Situs Porno Membunuh Mental Pelajar
10:44, 20/06/2010
Kekhawatiran terjadinya degradasi moral bukan sekadar hisapan jempol belaka jika tidak ada pembatasan untuk manangkal informasi pornografi yang marak di dunia maya (internet).
Apalagi belakangan ini video porno mirip Ariel Paterpan bersama Luna Maya dan Cut Tari yang muncul di internet malah banyak dikonsumsi remaja yang notabene berstatus pelajar.
“Situs porno sangat tinggi sekali pengaruhnya terhadap pelajar. Kita tidak bisa bayangkan jika generasi ke depan terjebak dalam status meried by accident dan perilaku seksual menyimpang lainnya. Ini bisa membunuh mental pelajar perlahan-lahan,” kata Dra Hj Rebekka Girsang, Kepala SMA Negeri 1 Medan.
Menurutnya, tanpa disadari dampak negatif video porno terhadap pelajar sangat besar, apalagi dalam dunia pendidikan. “Pengaruh luar pada saat generasi muda ini harus kita perhatikan, mereka sangatlah liar, mereka mudah goyah iman,” tambahnya.
Menurut wanita yang juga menjabat Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Medan ini, sebagai ekses perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi, perilaku dari pelajar/remaja terseret mengikuti gaya hidup bebas dan cenderung permisif dalam memandang nilai-nilai susila di masyarakat. “Secara otomatis pikiran akan berubah, akan sering berfatamorgana, tidak fokus dengan apa yang menjadi kewajiban seperti sekolah, ibadah, belajar, mengaji ataupun yang yang berhubungan dengan kewajiban,” bilang wanita kelahiran 14 April 1952 silam ini.
Apalagi, sambungnya, hal ini diperparah dengan tontonan acara televisi sekarang ini cenderung kepada hal-hal yang romantis yang sama sekali tidak mendidik para generasi muda ini. Acara sinetron cinta, acara telenovela, kebanyakan ke hal-hal yang justru mempengaruhi pola pikir mereka ke arah buruk.
Diakuinya, hebohnya video mesum mirip artis Ariel Peterpan bersama Luna Maya dan Cut Tari tersebut, membuat sekolah SMA Negeri 1 Medan merazia ponsel siswanya. “Sebelum heboh situs porno mirip artis itu, kami selalu rutin merazia konten porno di ponsel anak didik kami. Tapi maraknya vedio mesum mirip artis, membuat kami semakin memperketat razia,” ujar ibu dua anak ini.
Wanita yang pernah menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 1 Sei Bingei, Kepala SMA Negeri 9 Medan, Kepala SMA Negeri 13 Medan, Kepala SMA Negeri 3 Medan menilai, peran orangtua paling mutlak dibutuhkan dalam membimbing anak-anaknya yang masih pelajar sehingga bukan tanggungjawab pihak sekolah saja. “Orangtua jangan mendidik anaknya dengan cara dimanja seperti memberikan semua fasilitas dan uang sebagai ungkapan kasih sayang karena itu justru membuat anak tidak terkontrol,” kata dia.
Tapi, lanjutnya, hendaknya membimbing anak dengan memberikan moral agama yang kuat serta menjadikan anak sebagai teman agar komunikasi bisa berjalan lancar. “Orangtua juga harus menganggap anaknya sebagai teman agar anak mau curhat sama orangtuanya tentang apapun. Sehingga orangtua bisa tahu sejauh mana perkembangan anaknya di luar,” kata wanita jebolan IKIP Medan (sekarang UNIMED, Red) ini. (ila)

[ketgambar]Dra Hj Rebekka Girsang, Kepala SMA Negeri 1 Medan.[/ketgambar]
Kata kunci pencarian berita ini:
- anak2 sma mesum
- secara otomatis pikiran akan berubah akan sering berfatamorgana tidak fokus dengan apa yang menjadi kewajiban seperti sekolah
- pola perkembangan pelajar di singkawang
- PELAJAR MEMBUNUH
- orangtuamembunuhanakny
- orang tua membunuh anaknya
- dampak dari maraknya dunia maya terhadap nilai moral pelajat
- berita orang tua membunuh anaknya
- berita anak membunuh orang tua
- vedio anak2 SMA mesum



Orang tua hrs mendidik anak2 cinta dan takut Allah.Jika anak yg saleh tidak akan melihat budaya rusak.Anak2 yg merasa Allah selalu bersama mereka,maka tak kan berani melihat yg memang sangat bertentangan dg moral maupun agama.Latih lidah anak berzikir dari kecil.Kenalkan hiburan islam spt qasidah.Suruh anak2 menghafal ayat2 suci Alqur’an dan serta terjemahan.Adakan program agama diluar sekolah,maka sianak sendiri akan terjauh dari budaya yg tidak sehat.