Dapat Applause, Sebut Mel Gibson dan Nicole Kidman
10:53, 11/03/2010SBY Jadi Kepala Negara Keenam Berpidato di Parlemen Australia
Tidak banyak kepala negara yang berpidato di hadapan Parlemen Australia. Kemarin (10/3) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapatkan kesempatan langka itu.
Naufal Widi A.R., Canberra
JARUM jam menunjukkan pukul 14.25 waktu Canberra, Australia (selisih 4 jam dengan WIB). Bel berbunyi lima menit di The House of Representatives Chambers, parlemen Australia. Anggota parlemen di ruangan mulai bersiap-siap menempati tempat duduk masing-masing.
Perdana Menteri Australia Kevin Rudd dan Ketua Partai Oposisi Tony Abbott juga memasuki ruang sidang utama. Keduanya mengambil posisi duduk berhadapan di kursi pada sebuah meja utama di tengah ruangan, persis di depan podium Speaker (ketua parlemen) Harry Jenkins.
Saat bel berhenti, Herry Jenkins masuk ke ruangan dan menuju tempat duduknya.
Dia lantas membuka forum resmi itu dengan mengucapkan selamat datang kepada Ketua Senat John Hogg, para senator, dan undangan yang akan mendengarkan pidato Presiden SBY
Ya, kemarin (10/3) SBY mendapatkan kesempatan menyampaikan pidato di hadapan anggota parlemen Australia yang terdiri atas 150 anggota House of Representatives dan 76 senator Australia. Dia menjadi kepala negara keenam dari luar Australia yang memberikan pidato dalam 109 tahun sejarah parlemen Australia.
Lima kepala negara yang pernah berpidato di sana adalah dua dari Amerika Serikat, yakni Bill Clinton dan George W. Bush. Kemudian, Perdana Menteri Inggris Tony Blair, PM Kanada Stephen Harper, dan Presiden Tiongkok Hu Jin Tao.
Sekitar tiga menit setelah ketua parlemen membuka forum resmi tersebut, SBY masuk ke ruangan sidang. Mengenakan jas hitam dengan kemeja putih yang dipadu dengan dasi merah, SBY tampak tenang. Dia lantas dipandu untuk duduk di kanan ketua senat. Posisinya di kiri kursi Speaker Herry Jenkins.
Jenkins kemudian memberikan kata pengantar menyambut SBY. Dia juga menyapa Ibu Negara Ani Yudhoyono yang mendampingi suami di balkon ruang sidang. Ani yang mengenakan kebaya oranye membalas dengan berdiri sambil dua tangannya ditangkupkan di depan dada.Setelah Jenkins, giliran PM Kevin Rudd dan Ketua Oposisi Tony Abbott yang menyambut SBY dengan sambutannya. “Kita (Australia dan Indonesia, Red) berteman karena kita memilih untuk menjadi teman,” sapa Rudd menjelaskan tentang baiknya hubungan kedua negara.
Saat yang ditunggu “puncak acara” tiba. Pukul 14.45 waktu setempat SBY maju untuk menyampaikan pidato. Dengan perlahan, kata demi kata dalam bahasa Inggris disampaikan SBY kepada anggota parlemen yang mencermati dengan seksama. Tidak kurang dari enam kali Menko Polhukam era Presiden Megawati itu mendapatkan applause dari anggota parlemen.
Misalnya, saat SBY memaparkan hubungan yang spesial antara Indonesia dan Australia. Untuk menggambarkan dalamnya hubungan itu, dia mengambil beberapa contoh peristiwa. Misalnya, sembilan tentara Australia yang tewas akibat kecelakaan helikopter saat membantu korban gempa bumi di Nias.
Kemudian, kecelakaan pesawat di Jogjakarta yang menewaskan lima orang Australia. Juga mereka yang menjadi korban bom di Hotel JW Marriott. SBY menyebut mereka sebagai pahlawan. “Perkenankan kami memberikan perhatian yang dalam dan apresiasi kepada mereka,” urai SBY yang disambut dengan applause cukup panjang.
Tepuk tangan juga meramaikan pidato SBY saat dia memaparkan hubungan Indonesia-Australia yang telah berlangsung lama. Kemudian, saat tragedi tsunami melanda Aceh dan Nias pada 2004. “Itu adalah langkah awal ikatan emosional dalam hubungan bilateral kedua negara,” katanya.
