, sangat membutuhkan perhatian pemerintah Langkat, agar tetap menjaga kelestarian Paluh Berembang dari tangan-tangan jahil...

Monday, 22 February 2010

Penanaman Pohon Mengaktifkan Kembali Fungsi Hutan

Penanaman Pohon Mengaktifkan Kembali Fungsi Hutan, istimewa // istimewa //

Sharp Corporate Social Responsibility

Hutan gundul menjadi salah satu penyebab kerusakan ling-kungan yang menyebabkan pemanasan global dan ber-kurangnya daerah resapan air. Bencana banjir yang selalu melanda Indonesia pada saat musim hujan, khususnya Jakarta menjadi contoh utama dari berkurangnya sumber resapan air di hulu sungai.

PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) menunjukkan kepeduliannya terhadap ke-rusakan lingkungan melalui program adopsi pohon di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dengan menanam 310 pohon yang dilaksanakan pada Sabtu,17 Oktober 2009. Kegiatan ini melibatkan karyawan-karyawan dan supplier PT SEID. Se-belumnya kegiatan...

Monday, 22 February 2010

Hutan Negara Dijarah

Hutan Negara Dijarah, HUTAN PRIMER:Hutan register 66 di Pakpak Bharat tampak masih rimbun dan hijau. Penjarahan kayu dan lahan hutan negara untuk peruntukan lain marak di Sumut. //istimewa HUTAN PRIMER:Hutan register 66 di Pakpak Bharat tampak masih rimbun dan hijau. Penjarahan kayu dan lahan hutan negara untuk peruntukan lain marak di Sumut. //istimewa

Banjir bandang dan longsor menjadi momok menakutkan bagi penduduk di pinggiran sungai di Tapanuli Selatan (Tapsel). Karena, perambahan hutan terus terjadi sehingga daerah resapan air berkurang, serta hilangnya keanekaragaman hayati.

MEDAN-Menyikapi hal itu, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut dan LSM Aliansi Rakyat Merdeka mendesak Muspida Pemkab Tapsel dan Padang Sidempuan harus bertanggung jawab...

Monday, 22 February 2010

Kayu Ilegal Menumpuk di Lokasi

Kayu Ilegal Menumpuk di Lokasi, KAYU BULAT: Ruliyanto berdiri di atas tumpukan kayu log di Desa Kaban Tengah, Pakpak Bharat. //istimewa KAYU BULAT: Ruliyanto berdiri di atas tumpukan kayu log di Desa Kaban Tengah, Pakpak Bharat. //istimewa

Perambahan Hutan Ancam Habitat Orangutan di Pakpak Bharat

Keberadaan kawasan hutan di Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Ini akibat adanya praktik perambahan, penebangan liar, dan pengambilan hasil hutan lainnya.

Tahun 1989 luas tutupan hutan di wilayah ini sekitar 162.807 hektar.  Selama 17 tahun terakhir mengalami penyusutan area tutupan hutannya (deforestasi) sekitar 20.000 hektar. Saat ini luas tutupan hutan diperkirakan ...

Monday, 15 February 2010

Semua Harus Peduli

Semua Harus Peduli, TANAM POHON: Kepala SMP Negeri I Namorambe, Drs Bonser Aritonang menanam bibit bunga tanjung di lokasi sekolah, Sabtu (13/2). // jabalos simbolon/sumut posTANAM POHON: Kepala SMP Negeri I Namorambe, Drs Bonser Aritonang menanam bibit bunga tanjung di lokasi sekolah, Sabtu (13/2). // jabalos simbolon/sumut pos

SMPN 1 Namorambe Menuju Sekolah Berbasis Lingkungan

SMP Negeri 1 Namorambe mulai berbenah menuju penerapan Sekolah Berbasis Lingkungan (SBL). Dengan menggerakkan segenap komponen pendukung sekolah, SBL itu dapat tercapai.

Di tahap awal ini, sekolah itu harus membenahi banyak hal khususnya yang tidak tergantung langsung dengan pembiayaan atau anggaran, yakni kultur sekolah.

Misalnya,...

