Bisa Mengubah Karakter si Anak Nakal
10:17, 08/02/2010Penunjukan Rio Ferdinand Jadi Kapten Inggris
Suara-suara kontra dari penunjukan Rio Ferdinand sebagai penyandang ban kapten timnas Inggris terus bermunculan. Namun, bagi Manchester United, itu justru menguntungkan.
RIO Ferdinand tidak bisa ikut merayakan pesta gol Manchester United ke gawang Porsmouth pada Sabtu (6/2) lalu. Dia harus menyaksikan kegembiraan rekan-rekannya dari tribun penonton Stadion Old Trafford. Bek tengah 31 tahun itu menjadi penonton karena menjalani sanksi larangan tampil di empat pertandingan akibat menyikut pemain Hull City Craig Fagan dua pekan lalu.
Hukuman yang diterima Ferdinand menggambarkan betapa pemain kelahiran Peckham, London, itu seorang bad boy alias anak nakal. Sepanjang karirnya, tak terhitung kartu merah maupun sanksi yang diterimanya. Kenakalannya tidak hanya terjadi di lapangan, tapi juga di luar lapangan.
Di masa lalunya, pemain bertinggi badan 189 cm itu terlibat sejumlah skandal. Pada 2004, sebuah video mempertontonkan Ferdinand mabuk dan berhubungan seks dengan seorang wanita tak dikenal. Video itu bocor ke media massa dan membikin heboh Inggris. Ferdinand juga pernah tertangkap mengemudi sambil mabuk. Dia juga pernah mangkir tes doping. Akibatnya, dia dilarang main selama delapan bulan akibat kelalaiannya tersebut.
Karena rapor kedisiplinan yang banyak merahnya itulah, publik mempertanyakan kepantasan Ferdinand menggantikan John Terry sebagai kapten timnas Inggris. Apalagi, sifat bad boy Ferdinand belum sepenuhnya hilang. Namun, hal sebaliknya ditunjukkan pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson. Dia justru optimistis dengan penunjukan Ferdinand. Menurut pelatih asal Skotlandia itu, diangkat sebagai kapten timnas bakal membawa banyak perubahan positif pada diri si bad boy.
“Tentu saja kami sangat bangga. Sungguh merupakan kehormatan buat Manchester United kalau salah satu pemain kami ditunjuk menjadi kapten timnas,” kata Ferguson, seperti dikutip Associated Press. “Selama bertahun-tahun, tim ini pernah punya Gary Neville, Bobby Charlton, dan Bryan Robson. Dan kami selalu bangga pada mereka,” lanjut Fergie, panggilan karibnya.
Sebagai orang yang sangat mengikuti perjalanan karir Ferdinand sejak awal, Ferguson tahu betul karakter anak didiknya tersebut. “Saya hafal. Setiap kali membuat kesalahan, dia selalu cepat bangkit dari keterpurukan. Dia selalu berusaha belajar jadi lebih baik,” tutur Fergie.
Ferdinand sendiri menyadari sorotan publik akan sepak terjangnya selama ini. Dia jadi maklum kalau akhirnya kematangannya sebagai pemimpin dipertanyakan. Namun, dia mengaku sudah belajar banyak dari kesalahan terakhir, terutama setelah kasus doping yang membuatnya absen dari Euro 2004 lalu.
“Saya tahu, saya harus mengubah pendapat orang tentang saya. Saya juga mungkin akan bikin kesalahan lagi di masa depan. Tapi yang harus dibayar mahal seperti dulu.” Semoga saja tidak,” tegas Ferdinand, seperti dikutip The Times.
“Sebagai anak muda dari West Ham, saya butuh waktu bertahun-tahun untuk menyadari tanggung jawab sebagai pemain sepak bola profesional,” tutur Ferdinand. “Saya pikir, saya mencapai fase itu. Kedewasaan adalah salah satu faktor penting. Saya punya keluarga muda. Dan itu membantu saya mengatasi semua titik terendah dalam karir saya,” lanjut dia.
Pria yang punya majalah entertainment bertitel RIO itu kini mencurahkan fokus sepenuhnya untuk menjaga citra sebagai kapten Inggris. Dia bahkan berencana menarik banding atas hukuman empat laganya. Seperti diberitakan, Ferdinand tidak terima dengan hukuman itu, dan mengusahakan pengurangan. Namun, dia beranggapan hal itu hanya akan memperburuk hubungan dia dengan Fabio Capello, pelatih timnas.
“Menjadi kapten punya pengaruh besar buat saya,” aku Ferdinand. “Pelatih di klub dan timnas tidak memilih saya sebagai kapten kalau mereka tak memercayai atau menganggap saya kurang bertanggung jawab untuk itu. Semoga itu membantu publik untuk percaya pada saya, bahwa saya sudah berubah. Saya sedang membentuk karakter baru yang lebih baik,” ujarnya penuh tekad. (na/aww/jpnn)