Namun, SBY juga menyebutkan tidak selalu mulus hubungan dua negara. Misalnya, pada 1980-an, para peneliti Indonesia yang diistilahkan dengan love-hate relationship. Kemudian, krisis di Timor Timur (kini Timor Leste) yang sempat memengaruhi hubungan kedua negara.
Namun, kini, menurut SBY, telah berbeda. Australia telah menjadi pilihan bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi. Begitu juga untuk tujuan wisata. SBY juga menyebut beberapa bintang Australia seperti Hugh Jackman, Mel Gibson, Nicole Kidman, dan Steve Irwin. “Mereka memiliki banyak penggemar di Indonesia,” ungkap ayah Agus Harimurti dan Edhie Baskoro itu.
Dalam kesempatan itu pula, SBY menyampaikan penghargaan kepada para profesor, guru, pelajar, dan keluarga di Australia yang berkenan menerima lebih dari 10 ribu pelajar Indonesia di rumah dan kampusnya. Bahkan, SBY mengatakan bahwa Ibas “sapaan Edhie Baskoro” juga menempuh studi di Curtin University. “Maka, izinkan saya mewakili banyak orangtua Indonesia, Terima kasih, Australia. Thank you, Australia,” seru SBY yang kembali disambut gemuruh tepuk tangan.
Kerja sama dalam memerangi aksi terorisme di antara kedua negara juga disinggung SBY. Bahkan, keberhasilan menghentikan aksi Dr Azhari dan Noordin M. Top juga disebutkan. Kemudian, aksi Polri dalam seminggu terakhir yang menangkap teroris di Aceh. “Baru kemarin polisi kami juga berhasil melumpuhkan jaringan teroris yang penting di salah satu wilayah di Jakarta,” katanya.
SBY dalam pidato juga menguraikan apa yang menjadi tantangan kedua negara dalam menjalin kerja sama. Pada pukul 15.15, SBY selesai membacakan pidato.
Pidato SBY di hadapan parlemen itu disaksikan 13 menteri Kabinet Indonesia Bersatu II yang ikut mendampingi dalam kunjungan kenegaraan di Negeri Kanguru itu. Selain rombongan presiden, perwakilan KBRI, sejumlah tamu undangan dari WNI di Australia ikut hadir. Enam pimpinan media yang tengah mengikuti Senior Editor’s Meeting di Sydney dan Canberra, termasuk Pemred Jawa Pos Leak Kustiya, juga mengikuti pidato tersebut.
Sebelum menyampaikan pidato di hadapan parlemen, SBY juga sempat memberikan sambutan dalam acara jamuan makan siang di salah satu hall di dalam gedung parlemen. Ketika itu, SBY menyampaikan sambutan dalam bahasa Indonesia. Dalam kesempatan joint media conference bersama Kevin Rudd, SBY juga menggunakan bahasa Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, SBY mengatakan mendapat kehormatan untuk bisa “tampil” di hadapan Parlemen Australia. Mungkin karena menganggap momen yang penting, SBY begitu memperhatikan persiapannya berpidato. “Sebelum masuk ke gedung ini, saya ingatkan staf saya Dino (Dino Patti Djalal, Red), jangan sampai pidato saya tertukar antara yang disampaikan saat lunch dengan yang disampaikan di depan parlemen,” kata SBY.
Undangan jamuan makan siang yang mengerti bahasa Indonesia tertawa. Sedangkan ’tuan rumah’ terlambat tertawa karena menunggu diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Dino Patti Djalal, juru bicara presiden.
SBY menganggap penting dan erat hubungan dengan Australia. Bahkan, dalam kunjungan kali ini, dia membawa serta 13 menteri, tiga anggota DPR, dan enam gubernur.
SBY juga mengatakan memiliki ikatan batin dengan Australia. Dia mengagumi dinamisnya semangat negara tetangga itu. Dengan gaya bercanda, SBY mengungkapkan kesukaannya menonton Australia Open yang kala itu dimenangi Roger Federer. “Tidak ada yang berani mengganggu,” kata SBY yang lagi-lagi disambut tawa. “Kecuali ada peristiwa yang lebih penting,” sambung dia. (kum/jpnn)
[ketgambar]DI AUSTRALIA:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd saat konferensi pers di Canberra, kemarin. // rumgapres[/ketgambar]