Monday, 8 February 2010

Menabung di Batang Trembesi

Menabung di Batang Trembesi, MERANGGAS: Tampak pohon trembesi berusia ratusan tahun meranggas di dekat Merdeka Walk, salah satu sisi Lapangan Merdeka Medan. // file/sumut posMERANGGAS: Tampak pohon trembesi berusia ratusan tahun meranggas di dekat Merdeka Walk, salah satu sisi Lapangan Merdeka Medan. // file/sumut pos

Rabu, 13 Januari lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencanangkan penanaman sejuta pohon trembesi di setiap provinsi, di Istana Negara Jakarta. Kini, masyarakat diajak berlomba-lomba menanam trembesi, sekaligus berdagang karbon (carbon trade). 

Ketika dimulai dari istana, Presiden SBY sekaligus membagikan biji trembesi (Albizia saman sinonim dari Samanea saman). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan...

Monday, 1 February 2010

1000 Anak Dididik Cinta Alam

1000 Anak Dididik Cinta Alam, HUTAN DUKU: Anak Pak Rahman sedang membersihkan tumbuhan menjalar yang mengganggu. Pemilik hutan duku ini   <br />akan tetap melestarikan vegetasi di hutan tersebut demi kelestarian lingkungan. //AFANDI/SUMUT POS HUTAN DUKU: Anak Pak Rahman sedang membersihkan tumbuhan menjalar yang mengganggu. Pemilik hutan duku ini
akan tetap melestarikan vegetasi di hutan tersebut demi kelestarian lingkungan. //AFANDI/SUMUT POS

Kampung Anak 2010

MEDAN-Sebanyak 1.000 anak dari Sumatera Utara (Sumut) dan Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dididik tentang pendidikan lingkungan. Pendidikan lingkungan sejak dini ini merupakan rangkaian dari kegiatan Kampung Anak 2010 yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Sibolangit pada 4-7 Februari...

Monday, 25 January 2010

Salah Menata Ruang, Dampaknya Besar

Salah Menata Ruang, Dampaknya Besar,  KONSERVASI: Adi tidak memedulikan panas terik saat menanam bibit bakau di kawasan mangrove yang rusak di Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, baru-baru ini. Kerusakan mangrove paling besar karena dijadikan kebun sawit dan tambak udang serta ikan.   // file/sumut pos KONSERVASI: Adi tidak memedulikan panas terik saat menanam bibit bakau di kawasan mangrove yang rusak di Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, baru-baru ini. Kerusakan mangrove paling besar karena dijadikan kebun sawit dan tambak udang serta ikan.   // file/sumut pos

Faktor Utama Bencana Alam

Kesalahan penataan ruang dan pengelolaan kawasan menjadi faktor penyebab terbesar jumlah korban bencana...

Monday, 25 January 2010

Menumpang Gaharu di Tanaman Sawit

Menumpang Gaharu di Tanaman Sawit, GAHARU: Bibit gaharu setinggi 1 meter siap ditanam. Bahan dasar pembuat parfum, kosmetik hingga bahan dasar obat itu dapat ditanam di sela-sela sawit.    // net GAHARU: Bibit gaharu setinggi 1 meter siap ditanam. Bahan dasar pembuat parfum, kosmetik hingga bahan dasar obat itu dapat ditanam di sela-sela sawit.    // net

Anda pasti sering mendengar istilah tumpangsari? Yakni salah satu sistem pertanian yang memadukan beberapa jenis tanaman dalam satu areal untuk mengefektifkan pemanfaatan lahan dan mendapatkan hasil panen yang berlipat ganda.

Andi Noviriyanti, Pekanbaru

Ternyata sistem itu juga bisa dimanfaatkan di perkebunan sawit. Caranya dengan menumpangkan...

Monday, 11 January 2010

Pola Cuaca Berubah, Petani Kewalahan

Pola Cuaca Berubah, Petani Kewalahan, Tanggung jawab: Penanaman pohon harus digalakkan semua pihak, pemerintah, masyarakat dan seluruh elemen, karena dampak pemanasan global mulai mengganggu kehidupan. // ISTIMEWATanggung jawab: Penanaman pohon harus digalakkan semua pihak, pemerintah, masyarakat dan seluruh elemen, karena dampak pemanasan global mulai mengganggu kehidupan. // ISTIMEWA

Dampak Pemanasan Global

MEDAN-Pola perubahan cuaca sedang terjadi. Berdasarkan prediksi Badan Klimatologi, Meteorologi dan Geofisika (BKMG), seharusnya wilayah Sumut mulai memasuki musim kemarau. Namun sejak awal Januari hujan terus mengguyur sebagian besar wilayah Sumut. Pergeseran pola cuaca ini bisa memiskinkan nelayan dan petani....

