Kepada pemasang iklan, pelanggan, dan relasi diberitahukan, sehubungan dengan perayaan Idul Fitri 1431 H, Sumut Pos tidak terbit mulai 9 September 2010. Kami akan hadir kembali Selasa, 14 September 2010

Andalkan Perawat Wanita Demi Kebersihan

09:16, 11/07/2010
Andalkan Perawat Wanita Demi Kebersihan
TEGAS: Dr Dewi Syahnan SpHT, Dirut RSU Pirngadi Medan ini tegas dalam menggalakkan kebersihan di lingkungan RSU Pirngadi Medan. //laila azizah/sumutpos

Siapapun pasti tahu kalau kebersihan itu sebagian dari iman. Kebersihan mampu menciptakan rasa kenyamanan, kesejukan, keindahan bahkan kesehatan. Jika lingkungan kotor sama saja dengan mengundang penyakit.

Tapi faktanya, banyak orang yang tidak menyadari pentingnya menjaga kebersihan. Budaya orang Indonesia, khususnya warga Kota Medan yang belum sadar bersih, sangat sulit untuk menerapkan kebersihan itu sendiri.
Termasuk sulitnya menerapkan kebersihan di lingkungan Rumah Sakit Umum Dr Pirngadi Medan (RSUPM). Begitulah kata Dr Dewi Syahnan SpHT.

Wanita yang menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Umur Dr Pirngadi Medan ini mengatakan, kebersihan di lingkungan rumah sakit sangat mutlak diperlukan demi kesehatan si pasien, bahkan demi menghidari penyebaran kuman penyakit yang berasal dari lingkungan yang tidak bersih.

“Tapi sayangnya, di RSUPM justru keluarga pasienlah yang tidak sadar bersih. Keluarga pasien selalu membuang sampah makanan, sampah pembalut dan sampah lainnya di sembarang tempat. Padahal kita sudah menyediakan tong sampah di setiap ruangan perawatan,” ujar istri Dr Sani Nasution SpN(k) (Anastesi) ini.

Meskipun pihak RSUPM memiliki cleaning services yang selalu membersihkan lingkungan rumah sakit, namun hal itu tidak menjamin kebersihan rumah sakit setiap saat jika keluarga pasien tidak mendukungnya.

“Keluarga pasien selalu membuang sampah daun bungkusan nasi di sembarang tempat. Kemudian sampah bungkusan nasi itu dihinggapi lalat. Ini kan bisa memicu penyakit. Rumah sakit jadi terlihat kumuh dan kotor,” tambahnya.
Tak ingin masalah ini terus berlarut, Dr Dewi pun menaruh harapan besar di tangan para perawat wanita di rumah sakit yang ia pimpin. Ia yakin, melalui tangan para perawat wanita yang lebih telaten, akan mampu menjaga kebersihan rumah sakit Pirngadi Medan.

Untuk memberikan motivasi kepada para perawatnya agar mampu menjaga kebersihan, Dr Dewi memberikan hadiah kepada mereka.

“Program menjaga kebersihan setiap kamar ruangan pasien sudah berjalan sejak Januari 2010 sampai sekarang. Jadi, setiap dua bulan sekali saya berikan hadiah kepada para perawat ruangan yang mampu menjaga kebersihan ruangan pasiennya. Ini sebagai bentuk motivasi yang saya berikan kepada perawat wanita,” kata dia.

Tak hanya untuk kebersihan, sambung dia, ia juga memberikan hadiah kepada perawat yang mampu menata ruangan pasien dengan baik dan rapi sehingga agar menjadi nyaman bagi si pasien.

“Jadi, penilainya tak sembarangan. Kita punya tim yang menilai aspek kebesihan dan kerapian ruangan pasien yang dilakukan perawat wanita,” tuturnya lagi.

Bukan tanpa alasan kalau Dewi menggalakkan kebersihan di lingkungan RSUPM. Ia ingin kebersihan di RSUPM menjadi primadona sehingga tidak ada kesan kumuh dan kotor. “Makanya tak bosan-bosannya saya memberikan ceramah dan ultimatum kepada para perawat setiap apel pagi di hari Senin,” papar wanita yang memiliki empat anak ini.

Dewi sangat yakin, sentuhan tangan wanita melalui perawat wanita akan mampu menciptakan kebersihan di RSUPM. “Wanita tuh kerjanya lebih rapi dan masih peduli dengan kebersihan dibanding pria. Saya menaruh harapan besar kepada para perawat wanita di RSUPM untuk menjadi tonggak penggalakan kebersihan,” pungkasnya. (ila)

Terlalu Bersih Justru Mengundang Penyakit

Sedikit-sedikit Anda pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangan atau membalurkan cairan antiseptik? Awas, bukannya sehat, bisa-bisa Anda malah jadi gampang sakit akibat gaya hidup yang kelewat steril.

Pernah dengar iklan sabun yang bilang, “Berani kotor itu baik”? Bukan sekadar slogan, ternyata kalimat itu telah dibuktikan kebenarannya oleh sejumlah penelitian tingkat dunia. Berdasarkan sebuah riset yang dilakukan di Kanada, kasus penyakit yang terkait dengan alergi seperti asma, eksim, dan multiple sclerosis mengalami peningkatan akibat penerapan kebersihan yang terlalu berlebihan di negara-negara maju.

Menurut Prof Guy Delespesse, salah seorang peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Montreal, alergi memang bisa disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti riwayat keluarga, lingkungan hidup yang terpolusi, makanan yang diproses, stres, dan gaya hidup tidak sehat, seperti merokok dan pola makan yang tidak benar. Tetapi, kata Delespesse, minimnya paparan terhadap bakteri di lingkungan tempat kita hidup bisa jadi merupakan faktor pemicu alergi yang paling penting.

Mengapa bisa begitu? Sebabnya, menurut Delespesse, bakteri di dalam sistem pencernaan tubuh manusia berguna mengajarkan bagaimana cara tubuh kita bereaksi terhadap benda asing. “Memelihara kebersihan memang bisa mencegah serangan bakteri berbahaya. Tetapi, sekaligus membatasi diri kita dari paparan terhadap mikroorganisme yang menguntungkan,” ujarnya.

Sebuah studi yang dilakukan di Inggris menyatakan, salah satu penyebab sistem imunitas tubuh tidak berkembang dengan baik adalah kurangnya seseorang diperkenalkan dan terpapar oleh kotoran. Prof. Richard Gallo dari University of California, San Diego, menyimpulkan kotoran, bakteri, dan mikroorganisme dalam kadar tertentu  menguntungkan kesehatan seseorang. (net/jpnn)

Beri komentar

 
Banner Lebaran 2010