Persebaya vs PSMS, Balik Kandang
10:57 | Wednesday, 1 July 2009MEDAN- Usai. Selesai. Tamat. The End. Mungkin masih banyak lagi kata yang cocok untuk menggambarkan langkah PSMS di kancah Indonesian Super League (ISL). Intinya, musim depan PSMS akan pulang kandang ke Stadion Teladan. Lalu, berlaga di Divisi Utama bersama saudaranya PSDS Deli Serdang.
Ya, pada laga hidup mati yang memperebutkan satu tempat di ISL musim depan, PSMS harus takluk dari lawannya Persebaya, 6-5, melalui drama adu penalti setelah bermain imbang, 1-1, di waktu normal. Miris? Bagaimana tidak, sejatinya Ayam Kinantan telah unggul lebih dulu melalui penalti Zada. Sayang, kemenangan 1-0 pada laga yang digelar di Stadion Siliwangi, Bandung dan disiarkan langsung oleh ANTV, Selasa (30/6) itu tak bisa dipertahankan. Melalui tendangan penalti juga, Persebaya menyamakan kedudukan via kaki Jairon Feliciano pada menit ke-86. Akibatnya, mau tak mau PSMS dan Persebaya melakoni adu penalti setelah penambahan waktu 2×15 menit juga tak membuahkan gol tambahan.
“Saya gagal membawa tim ini. Saya memang berhasil membawa tim memenangi permainan. Namun, saya gagal membawa tim memenangi pertandingan, sementara yang kami butuhkan adalah kemenangan,” kata Rudy Keltjes, pelatih PSMS, usai pertandingan.
Sedih? Mungkin juga. Namun, ada sesuatu yang menarik dari kekalahan dan ketidak-ikutsertaan PSMS di ISL musim depan, yakni PSMS pulang kampung. Ya, Ayam Kinantan kembali ke kandangnya, Stadion Teladan. Pecinta PSMS pun bisa menonton secara langsung. Dan, PSMS tak menjadi tim musafir lagi. “Mereka sudah berupaya maksimal. Saya tidak menyalahkan pemain, ini masalah mental,” tambah Rudy
Terkait dengan itu, suporter Medan Cinta Kinantan (SmeCK) Holigan dan Kesatuan Anak Medan Pecinta Ayam Kinantan (KAMPAK) fans club yang menggelar nonton bareng meminta pengurus segera berbenah.
Kawan-kawan suporter lebih dewasa menyikapi hal ini. Dicky Anugerah Panjaitan, pentolan KAMPAK mengatakan, evaluasi lebih tepat diarahkan ke pengurus PSMS yang terlihat kurang pro aktif menyelamatkan PSMS. “Kita tidak bicara evaluasi akan satu partai ini saja, melainkan satu musim. Kami dari barisan pendukung PSMS berharap agar pemilihan ketua umum PSMS segera dilaksanakan,” beber Dicky.
Sedangkan Nata dari SmeCK juga menyatakan hal serupa. “Apapun yang terjadi, kami tetap mencintai PSMS. Kepada segenap pendukung PSMS, jangan larut terlalu lama dalam kesedihan. Kita segera bangkit, dan tatap ISL musim berikutnya,” ungkap Nata. (rmd/ful)
2 komentar untuk “Persebaya vs PSMS, Balik Kandang”
Beri komentar
2. Apakah Anda Setuju agar Ujian Nasional (UN) Ditiadakan?
- Setuju (59%, 182 Votes)
- Tidak Setuju (38%, 118 Votes)
- Tidak Tahu (3%, 11 Votes)
Total Voters: 311


Da GpP,,,, jgn larut dLm kKecewaan trUzzz,, tahun bRikutnya Qta akan maen d sUper liGa Lagi. TENANG Z……, aQ yakin kArena Qta maen d TELADAN tercinta….. BRAVO PSMS…….
Hasil yang sudah maksimal,pengurus sudah berusaha…mungkin ini adalah salah satu keputusan dari Tuhan kalau dengan cara ini PSMS bisa bermain kembali di kandang. Dan mari membangun PSMS dari awal dan menjadi team yg lebih solid lagi agar bisa naik ke ISL.