Mental Juara
09:57, 26/11/2009Barcelona (2) vs Intermilan (0)
BARCELONA-Ketangguhan mental juara bertahan Barcelona memang patut diacungi jempol. Hingga matchday keempat, mereka menjadi salah satu raksasa yang terancam out dari Liga Champions musim ini. Tapi, anak buah Josep Guardiola itu mampu keluar dari tekanan. Bahkan dengan skuad compang-camping, Barcelona sukses menundukkan Inter Milan 2-0 di Nou Camp, dini hari kemarin (25/11).
Ya, El Barca (sebutan Barcelona) turun ke lapangan dengan menghadapi vonis mengerikan. Yakni tersingkir dari persaingan jika sampai kalah dari Inter. Padahal mereka berkutat dengan problem pemain cedera. Barca bahkan tidak diperkuat dua ujung tombak yang masih cedera, Zlatan Ibrahimovic dan Lionel Messi. Keduanya nonton dari bench.
Publik Nou Camp sendiri datang ke stadion dengan harap-harap cemas. Maklum, Inter sedang kuat dan penuh percaya diri.
Namun, Thierry Henry dkk menepis keraguan itu hanya dalam 10 menit pertama. Berawal dari tendangan pojok yang dilepaskan Xavi Hernandez, Henry mengirimnya ke Gerard Pique. Defender 23 tahun itu menaklukkan Lucio dan melesakkan tendangan voli ke gawang Victor Valdez. Barca leading 1-0.
Barca sekali lagi harus bersyukur punya Pedro Rodriguez. Pemain yang biasanya beroperasi di sayap kiri itu mampu menggantikan peran Ibrahimovic sebagai penyerang tengah. Pada menit ke-25, dia menggandakan keunggulan Barca setelah memanfaatkan umpan silang dari Xavi.
Pique tampak sangat gembira bisa mencetak gol. Pasalnya, sehari sebelum pertandingan kondisinya tidak fit. Dia bahkan absen dari sesi latihan pagi. “Kami memang mengawali pekan ini dengan situasi yang sangat sulit. Karena itu, bisa menang sejak babak pertama sangat memuaskan. Kami jadi lebih konfiden menjalani laga-laga selanjutnya,” papar Pique, sebagaimana dikutip AFP.
“Saya harus memberi selamat kepada tim atas permainan indah yang mereka peragakan,” kata Guardiola seperti dilansir Reuters. “Dengan Samuel Eto’o dan Diego Milito di barisan depan Inter, sesungguhnya sangat berisiko buat kami untuk menyerang. Tapi anak-anak tetap berani agresif. Justru mereka akan bingung kalau saya minta bertahan saja,” lanjut pelatih 38 tahun itu.
Permainan Inter sendiri jauh di bawah form. Eto’o yang diharapkan tampil trengginas melawan bekas timnya justru tidak berkutik. Dengan penguasaan bola timnya yang hanya 38 persen, dia tidak banyak mendapat suplai bola. Alih-alih gol, peluang saja sulit dia dapat.
“Agak aneh memang kalau saya harus melawan Barcelona di stadion mereka. Tapi ini bagian dari sepak bola,” aku Eto’o kepada Associated Press. “Saya ingin mengucapkan terima kasih pada fans Barca yang telah menyambut saya dengan hangat, dan hanya bisa berharap Barca dan Inter sama-sama lolos ke babak kedua,” tambah dia.
Mourinho tidak banyak berkomentar. Dia hanya mengatakan bahwa Barcelona memang main jauh lebih bagus daripada timnya.
Tapi, manajer yang pernah bekerja di Barca sebagai penerjemah itu menyebut absennya playmaker Wesley Sneijder yang menyebabkan Inter gagal mengeluarkan kekuatan terbaiknya.(na/jpnn)