Monday, 4 January 2010

Jangan Cuma Tanam, Tapi Harus Dirawat

Jangan Cuma Tanam, Tapi Harus Dirawat, Distribusi: Sejumlah guru dari beberapa sekolah di Medan memilih bibit pohon untuk ditanam di sekolah masing-masing, pekan lalu. // Redianto/sumutposDistribusi: Sejumlah guru dari beberapa sekolah di Medan memilih bibit pohon untuk ditanam di sekolah masing-masing, pekan lalu. // Redianto/sumutpos

Dukung Medan Green School

Pengamat Lingkungan Sumut, Ir Jaya Arjuna, menyambut baik Gerakan Medan Green School yang digelar Sumut Pos dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan. Dia bilang, kepedulian itu diharapkan dapat menjawab kekhawatiran semua pihak terhadap dampak negatif pemanasan global. “Dari gejolak ini semua, dibutuhkan komitmen seluruh masyarakat dan pemangku kekuasaan,” katanya,...

Thursday, 31 December 2009

Tanam 10 Ribu Bibit Pohon Gratis

Tanam 10 Ribu Bibit Pohon Gratis, TANAM POHON:Wali Kota Medan Rahudman (tengah) didampingi CEO Riau Pos Grup Makmur (paling kiri) menanam pohon. // redyanto/sumut posTANAM POHON:Wali Kota Medan Rahudman (tengah) didampingi CEO Riau Pos Grup Makmur (paling kiri) menanam pohon. // redyanto/sumut pos

Sumut Pos-Disdik Medan Launching Medan Green School

MEDAN-Harian Sumut Pos berkerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Me dan, Rabu (30/12), melaunching Medan Green School di SMA Negeri 15 Medan. Program ini merupakan aksi nyata kepedulian Sumut Pos dan Disdik Pemko Medan untuk menghempang global warming. Acara berlangsung meriah, tak kurang dihadiri tiga ribu siswa SMP-SMA se-Kecamatan Medan Sunggal, seluruh kepala sekolah...

Monday, 28 December 2009

Medan Green School, Aksi Tanam 10 Ribu Pohon

Medan Green School, Aksi Tanam 10 Ribu Pohon, BIBIT POHON: Bibit pohon tiba di SMA Negeri 1 Labuhan Deli sebelum dilakukan penanaman beberapa pekan lalu. // REDYANTO/Sumut posBIBIT POHON: Bibit pohon tiba di SMA Negeri 1 Labuhan Deli sebelum dilakukan penanaman beberapa pekan lalu. // REDYANTO/Sumut pos

Digelar 30 Desember di SMA Negeri 15 Medan

Menutup tahun 2009, Sumut Pos membuat gebrakan penghijauan lagi. Bertajuk Medan Green School, seluruh sekolah yang ada di Kota Medan bakal dihijaukan. Kegiatan ini merupakan kerjasama  Sumut Pos dengan Dinas Pendidikan Pemko Medan. Secara massal aksi ini akan dipusatkan di SMA Negeri 15 Medan Sunggal pada 30 Desember 2009 mendatang.

Berbeda dengan kegiatan serupa yang dilakukan...

Monday, 21 December 2009

Stop Konversi Hutan

Hutan Dairi-Pakpak per Hari Susut 3 Kali Lapangan Sepak Bola

Blok hutan Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat selama 17 tahun terakhir  mengalami penyusutan area tutupan hutan (deforestasi) sekitar 20.000 hektar, atau rata-rata lebih tiga kali lapangan sepakbola per hari. Penyusutan terjadi terutama akibat konversi lahan
dalam skala besar.

