Jadi Masjid Percontohan di Sumut
05:47, 12/02/2010Masjid yang satu ini berdiri tahun 1960. Awal mulanya kondisinya cukup memprihatinkan, berdinding papan dan berlampukan petromak.
Nama lengkapnya Masjid Al Badar Jalan Gatot Subroto Km 6,8 Medan. Masjid ini berdiri di atas tanah dengan luas 4166 meter kuadrat. Namun, untuk pertama kalinya masjid ini berdiri di atas tanah wakaf milik Almarhun Ahmad Syamsi yang luasnya 875 meter kuadrat.
“Tanah itu bertambah luasnya berkat bantuan dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Pada saat itu Pak Abdillah yang membebaskan tanah dari delapan kepala keluarga yang berada di sekitar masjid dengan ganti rugi yang layak,” kata Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) Al Badar, Fauzi Bakhtiar, kepada wartawan. Sementara itu, lanjut Fauzi, almarhum Letkol Narundana juga berjasa membantu untuk mengumpulkan dana pembagunan masjid ini,” ujarnya.
Dulunya, lanjut Fauzi, untuk melaksanakan salat lima waktu, pada waktu Salat Shubuh merupakan tantangan yang berat untuk melaksanakannya di masjid ini.
“Bagaimana tidak, kami harus memompa lampu petromak terlebih dahulu, agar ada penerangan untuk melakukan salat. Beratnya lagi karena kami juga baru bangun tidur. Jika untuk Salat Maghrib dan Isya kan kami sudah mempersiapkannya, jadi tak terlalu susah,” tuturnya. Sekitar pada 1980-an, masjid ini pun dipugar menjadi bangunan yang permanen. “Pada masa itu, kami masih membangun masjid yang bagian depan,” kata Fauzi.
Semantara itu, pada masa pemerintahan Wali Kota Medan Abdillah, di lokasi yang sama direncanakan dibangun masjid percontohan untuk wilayah Sumatera Utara.
“Dalam rencananya, masjid ini akan dibangun bersamaan dengan bantuan Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan Departemen Agama Republik Indonesia (Depag RI). Masjid ini pun mulai dibangun pada 2006 lalu,” terangnya.
Namun, hingga saat ini masjid ini belum juga rampung. “Ya, penggagasnya kan pak Abdillah, jadi untuk sementara pembangunan masjid ini jadi terkendala. Namun, pembangunannya tak berhenti, kami masih mengupayakan dengan mencari dana dari berbagai pihak,” ujar Fauzi. Pembangunan masjid yang baru ini, sambung Fauzi, sejak 2006 lalu hingga saat ini, pengerjaannya baru selesai 72 persen dengan menelan biaya Rp5 miliar.
“Sebenarnya jika tanpa kendala, pembangunan masjid ini sudah selesai pada 2009 lalu. Menurut rencananya juga masjid ini maih membutuhkan dana sebesar Rp2 miliar lagi. Nah, inilah yang sedang kami upayakan,” katanya. Menurut Fauzi, pemerintahan Kota Medan setelah Abdillah sama sekali tak peduli lagi dengan masjid, baik itu Afifuddin maupun Rahudman.
“Saat ini kami masih mengumpulkan dana dari berbagai pihak yang peduli dengan pembangunan rumah ibadah sebagi percontohan Sumut ini. Kami juga sudah mengirimkan proposal kepada H Anif, namun belum ada jawaban, kami masih menunggu,” ujarnya.
Masjid ini, terang Fauzi, direncanakan dibangun berlantai dua. “Di lantai dua sebagai temapt peribadatan, dan di lantai dasarnya dibangun tempat bisnis atau usaha. Nah, tujuannya dibuat usaha ini untuk mengembangkan masjid dengan mandiri,” jelasnya.
Lebih lanjut Fauzi mengatakan, selain utnuk mengembangkan masjid secara mandiri, hasil dari usaha ini nantinya akan dipergunakan juga untuk kemaslahatan ummat. “Seperti menyantuni anak yatim, menyekolahkan ana-anak miskin, dan sebagainya,” paparnya.
Menurut keterangan dari Fauzi, Masjid Al Badar ini juga sebenarnya masih akan diperlebar luas tanahnya ke bagian selatan dan bagian timurnya. “Pada bagian selatan untuk memperluas masjid, dan bagian timurnya untuk membangun madrasah. Namun, semuanya gagal total. Tapi kami masih mengupayakan semua itu agar bisa terealisasi kembali seperti rencana semula,” katanya.
Fauzi mengatakan, agar semua pihak dapat berpartisipasi dalam melanjutklan pembangunan masjid yang direncanakan sebagai masjid percontohan Sumut ini. Masjid Al Badar bangunan lama dapat menampung 150-an jamaah.
Jika bangunan masjid yang baru rampung, maka, jumlah jamaah yang bisa ditampung dalam masjid berkisar 1000-an jamaah.(saz)
[ketgambar]MEGAH: Dua menara dengan megah mengapit bangunan masjid. // SAZALY/SUMUT POS[/ketgambar]

