DBL Indonesia

Pembobolan Rekening di Seluruh Kota

11:04 | Monday, 25 January 2010

JAKARTA-Polisi menduga aksi pembobol rekening sudah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Namun polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap jari ngan ini.

”Kita duga sudah menyebar, di Kalimantan ada, di Jakarta, di Sumatera, dan di Jawa,” terang Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi, Minggu (24/1).
Namun polisi belum berani menyimpulkan, mengingat tim masih terus bekerja melakukan pengumpulan data dan pengembangan kasus. “Ini terus dikejar, lagi dikembangkan,” tutup Ito.

Sebelumnya pembobol rekening nasabah di sejumlah bank diketahui mahir komputer. Kepolisian menemukan ada 264.000 data PIN yang telah direkam pelaku. “Mereka sangat menguasai komputer dan bisa mengutak-atik data,” kata

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang mengatakan, polisi telah menangkap 13 pelaku pembobol rekening nasabah bank. Para pelaku akan dikenakan pasal pidana berlapis. Pelaku dikenakan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sementara, tim khusus gabungan Mabes Polri terus memburu para pelaku pembobol dana nasabah perbankan di sejumlah kotan
Hingga tadi malam, sudah 13 orang tersangka yang diamankan. Dari pengakuan beberapa tersangka, otak sindikat itu kabur ke sebuah kota di Pulau Kalimantan. 

“Karena sedang diburu, maka identitasnya belum bisa saya sampaikan,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang di Mabes Polri, Jakarta kemarin ( 23/01). “Kami terus memantau perkembangan pengusutan kasus yang merugikan nasabah perbankan hingga miliaran rupiah itu,” imbuhnya.

Tim khusus yang dipimpin Direktur II/ Ekonomi Khusus Mabes Polri Brigjan Radja Erizman sekarang berada di beberapa kota yang menjadi lokasi operasi sindikat. Di antaranya, Pekanbaru, Kuta, Denpasar, Pontianak dan Medan. “Mereka dibantu oleh tim dari Polda setempat,” kata Edward.
Mabes Polri tak ingin kasus ini berlarut-larut terlalu lama. Sebab, efeknya bisa langsung pada kepercayaan nasabah pada perbankan. Ujungnya adalah kepercayaan investor dan iklim bisnis. “Kami mengimbau nasabah lain tak perlu panik. Lakukan transaksi secara normal, namun tetap waspada dan cermat memilih lokasi penarikan (uang),” kata mantan juru bicara tim investigasi kasus Bom Bali 1 itu.

Bagi para korban, Edward menjamin semua dana yang hilang akan dikembalikan oleh bank masing-masing. “Memang prosesnya perlu waktu. Tapi, dari pertemuan dengan Bareskrim, mereka menjamin dana itu tidak hilang, tapi akan diganti,” kata jenderal dua bintang itu.
Edward meyakini, sindikat yang berhasil ditangkap tim Mabes Polri adalah pelaku kambuhan. “Ada residivis. Tampaknya mereka memanfaatkan keahlian jahat itu dengan mengajak teman-teman baru,” katanya.   

Sindikat itu sangat menguasai komputer dan bisa mengutak-atik data. Dari barang bukti yang disita, menurut Edward, kepolisian menemukan sebanyak 264.000 data PIN telah direkam pelaku. “Mereka menempelkan semacam perekam di tempat tersembunyi dalam bilik ATM. Alat itu dibuat menempel dengan kamera CCTV,” katanya.(net/bbs) 

—–

Waspadai 4 Modus Pembobolan Rekening

1. Modus pertama

Pelaku melakukan cara untuk mengetahui data kartu ATM dan kartu kredit dengan menggunakan skimmer. Untuk PIN, dilakukan lewat pengintipan dengan kamera tersembunyi.

2. Modus kedua

Pelaku melakukan cara supaya kartu bisa tertahan di dalam. Setelah kartu tertahan, di ATM tersebut pelaku menempelkan stiker palsu yang bertuliskan hotline operator bank tersebut di mesin ATM. Tujuannya, agar korban bisa menghubungi nomor tersebut.

3. Modus ketiga

Pelaku menggunakan alat penjepit kartu yang digunakan di ATM. Begitu kartu masuk, kartu tidak bisa keluar. Nah saat kebingungan, pelaku akan menghampiri korban dan meminta untuk menghubungi nomor 14000 dengan pemberitahuan itu, nanti akan ada operator gadungan yang mengangkat dan meminta data

4. Modus keempat

Pelaku menjual data kepada pelaku lain dengan harga Rp 1 juta.

Sumber: Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang

Tags: , ,

Beri Komentar

Beri komentar

PERHATIAN: Komentar tidak boleh berisi makian, sara, dan kata-kata vulgar! Terimakasih.

2. Apakah Anda Setuju agar Ujian Nasional (UN) Ditiadakan?

  • Setuju (59%, 182 Votes)
  • Tidak Setuju (38%, 118 Votes)
  • Tidak Tahu (3%, 11 Votes)

Total Voters: 311

Loading ... Loading ...
« Kembali

Facebook Sumut Pos

Berita "Nasional" Lainnya

  • USD Jual: 9250.00 Beli: 9100.00 » SGD Jual: 6626.90 Beli: 6496.90 » HKD Jual: 1193.05 Beli: 1171.65 » CHF Jual: 8603.55 Beli: 8441.55 » GBP Jual: 13832.50 Beli: 13553.50 »
  •  

    Copyright © 2009 HarianSumutPos.com
    REDAKSI: Graha Pena Medan Lt.3 Jl. SM Raja KM 8.5 No. 134 Medan - Sumut Telp: +62-61-7881661 Fax: +62-61-7883060
    redaksi-a-hariansumutpos.com - iklan-a-hariansumutpos.com