Bahasa Daerah Terancam Punah
10:11, 21/01/2010Bahasa daerah merupakan kekayaan budaya Indonesia yang harus dilestarikan. Bahasa daerah di Indonesia berjumlah 742. Hampir 729 bahasa daerah berpenutur kurang dari satu juta orang, sekitar 169 bahasa daerah di antaranya terancam punah karena jumlah penuturnya kurang dari 500 orang. Bahasa yang terancam punah tersebar di wilayah Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua. Bahasa Lom di Sumatera hanya berpenutur 50 orang. Di Sulawesi bahasa Budong-budong 70 penutur, bahasa Dampal 90 penutur, Bahonsuai 200 penutur, dan Baras 250 penutur. Sedangkan di Kalimantan bahasa Lengilu hanya berpenutur 10 orang, Punan Merah 137 penutur, dan 200 orang penutur bahasa Kareho Uheng.
Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi kepunahan bahasa daerah itu mengancan Indonesia bagian Timur. Di Maluku, terdapat bahasa Hukumina yang jumlah penuturnya hanya 1 orang, bahasa Kayeli 3 penutur, Naka’ela 5 penutur, Hoti 10 penutur, bahasa Hulung dan Kamarian masing-masing 10 orang penutur, dan bahasa Salas 50 penutur. Di Papua, bahasa Mapia hanya berpenutur 1 orang, Tandia 2 penutur, bahasa Bonerif 4 penutur, dan bahasa Saponi 10 orang penutur.(*)
Sumber: Balai Bahasa Medan


