Kepada pemasang iklan, pelanggan, dan relasi diberitahukan, sehubungan dengan perayaan Idul Fitri 1431 H, Sumut Pos tidak terbit mulai 9 September 2010. Kami akan hadir kembali Selasa, 14 September 2010

Data IMF Dongkrak Bursa

10:40, 13/07/2010

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil menguat signifikan di awal pekan. Pada perdagangan kemarin (12/7), IHSG ditutup naik 14,895 poin (0,50 persen) ke level 2.958,791.

Pengamat pasar saham BNI M Fikri mengatakan sentimen positif dari eksternal mendorong pergerakan posititif Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Asia.

Menurut dia, hal itu disebabkan keluarnya pernyataan IMF mengenai revisi pertumbuhan ekonomi dunia yang menjadi lebih baik serta penurunan klaim pengangguran di Amerika pada minggu pertama Juli.

Dalam laporannya, IMF menaikkan pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 4,6 persen dari 4,2 persen. Itu merupakan lompatan tertingggi sejak 2007. IMF memprediksikan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2010 akan meningkat sebagai cermin naiknya aktivitas ekonomi selama semester pertama 2010.

Dalam perdagangan kemarin, indeks sempat mencetak rekor baru di level 2.972,56. “Sayang, indeks bursa saham Eropa yang dibuka dalam koreksi memicu aksi jual yang menahan laju kenaikan indeks saham Asia,” ujarnya. Bursa-bursa regional Asia juga semula menguat juga mengendur.

Investor asing masih melakukan aksi beli Rp993,851 miliar dengan aksi jual Rp591,901 miliar. Nilai transaksi beli bersih asing (foreign net buy) tercatat Rp401,950 miliar. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 94.100 kali pada volume 4,595 miliar lembar senilai Rp3,180 triliun. Sebanyak 104 saham naik, 99 turun, dan 66 stagnan.  “Berakhirnya Piala Dunia di Afrika cukup memengaruhi nilai transaksi menjadi sedikit meningkat,” terangnya.

Menurutnya, sentimen tersebut akan memicu pelaku pasar melakukan pembelian saham dalam beberapa hari ke depan. Apalagi, harga minyak mentah kembali menguat.

Sementara itu, berdasar data kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah ditutup Rp 9.050 per USD. “Positifnya prospek ekonomi Indonesia membuat dana asing semakin banyak masuk, terutama dalam SUN (surat utang Negara),” tutupnya. (luq/oki/jpnn)

Kata kunci pencarian berita ini:

Beri komentar

 
Banner Lebaran 2010