Ultah ke-32, Drogba Terbaik Afrika

08:17, 13/03/2010

Jelang Tanding Chelsea versus West Ham United

Jelang tanding Chelsea melawan West Ham United di Stamford Bridge malam nanti, Didier Drogab mendapat suntikan semangat tersendiri. Pemain berkulit hitam ini mendapat predikat sebagai pemain terbaik Afrika 2009.
Jelas ini menjadi gengsi bagi Drogba untuk membuktikan bahwa dirinya memang benar-benar pemain terbaik.
Memang, Didier Drogba gagal mengantarkan Pantai Gading meraih juara Piala Afrika 2010 dua bulan lalu. Tapi, itu tidak menghalangi penahbisan Drogba sebagai pemain terbaik Afrika 2009 di Akra, Ghana, kemarin (12/3). Gelar itu menjadi kado ultah Drogba yang genap 32 tahun sehari sebelumnya.

Seperti diumumkan CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika), Drogba menjadi yang terbaik setelah meraup 92 poin. Bomber Chelsea itu mengungguli striker Kamerun dan Inter Milan Samuel Eto’o yang hanya meraup 69 poin. Rekan setim Drogba di Chelsea sekaligus bintang Ghana Michael Essien berada di peringkat ketiga (43 poin).
Gelar pemain terbaik Afrika sudah dua kali diterima Drogba. Sebelumnya diraih Drogba pada 2006. Kala itu, dia juga mengungguli Eto’o dan Essien.

“Drogba terpilih karena peran besarnya meloloskan Pantai Gading ke Piala Dunia 2010,” demikian sebagaimana dilansir CAF di situs resmi mereka.  “Dia juga mencetak lima gol dan membuat timnya tak terkalahkan sepanjang kualifikasi,” tambah CAF.
Penghargaan pemain terbaik Afrika yang sebenarnya dipilih setiap pelatih tim nasional negara-negara Afrika. Namun, pilihan akhir tetap diberikan kepada CAF sebagai penyelenggara sejak 1994. Sebelumnya atau sejak 1970, penghargaan masih diotaki majalah Prancis France Football.

Dalam kesempatan terpisah, Drogba tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya terpilih sebagai pemain terbaik Afrika. “Saya masih memiliki gairah terus mengejar medali. Saya ingin terus mencetak gol selama tidak diganggu cedera,” tuturnya di situs resmi Chelsea.

“Sekalipun kini 32 tahun, saya merasa seperti anak kecil ketika berada di lapangan. Jadi, kadang Carlo Ancelotti (pelatih Chelsea) harus menarik saya keluar,” tambahnya.

Selain pemain terbaik, CAF memberi penghargaan lainnya. Diantaranya tim terbaik kepada Aljazair. Si Rubah Gurun – julukan Aljazair – meraihnya setelah lolos ke Piala Dunia 2010. Lolosnya Aljazair tidak mudah karena harus melewati juara Afrika tujuh kali Mesir dalam babak playoff (single match) di Sudan.

Jawara Liga Champions Afrika TP Mazembe (Kongo) kebagian klub terbaik. Mazembe ikut bangga dengan terpilihnya skipper Tresor Mputu Mabi sebagai pemain terbaik Afrika di liga lokal.
Sukses Ghana meraih Piala Dunia U-20 memberi berkah bagi Sellas Tetteh karena dipilih sebagai pelatih terbaik, sedangkan Dominic Adiyiah sebagai pemain muda terbaik. (dns/jpnn)

Beri komentar

 
PLN Bottom Bar