Kepada pemasang iklan, pelanggan, dan relasi diberitahukan, sehubungan dengan perayaan Idul Fitri 1431 H, Sumut Pos tidak terbit mulai 9 September 2010. Kami akan hadir kembali Selasa, 14 September 2010

Jimly-Busyro Lolos, Kaligis-Farhat Gugur

10:35, 28/06/2010

Pansel Umumkan 145 Calon Pimpinan KPK

JAKARTA-Pansel Pimpinan KPK mulai bekerja cepat. Tepat tiga hari, setelah menggelar rapat pleno, Pansel langsung mempublikasikan nama-nama yang lolos seleksi awal, kemarin (27/6), di Gedung Kemenkum dan HAM.
“Berdasarkan rapat pleno Pansel Pimpinan KPK, memutuskan bahwa 145 calon yang dinyatakan lulus seleksi administrasi dan berhak mengikuti proses seleksi selanjutnya,” papar Menkum dan HAM yang juga menjabat sebagai Ketua Pansel Pimpinan KPK Patrialis Akbar.

Patrialis melanjutkan, 145 nama tersebut berhasil menyingkirkan 142 nama, dari total 287 pendaftar yang berkasnya diterima. Sejumlah nama yang lolos tersebut didominasi calon yang bergerak di bidang hukum, yakni sebanyak 79,72 persen. Sisanya berasal dari bidang ekonomi, keuangan dan perbankan. “Hampir 52 persen yang tidak lolos,”katanya.

“Kita harus cermat. Ketidaktelitian ini justru menjadi salah satu faktor gagalnya peserta yang ikut seleksi,” imbuh Patrialis.

Wakil Ketua Pansel Pimpinan KPK M. H Ritonga menambahkan, persoalan usia juga menjadi salah satu faktor kegagalan para calon pimpinan KPK. Dia menguraikan, dari total jumlah pendaftar, ada 15 calon yang usianya tidak memenuhi syarat. Rinciannya, 12 calon usianya melebihi 65 tahun dan tiga calon yang usianya kurang dari 40 tahun. Para calon yang gugur karena faktor usia tersebut di antaranya pengacara senior OC Kaligis dan pengacara muda Farhat Abbas.

Ritonga melanjutkan, nama calon pimpinan yang lolos seleksi administrasi tersebut akan diumumkan di media dan website resmi Kemenkum dan HAM pada hari ini. Setelah nama calon dipublikasikan, pihak Pansel memberikan kesempatan kepada masyarakat umum yang ingin memberikan tanggapan, pendapat atau masukan tertulis terkait integritas, kapasitas dan karakter calon tersebut, hingga 28 Juli mendatang.

Patrialis menambahkan, jika ada calon yang terlibat kasus hukum, Pansel akan mengonfirmasi kepada pihak KPK, Kepolisian, Kejaksaan hingga Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU). “Kalau yang bersangkutan terbukti terlibat kasus hukum, ya akan langsung digugurkan,”tambah Patrialis.

Sementara itu, deretan nama calon yang lolos cukup bervariasi. Namun, banyak nama-nama pengacara pembela koruptor masuk dalam seleksi awal. Antara lain, pengacara Anggodo Widjojo, Raja Bonaran Situmeang, pengacara Nunun Nurbaeti, Partahi Sihombing, pengacara hakim Muhtadi Asnun, Alamsyah Hanafiah, hingga dua pengacara Ari Muladi yang sama-sama lolos, Petrus Selestinus dan Sugeng Teguh Santosa.

Selain deretan nama pengacara koruptor tersebut, terselip nama pengacara Susno Duaji, Henry Yosodiningrat dan pengacara Bibit-Chandra, Bambang Widjojanto.

Nama-nama lain yang banyak direkomendasikan para tokoh masyarakat, seperti Jimly Asshidique dan Muhammad Busyro Muqoddas juga berhasil lolos di seleksi administrasi. Anggota DPD dari provinsi Bali, I Wayan Sudirta, mantan Mensesneg era Presiden Gus Dur, Bondan Gunawan hingga ketua presidium gerakan facebookers Bibit-Chandra Muhammad Nurlapong juga turut meramaikan daftar calon yang berhak mengikuti seleksi tahap dua.
I Wayan Sudirta, kandidat yang lolos seleksi percaya, pansel akan memilih figur terbaik yang paling tepat memimpin KPK. (ken/pri/dyn/iro/jpn)

Beri komentar

 
Banner Lebaran 2010