Sari Mutiara Terdepan di Sumut
03:26, 05/03/2010SEBANYAK 542 mahasiswa/i Akademi Perawatan Angkatan XVIII, Akademi Analis Kesehatan Angkatan XVI, Akademi Analisis Farmasi dan Makanan Angkatan XVII, Akademi Kebidanan Angkatan IX dan Program Studi D-III Kebidanan Angkatan VI Yayasan Sari Mutiara mengikuti caping day dan pengukuhan mahasiswa di Wisma Taman Sari Medan, Kamis (4/3).
Hadir dalam caping day dan pengukuhan tersebut, Ketua Yayasan Sari Mutiara Drs W Purba, Ketua BPH Yayasan Sari Mutiara yang juga Direktur RSU Sari Mutiara, dr Tuahman Fr Purba MKes SpAn, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sumut, Bahdin Nur Tanjung SE MM, Wakil Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sumut, Betty Mangkuji dan Ketua Persatuan Perawat Nasional Sumut, H Yafetti Nazara dan undangan lainnya.
Prosesi acara diawali dengan jalan beriring dibelakang tokoh menyerupai Florence Night Angel yang menjadi tokoh dan pelopor dalam keperawatan yang lahir di Florence (Italia) pada 12 Juli 1820 dan wafat pada 13 Agustus 1910. Ia merupakan tokoh yang berperilaku baik, rajin beribadah, suka mengunjungi dan menolong orang sakit dimana oleh Raja Edward VIII dianugerahi sebagai perintis gerakan palang merah.
Mahasiswa semester pertama ini selanjutnya dipasang cap (topi) oleh para dosen dan memasang lilin dari tokoh Florence Night Angel serta mengucapkan janji.
Ketua Aptisi Sumut, H Bahdin Nur Tanjung SE MM mengutarakan, lembaga pendidikan Yayasan Sari Mutiara merupakan lembaga pendidikan terdepan di Sumut. Ini ditandai dengan besarnya animo calon mahasiswa ke kampus yang telah mampu melaksanakan kegiatan belajar dan praktik dengan baik dan profesional.
‘’Nama Sari Mutiara sudah menasional dengan menghasilkan ‘mutiara-mutiara’ tenaga kesehatan yang berperan membangun kesehatan di Indonesia termasuk di Sumatera Utara,’’ pujinya.
Koordinator Pendidikan Diploma III Kesehatan Yayasan Sari Mutiara, Dra Ivan Elisabeth Purba MKes mengatakan, mahasiswa terbaik dari Akademi Perawatan (Rotua Masniari Situmorang, Maria Erni Yanti dan Eka Desianti Sitanggang, Akademi Analis Kesehatan (Utari Damaiyanti, Forledis Simanjuntak dan Kiki Riskiyani Khana), Akademi Analisis Farmasi dan Makanan untuk Kelas I.1 (Balimetta Tarigan, Suci Ramadani dan Ade Ganda Guspita Nadeak) serta kelas I.2 (Sri Dewi Sihotang, Nurzehan, Friska E Br Ginting).
‘’Kegiatan hari ini diikuti 389 mahasiswa mengikuti caping day dan 153 mahasiswa non perawatan mengikuti pengukuhan. Topi yang dipasang di kepala melambangkan kesucian dan sebagai mahkota. Penyalaan lilin melambangkan mahasiswa siap mengabdikan diri dan memberikan pelayanan perawatan kesehatan kepada orang sakit maupun sehat, baik individu, keluarga dan masyarakat,’’ ungkapnya.
Ketua BPH Yayasan Sari Mutiara, dr Tuahman E Purba MKes SpAn mengatakan, caping day dan pengukuhan mahasiswa tenaga kesehatan merupakan peristiwa penting. Demikian pula dengan keberhasilan akreditasi seluruh program studi/jurusan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). ‘’Pengurus Yayasan Sari Mutiara akan tetap berupaya semaksimal mungkin sekaligus mendorong peningkatan sumber daya manusia dan fasilitas pendidikanserta proses yang baik di pendidikan tenaga kesehatan Yayasan Sari Mutiara,’’ imbuhnya.
Wakil Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sumut, Betty Mangkuji yang berharap tenaga kesehatan dapat memberi pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat. Sedangkan Ketua Persatuan Perawat Nasional Sumut, H Yafetti Nazara mengungkapkan adanya peluang dari pemerintah bagi para perawat untuk membuka praktik umum setelah memiliki surat tanda register yang dikeuarkan Dinas Kesehatan kabupaten maupun kota. (*)
[ketgambar]CAPING DAY: Mahasiswi Diploma III Yayasan Sari Mitiara saat mengikuti caping day di Wisma Taman Sari, Kamis (4/3) // [/ketgambar]


kapan cehh buka pendaftaran
kbrn ya
saya ingin rincian biaya utk SKP