Hal itu diungkapkan Konsultan Tata Ruang Orangutan Conservation Service Program (OCSP) Regional Sumatera, Eka Rianta Sitepu, dalam Lokakarya Pendahuluan Penyusunan Rencana Aksi Konservasi Multipihak di Blok Hutan Dairi-Pakpak Bharat, di Berastagi, pekan lalu.
Lokakarya dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Dairi, DPRD Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat, lembaga adat, lembaga swadaya masyarakat, PT Dairi Mineral dan PT Toba Pulp Lestari.

“Data itu berdasarkan interpretasi citra satelit Landsat TM 7 tahun 1989 dan 2006 dan survei lapangan di beberapa lokasi blok hutan Dairi dan Pakpak Bharat,” kata Eka Rianta...

Monday, 14 December 2009

Perubahan Iklim Mulai Terasa di Sumut

Gerakan Penghijauan Harus Dipacu

Hulu sungai yang berada di kawasan barat Sumatera Utara, hutannya sudah mulai gundul.”

Ir Jaya Arjuna,
Pengamat Lingkungan

MEDAN-Perubahan iklim tak terbendung. Prilaku manusia sendiri sebagai penyebabnya. Berdasarkan prediksi Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), pada 2080 berbagai dampak akan muncul yang mengancam kelangsungan hidup manusia. Pada tahun tersebut akan ada jutaan orang terkena banjir setiap tahunnya, dan kerugian dunia mencapai Dollar USD 11 miliar atau sekitar Rp110 triliun per tahunnya. Demikian disampaikan pengamat lingkungan, Ir Jaya Arjuna, kemarin (13/12).

Berdasarkan kajian yang dilakukan IPCC, dalam 100 tahun terakhir telah terjadi peningkatan air laut setinggi 10-25 cm. Sementara menurut laporan Greenpeace, diperkirakan pada tahun 2100 mendatang akan terjadi peningkatan air laut setinggi 19-95 cm. Peningkatan air laut setinggi 1 meter...

« Kembali

Facebook Sumut Pos

Laporan Penananaman Pohon

Hari/Tanggal Jenis Jumlah

Lokasi

Jumat, 26 Juni 2009 Mahoni 22 btg SD 100, Jalan SM Raja-Amplas
Mahoni 25 btg Kantor Dinas Kebersihan Medan
Sabtu, 27 Juni 2009 Mahoni 30 btg Kampus Univa, Jalan SM Raja
Mahoni 41 btg MAN 3 Medan di Patumbak
Jumat, 3 Juli 2009 Mahoni 200 btg Terminal Terpadu Amplas
Sono Keling 20 btg idem
Mahoni 50 btg UPMI, Jalan Balai Desa-Amplas
Mahoni 27 btg SDN 060925 Jln SM Raja
Mahoni 60 btg Yayasan Nur Hasanah, Jl Garu I
Jumat, 10 Juli 2009 Mahoni 200 btg Lokasi wisata Pantai Raja Shah
Jumat, 17 Juli 2009 Mahoni 25 btg MAN 3 Medan di Patumbak
Sono Keling 25 btg idem
Mahoni 100 btg Griya Albania III Medan
Jumat, 24 Juli 2009 Mahoni 50 btg Yayasan Sutan Oloan, Helvetia
Jumat, 31 Juli Mahoni 20 btg Yayasan Dharma Bakti, L Pakam
Sono Keling 35 btg idem
7 Agustus Mahoni 21 btg MTsN 2 Medan
B. Tanjung 20 btg
Sono Keling 10 btg
Mindi 4 btg
Jumlah Mahoni

Sono Keling

850 btg

80 btg

  • USD Jual: 9250.00 Beli: 9100.00 » SGD Jual: 6639.25 Beli: 6508.25 » HKD Jual: 1193.15 Beli: 1171.85 » CHF Jual: 8704.65 Beli: 8540.65 » GBP Jual: 14009.00 Beli: 13727.00 »
  •  

    Copyright © 2009 HarianSumutPos.com
    REDAKSI: Graha Pena Medan Lt.3 Jl. SM Raja KM 8.5 No. 134 Medan - Sumut Telp: +62-61-7881661 Fax: +62-61-7883060
    redaksi-a-hariansumutpos.com - iklan-a-hariansumutpos.com