Pentingnya Media dalam Pembelajaran (1)

08:47, 14/01/2010

Seperti apakah gaya saya mengajar? Sudah berhasilkah saya dalam membelajarkan siswa saya? Sudah tercapaikah KBM?

Pertanyaan-pertanyaan itu muncul ketika saya merefleksi semua kegiatan yang sudah saya lakukan. Sering kita lupa untuk merefleksi diri kita setelah kita selesai melakukan kegiatan belajar mengajar. Kita lupa mengevaluasi diri kita sendiri.

Ketika tiba hari ujian semester,kita sebagai guru sibuk mewanti-wanti siswa agar belajar di rumah dan jika hasil tes sudah di tangan kita dan ternyata hasil tes siswa tidak menggembirakan, kita langsung menyalahi dan bahkan memarahi siswa.

Sebelum menyalahkan siswa, sebaiknya kita refleksi diri kita. Kita harus mengetahui atau mengulang kembali ingatan kita tentang model-model pembelajaran. Ada 4 model pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh seorang guru, yaitu tradisional/konvensional, media sebagai alat bantu, guru berbagi tugas dengan media, dan pembelajaran yang dimediakan.

Model pembelajaran tradisional/konvensional artinya guru menyampaikan materi tanpa media yang tentunya mengakibatkan pencapaian yang berbeda pada hasil yang diperoleh siswa. Sementara model pembelajaran dengan menggunakan media sebagai alat bantu artinya guru menyampaikan materi dengan menggunakan media sehingga akan tercapai hasil yang sama antara siswa yang satu dengan yang lain.
Hal yang sama juga akan terjadi jika guru melakukan pembelajaran dengan cara berbagi tugas dengan media. Namun,ada perbedaan sedikit jika guru melakukan pembelajaran yang dimediakan, yaitu hasil yang dicapai hanya menyentuh segi kognitif dan psikomotorik, tidak menyentuh pada segi afektif siswa.

Dari semua keterangan tersebut tentu kita dapat memilih model pembelajaran yang paling cocok/tepat dengan keadaan siswa kita. Dari pengalaman saya, pembelajaran dengan menggunakan media adalah yang paling tepat untuk siswa saya. Kini, muncul pertanyaan lagi, apa sebenarnya arti  media?

Media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” jadi media adalah perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Sementara itu, Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti buku, film, video dan sebagainya.

Sedangkan, National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.

Saat ini media memiliki beberapa fungsi, yaitu  sebagai bahan pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. (bersambung)

Oleh: Dra Hevy Anna Lubis
Kepala SD Namira Medan

Kata kunci pencarian berita ini:

Beri komentar

 
PLN Bottom Bar