PAD Pariwisata Hanya Rp29 Juta

10:28, 09/03/2010

LANGKAT-Realisasi perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Kabupaten Langkat hanya Rp29 juta. Kondisi dinilai tak masuk akal mengingat di Langkat terdapat 22 objek wisata primadona yang kerap dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.

Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan dan Sarana Wisata Puan Meirina saat temu pers,di ruang Pers Room Setdakab Langkat, Senin (8/3), mengatakan, pendapatan yang kecil itu hanya bersumber dari tiga objek wisata, yaitu Bukit Lawang di Bahorok, Tangkahan di Batang Sarangan dan Pangkal Namu Sira-Sira di Sei Bingei. Sedangkan objek wisata lain belum terprogram dalam PAD Kantor kebudayaan dan Pariwisata Langkat.
Ketua Bakohumas Langkat Drs Sura Ukur yang juga Asisten Administrasi. Umum Setdakab Langkat juga mengaku terkejut. ”Wah, kalau pendapatannya hanya Rp29 juta, bisa dihitung berapa pendapatan per hari. Tentu tak lebih dari Rp100 ribu. Jadi pantas kita pertanyakan ke mana hasil pariwisata Langkat yang melimpah ini?” ujar Sura Ukur.

Dalam temu pers itu, Sura Ukur menekankan kepada kantor kebudayaan dan pariwisata untuk lebih meningkatkan pengelolaan zona-zona wisata yang terbengkalai atau belum terjamah oleh instansi terkait.

“Saya melihat banyak potensi wisata yang belum tergali seperti wisata bahari di Pesisir Langkat, wisata religi di Tanjung Pura dan sejumlah objek wisata lain di Langkat. Perlu kiranya bagi kantor pariwisata membuat kalender atau agenda wisata sendiri untuk menarik pengunjung dari dalam dan luar daerah,” usulnya.

Meski begitu, Sura Ukur didampingi kabag Humas Setdakab Langkat Syahrizal, mengaku tetap akan peningkatan PAD wisata Langkat melalui berbagai koordinasi dan arahan agar terciptanya ikon wisata Langkat.

”Mengatasi minimnya PAD wisata Langkat tentu perlu dilakukan berbagai pembenahan sarana prasarana, tata kelola, produk hingga infrastruktur. Semua  harus mendukung kemajuan dunia pariwisata di Kabupaten Langkat,” ujar Sura Ukur. (ndi)

Beri komentar

 
PLN Bottom Bar