Buru Tokoh Kunci Polri Kejar 10 Pembobol ATM

10:39, 28/01/2010

JAKARTA – Pengejaran terhadap anggota jaringan pembobol dana nasabah perbankan melalui anjungan tunai mandiri (ATM) berlanjut. Tim khusus dari Direktorat II/ Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri masih memburu beberapa tokoh kunci yang selalu lolos.

“Masih ada sekitar 10 orang (yang dicurigai sebagai pelaku),” kata Kabareskrim Komjen Ito Sumardi di Mabes Polri, kemarin (27/1).
Hingga tadi malam, sudah 20 orang yang diringkus. Mereka ternyata saling mengenal dan bekerjasama satu sama lain. Kasus pembobolan ATM di Jakarta dan Kuta, Bali, merupakan satu kesatuan operasi dilakukan dengan modus penggunaan teknologi informasi. Sedang untuk wilayah Lampung dan Bandung, polisi masih menelusuri dan memeriksa sejumlah saksi terkait. “Mereka hanya butuh server dan koneksi internet untuk mengendalikan operasi,” kata mantan Kapolwiltabes Surabaya itu.

Menurut Ito, pengendalian operasi dilaksanakan dari Jakarta dan sejumlah kota besar lain. “Yang di Kuta itu, setelah dilacak, digerakkan dari Jakarta,” kata jenderal bintang tiga itu.

Menurut Ito, pembobolan ini merupakan kasus yang berulang dan kambuhan sejak 2006. Kejahatan pembobolan ATM itu rata-rata pernah terjadi di seluruh wilayah hukum Polda. Kasus tersebut sebenarnya telah diantisipasi oleh menejemen bank. Namun ternyata tindak kejahatan ini terus saja berjalan.(rdl/agm/jpnn)

Beri komentar

 
PLN Bottom Bar